Benci Awal Dari Cinta

Benci Awal Dari Cinta
Bersama lagi


__ADS_3

Kak Devon akhirnya masuk ke dalam kamar mandi setelah mengoda istrinya. Binna sangat kesal. Apa kemarin tidak cukup, sekarang dia tidak akan bisa ke mana-mana dengan tanda seperti ini.


"Kenapa aku merasa ada kelegaan saat sudah melakukan hal ini? Ya! Walaupun aku terpengaruh dengan obat itu. Apa nanti Kak Devon bakal minta lagi? Atau kalau aku hamil bagaimana?" Binna melihat ke arah perutnya.


Tidak lama ponsel Sabinna berdering, dia memakai baju yang tadi diambilnya dan segera mengangkat teleponnya.


"Lukas." Kedua mata Sabinna mendelik. Dia melihat ke arah kamar mandi, Binna memilih turun ke dapur saja. Dia takut nanti kalau kak Devon mendengar dia bicara dengan Lukas.


"Halo Binna."


"Lukas."


"Syukurlah kamu yang mengangkatnya. Kamu semalam ke mana? Aku menunggu kamu tapi kamu tidak kembali, aku bahkan mencari kamu ke kamar mandi, tapi kamu juga tidak ada, kamu kenapa menghilang begitu saja?"


"Lukas, aku minta maaf membuat kamu cemas. Waktu itu ada hal penting yang sedang terjadi, jadi aku harus pergi."

__ADS_1


"Ada apa, Sabinna? Apa kamu mendapat masalah? Kamu baik-baik saja, Kan?" suara Lukas tampak cemas.


"Aku baik-baik saja, kamu tidak perlu khawatir. Lukas nanti aku akan hubungi kamu lagi, ada hal penting yang ingin aku jelaskan sama kamu."


"Hal pentinga apa?"


"Maaf, aku tidak bisa jelaskan sekarang. Nanti aku akan menghubungi kamu."


"Ya sudah kalau begitu, aku sudah tenang mendengar kamu baik-baik saja. Bye, Binna."


"Bye, Lukas." Binna mematikan ponselnya.


Binna mulai ingin memasak untuk suaminya itu, jujur saja dia mulai tenang hatinya sekarang. Dia juga akan mencoba bercerita dengan Lukas, dia akan mengatakan semuanya pada Lukas.


"Masak apa, Ya?" Binna berpikir sebentar, dia kali ini akan memasak dengan hati-hati agar tidak salah lagi memasukkan bumbu.

__ADS_1


Binna mulai berkutat, dia akan membuat masakan yang dia bisa dan yang ada bahan di kulkas. Beberapa menit kemudian dia sudah menyelesaikan masakaannya. Sup ayam, dan ada omelet serta perkedel kentang.


"Sudah selesai. Semua sudah aku coba dan rasanya pas." Binna mengambil kentang goreng yang sengaja dia goreng untuk dia makan sendiri, Binna suka sekali kentang goreng, di seperti emaknya.


Binna mengigit kentang goreng di mulutnya, dan saat dia berbalik dengan gerakan lembutnya Kak Devon mengigit sisa kentang yang ada di luar mulut Sabinna. Kedua mata Sabinna mendelik melihat hal itu dan membiarkan suaminya mengambil kentang goreng dari mulutnya.


"Rasanya enak sekali," ucap Kak Devon setelah menghabiskan kentang gorengnya. Dia kemudian mendaratkan kecupannya kepada bibir Sabinna.


"Kak Devon, ayo sarapan dulu, aku sudah lapar."


"Apa kamu tidak ingin mengulang hal kemarin malam? Malam itu kamu terpengaruh obat, kalau sekarnag kamu sudah sadar."


"Tidak mau." Binna mendorong suaminya dan dia duduk di meja makan."


"Aku kan sudah bilang kamu tidak perlu memasak, aku akan mengajak kamu makan pagi di luar."

__ADS_1


"Lihat ini!" Binna menunjukkan tanda kiss mark yang dibuat oleh suaminy. "Apa Kak Devon mau mempermalukan aku di depan umum?"


"Bukan aku yang memintanya, Binna, tapi kamu yang meminta hal itu padaku, aku tidak bisa apa-apa." Kak Devon duduk santai malahan.


__ADS_2