Benci Awal Dari Cinta

Benci Awal Dari Cinta
Masih Berdua


__ADS_3

Kak Devon mendudukan Sabinna di atas ranjang, dan tangan Sabinna seolah tidak mau melepaskan pelukannya, dia masih terlihat ketakutan, apalagi telinganya masih mendengar suara petir dan kilatannya sangat keras.


"Binna, aku tidak akan ke mana-mana, aku hanya mau ganti baju di kamar mandi."


"Jangan tingalkan aku sendiri, Kak, aku takut," ucapnya cepat.


"Huft! Lalu aku cara berganti bajunya bagaimana?" Kak Devon berpikir sejenak. "Ya sudah, aku akan berganti baju di sini, tapi jangan salahkan aku kalau kamu nanti melihat hal yang kamu inginkan," celetuknya.


"Maksud kak Devon apa?" Binna manyun. "inikan gelap, lagian aku tidak akan melihat, aku akan memejamkan mataku, tapi kak Devon jangan pergi dari ruangan ini."


"Ya sudah begitu saja." Kak Devon perlahan-lahan melepaskan tangan Sabinna, dan Sabinna masih bisa melihat bayangan kak Devon yang sekarang berdiri di depan lemari baju.


Binna menutup telinganya dengan kedua tangannya, dan mencoba menutup matanya saat kak Devon sudah mulai terlihat bayangannya melepas handuk yang melilit di pinggangnya.


Tiba-tiba jantung Binna berdetak tidak karuan, dia bingung, kenapa juga seperti ini?


"Jangan mengintip ya, Binna," celetuk kak Devon sekali lagi.


"Siapa juga yang mau mengintip. Jangan lama-lama, Kak!"

__ADS_1


Tidak lama Kak Devon menghampiri Sabinna dan menurunkan tangan Sabinna yang menutup kedua telinga Sabinna.


"Aku sudah selesai, Binna apa kamu mau menungguku di sini? Aku akan turun sebentar mencari lilin di bawah?"


"Tidak mau! Sudah di bilang jangan meninggalkan aku sendiri, aku takut." Binna kembali menutup telingannya saat terdengar gemuruh yang besar.


"Ya sudah kalau begitu, aku akan menggendong kamu ke lantai bawah, kita di ruang tamu saja sambil menyalakan lilin."


"Iya, aku takut sekali ruangan gelap dan hujan seperti ini, Kak. Aku dulu pernah dikerjai sama teman aku waktu bermain, dia mengurung aku di dalam ruangan gelap bersama kak Diandra. Aku yang ketakutan ditenangkan oleh kak Diandra, apalagi waktu itu juga hujan dan terdengar suara petir."


"Lalu kalian bisa keluar bagaimana?"


"Sekarang kamu jangan takut, ada aku di sini." Kak Devon mengusap lembut pipi Sabinna. "Ya sudah kita ke bawah saja. Aku akan menggendong kamu."


Saat akan menggendong Sabinna, ponsel milik kak Devon berbunyi. Kak Devon mencari di mana ponselnya, karena tadi dia seenaknya menaruh ponselnya dan masuk ke dalam kamar mandi. Ternyata tergeletak di atas kasur tertutup handuk.


"Halo, Tante Arana."


"Devon, kamu sama Sabinna di mana? Apa kalian baik-baik saja? Tadi tante menghubungi ponsel Sabinna tapi tidak diangkat."

__ADS_1


"Iya, Tante. Kita baik-baik saja, di sini hujan deras jadi kami memutuskan untuk tidak pulang dulu. Sabinna ada di sampingku."


"Iya, Devon, di sini juga hujan deras, tante khawatir sama Sabinna, tapi kalau dia bersama kamu, tante sudah lega.


"Iya, tante. Nanti setelah hujan reda, kita akan segera pulang, tante tenang saja." Devon memberikan ponselnya pada Sabinna.


"Halo, ibu."


"Nak, kamu baik-baik saja, Kan?"


"Iya, bu, aku baik-baik saja, nanti setelah hujan redah kita akan segera pulang."


"Ya sudah kalau begitu, kalian hati-hati nanti pulangnya. Salam buat Devon." Mereka mengakhiri panggilannya.


"Ya sudah, kita ke bawah saja sambil menyalahkan lilin, supaya kamu tidak terlalu takut." Kak Devon menggendong Sabinna kembali dan mereka turun di bawah. "Kamu tau Binna? Aku senang sekali dengan keadaan seperti ini, karena kamu jadi tidak mau lepas bahkan jauh dariku." Kak Devon berkata sambil tersenyum.


Binna malah mengerucutkan bibirnya. Tidak lama mereka sampai di depan sofa panjang dan kak Devon meletakkan Binna di sana. "Kamu tunggu di situ sebentar, aku akan mengambil lilin di laci depan."


Kak Devon mengambil beberapa lilin dan menyalahkannya di atas meja ruang tamu dan beberapa lemari pendek di sana. Ruangan jadi agak terang, kak Devon juga mengambil ponsel Sabinna yang tergeletak di bawah. Saat tangannya menyentuh tombolnya, mata kak Devon langsung di suguhkan gambar foto Sabinna dan Lukas.

__ADS_1


Eng ... ing ... eng.


__ADS_2