Benci Awal Dari Cinta

Benci Awal Dari Cinta
Diam-Diam


__ADS_3

Binna masih tertegun dengan ucapan Lukas, dia sampai berpikir. Kenapa Lukas sangat berbeda sama Kak Devon? Kak Devon bahkan jarang bersikap lembut, tapi Lukas malah sangat lembut memperlakukannya.


"Hei, Binna!" Lukas mencubit hidung Sabinna, membuat Binna sangat kaget dan melihat ke arah Sabinna. "Kamu memikirkan apa?"


"Aku cuma mikirin, kenapa kamu membandingkan aku dengan si angsa putih?"


"Swan itu kan dalam negeri dongen sejenis angsa yang berubah menjadi gadis cantik." Lukas duduk di lantai samping Binna sambil memeluk lututnya.


"Tapi ini bukan negeri dongeng, Lukas. Ini negeri kenyataan."


"Iya, aku tau, tapi kalau bisa berkhayal. Aku ingin hidupku di negeri dongeng, kamu sebagai putri cantik yang di nikahi seorang pangeran tampan, dan kau pangeran tampannya."


"Menikah?" Binna kembali melamun. Apakah dia harus mengatakan yang sebenarnya kalau dia sudah menikah? Tapi nanti kalau mengatakan yang sebenarnya, bisa-bisa Lukas tidak mau berteman sama dia, padahal Binna masih ingin berteman sama Lukas.

__ADS_1


Binna juga tidak mungkin mengatakan pada Kak Devon kalau dia bertemu dengan Lukas, apalagi kak Devon tau tentan Lukas dan Binna. Bisa-bisa dia ngamuk. Lebih baik diam-diam saja. Binna, kan, hanya berteman dengan Lukas.


"Binna, kamu kenapa lagi? Kenapa kamu melamun begitu? Kamu jadi sering melamun, ada masalah?"


"Tidak apa-apa, aku hanya memikirkan tentang kita yang tidak hidup di negeri dongen. Kita hidup di negeri yang penuh kenyataan yang kadang tidak kita harapkan."


"Apa kamu memikirkan tentang kesalahan aku waktu itu? Andai bisa aku putar. Aku akan memutarnya. Maafkan aku, Binna. Gara-gara aku waktu itu tidak menemui orang tua kamu, kamu jadi takut bertemu denganku."


"Tidak apa-apa, Lukas, kita semua tidak tau apa yang akan terjadi. Oh ya! Bagaimana keadaan mama kamu?"


Seketika kedua mata Sabinna melotot. Bagaimana jika apa yang di bilang Lukas akan dia lakukan?


"Lukas, aku mau bertemu mama kamu, tapi maaf jika kamu ingin menemui kedua orang tuaku, nanti saja saat aku sudah memperbolehkan, karena aku lebih tau kedua orang tuaku."

__ADS_1


"Ya sudah, terserah kamu." Lukas menepuk pelan pucuk kepala Binna. Mereka berdua tersenyum.


Binna kembali latihan dan Lukas menunggu Binna di sana, Binna tidak lupa mematikan ponselnya supaya Devon tidak menghubunginya.


"Lukas, kamu menunggu di sini? Aku kira kamu mau pulang dulu."


"Aku mau mengajak kamu makan ice cream, kamu bisa, Kan?"


Binna tampak bingung, apa dia harus menerimanya? Apa kalau dia menerimanya, dia termasuk selingkuh?"


'Aku terima saja, lagian aku kan cuma makan ice cream, tidak seperti kak Devon yang tidur berdua di dalam kamar, bahkan berpelukan, tapi aku mau mengirim pesan dulu sama Kak Devon, dia nanti saja menjemputku karena aku mau latihan lebih lama.' Binna berkata dari dalam hatinya.


"Binna mau tidak?"

__ADS_1


"Iya, aku mau. Sebentar aku mau ke ruang ganti dan berganti baju." Binna membawa tasnya dan berganti baju di ruang ganti, dia juga mengirim pesan pada kak Devon.


Setelah mendapat balasan dari kak Devon, Binna keluar dan mereka pergi makan ice cream di cafe dekat tempat Binna latihan menari.


__ADS_2