
Uno mengajak Diandra makan ice cream di sebuah cafe. Mereka duduk berhadapan. Diandra hanya terdiam dengan jari-jemarinya saling di tautkan.
"Kamu jangan gerogih begitu, aku hanya mengajak kamu makan ice cream. Kamu tau tempat ini sangat indah. Semua bangku di sini terbuat dari kayu, dan di cat putih. Di sekitaran banyak sekali bunga berwarna putih juga. Cafe ini berkonsep outdoor, cafe ini banyak juga dihiasi tali temali, sangat indah Diandra." jelas Uno.
"Pasti indah, dari penjelasan kamu, aku bisa membayangkan tempat ini sangat indah."
"Nanti kalau kamu sudah mendapat donor mata, aku janji akan mengajak kamu berkeliling melihat tempat-tempat indah."
Diandra hanya terdiam. Dia tidak menyangka Uno akan mengatakan hal itu. "Aku sudah tidak terlalu mengharapkan mendapat donor mata, karena selalu memikirkan hal itu membuat aku selalu hidup dalam khayalan indah, tapi akhirnya saat mendapat kenyataan beberapa kali donor mata itu tidak ada yang cocok denganku, membuat aku tidak mau berharap terlalu tinggi lagi, aku akan menikmati saja semua ini."
"Jangan bicara begitu, kamu harus tetap berharap kamu suatu hari akan bisa melihat. Kamu tau, kamu memiliki mata yang sangat indah Diandra. Mata kamu bisa membuat orang yang melihatnya tersihir bahkan jatuh cinta." Tangan Nakal Uno ini malah menggenggam tangan Diandra yang ada di atas meja.
"Iya, tapi tidak perlu memegang tangan aku." Diandra menarik tangannya. Uno malah tertawa.
__ADS_1
"Aku kan hanya ingin memberi kamu semangat. Memangnya ada yang marah, ya? Kalau aku memegang tangan kamu?"
"Iya, ada yang marah. Uno, kenapa kita tidak pulang saja?"
Muka Uno seketika berubah malas. "Di rumah membosankan Diandra, kita jalan-jalan dulu. Ya, sudah, aku akan memesankan ice cream buat kamu, ice cream di sini sangat enak. Kamu mau ice cream stroberi, Kan?"
"Kamu kok tau?"
"Tentu saja aku tau, dari kecil kamu suka makan ice cream stoberi sampai gendut begitu." Uno terkekeh dan Diandra membuang mukanya kesal.
"Ice creamnya enak, tapi aku tidak punya waktu makan ice cream tiap hari sama kamu. Lagian kenapa kamu tidak pergi saja sama pacar kamu? Kamu kan sedang liburan."
"Aku tidak punya pacar, Diandra. Aku baru saja putus."
__ADS_1
"Putus? Kenapa? Kamu selingkuh, Ya?"
"Dia yang selingkuh, dia bercinta dengan pria lain."
"Apa?!" Seru Diandra kaget. "Kamu yang di selingkuhi?" Diandra tertawa dengan lepasnya.
"Jangan menertawakan aku, Diandra. Aku mengatakan hal yang serius," ucap Uno kesal.
"Maaf, Uno. Aku hanya tidak percaya saja, cowok yang kata Binna punya seribu pesona dan playboy, bisa di selingkuhi oleh kekasihnya?"
"Aku tidak peduli juga dengan hal itu, Diandra, aku malah bersyukur bisa berpisah dari dia, karena aku tidak mencintainya."
"Lalu kenapa kalian bisa pacaran? Bukannya kalau kalian menjalin hubungan, kalian saling mencintai satu sama lain?"
__ADS_1
"Dia yang menginginkan aku, aku tidak pernah menolak seorang gadis yang menyatakan cintanya padaku. Tapi mereka tidak boleh berharap lebih aku mencintainya." Uno makan ice creamnya dengan santai.
2 bab ya, bentar, sabar