Benci Awal Dari Cinta

Benci Awal Dari Cinta
Kebenaran yang Sesungguhnya


__ADS_3

Pagi itu Zia pergi ke rumah sakit di mana Uno melakukan taes DNA Zia mencari infomasi di mana Uno melakukan tes DNA akan dirinya dan


putranya Ken.


“Permisi, saya k sini ingin mengambil hasil tes DNA atas nama tuan Askanno Hadju Atmaja, apa tes hasil tesnya sudah keluar?”


“Sebentar akan kami periksa.” Perawat itu sedang mencarinya. “Hasil tes itu sudah keluar dan nanti akan di ambil oleh Tuan Askanno sendiri.”


“Maaf, tadi Uno, maksudku Tuan Askanno menghubungiku jika dia tidak bisa mengambil hasil tes itu, jadi aku yang di suruh mengambil hasil itu.”


Perawat itu melihat aneh pada Zia. “Apa saya boleh tau siapa anda?”


“Saya istrinya dan saya ke sini karena memang di suruh oleh suamiku untuk mengambil hasil itu. Apa bisa kamu berikan padaku hasilnya?”


Panik ... panik ...


“Maaf, tapi saya tidak bisa memberikan hasil itu pada Anda Nyonya karena tuan Askanno sendiri yang sudah mengatakan jika dia yang akan mengambil sendiri dan saya tidak boleh memberikan kepada siapapun.”


“Tapi saya ini istrinya dan saya berhak mengambil hasil tes itu!” nada bicara Zia mulai emosi.


“Kalau begitu tanda bukti pengambilan pasti ada pada Anda, bisa saya melihatnya?”


Zia tampak  bingug, dia tidak mendapat tanda bukti itu karena memang dia tidak mungkin meminta kepada Uno. Tidak lama ponsel milik Zia berdering dan ada nama ayah kandungnya

__ADS_1


di sana.


“Halo, Zia.”


“Ada apa kamu menghubungiku? Aku sudah bilang jangan menghubungiku jika bukan aku yang menghubungi kamu!”


“Aku ingin bertemu dengan kamu sekarang, aku sudah berada di sini dan aku menunggu kamu di cafe biasanya.”


“Aku sedang ada urusan penting dan aku tidak bisa bertemu denganmu sekarang.”


“Kamu harus membantuku, Zia. Gara-gara tugas yang kamu berikan aku mendapat sebuah masalah, aku sedang di cari oleh keluarga Diandra karen mereka mereka wajahku saat aku ketahuan akan mendorong Diandra dari anak tangga di sekolahnya.”


“Apa? Kenapa kamu ceroboh sekali? Baiklah, tunggu aku di sana.”


Zia tidak jadi mengurusi masalah ini, dia segera bernjak pergi dari sana dan akan menemui ayah kandungnya di cafe di mana ayahnya sedang menunggu. Tidak membutuhkan waktu yang lama dia sudah sampai di sana dan mereka segera memesan tempat duduk yang agak jauh  dari jendela. Mereka duduk di kursi menghadap ke tembok, jadi seolah-olah mereka tidak kenal.


“Lalu, bagaimana dengan si buta itu? Apa dia sudah lenyap dari muka bumi ini?”


“Sepertinya sudah karena aku mendorongnya begitu keras sampai dia terguling dan jatuh dari dua tingkat anak tangga, aku melihat darah


keluar dari kepalanya, hanya saja waktu itu ada seorang pria yang memergoki aku dan aku langsung pergi dari sana.”


“Pria? Pasti itu Neil. Bagus kalau begitu, dengan begitu setidaknya jika Uno mengetahui jika Ken bukan anaknya dia pasti tidak akan bisa kembali pada si buta itu.”

__ADS_1


“Apa maksud kamu, Nak?”


Zia melihat tajam pada ayah kandungnya. “Jangan memanggilku, Nak. Aku sama sekali tidak mau mengakui kamu ayah kandungku. Ayahku hanya Harajuna Atmaja, kamu hanya orang suruhan bagiku karena aku yang membayar kamu,” ucapnye ketus.


“Apa Uno sudah tau jika Ken bukan anaknya? Dan kejadian di mana dia berada di dalam kamar dengan kamu hanya rencana yang sudah kamu siapkan?”


“Dia belum tau tentang rencana malam itu. Dia sedang melakukan tes DNA pada Ken, dan aku akan memastikan jika hasil tes itu tidak akan sampai pada Uno.”


“Walaupun hasil tes itu tidak sampai pada Uno. Bagaimana jika ayah kandung Ken datang dan ingin mengambil anaknya?”


“Itu tidak akan terjadi karena dia tidak akan berani melakukan itu. Aku sudah mengancamnya dan dia sangat takut dengan ancamanku, dia sangat mencintaiku dan Ken, jadi dia tidak akan membahayakan nyawau dan


Ken.” Zia tampak tersernyum miring dengan menyeruput segelas teh hangatnya.


“Kenapa kamu tidak dengan pria yang sangat mencintai kamu itu? Kenapa memilih Uno yang jelas-jelas tidak mencintai kamu?


“Perasaan tidak akan bisa di paksakan, tapi aku bisa memaksakan Uno menjadi milikku.Sebenarnya aku ingin sekali membuat ibu Arana menderita karena sudah mengambil ayah Juna dari mamaku, tapi karena dia sangat


baik denganku dan membelaku terus membuat aku harus baik dengannya karena Uno sangat menyayanginya, Tapi adiknya si Binna itu terus saja suka mencampuri urusanku, sekarang dia juga pasti sangat sedih karena kakak kesayangannya aku miliki.”


“Sekarang aku tau jika kamu memang adalah putriku karena Sofia tidak memiliki sifat seperti itu.” Pria itu malah terkekeh.


“Kalian memang sepasang ayah dan anak yang sangat cocok.” Tiba-tiba terdengar suara seseorang dari arah belakang Zia  dan Pria bertato itu. Zia beranjak dari tempatnya dan terkejut melihat ada Uno di sana. Uno tadi hendak ke rumah sakit di mana dia akan mengambil tes DNA, tapi saat melewati cafe itu dia melihat mobil Zia d terparkir di depan cafe itu dan dia penasaran apa benar Zia ada di

__ADS_1


sana, Uno kan memang diam-diam mengawasi Zia. Saat Uno masuk dan melihat ada Zia dan pria bertato yang sedang dia cari. Uno diam-diam duduk dekat sana dan mendengar semua pembicaraan mereka.


“Uno, aku bisa jelaskan semuanya.”


__ADS_2