Benci Awal Dari Cinta

Benci Awal Dari Cinta
Status Baru


__ADS_3

Arthur yang baru saja selesai mandi dan berganti baju santai berjalan menuju meja makan,disana sudah ada Niana yang juga sudah bersiap mereka akan makan pagi bersama,makan masakan yang tadi Niana buat,


"Arthur bagaimana masakanku enak tidak ?" tanya Niana ragu-ragu.


"Em....lumayan !" kata Arthur menggoda Niana. " masakan kamu enak sayang,aku menyukainya,Niana mana susu coklat ku?" Arthur melihat dia atas meja makan tidak ada susu coklat untuk Arthur.


"Aku lupa ,tadi aku mau membuatkan, kamu sih mengganggu saja aku sampai tidak konsentrasi sama masakan aku ," Niana beranjak menuju pantri untuk membuatkan susu coklat kesukaan suaminya itu.


"hem.... tapi kamu senang kan dengan apa yang aku lakukan?"


"Ini susu coklat kamu sayang ," Niana meletakkan segelas susu coklat tepat didepan Arthur,lalu dia duduk disamping suaminya. "setelah ini kamu antar aku kerumah Lila ya Arthur aku mau pulang kerumah, nanti siang aku mau kerumah kamu,aku mau mengajak Aqdas jalan-jalan ketaman, soalnya kemarin aku sudah janji sama dia,


"Iya Niana ,oh ya apa kamu jadi kencan dengan Adrian ?" Arthur berkata tanpa melihat ke arah Niana,


"Em....itu!" Niana berfikri sebentar, "Iya Arthur,lagian aku kan bersama Aqdas tidak berdua dengan Adrian,"


"Hem.....,kamu batalkan saja Niana aku tidak percaya sama Adrian,lagian kenapa kamu menyetujui hal seperti itu ,itukan hanya sebuah permainan."


"Aku percaya sama Adrian Arthur,dia tidak akan berbuat macam-macam ,kamu tau dia ternyata orang yang baik dan menyenangkan,dibalik sifatnya yang suka bermain-main dengan banyak wanita,tidak tau aku merasa dia pria yang baik saat kemarin kita bicara berdua dikamar Aqdas," Niana melahap makanannya.


"Apa kamu jatuh cinta dengan Adrian?" ucap Arthur dengan muka kesalnya.


Niana tidak menjawab dia malah membawa piring-piring kotor kedapur dan mencucinya diwastafel dan dia sibuk mencuci piring tanpa melihat kearah Arthur,Arthur yang melihatnya mengerutkan dahinya ,"Kenapa dia diam saja apa memang dia jatuh cinta dengan Adrian?" Arthur berdialog sendiri dengan pelan,jujur saja hati Arthur gelisah melihat sikap Niana.


"Aku sudah selesai mencuci ,kita pergi sekarang ya Arthur ?" Niana menengok kearah Arthur yang masih duduk manis di kursi meja makan,Niana mengambil tasnya dan dia menggandeng tangan Arthur keluar berjalan menuju mobilnya.disepanjang perjalanan mereka hanya diam,Arthur juga tidak mengeluarkan sepatah kata pun Niana juga diam,jujur saja Niana agak sebal dengan pertanyaan Arthur kenapa dia bisa bertanya apa Niana jatuh cinta sama Adrian,sedangkan dia saja sudah menjadi istri Arthur dan menyerahkan semua nya pada Arthur ,dia benar-benar kecewa ,apa Arthur selama ini belum mengenal istrinya itu sampai menanyakan hal seperti itu.


"Arthur aku turun dulu ya ,terima kasih sudah mengantarkan aku kerumah Lila," Niana melepas sabuk pengamannya,saat Niana mau turun dari mobil,lengannya dipegang oleh Arthur ,Niana menoleh melihat wajah suaminya itu,

__ADS_1


"Niana.....!"


"Aku mencintai kamu Arthur." ucap Niana pelan,dan Niana turun  dari dalam mobil Arthur ,Arthur menjalankan mobilnya dan pergi dari sana ,Niana menghampiri Lila yang sedang membantu ibunya melayani pasien yang datang kesana,


"Pagi Lila ," sapanya


"Pagi Na ,itu Arthur ya yang mengantar?eh kenapa muka kamu kusut begitu?apa ada masalah kamu sama Arthur?" tanya Lila heran


"Aku tidak ada apa-apa Lila,kami baik-baik saja,Niana duduk disebelah Lila,tidak lama Ibu Lila keluar dari dalam,dan tersenyum melihat Niana disana.


"Niana kamu tumben pagi-pagi disini ,iya tante sampai kangen sama kamu,kamu tidak pernah kesini sekarang,bagaimana kabar kamu nak?kata Lila sekarang kamu bekerja ya?"


"Allhamdulillah aku baik tante,aku kesini kangen sama Lila dan juga tante,iya aku sekarang bekerja menjadi seorang pengasuh anak kecil tante,jadi maaf aku jadi jarang kerumah tante dan membantu tante,"


"Hem.....kangen sama aku!alesan, kan tiap hari juga ketemu aku." kata Lila manyun. " bilang aja kesini mau numpang makan pagi." celetuk Lila asal.


"Siapa A maksud kamu Niana?kekasih kamu ya?" ibu Lila menggoda Niana.


Tidak lama datang seorang bapak-bapak  dan seorang ibu dengan perut besarnya ,sepertinya si ibu itu tengah merasakan kesakitan pada perutnya ,iya ibu itu mau melahirkan.Wajah si bapak terlihat sangat panik sambil membopong istrinya.


"Bu dokter tolong istri saya mau melahirkan!" ucap sang bapak dengan muka cemasnya.


"Ayo pak bawa masuk kedalam kamar bersalin sekarang,Niana kamu tolong antarkan bapak dan istrinya kekamar bersalin kita ya,saya mau menyiapkan peralatannya dulu !" kata ibu Lila kepada Niana,


"I-iya tante ,ayo pak kita kedalam saya antar," Niana membantu si bapak membopong tubuh istrinya masuk kedalam kamar bersalin ,Niana membaringkan ibu itu dan menyuruh agar suaminya keluar dulu,menunggu ibunya Lila datang,


"Lila kalau sudah selesai memeriksa tekanan darahnya kamu bilang sama ibu ya dan ini ada beberapa obat yang sudah ibu kemas kamu tinggal berikan kepada orangnya ada keterangannya disana,

__ADS_1


"Iya bu," Lila sedikit tau tentang hal medis  dia biasa membantu ibunya memeriksa tekanan darah pasien, ,timbang badan,dan pemeriksaan gula darah, dia semua yang mencatat dan keluhan apa yang dialami pasien yang datang kesana.


"Ibu coba ambil nafas dalam-dalam lalu hembuskan ya!" Niana berusaha menenangkan si ibu yang merasa mulas pada perutnya karena bayi yang didalam kandungannya sudah waktunya launching. "sakit ya bu ,ibu tidur miring kekiri ya ,saya akan menggosok-gosok punggung ibu pelan-pelan agar terasa nyaman," dengan telaten Niana membantu ibu itu yang terlihat tegang,


"Bagaimana Niana apa ketubannya sudah Pecah?" tanya ibu Lila


"Sepertinya belum tante,"


"Saya akan periksa dulu ya,ibu tolong kakinya ditekuk ya keduanya ,saya akan memeriksa sudah pembukaan berapa?" Ibu Lila yang sudah menggunakan sarung tangan memasukkan salah satu tangannya  kedaerah inti ibu itu dan memeriksa sudah pembukaan berapa. "oh sepertinya ini sudah pembukaan 3 tapi lapisan ketubannya belum pecah,akhirnya mereka menunggu beberapa menit,dengan telaten Niana menggosok-gosok punggung ibu itu.


"Kita tunggu sebentar Niana biar bayi itu mencari jalan keluarnya sendiri ,kamu masih ingat apa yang pernah tante ajarkan ya?"


"Iya tante ,aku senang bisa membantu tante,


"Dok saya kok seperti sedang buang air kecil," celetuk ibu itu yang membuat Niana dan ibu Lila sedikit terkejut,


"Tidak apa bu ,ketuban ibu sudah pecah, sekarang ibu coba mengejan ya!" Ibu Lila sudah bersiap didepan bagian sensitif ibu itu dan Niana berada disamping ibu itu memegangin tangannya membantu nya mengejan ,dan tidak lama.


"Oek...oek.....!" terdengar suara tangisan bayi laki-laki dengan begitu keras,setelah memotong tali pusarnya bayi itu, ibu Lila merawat bayi itu dan kemudian diberikan kepada Niana ,Niana menimbang berat badan dan panjang bayi itu ,kemudian dia  memakaikan baju bayi yang sudah disiapkan disana ,baju bayi yang kapan hari Niana dan Lila beli,iya ibu Lila sengaja menyiapkan beberapa baju bayi untuk pasien yang melahirkan disana.


"Tante bayinya sangat tampan!" wajah Niana terlihat sangat bahagia melihat bayi itu, "beratnya 3,5kg dan panjangnya 45cm tante ,dia bayi yang sehat tante," Niana menimang-nimang bayi itu.


Terima kasih ya dan semoga kalian sehat selalu ,jangan lupa vote dan review yang banyak ya


 


 

__ADS_1


__ADS_2