Benci Awal Dari Cinta

Benci Awal Dari Cinta
Salah Siapa?


__ADS_3

Lila dan Binna saling melihat mereka berdua sama-sama terkejut. "Binna, ini ada apa? Kak Devon kenapa kakak tiba-tiba menyerang kekasihku?" tanya Lila heran.


"Tanya saja sama kekasih kamu sendiri, apa yang dia sudah katakan dan lakukan pada Binna?"


"Kak, sudah, ayo kita pergi." Binna menarik tangan kak Devon ingin mengajaknya pergi dari sana.


"Binna, memangnya apa yang sudah dilakukan Kak Nico sama kamu?" Sekarang Lila melihat ke arah Sabinna. Sabinna tampak bingung, dia tidak ingin membuat Lila sedih.


"Lila, kamu gadis yang baik, dan kamu tidak pantas memiliki kekasih yang brengsek dan tidak bisa menghargai kamu, sebaiknya kamu tinggalkan pria brengsek seperti dia!"


"Kamu yang brengsek!" tiba-tiba Nico bangun dan menyerang Kak Devon, kak Devon terkena pukul tepat di mukanya. Tidak lama banyak orang datang dan melerai mereka.


"Ayo kita pergi, Binna." Tangan kak Devon menggandeng tangan Binna, dan mereka masuk ke dalam mobil.


"Kak Devon ini kenapa? Kenapa kakak malah kembali dan memukul Kak Nico? Aku tidak mau menyakiti hati Lila, dia pasti sangat kecewa dan sedih nantinya." Binna menangis.

__ADS_1


"Lila harus tau, pria brengsek itu tidak pantas untuknya." Binna terdiam, kak Devon menjalankan mobilnya dan pergi dari sana.


" Sebenarnya kan, Kak Devon sama saja seperti Kak Nico," ucap Binna lirih.


Mobil di hentikan seketika pada tepi jalan. Devon melihat ke arah Binna. "Apa kamu bilang tadi? Aku sama dengan Nico? Aku tidak sama dengan Nico. Dia pria brengsek!"


"Kalian sama, kak Nico sudah punya kekasih tapi masih menggoda aku, Kak Devon sendiri mengaku aku calon istri Kakak, tapi tadi malah berdansa dengan Sandra."


"Bukannya kamu yang memperkenalkan aku sebagai sahabat kamu sama teman kamu itu?"


Binna melihat ke arah Kak Devon. "Jadi apa salahku jika aku mengajak Sandra berdansa? Dan kamu sendiri yang juga ingin memperkenalkan aku dengan Sandra."


"Binna, apa kamu malu mengakui aku sebagai calon suami kamu di depan Sandra? Atau bahkan semua teman kamu?"


"A-aku--?" Binna bingung.

__ADS_1


"Apa kamu berniat akan mendekatkan aku dengan Sandra? Kamu berniat supaya aku dekat dengan Sandra dan akhirnya aku tidak jadi menikah dengan kamu."


Binna kaget, kenapa sepertinya Kak Devon ini tau sekali maksud hati Binna. Namun, tadi dia juga kenapa seolah marah melihat Kak Devon dan Sandra?


Kak Devon memberikan senyum devilnya. "Baiklah kalau itu mau kamu, aku akan menemui kedua orang tua kamu secepatnya."


Binna mendelikkan kedua matanya kaget. Apa Kak Devon akan membatalkan pernikahan mereka?


Beberapa menit kemudian, mereka sampai di depan rumah Binna. Binna melihat wajah Kak Devon yang datar. Dan Binna baru sadar ada darah segar pada bibir kak Devon.


"Sudah sampai, kamu bisa turun Binna," ucapnya dingin.


"Kak, ada darah di sudut bibir Kak Devon." Binna mengeluarkan tissu dan ingin menghapus noda darah itu, tapi dengan cepat tangan Kak Devon menahan tangan Binna.


"Aku tidak apa-apa, aku bisa mengobatinya sendiri. Turunlah, ini sudah malam, nanti aku akan menghubungi ibu kamu untuk bisa bicara dengan kedua orang tua kamu."

__ADS_1


Binna tampak tercengang. Binna keluar dari dalam mobil dengan muka sedih dan perasaan yang tidak karuan. Mobil Devon dengan cepat keluar dari mansion.


Maaf telat, rempong ...


__ADS_2