
Binna tidak menjawab pertanyaan Lukas yang ingin mengajaknya makan malam, dia teringat jika dia besok malam akan dipertemukan dengan anak dari sahabat Ibunya, seseorang yang akan dikenalkan dengan Sabinna.
"Maaf, Lukas, sepertinya aku tidak bisa, aku ada acara besok malam dengan keluargaku, apa lain kali saja? aku pasti bisa." Gadis imut itu tersenyum manis.
Lukas mendekat dan memeluk kepala Sabinna yang memang tingginya hanya sebatas dagu cowok jangkun itu. "Iya, tidak apa-apa. Aku akan menunggunya. Ya sudah ayo kita kembali ke kelas, sepertinya bel masuk sudah berbunyi."
Lukas menggandeng tangan Sabinna, sebenarnya Sabinna merasa sangat bersalah karena membohongi cowok yang disukainya itu, dia tidak berani mengatakan jika dirinya suatu hari nanti tidak bisa bersamanya, karena dia akan di dijodohkan dengan orang lain,apalagi ini keinginan ibunya.
Di dalam kelas Sabinna mengikuti pelajaran dengan baik, sampai akhirnya bel pulang berbunyi. "Kamu tidak pulang, Binna?" tanya Lukas.
"Aku masih harus di sini, aku masih mau berbicara dengan pelatih tariku. Nanti aku pulang sama Lila, kamu pulanglah dulu."
"Oh ya sudah kalau begitu. Kamu hati-hati, Ya." Tangan itu mengusap lembut kepala Sabinna dan Sabinna memberikan senyuman manisnya. Sabinna melihat Lukas berjalan keluar dan hilang di balik pintu ruangan kelas mereka.
"Huft!" Sabinna menghela napasnya panjang. "Maaf ya, Lukas," ucapnya lirih.
Ada sepasang mata yang memperhatikan Sabinna dari tadi yang duduk di sampingnya. "Kalian itu pasangan paling menakjubkan yang pernah aku lihat, benar-benar cute dan romantis, dan romantisanya itu manis sekali." Muka teman Binna terlihat seolah dia sedang berkhayal.
__ADS_1
"Aku bingung sebenarnya, Lil." Gadis manis nan imut itu menunjukkan muka cemberutnya.
"Bingung kenapa?" Tatap aneh Lila
"Aku dan Lukas, kamu tau sendiri kan? kami punya hubungan lebih dari teman, dan aku sangat menyukai Lukas, tapi aku sudah di jodohkan oleh ibuku dengan anak dari sahabatnya."
"Apa? dijodohkan?" muka gadis itu melotot ke arah Binna. "Apa cowok itu tampan? lebih tampan mana sama Lukas?"
Binna memutar bola matanya jenggah. "Lila! kenapa yang di tanya selalu cowok tampan? aku tidak peduli walaupun dia mukanya sangat tampan bahkan mengalahkan ketampanannya si Taehyung, bagiku cowok paling tampan adalah ayahku."
"Iya-iya yang anak ayah, eh tapi benar, ayah kamu walaupun sudah berumur masih tampan saja, kakak kamu Uno juga, sayang aku gak jadi anak dan adik mereka. Ahahahahaha!" Lila malah bercanda.
"Auw! sakit Binna." Gadis itu mengerucutkan bibirnya sambil manyun, dan mengusap-usap lengan tangannya yang bekas di cubit oleh Sabinna.
"Habisnya kamu malah bercanda, aku ini benaran sedang bingung, apa yang harus aku lakukan kalau begini? di lain sisi aku tidak bisa menolak keinginan ibu aku, dan di lain sisi lagi-- . Kamu tau, Kan? aku sangat menyukai Lukas." Binna menenggelamkan kepalanya pada tas sekolah yang dia letakkan di atas meja sekolahnya.
Lila tampak sedang berpikir. "Apa kamu coba bicara saja sama ibu kamu, kalau kamu sudah punya cowok yang kamu sukai, siapa tau ibu kamu tidak akan memaksakan keinginannya."
__ADS_1
Binna mengangkat kepalanya melihat ke arah Lila. "Aku takut, ibuku belum membolehkan aku punya kekasih sampai aku lulus sekolah."
"Atau kalau begitu, kamu bilang saja sama sama cowok yang akan di jodohkan dengan kamu. Kamu bilang kalau kamu sudah punya kekasih, siapa tau dia akan menolak di jodohkan dengan kamu."
Binna memikirkan kata-kata Lila. "Aku juga belum pernah bertemu dengan cowok itu, apa harus aku coba saja ya, nanti saat aku bertemu dengan dia?"
"Iya, coba saja. Kalau dia tetap memaksa mau meneruskan perjodohan ini, kamu bilang, kalau nanti pernikahan kalian tidak akan bahagia, karena tidak didasari oleh cinta."
"Kalau dia tidak peduli bagaimana? aku dengar dia pria yang sangat menyayangi mamanya. Dan dia pasti akan meneruskan perjodohan ini."
"Kalau dia tampan, dan mapan, ya terima saja, Binna. Siapa tau kamu nanti akan bahagia bersamanya," celetuknya Lila santai banget.
"Lila!"
"Hihihi, maaf. Kalau memang begitu, ya aku tidak tau lagi. Kamu terima nasib saja dan nanti biar Lukas pacaran sama aku, kalau dia mau, Sih!" sekali lagi ucapan Lila ngasal.
Sabinna langsung membenamkan lagi kepalanya pada tas di meja sekolahnya. Lila malah terkekeh lucu.
__ADS_1
Sabinna Salingga Atmaja -- Putri ke dua dari Arana dan Harajuna. Gadis imut yang suka sekali menari, sama halnya dengan sang kakak, dia sangat menyayangi Ibu dan ayahnya