Benci Awal Dari Cinta

Benci Awal Dari Cinta
Kangen, Kah?


__ADS_3

Jangan lupa di like ya, Kak. Like kakak semua membantu sekali buat author 😘


"Binna, Devon kemarin malam sudah berangkat ke luar negeri, bukannya dia sudah cerita sama kamu?" celetus Arana.


Seketika Sabinna yang mau menyuapkan sendok nasinya ke dalam mulut, seketika berhenti, dan melihat langsung ke arah ibunya. "Kak Devon sudah pulang berangkat ke luar negeri?"


Arana mengangguk perlahan. "Iya, nak. Dia juga bilang maaf tidak membangunkan kamu atau menghubungi kamu untuk pamit. Semalam ayah itu khawatir sama kamu, jadi ayah memutuskan untuk menyusul kamu ke apartemen Devon, ayah menghubungi Devon dan meminta alamat apartemennya."


"Sesampai di sana ayah melihat kamu sedang tertidur di sofa, kemudian kak Devon bilang sebaiknya jangan membangunkan kamu, karena kamu sangat lelah hari ini, dan dia yang menggendong kamu sampai di parkiran bawah, kemudian ayah menawari apa dia mau ayah antar pulang?"


"Devon tidak mau, dia akan di apartemennya saja, dan langsung setelah hujan redah, dia akan berangkat ke bandara, dia sudah menyiapkan semua di sana."


Sekarang gerakan makana Binna slom motion, dia seolah sedang memikirkan sesuatu sepertinya.


"Kenapa? Binna kangen sama kak Devon kamu?" celetuk Arana sambil mengambilkan minuman untuk Juna.


Kedua alis Binna langsung berkerut melihat ke arah ibunya. "Siapa yang kanget? Malahan aku bersyukur kalau kak Devon pergi, hidupk akan lebih tenang," ujarnya sambil meneruskan makannya.

__ADS_1


Arana dan Juna saling memandang satu sama lain. Tidak lama Juna dan Binna sudah menyelesaikan makannya dan mereka izin berangkat ke sekolah dulu mengantar Sabinna.


Sampai di sekolah, Sabinna langsung menuju kelasnya, diletakkannya tas di atas mejanya, dia mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan. "Kenapa masih sepi? apa aku yang datangnya ke pagian?" Binna melihat ke arah jam di tangannya. "Tidak ke pagian," celotehnya sendiri.


Binna mengambil ponselnya dan entah kenapa dia teringat dengan adegan kemarin malam dengan kak Devon. "Ih ...! Kenapa aku malau teringat dengan si cowok kutub utara itu? Aku akui menyukai aromanya, dadanya juga sangat hangat dan menenangkan, tapi tetap saja dia menyebalkan! Seperti sekarang, dia bahkan tidak menghubungiku sekadar mengucapkan selamat tinggal atau minta maaf," ucap Binna kesal sendiri.


"Binna, kamu ngapain duduk di situ sendirian?" tanya Lila yang masuk ke dalam kelas.


"Sekolah, Lila. Memang aku ngapain duduk di dalam kelas?" Binna memutar bola matanya jengah.


"Yeah! Kamu lupa, hari ini kan anak-anak langsung berkumpul di gedung rapat untuk membahas masalah acara prom night, lah kamu malah di sini, lupa kalau kita tidak ada pelajaran? Makannya jangan jadi anak yang kerajinan," ejek Lila.


"Aku mencari kamu, aku tau, pasti kamu nyasar di sini, aku menunggu kamu di sana, tapi kamu belum datang, aku yakin kamu bukan anak yang suka datang telat, tapi pelupa. Coba aku tidak pintar punya inisiatif menyusul kamu, pasti kamu jamuran menunggu di sini sendirian?" cerocos Lila.


Binna beranjak dari tempat duduknya dan meneteng tas sekolahnya berjalan ke arah Lila dengan malas. "Kamu kenapa? Kencan kamu sama pangeran bermotor si Kak Devon itu, berhasil ya?" tanya Lila kemudian.


"Kencan yang tidak menyenangkan!" ujar Binna menekankan.

__ADS_1


"Lah, kok bisa? Apa dia bukan cowok romantis?"


Binna melihat ke arah Lila, dia harus bilang apa, Binna saja juga kemarin baru merasakan kencan, apa kencannya kemarin itu romantis, diajakin nonton film horor, makan ice cream, dia bahkan mencium Binna di depan cewek-cewek yang menggodanya, dan dia mengajaknya bermain di pantai, tempat yang Binna sukai.


"Binna! Kamu ditanya malah diam saja," ucapan Lila berhasil membuat Sabinna terkaget.


"Dia tidak romantis, dia berkencan sangat buruk!" seru Binna.


"Ya ...! Padahal minggu depan aku mau mengajak kamu double date."


Binna melihat ke arah Lila yang mukanya kecewa. "Double date? Maksud kamu apa?" tanya Binna heran.


"Kencan double, kamu sama pangeran bermotor kamu, aku sama pacar aku. Pacar aku ingin mentraktir kita nonton dan jalan-jalan di acara karnaval pasar malam. Acara ini kan diadakan setahun sekali, dan aku ingin ke sana," ucapnya semangat.


Sabinna kembali teringat kak Devon yang sudah tiba-tiba pulang ke Belanda. "Kak Devon tidak bisa, dia sudah balik ke negara asalnya. Entah sampai kapan? Kalau bisa lama saja!" ucapnya seolah dia kesal.


Dikit-dikit dulu, Ya. Author masih belum sehat betul 🙏

__ADS_1


Tungguin sebentar lagi si cantik dan ayahnya datang.


__ADS_2