Benci Awal Dari Cinta

Benci Awal Dari Cinta
Nonton


__ADS_3

Kak Devon memberikan minum pada Sabinna, Sabinna dengan cepat menghabiskan minumannya. "Makannya, hati-hati kalau makan," ucapnya santai.


"Ini semua kan salah Kak Devon, kenapa jadi aku yang di salahkan?" ucap Binna kesal.


"Memangnya aku salah apa? Aku kan hanya bertanya tentang konsep pernikahan yang kamu inginkan? Aku mau mewujudkan semua keinginan calon istriku, aku tidak mau istirku mengeluh padaku nantinya."


"Aku punya konsep pernikahan aku sendiri, tapi yang pasti pasangannya bukan sama Kak Devon." Tatap Binna.


Devon hanya memberikan smirk manisnya. "Sayangnya kamu tidak ada pilihan, Binna."


Binna terdiam, dia tau maksud dari ucapan cowok di depannya. Setelah makan siang Devon mengajak Sabinna naik ke lantai atas gedung mall itu. "Kita mau nonton, Kak?"


"Enggak, kita mau berbulan madu di sini," celetuk Devon santai.


"Hem ...!" Binna mengerutkan dahinya kesal.


"Kamu mau nonton film apa?" Devon masih menggandeng tangan Sabinna, sambil melihat jadwal film yang hari ini tayang.

__ADS_1


"Terserah Kak Devon," ucap Binna malas. Binna masih memperhatikan sekitar.


"Kamu belilah pop corn dan minuman aku akan memesankan tiket untuk kita berdua." Devon melepaskan tangan Sabinna dan berjalan untuk memesan tiketnya. Sabinna berjalan malas menuju stand penjual pop corn. Sabinna berdiri di sana menunggu pesanannya.


"Hai, kamu sendirian," sapa seseorang di depan Sabinna. Cowok cute dengan tinggi sekitar 170cm berdiri di depan Sabinna.


"A-aku--?"


Cowok itu menoleh ke sana ke mari memastikan jika Sabinna sendirian, dan memang Sabinna di sana sendirian karena kak Devon sedang mengantri tiket bioskop.


"Boleh kenalan, gak? Nama kamu siapa? Namaku Jerry dan ini temanku Nico." Tangan cowok itu menjulur ke arah Sabinna.


"Gadis itu calon istriku, jika ada hal yang penting, bisa kalian katakan padaku," suara tegas dan terkesan dingin.


Seketika kedua cowok itu melihat ke arah kak Devon yang mukanya sangat tidak enak di lihat. "Maaf, aku kira dia sendiri di sini, lagian wajah gadis itu masih sangat muda, kalian mau menikah?"


"Kalian bisa pergi tidak dari sini? Kehidupanku tidak ada urusannya dengan kalian," sekali lagi kak Devon berkata dengan ketus.

__ADS_1


Binna yang tidak mau sampai nanti ada pertengkaran mengandeng tangan kak Devon. "Kak, kita pergi saja. Itu pop cornya sudah." Devon membayar pop corn dan pergi dari sana. "Kak Devon ini kenapa? Mereka kan hanya meminta kenalan, dan aku tidak menanggapi, kenapa Kak Devon terlihat emosi begitu?"


Devon tidak menjawab, hanya saja dia masih terdiam melihat wajah Binna yang terlihat kesal. "Tidak perlu membahas masalah yang tidak penting." Devon duduk di sofa yang ada di sana, dia menikmati pop cornya. Binna juga duduk di sebelahnya.


Beberapa gadis yang duduk tepat di depan Devon dan Sabinna melihat ke arah Devon terus. Mereka berempat sepertinya terpesona oleh ketampanan si kutub utara itu, mereka saling berbisik dan sesekali memberikan senyuman saat Devon melihat ke arah mereka.


"Sepertinya ada yang naksir Kak Devon," celetuk Binna yang berbisik pada kak Devon sambil tersenyum kecil. "Kamu menikah sama mereka saja, pasti mereka mau sama kakak," lanjutnya lagi.


Kak Devon menoleh ke arah Sabinna. "Kenapa? Kamu cemburu kalau mereka suka sama aku?"


Cup ...


Dengan gerakan the flash, bibir kak Devon mengecup bibir Sabinna, seketika Sabinna dan cewek-cewek yang dari tadi melihati Kak Devon sama-sama terkejut.


"Ayo kita masuk, filmnya mau di mulai." Kak Devon beranjak dan tangan satunya yang tidak membawa pop corn, menggandeng tangan Sabinna, Sabinna masih dengan muka terkejutnya nurut aja sama Kak Devon. Wakakkakak! sukurin.


Mereka berdua masuk ke dalam ruang theater satu, melewati empat gadis yang tampaknya mukanya kecewa. Devon ma bodo amat sama mereka. Dia malahan menunjukkan muka dinginnya.

__ADS_1



__ADS_2