Benci Awal Dari Cinta

Benci Awal Dari Cinta
Berdua Dengannya


__ADS_3

Binna masih dengan posisi menyilangkan tangannya di depan tubuhnya, dan si cowok kutub utara itu mendekat ke arahnya.


"Tidak perlu malu denganku, hal itu tidak membuatku ingin berbuat buruk padamu." Kak Devon melepaskan pegangan tangan Binna dan mengajak Binna menuju ke tengah pantai, mereka berenang bersama, Binna tampak sangat senang dia menikmati bermain di dalam air dengan kak Devon.


Mereka berdua berbaring dia atas pasir pantai yang hari ini terasa hangat, untuk beberapa jam. Kak Devon miring dan menatap Sabinna dengan satu tangan dia gunakan untuk menyangga kepalanya. "Kamu sudah tidak kesal lagi, Kan?" Wajah Kak Devon tepat di atas wajah Binna.


"Sudah," ucapnya lirih.


"Ya sudah, kalau begitu aku akan mengantar kamu pulang, aku nanti malam akan kembali ke Belanda, kita pulang sekarang saja." Kak Devon beranjak dari tempatnya.


Sabinna tampak mengerucutkan bibirnya, entah dia kenapa? Padahal dari tadi diakan minta pulang. Sabinna juga beranjak dari tempatnya.


"Kak, bajuku masih belum kering sempurna. Apa aku harus pulang dengan baju seperti ini!" ucapnya kesal.


"Kamu ganti saja baju kamu dengan baju menari kamu yang tadi kamu bawa. Kita ke apartemenku, apartemenku dekat sini, Kan."

__ADS_1


"Apartemen, Kak Devon?" Sabinna mengedarkan pandangannya. "Memang apartemen kak Devon dekat sini?"


"Iya, Binna. Belakang pantai ini." Devon mengajak Sabinna naik ke atas motornya dan mereka masuk ke dalam apartemen milik Kak Devon. Binna di suruh berganti baju di kamar Kak Devon, sementara kak Devon menyiapkan minuman hangat untuk mereka.


Tidak lama Binna sudah berjalan menghampiri kak Devon yang duduk di ruang tamu. "Minum dulu teh hangat kamu. Aku mau berganti baju dulu kamu tunggulah di sini." Sabinna mengangguk dan Kak Devon pergi ke dalam kamarnya.


Binna duduk di sana sambil menikmati teh hangatnya, dia melihat sekeliling aparatemen kak Devon. "Apartemen ini sangat indah, Kak Devon ternyata cowok yang berselera tinggi. Nyaman sekali jika dilihat, tapi apa benar kalau aku menikah dengannya aku akan di bawa ke sini?" Binna kembali terlihat bingung.


"Aku kenapa jadi ragu begini sekarang." Binna mengambil ponselnya dan melihat foto Lukas dengan dirinya di wallpaper yang sedang memegang kepala Binna. "Lukas kamu di mana? Kenapa kamu tidak ada kabar?"


Binna beranjak dari tempatnya dan naik ke lantai atas.


Bruk ...


Binna menabrak seseorang, dan kemudian dengan cepat memeluk orang yang ditabraknya. "Aku takut." Binna memeluk erat.

__ADS_1


"Tenang Binna, ada aku di sini, kamu jangan takut," suara kak Devon yang lembut dan memeluk Binna, dia mengusap-usap punggung Sabinna.


Binna masih ketakutan karena memang di luar tiba-tiba hujan dengan begitu deras. Dan lampunya juga padam. "Binna, aku akan mencari senter, apa kamu berani menunggu aku di kamar saja?"


Binna memeluk sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. "Aku takut, Kak. Jangan tinggalkan aku sendiri di sini."


"Ya sudah kita ke kamarku dulu, aku juga belim pakai baju, hanya handuk yang melilit tubuhku."


Binna baru sadar dia memeluk tubuh telanjang kak Devon, tapi ketakukan Binna lebih besar jadi dia tidak peduli.


Blup ... Kak Devon menggendong Sabinna ala bridal style dan Binna tetap menyembunyikan kepalanya pada dada bidang kak Devon, indra penciumannya dapat mencium aroma yang Binna sangat menyukainya.


"Aku akan membawa kamu ke kamar dulu, lalu aku akan berganti baju." Binna hanya mengangguk perlahan.


Maaf .... telat .... author sibuk pengen nangis 😭

__ADS_1


__ADS_2