Benci Awal Dari Cinta

Benci Awal Dari Cinta
Kecelakaan


__ADS_3

“Kita akan bertemu di pengadilan Kak Zia. Tentang Ken, aku yang akan membawanya, walaupun dia bukan putraku, aku tidak akan menyerhakan dia kepada wanita yang ternyata memiliki sifat ganda yang tidak baik seperti


Kakak. Aku akan mencari ayah kandung Ken dan jika dia pria baik-baik dan bertanggung jawab, aku akan memberikan Ken padanya.”


Uno mendengar semua pembicraan mereka hanya bagian Zia mencelakai Diandra dia tidak mengetahuinya. Uno langsung pergi dari sana.


“Uno ...!” teriak Zia.


Uno sekali lagi tidak mendengarkan dan tetap pergi dari sana. “Zia sebaiknya kita pergi dari sini yang jauh sebelum semua kejahatan


kamu terbongkar.”


“Aku tidak mau, aku akan mengejar Uno dan membuat dia tidak menceraikan aku, aku akan berbuat sesuatu padanya, jika aku tidak bisa


mendapatkan Uno, maka gadis manapun tidak boleh mendapatkan dia.”


Fix dia sakit jiwa dan obsesinya sangat-sangat besar terhadap Uno. Zia mengambil kunci mobilnya dan segera pergi dari sana. Pria


yang tak lain adalah ayahnya juga ikut mengejarnya mereka berdua naik ke dalam mobil Zia.


Aksi kejar mengejar akhirnya terjadi, Zia malah berharap bisa membuat Uno celakan jadi kejahatannya tidak akan terbongkar dan tidak


apa-apa jika Uno tidak ada, setidaknya orang lain tidak akan mendapatkan Uno saat Uno akan menceraikannya.

__ADS_1


Tidak lama terdengar suara yang sangat keras dan sebuah mobil terguling dengan sangat keras. Banyak orang berkerumun di sana.


Uno tidak lama sampai ke rumah sakit di mana dia akan mengambil tes DNA walaupun sebenarnya dia sudah tidak membutuhkan karena dia sudah tau jika Ken memang bukan anaknya. Setelah mengambil hasil tes DNA Uno pergi ke mansion untuk menunjukkan hasil tes DNA Ken


Arana kaget melihat Uno datang ke sana. “Uno, ada apa kamu ke sini?” tanya Arana.


“Aku sudah tau semua tentang apa yang di lakukan oleh Kak Zia, Bu.”


“Apa yang memangnya Zia lakukan, Uno?”


Uno kemudian menceritakan semua yang dia dengar dan itu dari mulut Zia sendiri. Arana benar-benar sangat terkejut mendengar hal ini. Arana tidak menyangka jika memang putrinya yang dia besarkan dari kasih sayang yang


begitu besar bisa berbuat hal sekejam itu.


Tidak lama saat Arana akan menghubungi Uno untuk menyuruhnya pulang, telepon rumah Arana berdering dan Arana sangat terkejut mendengar berita dari pihak berwajib yang menghubunginya jika mobil yang di kendarai  oleh putrinya Zia mengalami kecelakaaan yang


“Uno, kakak kamu kecelakaan, kamu cepat hubungi ayah kamu, kita ke rumah sakit sama-sama.”


“Apa? Kecelakaan? Bagaimana bisa, Bu?”


“Cepat hubungi ayah kamu, suruh dia langusung ke rumah sakitnya dan kita ke sana sekarang.” Arana segera berjalan pergi dengan Uno, Arana juga menghubungi Binna.


“Iya, Bu, aku dan Kak Devon juga akan pulang dari kampus, kita akan segera ke sana.

__ADS_1


“Ada apa, Binna?”


“Kak Zia kecelakaan dan kita di suruh ke rumah sakit sekarang di mana Kak Zia dirawat.”


“Kecelakaan? Apa dia dengan kakak kamu?”


“Tadi ibu bilang dia kecelakaan dengan seorang pria, mungkin itu kekasihnya. Sudah, kita ke sana dulu, Kak.”


Mereka semua berkumpul di rumah sakit, pria yang berada di dalam mobil dengan Zia nyawanya tidak dapat tertolong. Sedangkan keadaan Zia masih kritis dan berada di ruang ICU.


“Uno bagaimana ini bisa terjadi?” tanya Juna.


Uno menceritkana jika dia mengetahui semua tentang apa yang dilakukan oleh kak Zia kepadanya. Juna terlihat sangat marah dan benar-benar tidak menyangka jika Zia bisa sampai berbuat itu. Tidak lama dokter mengatakan jika Zia ingin bertemu dengan suaminya. Uno masuk ke dalam ruang ICU.


Uno melihat tubuh Zia sudah tetancap banyak sekali alat-alat medis dan keadaan Zia memang sangat memprihatinkan. “Uno, aku minta maaf sama kamu, aku melakukan semua itu karena aku sangat mencintai kamu,” ucap Zia terbata dan sepertinya menahan sakit.


“Kak Zia jangan banyak bicara lagi, aku akan menunggu Kak Zia sampai sembuh dan nanti kita bicara kan masalah ini.”


“Kamu sudah memaafkan aku, Kan? Aku tidak tau apa aku bisa sembuh, tapi aku tidak mau mati dan meninggalkan kamu, Uno.”


“Kak Zia jangan berbicara sembarangan, Kak Zia akan sembuh dan Kakak akan bisa berkumpul dengan Ken dan ayah dari Ken. Maaf, jika aku sudah tidak bisa bersama Kakak lagi.”


Zia tersenyum miris. “Aku sangat mencintai kamu,Uno.” Tiba-tiba Zia sepertinya mengalami sesak napas dan Uno segera memanggil dokter

__ADS_1


dan dokter menyuruh Uno keluar karena akan memeriksa keadaan Zia.


 Dua bab ya. Maaf kemarin author tepar sampai gak bisa buat duduk dan nulis.


__ADS_2