Benci Awal Dari Cinta

Benci Awal Dari Cinta
Bertemu Kamu part 2


__ADS_3

"Aku senang bisa bertemu kamu di sini, Binna. Aku sebenarnya mau ke rumah kamu. Ini aku membelikan kue kesukaan kamu." Lukas menunjukkan snack box berwarna pink dengan pita putih yang cantik.


Binna dan Lila saling memandang. "Lukas, kamu selama ini ke mana saja?" tanya Binna.


"Maaf, Binna, aku harus pergi tanpa kabar karena mamaku sedang di rawat di rumah sakit di luar negeri."


"Ma, mama kamu? Bukannya kamu sudah tidak memiliki orang tua, dan setahuku kamu tinggal hanya dengan bibi kamu."


"Ceritanya panjang, Binna. Maaf, aku tidak bisa menghubungi kamu waktu itu, karena aku juga kehilangan ponselku waktu itu, dan aku juga fokus dulu sama keadaan mamaku."


"Lalu, bagaimana sekarang keadaan mama kamu?"


"Masih menjalani perawatan di rumah sakit. Aku juga sudah mengurus semua urusanku di sekolah."


Binna semakin tidak karuan perasaannya. "Lukas, apa boleh aku menjenguk mama kamu?"


Cowok yang dulu di sukai oleh Binna itu tersenyum. "Mamaku tidak dirawat di sini, Binna. Mamaku menjalani perawatan di rumah sakit di luar negeri. Nanti kalau keadaanya sudah mulai membaik, aku minta untuk dipindah di sini. Supaya aku bisa memantau keadaan mama aku."

__ADS_1


"Oh, begitu."


"Binna, apa kamu mau pulang? Aku antar, ya?"


Binna yang melihat senyum manis milik cowok kalem itu membuat hatinya tidak tega mengatakan jika dia sekarang tidak tinggal di rumahnya, melainkan dia tinggal dengan suaminya.


"A-aku, pulang dengan Lila. Aku belum bisa mengenalkan kamu dengan ibuku lagi, Lukas. Kedua orang tuaku masih kecewa sama kamu karena janji kamu untuk datang waktu itu tidak kamu tepati."


"Iya, aku merasa bersalah karena waktu itu tidak bisa memenuhi janjiku sama kedua orang tua kamu. Maka dari itu aku mau ke rumah kamu dan meminta maaf."


"Sebenarnya keluargaku lagi ada masalah. Jadi kamu jangan ke rumahku dulu untuk saat ini, karena keadaannya tidak memungkinkan." Binna tersenyum."


"Oh! Ya sudah kalau begitu? Kue ini saja kamu bawa, anggap saja sebagai permintaan maaf aku sama kamu." Lukas menyerahkan snack box cantik itu.


Binna menerima dengan perasaan tidak karuan. Lukas juga meminta nomor telepon Sabinna. "Terima kasih, Lukas. Lukas, aku juga minta maaf sama kamu," ucap Binna lirih. Lila melihat tidak percaya pada Binna.


Lukas tampak heran, kenapa Binna minta maaf sama dia? "Minta maaf untuk apa, Binna?"

__ADS_1


"Maaf, karena aku tidak bisa menemani kamu saat kamu sedang mendapat musibah tentang mama kamu. Sampaikan salamku sama mama kamu, semoga cepat sembuh."


"Iya, terima kasih." Tangan cowok jangkung itu mengusap lembut kepala Binna. Seperti biasanya. Lukas selalu memperlakukan Binna dengan lembut.


"Em ... Lukas! Kita pamit pergi dulu, Ya? Maaf tidak bisa lama-lama, nanti Binna di cariin." Lila menggandeng tangan Sabinna, dan mau mengajaknya pergi dari sana.


"Binna tunggu!" Lukas malah menahan salah satu tangan Sabinna. Dan--


Cup ...


Lukas mendaratkan sebuah kecupan manis nan lembut pada pucuk kepala Sabinna. Lila sekali lagi mendelik melihat hal itu. Binna pun sama, malahan hatinya kembali kebat-kebit dengan perlakuan Lukas.


"Hati-hati di jalan, ya Binna?" terlukis senyum yang membuat Binna enggan pergi dari sana.


"Binna, ayo!" Lila menarik tangan Sabinna, dan mereka berjalan pergi dari sana. Lukas masih tetap berdiri di tempatnya menatap punggung Sabinna.


Hadew!!! Bagaimana ini?

__ADS_1


__ADS_2