Benci Awal Dari Cinta

Benci Awal Dari Cinta
Oh Uno ... part 2


__ADS_3

Uno memberikan bajunya kepada Diandra, kaos lengan pendek warna hitam, warna kesukaan Uno. "Kamu pakai baju ini dulu, nanti setelah di luar tidak ada orang, kamu bisa ke kamar kamu."


Diandra mengambil baju milik Uno dan berdiri diam di sana, dia masih bingung. "Kenapa? Mau aku bantu memakai bajunya?"


Muka Diandra mengkerut aneh mendengar ucapan Uno. "Tidak perlu, aku bisa pakai sendiri." Diandra berjalan dengan meraba-raba mencari kamar mandi di sana. Dia masuk dan mengunci pintunya.


Uno yang melihatnya tersenyum manis. Tidak lama pintu kamar Uno di ketuk oleh seseorang. Uno segera mendekat dan membuka pintunya. Mata Uno mendelik melihat siapa yang ada di depan pintu. "Ibu!" serunya kaget.


Kedua alis mata wanita cantik yang di panggil ibu itu mengkerut bingung. "Kamu kenapa? Aku ibu kamu, kenapa terkejut begitu?"


"Tidak apa-apa? Ibu ada apa ke sini?"


"Kamu itu, sudah pulang dari study tour biasanya mencari Ibu, kenapa ini langsung ke kamar, Ibu tau kamu datang dari salah satu pelayan di sini."

__ADS_1


"Maaf, tadi aku sudah memanggil ibu dan pelayan bilang ibu sedang di taman." Uno memeluk ibunya.


"Ya sudah kamu turun sekarang kita makan siang bersama. Oh ya, ibu juga mau memanggil Diandra ke kamarnya, kenapa dia belum turun?"


"Bu! Memangnya ada Diandra?"


"Iya, dia dan ayahnya sudah datang, dan kamarnya ibu letakkan di sebelah kamar kamu."


"Bu, apa boleh aku saja yang memanggilnya? aku lama tidak bertemu dengan dia, aku ingin menyapanya?" ucqp Uno langsung, dia tidak mau kalau sampai ibunya tau Diandra tidak asa di kamarnya.


"Iya, Bu."


Arana keluar dari dalam kamar Uno. Tidak lama Uno melihat Diandra keluar dengan baju miliknya yang jika di pakai Diandra terlihat menjadi mini dress.

__ADS_1


"Kamu benar-benar berbeda dengan waktu kamu masih kecil, Diandra." Uno berjalan mendekat Diandra.


"Dan kamu masih tetap sama usilnya seperti waktu kecil, Uno!" seru Diandra marah.


Diandra berjalan meraba-raba mencari pintu keluar, Uno yang melihat hal itu kaget dan mencoba mendahului jalan Diandra. Tubuh Diandra menabrak tubuh Uno yang tiba-tiba di depannya. "Hei ...! Kamu kenapa?"


"Aku mendengar ibu Arana bilang kalau dari tadi pelayan semua di bawah. Kamu bohong kan sama aku, Uno?" mata Diandra seolah melotot pada Uno.


"Memangnya kenapa kalau aku berbohong sedikit sama kamu? Aku kan ingin lebih lama berbicara sama kamu, aku benaran kaget melihat kamu. Apa kamu tidak suka berbicara denganku?"


"Cara kamu yang tidak aku sukai. Sekarang minggir! Aku mau ke kamar aku dan berganti baju. Aku tidak suka dengan orang yang suka berbohong!" Diandra menyingkirkan tubuh Uno, tapi dasar Uno, dia malah mengunci tubuh Diandra pada daun pintu.


"Jangan marah begitu, aku minta maaf. Aku hanya berbohong soal itu, tapi yang aku katakan tentang kamu tidak bohong, kami tau? Aku suka dengan mata indah kamu, Diandra."

__ADS_1


Diandra terdiam sejenak. Kemudian dia mendorong tubuh Uno dan keluar langsung dari kamar Uno, dia sekarang masuk dengan benar ke dalam kamarnya, Uno yang berada di depan pintu tersenyum melihat hal itu.


"Itu siapa? Kenapa dia keluar dari kamar Uno dan memakai baju Uno?" Zia yang berada di anak tangga mau naik ke lantai atas melihat Diandra yang keluar dari kamar Uno.


__ADS_2