Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah

Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah
Episode 100


__ADS_3

Setelah melewati seharian cukup melelahkan untuk Asyifa dan juga Rafa pastinya. Sudah malam hari dan Asyifa yang memaki piyama dengan panjang sampai ke mata kakinya dengan lengan panjang yang berwarna putih terlihat merapikan tempat tidur seperti biasanya sebelum tidur.


Suara pintu kamar mandi terbuka di mana Rafa yang keluar dari kamar mandi yang selesai mandi dengan menggunakan kaos putih dan celana training. Pusat perhatiannya langsung tertuju pada Asyifa yang membelakangi dirinya.


Rafa mendekati Asyifa dan membuka laci yang ada di dekat Asyifa membuat Asyifa kaget dan menoleh kebelakang suaminya sudah ada di belakangnya.


"Kak Rafa, bikin Asyifa kaget saja," ucap Asyifa dengan memegang dadanya. Namun Rafa tidak menanggapi apa yang di katakan Asyifa dia mengambil sesuatu dari dalam laci itu dan mengeluarkan kotak kecil yang panjang yang membuat Asyifa heran.


"Berbalik lah!" titah Rafa dengan lembut.


"Untuk?" tanya Asyifa heran.


"Jangan banyak tanya, cepat berbalik," ucap Rafa. Asyifa yang bingung pun berbalik badan membelakangi Rafa dan Rafa membuka kotak itu yang ternyata isinya adalah kalung dan langsung memasangkan pada leher Asyifa.


Asyifa kaget melihat benda yang sudah terpasang di lehernya itu sangat indah dengan kalung putih dengan mainan hati yang begitu cantik membuat Asyifa tersenyum.


"Ini hadiah untuk wisuda kamu," ucap Rafa dengan lembut dengan memperbaiki rambut Asyifa agar kalung itu melingkar di leher Asyifa. Asyifa memegang kalung itu dengan berbalik badan menghadap Rafa.


"Makasih kak Rafa," ucap Asyifa.


"Kamu menyukainya?" tanya Rafa. Asyifa mengangguk-anggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Ini sangat indah, Asyifa sangat menyukainya dan apa lagi ini pemberian pertama kak Rafa," ucap Asyifa dengan tersenyum yang menahan rasa haru. Karena matanya juga berkaca-kaca dengan Rafa yang benar-benar berubah 100 persen.


"Kak Rafa makasih juga untuk semuanya, datang pada acara wisuda Asyifa, membawa Asyifa umroh dan melakukan semuanya. Ini benar-benar tidak ada di dalam ekspetasi Asyifa. Asyifa benar-benar bahagia. Makasih kak Rafa," ucap Asyifa dengan terharu yang tidak bisa berkata-kata lagi saking bahagian bahkan air matanya keluar membasahi pipinya.


Rafa spontan dengan lembut mengusap air mata di pipi itu, "kamu tidak perlu menangis. Aku tidak melakukan apa-apa dan itu wajar aku lakukan," ucap Rafa dengan lembut.


"Apapun itu Asyifa tidak pernah menyangka jika hari akan ada di pernikahan kita," ucap Asyifa. Rafa hanya diam dia semakin sadar Asyifa selama ini sangat menderita di dalam pernikahannya.


Rafa yang menatap Asyifa dalam-dalam mencium kening Asyifa dengan lembut membuat Asyifa memejamkan matanya dengan perlahan dan membukanya lagi.


Rafa semakin mendekatkan dirinya dan menggendong Asyifa ala bridal style yang membuat Asyifa kaget. Namun tangannya mengalung pada leher Rafa dengan mata mereka yang saling menatap dan Rafa kembali lagi mencium kening Asyifa.


Lalu Rafa membaringkan tubuh Asyifa perlahan di atas ranjang dengan posisi mereka yang saling berdekatan dengan Rafa yang berada di atas Asyifa dan lagi-lagi mencium kening Asyifa dengan lembut dan Asyifa lagi-lagi menerima tanpa penolakan.


Tidak ada kata-kata yang keluar hanya debarara jantung yang tidak bisa di jelaskan dan apalagi ketika Asyifa merasakan sesuatu menempel di bibirnya dan apa lagi jika Rafa tidak menciumnya..


Ciuman yang sangat lembut yang di terima Asyifa dari suaminya yang lagi-lagi mampu membawa Asyifa terbang melayang-layang dan harus di akuinya tubuhnya sangat bersaksi. Dan ternyata ciuman bukan hanya sekedar ciuman saja di bibirnya. Di mana sudah berpindah pada leher jenjang Asyifa


Yang membuat Asyifa tidak mengerti dengan apa yang di rasakan tubuhnya yang begitu panas dengan sentuhan di kulitnya. Rafa melepas ciuman panas itu yang ternyata menarik kaosnya agar terbuka.


Asyifa yang melihat itu mengalihkan pandangannya. Jujur dia begitu gugup dan tidak berani menatap dada telanjang suaminya yang kotak-kotak itu idaman semua wanita.

__ADS_1


Namun Rafa langsung memegang dagu Asyifa dan meluruskan pandangan Asyifa.


"Aku di depanmu Asyifa jangan mengalihkan pandanganmu. Aku suamimu," ucap Rafa dengan suara seraknya yang pasti Rafa tidak ingin istrinya menutup mata saat tubuhnya yang terbuka.


Dengan gugup dan mau tidak mau Asyifa harus melihat tubuh Rafa yang membuat dadanya bergetar begitu hebat. Rafa kembali mencium bibir Asyifa. Yang membuat perasaan Asyifa semakin tidak menentu.


Apa lagi Rafa yang berada di atas tubuhnya sekarang tangan Rafa yang berusaha untuk membuka ikatan piyama Asyifa membuat Asyifa hanya pasrah saat tubuhnya di dudukan sebentar untuk mempermudah Rafa melepas piyama dari tubuh Asyifa sampai dengan terbuang kesembarang tempat.


Mungkin ini tidak akan ada yang menggagalkan lagi di mana Rafa yang benar-benar ingin memiliki Asyifa seutuhnya. Sampai tidak tau kapan ternyata tubuh Asyifa sudah polos karena ulah Rafa.


Sangat beruntung Rafa yang bisa melihat tubuh polos itu dan di sentuhnya tanpa meninggalkan 1jejak dan Asyifa pasrah dengan semua itu.


Sampai pada akhirnya Rafa yang di penuhi dengan gairah yang sudah ingin di salurkan nya yang ingin melakukan penyatuan pada istrinya dengan menatap Asyifa yang memejamkan matanya yang menahan rasa sakit dengan ke-2 tangan Asyifa memegang seprai dengan kuat.


"Kak Rafa!" lirih Asyifa yang sepertinya tidak kuat menahan sakit.


"Maaf Asyifa. Tapi aku tidak bisa berhenti," bisik Rafa yang tidak mungkin berhenti di tengah jalan, sebenarnya tidak tega dengan Asyifa. Tapi bagaimana hasratnya selam ini harus di tuntaskan nya dan Rafa mencium kembali bibir Asyifa untuk mengalihkan rasa sakit itu dengan ke-2 telapak tangan Rafa yang menyatukan tangannya dengan Asyifa.


Ya percintaan itu semakin panas dengan keringat yang membasahi tubuh keduanya. Rafa pasti sangat bangga dengan dirinya yang telah menjadi orang pertama yang memiliki Asyifa. Tanpa Rafa menyentuhnya seharusnya Rafa memang tau itu dan pasti menjadi kebanggaan tersendiri baginya. Tapi tidak tau ya Rafa apa iya pertama kali melakukan hal itu.


Namanya laki-laki dan Rafa bukan orang yang yang kuno. Namun bagi Asyifa pasti sangat bahagia yang pada akhirnya bisa menjadi istri seutuhnya. Menjadi wanita yang juga sangat bahagia yang bisa memberikan hak suaminya kepadanya dan bahkan sudah gagal beberapa kali dan ternyata tempatnya ada di kota Mekkah.

__ADS_1


Mungkin ini lah acara bulan madu yang sebenarnya yang bahkan hubungan ke-2nya semakin membaik dan juga perubahannya Rafa yang semakin terlihat baik.


Bersambung


__ADS_2