Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah

Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah
Episode 67


__ADS_3

Setelah lama berciuman Rafa pun melepas ciuman itu dengan Asyifa perlahan membuka matanya yang langsung bertatap dengan mata Rafa. Tangan Rafa mengusap lembut pipi Asyifa yang menatapnya begitu dalam.


"Jangan melakukan sesuatu yang aku tidak sukai, aku benar-benar membencinya Asyifa. Jika kamu melakukan hal itu," ucap Rafa dengan suara beratnya yang lagi-lagi memperingati Asyifa. Agar Asyifa tidak melakukan hal itu lagi yang membuatnya bisa marah.


"Kamu mengertikan Asyifa dengan apa yang aku katakan?" tanya Rafa dengan lembut.


"Kak Rafa. Seorang anak adalah cerminan dari orang tuanya dan kak Rafa menikah dengan Asyifa dan Asyifa rasa orang tua Asyifa menanamkan banyak ilmu pada Asyifa. Sehingga Asyifa bisa mencerminkan mereka. Dan Asyifa sudah menikah dan seorang istri adalah cerminan suaminya. Kak Rafa Asyifa tidak menjudge kakak. Atau merasa Asyifa lebih baik dari kak Rafa. Asyifa tau kak Rafa tidak menyukai Asyifa dan pernikahan kita bukan di dasari saling suku. Bahkan kak Rafa juga jelas-jelas mengatakan menyukai wanita lain di depan Asyifa dan kejadian yang pernah Asyifa lihat. Semuanya juga sudah jelas. Jika kak Rafa marah Asyifa hanya berbicara dengan Pria lain dan kak Rafa mengingatkan Asyifa. Lalu apa boleh Asyifa juga meminta untuk kak Rafa tidak menjalin hubungan dengan siapapun. Selagi kita berdua masih suami istri," ucap Asyifa dengan tutur katanya yang begitu lembut yang berbicara pada suaminya.


Ya jika suaminya melarangnya ini itu. Lalu dia juga punya hak dan seperti yang di katakannya istri adalah cerminan suaminya.


"Meski memahami segala hal, ilmu dan yang lainnya. Namun Asyifa juga masih butuh di bimbing dan bukannya seorang istri hanya akan mengikuti imannya. Jadi boleh tidak. Jika Asyifa terus berjalan di jalan yang benar. Karena iman menuntun Asyifa. Jangan sampai Asyifa menjadi orang yang salah, punya hati pendendam karena imam yang salah. kak Rafa. Asyifa tidak meminta apa-apa. Asyifa hanya istri yang mengikuti imam. Jadi jika meminta sesuatu pada Asyifa. Maka jawabannya juga pada kakak," ucap Asyifa dengan matanya yang berkaca-kaca saat berbicara.


Sepenjang Asyifa berbicara. Rafa hanya diam saja yang tidak berhenti menatap Asyifa. Perkataan lembut itu mampu membuat hatinya bergetar dan apa lagi air mata Asyifa menetes dan Rafa refleks mengusap air mata itu dengan lembut. Sangat terlihat dari mata Rafa yang sepertinya sangat menyesali semua yang di lakukannya yang membuat Asyifa menderita.


"Asyifa jauh lebih luas sekarang. Pemikiran Asyifa jauh lebih tenang dengan Asyifa yang bisa mengeluarkan banyak kata-kata dan berbicara dengan kak Rafa. Ini pertama kalinya kita bicara seperti ini. Tanpa kak Rafa marah, tanpa suara yang keras. Ini pertama kalinya kak Rafa dan Asyifa baru merasakan komunikasi dengan seorang suami," ucap Asyifa yang sangat jujur dengan perasaannya.


Tidak bisa Rafa menanggapi apa-apa yang di katakan Asyifa dan Rafa kembali mencium bibir Asyifa.


Dengan memegang ke- pipi Asyifa mencium lebih dalam bibir Asyifa dan Asyifa juga kembali larut dengan matanya yang terpejam. Ya Rafa sepertinya sudah kecanduan dengan bibir istrinya itu. Terasa sedikit asin mungkin. Karena Asyifa tadi menagis. Air mata Asyifa masih bergenang di pipinya.


Perasaan Rafa tidak tau seperti apa. Sangat bergejolak dan tidak bisa berkata apa-apa dengan menanggapi kata-kata Asyifa yang seolah itulah yang di pendam Asyifa selama ini dan baru bisa di keluarkannya dan mungkin itu juga yang membuat Asyifa menangis. Karena bisa berbicara pada suaminya dan itu cukup lama. Ya tidak tau apakah Asyifa merasa sangat menyedihkan sebagai istri atau bagaimana.


***********


Drama untuk hari ini selesai, drama adu skill dengan pria yang menyukai Asyifa. Rafa kalah dalam 2 tanding adu skill dan bahkan mengalami kecelakaan. Marah-marah pada istrinya karena alasan cemburu. Ya jelas alasannya cemburu. Banyak hal lagi yang di lakukan ini dan itu sampai mereka berciuman dan Asyifa mengutarakan keluhannya selama ini dan semua di tutup dengan ciuman lagi.


Dan sekarang pasangan suami istri itu terlihat menikmati makan malam bersama di dekat pantai yang memang Restaurantnya berdekatan dengan pantai dan terlihat sangat romantis. Apa lagi angin sepoi-sepoi yang membuat sedikit dingin.


Pasangan suami istri itu juga sudah sama-sama menikmati makanan mereka tanpa mengobrol. Karena tidak saling dekat. Jadi sangat sulit menemukan tema untuk mengobrol.


"Mau!" tiba-tiba Rafa dan Asyifa serentak mengeluarkan kata yang sama dan membuat mereka berdua saling melihat.

__ADS_1


"Kakak mau bicara apa?" tanya Asyifa gugup.


"Kamu saja yang duluan," sahut Rafa yang terlihat salah tingkah.


"Kakak saja yang duluan?" sahut Asyifa.


"Kamu yang duluan," sahut Rafa yang lebih ingin istrinya yang berbicara.


"Asyifa cuma mau tanya. Kakak mau pesan yang lain lagi apa tidak?" tanya Asyifa yang akhirnya berbicara duluan.


"Tidak usah. Ini saja sudah cukup," jawab Rafa.


"Oh begitu," sahut Asyifa, "lalu kak Rafa tadi ingin bertanya apa?" tanya Asyifa.


"Sama dengan apa yang kamu tanyakan. Kamu mau pesan yang lain apa tidak?" tanya Rafa. Asyifa menggelengkan kepalanya.


Sepertinya ke-2nya sudah sama-sama klop dengan sama-sama ingin menanyakan hal yang sama.


Rafa juga sadar. Jika dia saja ada di posisi Asyifa. Dia juga pasti akan meninggalkan Pria yang tidak menghargainya dan satu nilai plus yang memang Rafa tidak akan bisa hilangkan dengan Asyifa yang begitu sabarnya dalam rumah tangganya.


Makan malam mereka terasa nikmat. Walau tidak banyak obrolan. Namun ada saja hal-hal manis yang spontan terjadi. Ya lumayan buat asupan di malam hari. Setelah makan malam mereka kembali ke hotel.


"Asyifa mau bersih-bersih dulu!" ucap Asyifa yang pasti seperti biasa sebelum tidur akan melakukan rutinitasnya, dari mengganti pakaian dan lainnya.


Asyifa menuju kamar mandi dan Rafa juga mengganti pakaiannya dengan kaos santai dan juga celana training. Ya namanya hanya tidur saja.


Setelah selesai mengganti pakaiannya. Rafa langsung berada di atas ranjang dengan membaringkan tubuhnya di atas ranjang dan mengambil hanphonnya dengan melihat-lihat informasi. Namun tiba-tiba saja Miranda menelponi.


"Untuk apa dia menelpon!" batin Rafa terlihat sangat tidak suka dengan Miranda menghubunginya.


Rafa terlihat benar-benar tidak memberi Miranda kesempatan lagi. Rafa bukannya mengangkat panggilan telpon tersebut dan malah langsung memblokir nomor Miranda dari handphone. Mungkin Rafa harus berpikir kedepannya dan juga harus mengingat perkataan Asyifa sebelumnya. Ya hatinya mungkin sudah mulai terbuka. Walau awal-awalnya sangat jelas dia hanya takut jika istrinya di miliki orang lain.

__ADS_1


"Hanya mengganggu saja," desis Rafa yang terlihat sangat kesal dengan Miranda.


Tidak lama Asyifa keluar dari kamar mandi yang mana Asyifa pasti kalau mau tidur saja sangat cantik dengan rambut panjangnya yang terurai. Dan Rafa yang biasanya sangat ketus dan masa bodo dengan Asyifa. Tiba-tiba saja dia melihat terus Asyifa membuat Asyifa gugup.


Sepertinya mata Rafa sudah di bukakan sang pencipta. Agar bisa melihat kecantikan istrinya. Huhhhh jika saja Asyifa tidak datang tamu. Mungkinkah malam ini Rafa akan benar-benar akan memilikinya. Ya itu mungkin yang di pikirkan Rafa.


"Apa dia sengaja berpenampilan seperti itu untuk membuatku tergoda padanya," batin Rafa. Padahal Asyifa biasannya biasanya seperti itu Rafa saja yang tidak pernah melihat.


Sampai Rafa tidak konsentrasi yang ternyata Asyifa sudah mendekati ranjang dan mengambil bantal.


"Kamu mau kemana?" tanya Rafa.


"Kak Rafa yang terlebih dahulu di atas ranjang. Jadi Asyifa tidur di Sofa," sahut Asyifa. Ya peraturan dalam pernikahan mereka masalah ranjang memang sudah seperti itu.


"Kamu di sini saja," sahut Rafa.


"Tapikan kak Rafa yang duluan," sahut Asyifa.


"Aku juga akan tidur di sini," sahut Rafa yang cukup mengejutkan Asyifa.


"Maksudnya bagaimana?" tanya Asyifa heran.


"Sudah jangan bertanya lagi, cepat. Kamu tidur di sini," ucap Rafa. Asyifa mengangguk-angguk. Ya dia pasti sangat gugup yang tiba-tiba harus tidur bersama dengan Rafa. 1 ranjang dan tidak tau pernah atau tidak terjadi sebelumnya.


Asyifa menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan kedepan. Lalu mendekati ranjang dan langsung membaringkannya tubuhnya di atas ranjang. Rafa ini posisi di tengah bukan di pinggir. Jadi Asyifa pasti terhimpit yang sangat dekat dengan Rafa. Dan Rafa juga bukannya geser malah bertahan dalam posisinya yang sepertinya sengaja melakukannya ingin mepet-mepet dengan istrinya.


Ya Rafa yang seperti itu. Asyifa yang jantungan. Apalagi tubuhnya sudah nempel dengan Rafa membuat jantungnya berdebar kencang.


Namun Asyifa berusaha untuk tenang dan Asyifa langsung memejamkan matanya dengan perlahan yang berusaha untuk tenang dan tidak salah tingkah. Rafa menyunggingkan senyumnya melihat Asyifa yang terlihat begitu gugup.


"Ya ampun kak Rafa apa-apaan sih, sudah tau sempit. Apa kak Rafa tidak bisa geser sedikit," batik Asyifa yang bergerutu sendiri di dalam hatinya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2