Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah

Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah
Episode 71.


__ADS_3

Rafa sama sekali tidak tenang bekerja seharian hanya karena Asyifa yang benar-benar mengganggu konsentrasinya. Bahkan meeting Rafa begitu berantakan. bayangan wajah istrinya terus menghantuinya yang membuat Rafa tidak bisa fokus.


"Aku tidak bekerja seperti ini. Aku lama-lama bisa gila. Sebaiknya aku pulang dan temui Asyifa," batik Rafa yang berdiri dari tempat duduknya. Namun Rafa kembali duduk yang sepertinya ada lagi yang di pikirkannya.


"Apa kau gila Rafa. Ini baru jam berapa dan Asyifa pasti berpikiran aneh-aneh dengan aku yang pulang terlebih dahulu," ucap Rafa menghentikan kegilaannya.


"Arghh sial!" umpat Rafa memijat kepalanya.


"Kenapa juga mama harus menjodohkan Asyifa denganku," ucap Rafa, "tapi untunglah dia di jodohkan denganku," ucap Rafa lagi.


Memang lama-lama Rafa seperti orang gila yang berbicara-bicara sendiri. Sekarang baru tau rasa Rafa bagaimana punya istri yang menarik. Tidak bisa konsenkan. Baru aja di pancing dengan hal kecil sudah linglung dan bekerja tidak menentu.


***********


Akhirnya setelah melewatkan waktu yang menurut Rafa sangat panjang Rafa pun pulang kerumah dan ini paling cepat Rafa pulang. Jam 7 malam Rafa sudah sampai di rumah dan buru-buru memasuki kamar. Ada yang tidak sabaran sepertinya.


Asyifa berada di dalam kamar yang terlihat Asyifa merapi-rapikan tempat tidur. Memang Asyifa kalau malam harus rapi-rapi dulu supaya nyaman untuk tertidur.


Ceklek.


Pintu kamar terbuka yang ternyata Rafa memasuki kamar. Meski Rafa memasuki kamar Asyifa terlihat tidak melihat Rafa dan bahkan melanjutkan pekerjaannya seakan tidak peduli dengan Rafa yang datang.


Karena tidak mungkin juga Asyifa tidak sadar dengan suaminya yang pulang dan sama sekali tidak di sambutnya yang tidak biasanya itu terjadi.


Hal itu membuat Rafa heran. Biasanya dalam keadaan seperti apapun saat Rafa memasuki kamar atau papasan dengan Asyifa. Asyifa pasti mengajaknya bicara dan ini sama sekali tidak yang terlihat Asyifa begitu jutek dengan tiba-tiba. Padahal hubungan ke-2nya terlihat baik-baik saja belakangan ini dan tadi pagi baru saja terjadi hal yang menggemaskan.


Namun sangat aneh sikap Asyifa yang mendadak cuek yang membuat banyak pertanyaan bagi Rafa.


"Kau tidak melihatku pulang?" tanya Rafa yang sepertinya ingin di sapa istrinya.


Tapi sayang istrinya tampaknya tidak peduli dan tetap melanjutkan pekerjaannya yang membuat Rafa mengkerutkan dahinya yang tiba-tiba kok kesal ya dengan Asyifa.


"Asyifa!" tegur Rafa dan Asyifa tetap tidak menjawab.


"Asyifa!" Rafa menegur lagi.


"Ada apa kak?" tanya Asyifa yang akhirnya melihat Rafa dengan wajah Asyifa yang tidak ikhlas dan seperti ada sesuatu.


"Ada apa denganmu?" tanya Rafa yang tampak kesal dengan sikap Asyifa yang mengacuhkan dirinya. Padahal dia begitu semangat mau pulang kerumah.


Asyifa diam tidak menjawab Rafa.


"Aku bertanya pada mu Asyifa, ada apa denganmu? Kenapa wajahmu seperti itu, seperti tidak ada gairah hidup saja," desis Rafa dengan kesal dan lebih kesal lagi karena sejak tadi Asyifa tidak menjawabnya pertanyaannya.


"Asyifa!" geram Rafa.


"Asyifa bingung," sahut Asyifa menekan suaranya yang terlihat panik.

__ADS_1


"Apa yang membuatmu bingung?" tanya Rafa dengan melangkah mendekati Asyifa. Asyifa malah pergi dari hadapan Rafa dan menuju televisi yang membuat Rafa semakin bingung dengan Asyifa yang sekarang menghidupkan televisi.


"Kakak bisa lihat sendiri. Bagaimana Asyifa tidak bingung!" ucap Asyifa.


Rafa terkejut dengan berita televisi kejadian di pantai yang tempo lalu terjadi saat Asyifa di wawancara. Pertanyaan wartawan yang mengarah pada pernikahan Rafa dan Asyifa dan bahkan muncul berita miring tentang Rafa bersama Miranda yang mereka masih pacaran dan sementara Rafa sudah menikah. Siapa lagi jika bukan Miranda yang membuat ulah yang mengaitkan Rafa dengan kejadian yang pernah terjadi.


"Miranda," geram Rafa mengepal tangannya.


Saat namanya benar-benar di coreng. Apa lagi munculnya foto-foto mesranya bersama Miranda yang tidak pernah di publis selama ini dan banyak artikel-artikel yang bermunculan yang merusak nama Rafa dan Asyifa juga di kaitkan dengan hal itu dengan pernikahan.


"Dan ayah tadi menelpon Asyifa menanyakan masalah ini pada Asyifa. Asyifa belum menjawab apa-apa. Karena tidak tau harus menjawab apa," ucap Asyifa.


"Kurang ajar kau Miranda. Kau sudah merusak namaku," umpat Rafa yang juga takut masalah ini akan berpengaruh pada bisnisnya.


"Kak Rafa Asyifa tidak tau harus mulai dari mana menjelaskan pada keluarga Asyifa. Apa Asyifa akan melakukan kebohongan lagi untuk menutupi semua ini?" tanya Asyifa dengan wajah paniknya yang terlihat sangat Khawatir pada perasaan orang tuanya yang pasti sampai detik ini tidak bisa tenang.


Rafa menarik napasnya dengan panjang dan membuangnya perlahan kedepan. Lalu melangkah mendekati Asyifa dengan memegang ke-2 bahu Asyifa dan melihat wajah Asyifa dengan intens.


"Jangan Khawatir. Aku akan bertanggung jawab atas berita ini. Kamu tidak perlu menjelaskan apa-apa. Aku yang akan menjelaskan pada keluargamu dengan berita yang ada," ucap Rafa dengan lembut yang seperti menenangkan Asyifa.


"Kak Rafa akan menjelaskan sendiri?" tanya Asyifa yang tidak yakin.


"Iya Asyifa aku akan melakukannya. Jadi jangan Khawatir. Ini urusanku," ucap Rafa menegaskan. Asyifa mengangguk. Dia merasa lega jika Rafa yang akan bicara. Artinya Rafa sudah mulai bertanggung jawab dengan dengan apa yang sudah di perbuatannya.


"Baiklah kalau begitu. Kalau begitu Asyifa keluar dulu. Kak Rafa mau kopi?" tanya Asyifa menawarkan suaminya.


"Miranda kau benar-benar main denganku. Kau benar-benar Miranda," geram Rafa yang tidak percaya jika Miranda akan melakukan hal sebesar itu kepadanya.


**************


Rafa keluar dari kamarnya dan menuju ruang tamu dan kebetulan Shofia ada di sana bersama keluarganya dan hanya Asyifa yang tidak ada di sana.


Shofia tampak begitu marah dengan wajahnya yang memerah dan bahkan dengan cepat berdiri dari tempat duduknya dan menghampiri Rafa.


Plakkk.


Tanpa ampunan Shofia langsung melayangkan tangannya pada Rafa membuat Rafa terdiam dengan menerima tamparan itu yang pasti itu karena kesalahannya.


"Mah," sahut Xander yang tidak sempat mencegah istrinya menampar putranya itu.


"Apa lagi yang kamu lakukan hah!" ucap Shofia yang menekan suaranya yang sudah begitu lelah dengan Rafa yang selalu berbuat ulah dan sekarang sudah sampai masuk media yang di pastikan semua orang bisa melihatnya.


"Kenapa diam Rafa? Apa yang kamu lakukan? Apa yang kamu inginkan?" teriak Miranda yang menarik kerah baju Rafa yang terlihat Miranda begitu emosi dengan putranya tersebut.


"Mah tenang dulu," sahut Shania menghampiri mamanya yang takut sakit Shofia kambuh gara-gara tidak bisa menahan emosi karena masalah Rafa yang sudah kelewatan.


"Bagaimana mama bisa tenang. Jika anak ini tidak bisa di beri tahu. Apa lagi Rafa yang kamu lakukan. Jangan-jangan kamu menginap bersama Asyifa tempo lalu itu karena kamu benar-benar ingin bersama Miranda dan sampai menciptakan berita murahan seperti ini," tuduh Shofia.

__ADS_1


"Aku tidak bersama Miranda. Aku bersama Asyifa dan berita ini aku tidak tau sama sekali dan aku juga sudah tidak ada hubungan apa-apa dengan Miranda!" tegas Rafa dengan apa adanya yang membantah tuduhan dari mamanya.


"Jika tidak ada hubungan apa-apa. Kenapa beritanya sampai seperti ini. Dimana otak kamu Rafa. Kenapa semakin lama. Kamu semakin tidak bisa menggunakan otakmu. Kamu lihat efek dari semua perbuatanmu dan kamu masih bisa mengelak jika tidak bersama wanita itu," ucap Shofia marah-marah yang pasti tidak percaya dengan Rafa begitu saja.


"Terserah mama mau percaya atau tidak. Aku benar-benar tidak bersama Miranda," tegas Rafa.


"Jangan berbohong. Apa yang kamu dan wanita itu lakukan pada Asyifa. Apa yang kalian perbuat!" teriak Miranda yang semakin tidak bisa mengendalikan dirinya.


"Mah!" tegur Asyifa yang tiba-tiba datang dengan membawa kopi yang tadi di minta Rafa. Asyifa meletakkan teh itu di atas meja.


"Mah sudah, jangan seperti ini," sahut Asyifa yang mencoba melerai suaminya.


"Jangan membelanya Asyifa. Dia dan wanita itu pasti melakukan yang tidak kepadamu bukan," ucap Shofia.


"Tidak mah, kak Rafa memang bersama Asyifa tidak dengan Miranda. Itu adalah kebenarannya," ucap Asyifa apa adanya.


"Jangan menutupi kebohongannya Asyifa," sahut Shofia yang tidak percaya.


"Tetapi Asyifa tidak bohong mah, itu memang benar. Jika kak Rafa berbuat aneh-aneh. Asyifa pasti menghubungi mama seperti yang terjadi di New Zealand. Jadi percayalah mah. Apa yang di katakan kak Rafa memang benar. Dia tidak bersama Miranda dan berita ini tidak di ketahui kak Rafa," jelas Asyifa.


"Mah jika Asyifa sudah mengatakan hal seperti itu. Berati memang benar mah," sahut Shania.


"Iya mah, kak Asyifa tidak mungkin bohong. Kita sangat mengenalnya," sahut Zee menambahi.


"Asyifa memang tidak bohong mah. Apa yang Asyifa katakan memang benar. Kak Rafa tidak tau apa-apa dengan berita ini," tegas Asyifa sekali lagi.


"Tapi Asyifa berita ini pasti sudah sampai kepada keluarga kamu dan papa juga tidak tau harus menjelaskan seperti apa," sahut Xander.


"Ayah dan ibu memang sudah tau dan sudah menghubungi Asyifa dan Asyifa juga belum bisa menjawab apa-apa," sahut Asyifa.


"Kamu lihat sendiri Rafa akibat perbuatan kamu. Mau di taruh di mana muka keluarga kita di depan Dokter Rendy. Mama tidak tau harus bicara apa lagi kepada keluarga mereka. Kau tau Rafa bagaimana nanti kecewanya keluarga Asyifa. Jika tau apa yang kau lakukan selama ini," ucap Shofia menunjuk tepat di wajah Rafa.


"Aku yang akan bertanggung jawab atas masalah ini," sahut Rafa dengan gentelment.


"Apa yang ingin kamu katakan. Kamu ingin mengatakan apa pada keluarga Dokter Rendy. Mengakui segala perbuatan mu dan wanita itu, kau ingin mengatakan kebenarannya jika selama menikah kau masih berhubungan dengan wanita itu," ucap Miranda suaranya yang meninggi.


Jujur sebenarnya Asyifa juga takut. Jika Rafa jujur dengan apa yang terjadi pada orang tuanya dia juga tidak tau bagaimana perasaan orang tuanya yang pasti sangat sedih dan mungkin akan berpikir yang tidak-tidak. Memang kejujuran itu sangat menakutkan yang membuat Asyifa juga serba salah.


"Ayo Asyifa bersiaplah, aku akan bicara pada keluargamu!" ucap Rafa memutuskan dengan cepat. Asyifa menganggukkan kepalanya dan langsung pergi menuju kamarnya yang mana Asyifa berusaha untuk tenang dan berserah diri pada Allah.


"Kita juga ikut," sahut Xander.


"Itu jauh lebih baik," sahut Ardi.


"Mama bahkan tidak punya muka untuk bertemu dengan Dokter Rendy dan istrinya," ucap Shofia yang sudah pasrah dengan apa yang akan terjadi nanti.


"Mama harus tenang, kita harus berpikir positif," ucap Shania.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2