Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah

Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah
Episode 249


__ADS_3

Setelah mengurus masalah Syira Rafa dan Asyifa kembali pulang. Sementara Dedi dan Syira tadi masih melanjutkan ke kantor Polisi untuk Syira memberi keterangan atas apa yang terjadi. Karena Asyifa merasa lelah Rafa memilih pulang dan menyerahkan semuanya kepada Dedi yang berurusan dengan pihak berwajib.


"Kamu tidak apa-apa?" tanya Rafa sembari menyetir melihat istrinya yang di sampingnya.


"Tidak apa-apa kak Rafa. Asyifa baik-baik aja. Asyifa hanya lelah saja dan mungkin juga kaget dengan semua yang terjadi tadi," jawab Asyifa.


"Dan kak Rafa sendiri bagaimana apa lukanya masih sakit?" tanya Asyifa yang suaminya juga terkena pukulan tadi.


"Ini tidak apa-apa Asyifa. Nanti sampai rumah tinggal di kompres saja. Maka semuanya akan baik-baik saja," jawab Rafa.


"Yakin lukanya tidak apa-apa. Kita mampir kerumah sakit saja," ucap Asyifa yang khawatir.


"Tidak usah Asyifa. Kita pulang saja. Kamu harus beristirahat," ucap Rafa.


"Baiklah kak Rafa," jawab Asyifa.


"Asyifa sekarang lega dengan Maslaah Syira yang selesai. Namun Asyifa mengerti apa yang di takutkan Syira dan tadi Asyifa juga melihat tatapan kak Dedi kepada-nya," ucap Asyifa memikirkan Syira.


"Apa yang kita perbuat itu pasti kita sudah tau resikonya. Apa yang terjadi pada Syira musibah yang di hadapinya bukan keinginannya. Tetapi caranya salah yang menggunakan Dedi untuk penyelesaian masalahnya dan dia sudah tau resikonya. Karena sejauh apapun bangkai di buang baunya akan tetap tercium dan itu yang terjadi dan di alami Syira. Jadi semua yang terjadi atas apa yang Syira lakukan. Jadi dia sudah tau konsekwensinya," jelas Rafa.


"Kak Rafa benar semua itu sudah terjadi dan Syira insyallah bisa menerima semuanya," sahut Asyifa.


"Kita berdoa saja yang terbaik untuk mereka ber-2 dan semoga saja pernikahan mereka tidak berpengaruh atas apa yang terjadi," ucap Rafa dengan doanya.


"Asyifa juga berharap seperti itu kak Rafa dan Kaka Dedi di berikan kebijaksanaan dalam mengambil keputusan," sahut Asyifa.


"Iya sayang yang penting kita sudah membantu Syira dan masalah ini selesai," ucap Rafa.

__ADS_1


"Iya kak Rafa," sahut Asyifa yang juga sangat lega.


*********


Setelah selesai mengurus semuanya di kantor Polisi. Syira dan Dedi pun pulang. Di dalam mobil mereka berdua hanya tampak diam tanpa ada pembicaraan sama sekali.


Namun Syira beberapa kali menyeka air matanya. Kehidupannya akan berakhir di sini. Di mana ternyata Dedi sudah tau semuanya. Dedi yang tau apa yang terjadi di antara Syira dan pria itu.


Bermula dari kecurigaan Dedi dengan Syira yang sering sembunyi-sembunyi dalam menelpon dan sebenarnya Dedi sudah beberapa kali memergoki Syira menelpon. Namun Dedi pura-pura tidak tau.


Sampai seseorang yang datang mengirim foto-foto itu dan kecurigaan Dedi dengan Rafa penasarannya semakin besar sampai akhirnya Dedi yang penuh kecurigaan itu membuat siasat yang pergi dengan alasan balapan. Pertanyaan Syira semakin mencurigakan bagi Dedi.


Akhirnya Dedi tidak pergi dan malah mengintai rumahnya sendiri sampai akhirnya Dedi melihat Syira yang pergi dari rumah dengan cara mengendap-endap yang membuat Dedi semakin curiga dan akhirnya Dedi memasuki rumah setelah kepergian Syira.


Dedi membongkar kamar itu mencari apa saja yang perlu di carinya sampai akhirnya Dedi menemukan foto-foto yang di kirim orang yang memeras Dedi.


Sampai detik ini ke-2nya belum ada membahas hal itu yang masih diam di dalam mobil dan sampai akhirnya mereka sampai kerumah.


Syira membuang napasnya perlahan kedepan dan menoleh ke arah Dedi yang juga melihatnya. Hanya beberapa detik Dedi langsung membuka pintu mobil yang keluar dari mobil dan di susul oleh Syira yang memasuki rumah.


"Kalian dari mana?" tanya Willo yang melihat ke datangan Syira dan Desi dalam keadaan ke-2nya yang terlihat punya masalah.


"Dari kantor Polisi," jawan Dedi yang langsung pergi.


Jawaban itu membuat Willo heran dan Willo langsung melihat ke arah Syira yang pasti ingin penjelasan. Namun Syira tidak mengatakan apa-apa dan langsung menaiki anak tangga menyusul Dedi.


"Ada apa sebenarnya kenapa mereka bawa-bawa Polisi dan ngapain mereka dari kantor Polisi," gumam Willo yang adanya semakin bertanya-tanya dengan penuh kebingungan.

__ADS_1


Setibanya di dalam kamar Syira yang memasuki kamar melihat Dedi duduk di Sofa dan dia atas meja ada amplop yang di kirim pria itu sebelumnya. Ya berarti Dedi tau semuanya.


"Aku minta maaf," lirih Syira berdiri di samping Dedi dengan suaranya yang bergetar yang meminta maaf.


"Aku tidak punya pilihan lain selain menjadikan mu kambing hitam dan aku bertanggung jawab atas semua yang aku lakukan," ucap Syira dengan air matanya yang sudah jatuh saja.


"Aku di perkosa dan di peras, aku tidak punya pilihan dan aku ingin mengakhiri hidupku. Tetapi kau yang datang memberiku semangat hidup dan sampai sekarang aku tidak tau harus bagaimana," ucap Syira dengan terisak-isak.


Dedi memejamkan matanya mendengar pengakuan dari Syira. Tidak ada yang ingin seperti Syira dan mungkin Syira tidak pantas di hakimi karena dia di perkosa dan bukan keinginannya. Namun caranya salah yang membuat masalah panjang dan Dedi menjadi korbannya.


Dedi mengangkat kepalanya dan melihat ke arah Syira." Kau tidak perlu menjelaskannya kepadaku. Aku sudah tau dan tidak perlu kau ulangi. Aku ingin besok melihat ke-2 orang tuamu sudah ada di rumahku dan aku ingin melihat bagaimana pertanggung jawaban yang kau katakan tadi," ucap Dedi.


Syira pasrah yang artinya Dedi ingin Syira mengakui semuanya di depan keluarganya dan juga keluarga Abian.


"Apa kau masih ingin menutupinya dan membiarkanku begitu hina di hadapan ibu ku?" tanya Dedi dengan menatap Syira sangat dalam.


"Baiklah, aku akan mengakui semuanya dan memang sudah tidak ada yang harus di tutupi," ucap Syira yang harus pasrah dengan semua keputusan itu dan itu konsekuensi yang harus di terimanya.


"Setelah itu kita juga akan...." sahut Dedi yang menjeda kalimatnya.


"Iya aku akan bercerai dari mu," sahut Syira melanjutkan yang mungkin ingin di katakan Dedi.


"Aku minta maaf atas semua yang aku lakukan yang aku anggap main-main dan kamu tidak akan marah. Ternyata salah ini bukan main-main dan kamu sangat marah dan mamamu sudah rusak. Aku benar-benar sangat menyesal dengan semua yang terjadi dan aku akan bertanggung jawab sendiri atas kesalahan yang sudah aku lakukan," ucap Syira yang mencoba untuk tenang.


"Terima kasih sudah membantuku menyelesaikannya masalah ini. Karena bagaimanapun jika kamu tidak datang. Nasibku akan lebih parah. Aku sangat berterima kasih atas apa yang terjadi," ucap Syira yang masih saling menatap dengan Dedi.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2