
"Kak Rafa. Asyifa tidak pernah bahagia dengan mendapatkan banyak pujian dari orang lain. Asyifa tidak pernah bahagia jika di depan Asyifa sendiri orang-orang berlomba mengatakan ingin mempunyai menantu seperti Asyifa. Mengatakan sangat beruntungnya kak Rafa. Asyifa tidak bahagia dan malah sedih. Karena suami Asyifa sendiri tidak pernah merasakan hal itu," ucap Asyifa dengan wajahnya yang serius mengatakan kepada Rafa yang masih diam dengan menatapnya.
"Apa artinya semuanya. Jika Pria yang ada di depan Asyifa. Tidak melihat hal itu membuat Asyifa selalu kurang dan terus bertanya apa yang kurang. Kenapa suami Asyifa. Tidak bisa menerima Asyifa. Pernikahan yang Asyifa jalani membuat Asyifa tidak menjadi wanita yang sebelumnya," lanjut Asyifa yang sepertinya mencurahkan apa yang ada di hatinya.
Mendengar hal itu mampu membuat Rafa benar-benar hanya terdiam yang tidak bisa mengeluarkan kata apa-apa. Mungkin Asyifa benar. Rafa tidak bisa melihat dirinya. Melihat dia wanita seperti apa dan Rafa hanya melihat dirinya sebagai wanita yang ada saja salahnya. Apa sebenarnya Alla memang tidak memberikan nikmat pandangan itu pada Rafa.
Di mana semua orang bisa mengagumi Asyifa dan sangat memuji-muji Asyifa. Namun Rafa seolah di butakan untuk wanita yang jelas-jelas menjadi miliknya namun seperti bukan miliknya. Ya mungkin saja Allah memang mencabut kenikmatan itu dari Rafa.
"Aku ingin surfing. Kau di sini lah dan makan makanan mu sampai habis," ucap Rafa yang mengalihkan pembicaraan. Lalu berdiri dari tempat duduknya dan Asyifa hanya melihat kepergian suaminya itu dengan Asyifa yang menghela napas.
"Asyifa tidak tau mau mengatakan apa. Tetapi jika memang kak Rafa belum bisa menerima Asyifa. Asyifa tidak apa-apa dan akan menunggu kak Rafa. Karena Asyifa yakin jika kita memang berjodoh. Maka Allah akan mendekatkan kita berdua," batin Asyifa yang berusaha untuk tenang dan melanjutkan makannya.
Rafa kelas sudah banyak berubah. Mungkin karena Rafa melihat penghiyanatan Miranda dan menyadari apa yang terjadi. Bank Rafa sudah mengakui jika istrinya itu tidak salah sama sekali.
*********
Karena Rafa yang bermain surfing dengan papan selancar di ombak yang tinggi. Asyifa sangat penasaran dengan apa yang di lakukan suaminya itu dan bagaimana suaminya melakukan hal itu.
Asyifa berdiri di pinggir pantai dengan menggunakannya teropong untuk melihat atraksi ekstrim suaminya yang membuat Asyifa kagum terlebih lagi takut jika Rafa terbawa ombak. Namun Rafa kelihatan sangat ahli jadi tidak ada yang perlu di khawatirkan karena Rafa memang begitu hebat.
"Masyallah kak Rafa benar-benar sangat hebat," puji Asyifa yang begitu bangga dengan suaminya tersebut. Terlihat tampan dan sangat gagah suaminya yang bisa seperti itu membuat Asyifa tersenyum begitu tulus.
"Asyifa!" tiba-tiba Abian berdiri di sampingnya dan tidak tau kapan Abian berdiri di sampingnya.
"Kak Abian," sapa Asyifa dengan ramah.
"Kamu belum pulang ternyata. Sedang apa kamu di sini?" tanya Abian.
"Iya Asyifa memang belum pulang dan di sini bersama kak Rafa. Kita masih menginap di sini dan itu Asyifa sedang melihat kak Rafa yang surfing," tunjuk Asyifa dengan tersenyum yang sangat membanggakan suaminya itu.
"Dia memang sangat keren!" puji Abian.
"Kakak benar," sahut Asyifa. Asyifa malah terlihat mengobrol dengan Abian sampai tidak menyadari jika Rafa sudah selesai bermain surfing dan memegang papa. selancarnya yang dari kejauhan yang melihat Asyifa dan Abian yang mengobrol saling melihat melihat membuat Rafa benar-benar geram dengan pasangan yang seolah punya dunianya sendiri tersebut.
Rafa mendengus kasar lalu menghampiri Asyifa dan juga Abian.
__ADS_1
"Ehem," Rafa berdehem sehingga membuat 2 orang yang asyik mengobrol itu saling sama-sama kaget.
"Kak Rafa sudah selesai?" tanya Asyifa yang terlihat gugup. Apalagi Rafa langsung melihat ke arah Abian. Asyifa harus mengingat bagaimana Rafa memperingatinya dengan apa yang terjadi sebelumnya mengenai masalah Abian.
"Kau sungguh hebat permainan mu sangat keren," puji Abian pada Rafa yang terlihat dingin dengan matanya yang tidak lepas menatap Abian.
"Kalau begitu ayo sama-sama surfing!" ajak Rafa yang sepertinya menantang Abian. Dia juga ingin melihat keahlian Pria itu apa saja. Selain mengganggu dan caper di depan istrinya.
"Kak Abian bukannya kakak sangat bisa surfing. Pergilah!" sahut Asyifa yang sepertinya sangat mengetahui Abian.
"Iya sih Asyifa. Tapi sepertinya aku tidak sehebat Rafa. Apa lagi kamu bisa lihat sendiri bagaimana Rafa tadi," ucap Abian yang merendah diri.
"Kak Abian ini bisa aja. Kakak juga mengikuti olimpiade surfing dan menjadi pemenangnya. Lalu kenapa ragu," ucap Asyifa yang begitu memberi semangat dan dorongan pada Abian tidak tau Asyifa sadar atau tidak dengan apa yang diucapkannya di depan suaminya.
Sampai-sampai Rafa sejak tadi mengepal tangannya mendengar istrinya memuji pria lain di depannya. Wahhh riasanya sangat panas dan tidak bisa berkata-kata lagi dengan Asyifa seakan tidak menggap dirinya ada di sana.
"Ayo kak Abian cepatlah!" lanjut Asyifa dan mata Asyifa baru melihat Rafa dan barulah Asyifa terdiam saat mata Rafa menatapnya yang sudah jelas matanya berbicara yang sangat tidak menyukai Asyifa di depannya yang berani bersama Pria lain.
"Kak Rafa!" lirih Asyifa yang sepertinya tau kesalahannya dan sekarang diam menunduk di hadapan Rafa.
"Astagfirullah, apa yang Asyifa lakukan, apa Asyifa kelewatan dan menyinggung kak Rafa," batin Asyifa menyadari bahwa dia memang salah dan pasti Rafa marah kepadanya atas apa yang terjadi.
"Aku akan menerima tantangan Rafa Asyifa. Aku pergi dulu," ucap Abian yang langsung pergi untuk menerima tantangan Rafa.
Pada akhirnya Rafa dan Abian menunjukkan kehebatan mereka berdua dan di tonton oleh Asyifa. Rafa mungkin sangat kesal dengan istrinya dan Pria yang bernama Abian itu yang Asyik bicara saling memuji seolah tidak mengangapnya yang membuat Rafa benar-benar dongkol dan ingin menunjukkan pada Abian. Jika dia Pria yang hebat. Mungkin saja Rafa kembali di penuhi amarah cemburu.
Sementara Asyifa malah panik. Bukannya senang dan malah terlihat cemas. Saat suaminya dan temannya saling bertanding dan terlihat pertandingan itu tidak sehat. Karena Rafa tidak fokus dan terlihat marah yang pasti itu gara-gara dirinya. Hal itu membuat Asyifa khawatir. Apa lagi Rafa bermain dengan gelombang yang tinggi yang bisa mengancam nyawanya.
"Ya Allah semoga kak Rafa tidak apa-apa semoga doa baik-baik saja. Asyifa benar-benar takut ya Allah. Jika terjadi sesuatu pada kak Rafa. Semoga tidak terjadi apa-apa pada kak Rafa. Lindungilah kak Rafa ya Allah," batin Asyifa yang begitu mengkhawatirkan Rafa yang masih surfing.
Rasa kekhawatiran Asyifa tidak terjadi di mana Rafa dan Abian sama-sama selamat. Namun terlihat keunggulan Abian di bandingkan Rafa dan Rafa menyadari hal itu. Karena tadi dia tidak fokus dan terbawa emosi. Namun kekalahan itu tampak tidak di terimanya sampai membuat dirinya kesal saat berjalan menuju daratan yang menghampiri Asyifa.
"Kak Rafa!" lirih Asyifa, "kakak tidak apa?" tanya Asyifa saat pria itu berada di depannya yang sangat kesal kepadanya.
"Rafa bagaimana jika kita bermain Jets Ki," sahut Abian yang berada di belakang Rafa yang sepertinya menantang Rafa. Tadi Rafa menantangnya dan sekarang giliran Abian menantangnya membuat Rafa membalikkannya tubuhnya melihat Pria yang tersenyum kepadanya itu.
__ADS_1
"Aku tadi melihat mu bermain Jets Ki. Jadi ayo kita bermain Jets Ki," sahut Abian yang menantang Rafa.
"Kak Abian sebaiknya jangan," sahut Asyifa yang menyadari ada aura panas dan tidak ingin terjadi sesuatu.
"Kenapa? apa dia tidak bisa melakukannya?" tanya Rafa.
"Bukan begitu kak Rafa, kak Abian bisa hany...."
"Jadi kau sangat mengetahui semua tentangnya," sahut Rafa yang memotong pembicaraan Asyifa.
"Kak Rafa!" lirih Asyifa yang takut Rafa salah paham.
"Aku menerima tantangan mu," sahut Rafa kembali kelautan. Abian mengangguk dengan tersenyum.
"Kak Rafa!" panggil Asyifa yang ingin mencegah Rafa. Namun nihil. Rafa bahkan tidak peduli. Semakin di tantang semakin membuatnya terpancing dan Asyifa tidak bisa melakukan apa-apa. Asyifa hanya melihat suaminya dan Abian kembali ke pantai dengan memakai pelampung yang kembali siap untuk tempur di air dan Asyifa yang adanya semakin khawatir.
"Kau ingin sekali menunjukkan siapa dirimu di hadapannya Asyifa," desis Rafa saat berdiri di sebelah Abian yang mana mereka masih memakai pelampung.
"Jangan salah paham Rafa. Tanpa aku menunjukkan siapa aku di depan Asyifa. Dia juga tau siapa aku," sahut Abian dengan santai.
"Kau ingin mengatakan kepadaku. Jika kau dan Asyifa sangat saling mengenal?" tanya Rafa dengan sinis.
" Tetapi itu kenyataan kami memang saling mengenal dekat," jawab Abian dengan santai.
"Kau masih berharap kepadanya. Karena sebelumnya aku mendengarkan kekecewaan mu. Jika dia menikah tanpa sepengetahuan mu," ucap Rafa.
"Kita tidak ada yang tau jodoh. Dan mungkin kamu sudah menikah dengannya. Namun jodoh tetap rahasia Allah dan tidak ada yang tau," jawab Abian dengan santai membuat Rafa begitu kesal dan menahan amarahnya sejak tadi.
"Apa kau sangat menunggu. Jika aku melepas Asyifa?" tanya Rafa.
"Aku tidak tau apa alasannya. Sampai kau punya keinginan untuk melepasnya. Hanya saja aku ingin mengatakan. Mungkin jika itu terjadi. Kau Pria yang paling bodoh dan mungkin setelah melepas. Kau tidak akan bisa mendapatkannya lagi. Karena Asyifa seperti burung jinak. Dia bisa terbang di sekitar majikannya dan akan kembali. Namun ketika majikannya melepasnya di alam luas. Aku yakin dia tidak akan kembali terbang kepada majikannya," ucap Abian dengan serius membuat Rafa mengepal tangannya yang seolah di gurui Pria yang jelas-jelas menyukai istrinya.
"Ayo Rafa!" ajak Abian dengan menepuk bahu Rafa. Yang Abian sudah menaiki Jets Ki dan Rafa masih terlihat penuh amarah dengan perkataan Abian membuatnya emosi. Namun berusaha tenang. Agar tidak kalah dari Pria itu dan juga akhirnya menyusul Abian yang juga menaiki Jets Ki.
Bersambung.
__ADS_1