Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah

Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah
Episode 94


__ADS_3

Mekkah.


Asyifa punya tempat sendiri di Mekkah. Yaitu Apartemen keluarganya yang memang ada di sana. Seperti biasa setelah selesai sholat subuh Asyifa langsung mengerjakan beberapa keperluannya untuk 2 hari lagi acara wisudanya. Di mana Asyifa yang duduk di dekat jendela yang terdapat meja yang viunya langsung mengarah ke Kabbah.


Ya memang sangat indah dan membuat Asyifa yang masih memakai mukenah begitu nyaman mengerjakan pekerjaannya.


Tingnong-tinnong


Tiba-tiba bel Apartemen Asyifa berbunyi membuat mata Asyifa langsung melihat ke arah pintu.


"Secepat itu datang makanannya. Padahal aku baru saja memesannya," batin Asyifa yang tadi baru memesan sarapan pagi. Namun langsung datang. Asyifa pun langsung berdiri dari tempat duduknya dan langsung menuju pintu untuk membuka pintu.


Saat pintu terbuka yang ternyata bukan pengantar makanan melainkan suaminya yang membuat Asyifa terkejut. Bisa-bisanya Rafa ada di depannya dengan koper di samping Rafa.


"Kak Rafa!" pekik Asyifa.


"Kenapa wajahmu kaget seperti itu. Kau tidak senang aku datang," sahut Rafa dengan ketus, " oh atau jangan-jangan kau menyembuyikan Pria lagi di dalam," ucap Rafa yang langsung masuk begitu saja tanpa di suruh Asyifa dan kepalanya berkeliling seolah mencari benar atau tidak Asyifa menyembunyikan seseorang.


"Tidak ada siapa-siapa kak Rafa. Hanya Asyifa dan Zee," sahut Asyifa.


"Benarkah?" tanya Rafa dengan berkacak pinggang yang kembali menghadap Asyifa.


"Iya benar kak Rafa," sahut Asyifa.


"Lalu kenapa wajahmu tidak senang seperti itu?" tanya Rafa.


"Asyifa hanya kaget dengan kak Rafa yang datang tiba-tiba. Bukannya seharusnya 2 hari lagi. Kenapa datang sekarang?" tanya Asyifa dengan heran.


"Aku kebetulan ada urusan di sini," jawab Rafa yang alasan saja. Padahal dia tidak tahan dengan Asyifa yang sudah beberapa hari tidak ada bersamanya.


"Urusan apa?" tanya Asyifa penasaran.

__ADS_1


"Sudahlah jangan bertanya terus aku baru saja sampai. Kau tidak ada niat untuk membuatkan ku minum," ucap Rafa.


"Oh baiklah, ayo kak Rafa duduk dulu. Kak Rafa pasti capek," ucap Asyifa yang mempersilahkan Rafa untuk duduk dan Rafa pun duduk di tempat Asyifa yang belajar tadi dan Asyifa langsung ke dapur untuk membuatkan suaminya itu minuman.


"Di mana Zee?" tanya Rafa.


"Tadi habis sholat subuh Zee kembali tidur," jawab Asyifa sembari membuatkan minuman.


"Bagaimana dengan persiapan mu. Apa lancar?" tanya Rafa.


"Iya lancar kak. Tapi untung kak Rafa datang. Asyifa kayaknya butuh pendapat kak Rafa. Karena ada sesuatu hal Asyifa tidak mengerti dan Asyifa rasa kak Rafa pasti paham," ucap Asyifa.


"Ohhhh, jadi baru kau baru mengakui. Kalau aku itu jauh lebih pintar dari padamu," sahut Rafa.


"Tidak juga," sahut Asyifa yang selesai membuat minum dan langsung meletakkan di atas meja. Kemudian Asyifa duduk di samping Rafa.


"Kak Rafa kalau mau istirahat, istirahat aja dulu," ucap Asyifa.


"Bukan begitu kak Rafa memang Asyifa ada bicara apa," sahut Asyifa dengan cepat.


"Tapi aku tidak mau istirahat," sahut Rafa.


"Ya sudah terserah kak Rafa saja. Sebentar lagi makanan akan datang kita sarapan bersama," ucap Asyifa.


"Hmmm," sahut Rafa.


Asyifa pun membiarkan suaminya duduk di sampingnya dan dia kembali fokus pada laptopnya dan Rafa tidak bisa berkedip sama sekali melihat Asyifa yang begitu cantik saat sedang serius, wajah itu sangat adem membuat Rafa benar-benar menggila Asyifa.


"Kak Rafa coba lihat ini sebentar," ucap Asyifa yang menggeserkan laptopnya pada Rafa dan dengan cool-nya Rafa langsung melihatnya yang membuat mereka berdekatan dengan kepala yang bersentuhan dengan melihat layar laptop tersebut.


Asyifa meminta bantuan pada suaminya yang mungkin mengerti dan Rafa langsung mengajarinya. Namun Asyifa tiba-tiba melihat ke arah Rafa yang ada di sebelahnya itu dengan wajah Asyifa yang sepertinya ingin menanyakan sesuatu.

__ADS_1


Tangan Asyifa di atas meja saling menekan yang sepertinya dek-dekan, "kak Rafa bertemu dengan Miranda?" tanya Asyifa tiba-tiba yang membuat Rafa langsung melihat kearah Asyifa.


Rafa cukup kaget dengan pertanyaan Asyifa. Namun Rafa tidak langsung menjawab pertanyaan itu.


"Apa dia melakukan sesuatu?" Rafa bertanya kembali. Asyifa mengambil ponselnya dan langsung menunjukkan pada Rafa. Di mana terlihat foto Miranda dan Rafa yang berpelukan.


Rafa menghela napasnya dan memejamkan matanya, " Miranda!" lirih Rafa tampak kesal.


"Kak terus mengingatkan Asyifa untuk tidak macam-macam saat jauh dari suami seakan kak Rafa tidak mempercayai Asyifa dan percaya sama kak Rafa. Tapi ternyata kak Rafa dan Miranda masih berlanjut," ucap Asyifa dengan rasa kecewanya.


"Kamu salah paham Asyifa. Foto itu tidak benar. Miranda memang datang kekantorku untuk meminta ku membersihkan namanya. Karena karirnya berantakan. Tapi melakukan apa-apa. Apa lagi menurutinya dan kamu bisa tanya mama, mama juga ada di sana," jelas Rafa yang berusaha menjelaskan.


"Asyifa kamu bisa melihat dari pelukan itu, jika yang memelukku dan justru aku berusaha untuk melepasnya," jelas Rafa yang sangat takut istrinya salah paham.


"Aku akan telpon mama, supaya kamu percaya," ucap Rafa yang langsung mengambil handphonenya. Namun Asyifa menghentikannya.


"Tidak perlu kak Rafa. Kak Rafa sudah menjelaskan. Jadi Asyifa percaya kok," sahut Asyifa dengan tersenyum membuat Rafa lega. Dia sekarang takut sekali kalau istrinya ngambek.


"Lalu apa kamu cemburu dengan melihatku seperti itu?" tanya Rafa.


"Mana ada seorang istri yang tidak cemburu dengan suaminya bersama wanita lain dan apalagi berpelukan. Siti Aisyah aja wanita yang sangat cemburu yang padahal wanita yang di cemburuinya sudah tiada," jawab Asyifa.


Rafa mendekatkan wajahnya lada Asyifa dengan memegang dagu Asyifa.


"Tapi biasanya wanita yang cemburu itu karena ada perasaan. Lalu bagaimana dengan kamu seperti apa perasaan mu kepadaku?" tanya Rafa yang membuat Asyifa terdiam dengan menelan salivanya.


Asyifa hanya bingung yang harus menjawab apa. Namun di dalam diamnya tiba-tiba benda kenyal sudah menempel di bibirnya. Itu sebenarnya yang di tunggu Rafa selama ini mencium bibir indah yang menjadi candunya itu yang seharusnya sejak tadi di lakukannya.


Asyifa hanya menutup matanya saat ciuman itu semakin dalam dan sangat menuntun. Sebenarnya hati Asyifa tidak baik-baik saja setelah mendapat kiriman foto mengenai suaminya. Namun sekarang dia jauh lebih baik setelah penjelasan itu dan ciuman Rafa yang membuatnya tenang.


Jika di tanya merindukan apa tidak suaminya. Jelas pasti sangat merindukan suaminya itu dan sekarang ada di sampingnya membuatnya juga sangat bahagia apalagi sekarang Rafa menciumnya yang dia juga tau kalau Rafa pasti merindukannya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2