Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah

Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah
Bab 58.


__ADS_3

Akhirnya Rafa menuruti Asyifa yang mana Mereka berdua sama-sama duduk melihat gelombang air laut yang begitu indah. Tidak ada pembahasan dari Asyifa maupun Rafa, tidak ada suara yang keluar dari mulut ke-2nya dan hanya mata yang sama-sama tertuju lada lautan melihat gelombang menyapu pasir di daratan.


Asyifa sangat menyukai pantai. Karena sejak kecil dia terus ke pantai bersama dengan keluarga kecilnya dan dengan melihat pantai hatinya sudah sangat bahagia terlihat dari wajahnya yang tersenyum dengan tulus dengan matanya yang indah saat melihat air laut di depannya itu.


Rafa sendiri juga yang memang galau, sakit hati, merasa bodoh yang telah di khiyanati larut dalam lamunan dengan hatinya yang tidak jelas mengarah kemana.


Dia hanya mengingat-ingat bagaimana Miranda dengan mudahnya bersama orang lain. Miranda yang tidak pernah memikirkannya dirinya. Bahkan Athar banyak berkorban untuk hal itu.


Tidak tau bagaimana ceritanya dia dan Miranda bisa pacaran dan bahkan Athar punya niat untuk serius pada Miranda. Ya mungkin Athar di butakan dengan Cinta yang salah karena selama ini hubungannya dengan Miranda tidak pernah di restui dan Athar jelas merasa manusia yang paling bodoh. Sudah tidak direstui dan tetap mempertahankan bahkan sudah keluar dari norma-norma agama yang seharusnya Athar paham itu adalah kesalahan.


Hal itu yang mungkin di sesalkan Athar dengan semua kebodohannya yang membuat dirinya menyesalkan hidup yang sia-sia dan bahkan sampai melawan pada orang tuanya.


"Miranda kau membuat hidupku seperti tidak terarah. Aku tidak tau apa yang membuatku mempertahankanmu dan menjadikan ku musuh dari keluargaku. Hanya karena dirimu," batin Rafa dengan wajahnya penuh kemarahan dan juga penyesalan.


Asyifa tiba-tiba melihat ke arah Athar dan mengamati wajah itu yang seperti ada masalah.


"Kak Athar kenapa ya? hari ini diam saja. Dia bahkan menurutiku dan tidak marah-marah. Dia hanya marah. Karena tadi aku terluka. Namun marahnya sebuah perhatian yang aku rasa itu hal yang berbeda. Tapi jika aku melihat dari wajahnya seperti ada sesuatu yang di alaminya. Tetapi apa ya," batin Asyifa yang merasa ada sesuatu pada suaminya.


"Sudahlah Asyifa. Kamu sebaiknya berpikir positif saja. Apa yang kamu pikirkan. Jangan aneh-aneh Asyifa. Tidak terjadi apapun. Yang penting kak Rafa ada di sini dan apa yang di katakan Miranda tadi bukalah kebenarannya dan lain kali aku harus berpikir positif pada kak Rafa. Agar energi positif juga sampai pada kak Rafa," batin Asyifa yang kembali melihat lurus kedepan.


Asyifa kembali mengeluarkan senyum indahnya yang membuat perasaannya sangat tenang. Dan bahkan Rafa yang tadi fokus melihat kedepan dengan pemikirannya yang tidak tenang dan penuh rasa galau kembali menoleh kearah Asyifa dan mendapati Asyifa yang tersenyum begitu tulus dan seperti tanpa ada beban.


Jangan tanya cantik atau tidak. Asyifa sangat cantik dan tidak mungkin Rafa tidak menyukainya. Bahkan bisa-bisanya Rafa terbayang saat pertama kali dia dan Asyifa bertemu. Saat di pernikahan Lulu. Wanita cantik yang melantunkan ayat suci Alquran dengan suaranya yang begitu indah.


Dan saat berkenalan dengannya wanita yang sudah menjadi istrinya itu hanya menunduk saja dan sangat sopan, sangat lembut dan murah tersenyum.


"Saya terima nikahnya Tsamara Asyifa binti Rendy dengan mas kawin tersebut di bayar tunaiii ini," teringat di mana Rafa mengucapkan ijab kabul dan wanita di sampingnya sudah sah menjadi istrinya.


Senyum seperti ini sering di temui Rafa saat Asyifa belum menjadi istrinya. Namun saat menikah denganwanita yang 7 tahun lebih mudah darinya itu penuh dengan air mata dan bahkan rasa takut kepadanya.


Bahkan Asyifa pernah pingsan di tangan Rafa dan banyak kebodohan yang di lakukan Rafa yang seharusnya gadis seusia Asyifa tidak pantas mendapatkannya apa lagi Asyifa anak yang baik dan tidak pernah mengalami hal itu selama hidupnya.


Melihat wajah Asyifa yang seperti itu membuat Rafa mengingat semua yang di lakukannya kepada Asyifa, sangat jahat, sangat kejam yang tega menyakiti wanita yang tidak berdosa sama sekali.


Tidak tau kenapa Rafa terus melihat Asyifa dengan eksperesi yang tidak terbaca. Apakah Rafa menyesal atau tidak. Dari apa yang terjadi barusan seharusnya Rafa sadar jika wanita pilihan orang tuanya itu memang yang terbaik yang tidak ada apa-apa di bandingkan Miranda yang barusan saja tertangkapnya bercinta dengan pria lain yang membuat Rafa merasa menjadi laki-laki paling bodoh.


Dan telah menyia-nyiakan wanita di sampingnya yang jelas sangat cantik baik dari fisik maupun hati. Lalu kenapa Rafa harus membenci wanita sepertinya. Apa kesalahannya? kesalahan Asyifa hanya tidak beralasan dan seperti yang Asyifa sering katakan. Dia pun tidak menginginkan pernikahan itu. Jika tau Rafa tidak menginginkannya.


Di tengah lamunan Rafa yang terus melihat Asyifa. Asyifa tiba-tiba melihat kearah Rafa dan mendapati Rafa sedang menatapnya dengan dalam dengan penuh arti yang membuat heran dengan menatap kembali manik mata tersebut.


"Ada apa kak Rafa?" tanya Asyifa dengan lembut.

__ADS_1


Rafa masih terdiam yang mungkin tidak mendengar jika Asyifa sedang bertanya kepadanya.


"Kak Rafa!" tegur Asyifa dan Rafa masih terdiam membuat Asyifa melambai-lambai kan tangannya di wajah Rafa yang membuat Rafa langsung tersadar dari lamunannya.


"Kak Rafa kenapa. Apa kak Rafa baik-baik saja?" tanya Asyifa dengan lembut.


"Iya aki baik-baik saja," jawab Rafa yang mendadak gugup.


"Lalu kenapa melihat Asyifa seperti itu. Apa ada sesuatu yang ingin kakak sampaikan?" tanya Asyifa.


"Ayo kembali sudah malam dan sudah lebih 15 menit, jadi kita harus kembali ke penginapan," ucap Rafa dengan suara beratnya.


"Apa harus pulang sekarang?" tanya Asyifa yang sepertinya masih ingin di tempat itu menikmati pemandangan malam.


"Baiklah kak Rafa. Sesuai janji Asyifa. Hanya 15 menit saja," sahut Asyifa yang akhirnya menuruti Rafa.


Rafa berdiri terlebih dahulu dari tempat duduknya dan Asyifa ingin berdiri namun kakinya masih terluka dan bahkan masih di perban dan sejak tadi dia tidak menginjakkan kakinya di pasir karena takut perbannya kotor.


Asyifa bahkan terlihat kebingungan harus bagaimana untuk kembali ke penginapan. Karena sendal pun dia sudah tidak punya.


Rafa yang melihat hal itu langsung bertindak dengan 1 tangannya memegang punggungnya Asyifa dan satu lagi berada di bawah lutut Asyifa yang langsung menggendong Asyifa ala bridal style yang membuat Asyifa terkejut dengan matanya yang terbelalak. Saat Rafa menggendongnya.


" Diamlah. Makanya jangan membuat ulah," ucap Rafa yang berjalan dengan menggendong Asyifa.


"Tapi kak Rafa, ini berlebihan," sahut Asyifa.


Rafa menghentikan langkahnya dan melihat kearah Asyifa, "kakimu masih sakit. Jadi biarkan aku menggendongmu," tegas Rafa yang kembali melanjutkan langkahnya dan Asyifa tersenyum tipis dengan tangannya yang mengalung di leher Rafa yang dengan cara Rafa memperlakukannya membuatnya begitu bahagia dan merasa ada yang berbeda.


"Ya Allah kenapa perasaan Asyifa seperti ini. Asyifa sangat gugup dan jantung Asyifa berdetak terus," batin Asyifa yang tidak bisa menetralkan kondisinya detak jantungnya yang berdebar tidak karuan.


Apa lagi dengan perasannya yang tidak bisa di katakan seperti apa. Asyifa bahkan terus melihat Rafa. Melihat wajah tampan yang penuh dengan aura dingin. Namun saat Rafa melihatnya Asyifa malah mengalihkan pandangannya yang tidak berani menatap Rafa. Asyifa benar-benar salah tingkah kali ini karena Rafa yang sangat hangat malam ini.


Rafa terus mengendong Asyifa dan sudah memasuki penginapan. Namun saat di lobi mereka berpapasan dengan Miranda dan Miranda di pastikan sangat terkejut melihat hal itu. Rafa juga menghentikan langkahnya dan Asyifa sendiri hanya melihat suaminya yang kira-kira apa yang di lakukan suaminya. Rafa melihat kearah Asyifa yang seolah mata ke-2nya sedang berbicara.


"Rafa dengarkan aku!" ucap Miranda maju selangkah yang masih berusaha pada Rafa. Namun Rafa langsung pergi melewati Miranda yang tidak peduli pada Miranda.


"Rafa tunggu!" Panggil Miranda, "Argha sial gagal lagi, sekarang dia bersama Asyifa, kurang ajar. Aku tidak akan biarkan wanita itu menang. Tidak akan," umpat Miranda dengan kemarahannya.


Rafa terus membawa Asyifa melewati koridor hotel dengan langkah perlahan dan Asyifa juga terus melihat ke arah Rafa.


"Kenapa tadi kak Rafa tidak menegur Miranda. Apa yang terjadi dan Miranda kenapa dia seperti itu," batin Asyifa yang kepikiran namun hanya berusaha untuk tidak memikirkan Miranda.

__ADS_1


********


Rafa dan Asyifa akhirnya sampai juga kekamar mereka dengan Rafa yang masih menggendong Asyifa tetap seperti semula dengan ala bridal style di mana Asyifa terus saja menatap suaminya itu. Asyifa mungkin sudah semakin berani untuk menatap Rafa. Kalau dulu dia malu-malu. Namun sekarang tidak lagi. Ya namanya juga suaminya jadi untuk apa malu-malu, justru halal menatapnya. Tetapi tetap saja kalau Rafa melihatnya Asyifa mengalihkan wajahnya yang keberaniannya tidak sehebat itu.


Dengan perlahan Rafa membaringkan tubuh Asyifa dia atas ranjang dan membuat ke dekatan di antara ke-2nya semakin tak berjarak. Rafa menatap wajah cantik Asyifa yang sangat gugup. Dengan Rafa terlihat kesulitan menelan salivanya saat wajah yang tanppa jarak itu saking berdekatan dengan mata yang saling bertemu. Mata indah Asyifa yang sangat teduh, sangat tulus dan mana mungkin tidak ada yang jatuh cinta pada wanita sepertinya.


Terbukti dari Rafa yang terus menatap Asyifa dengan posisinya yang masih sama dengan tangannya yang masih berada di punggung Asyifa.


Tidak tau apa yang ada di pikiran Rafa. Lama menatap istri cantiknya itu. Sebuah kecupan hangat menghampiri kening Asyifa membuat jantung Asyifa berdebar kencang dan me utup matanya saat mendapat kecupan dari suaminya yang baru pertama kali di rasakannya.


Tetapi bukan ini pertama kalinya Rafa mencium kening Asyifa sebelumnya pernah dan Asyifa tidak menyadari itu. Karena Asyifa yang tertidur.


Mata Asyifa perlahan kembali di bukannya dan ternyata suaminya masih tetap menatapnya dengan wajah mereka yang semakin dekat dengan napas yang saling menerpa.


Rafa juga mencium pipi merah Asyifa yang membuat Asyifa semakin dek-dekan. Ya tidak tau apa yang mau di lakukan Rafa kepadanya. Namun ciuman berpindah lembut pada pipinya dari kiri kekanan dan mata Asyifa hanya tertutup dengan tangannya yang saling mengepal karena sangat dek-dekan dan mungkin Rafa bisa merasakan debaran jantungnya.


Tiba-tiba Asyifa merasa ada yang menarik peniti di jilbabnya. Ya Rafa sudah membuka jilbab Asyifa dan meletakkannya sembarang tempat. Rada-radanya sepertinya Rafa ini mau melakukan sesuatu kepada Asyifa. Karena wajah Rafa sepertinya mulai di pengaruh suatu keinginan yang bisa di katakan gairah.


Jemari Rafa yang sangat lembut memebelai pipi Asyifa membuat Asyifa merinding mendapatkan sentuhan dari seorang Pria. Rambutnya yang terurai panjang di sisir dengan 5 jemari Rafa dari bagian dalam. Sampai pada titik Rafa yang sepertinya tidak ingin membuang-buang waktu. Langsung mengecup lembut bibir Asyifa. Membuat Asyifa dengan cepat memejamkan matanya.


Hanya sebuah kecupan. Tanpa ada penolakannya dari Asyifa. Karena tidak ada penolakan. Rafa pun mencium kembali dan bukam hanya kecupan. Tetapi ciuman ini sangat dalam dan membuat Asyifa meremas seprai bahwa rasa yang di rasakannya sangat berbeda dengan Rafa yang menciumnya saat di pantai waktu itu.


Tangan Rafa bahkan menautkan tangannya pada telapak tangan Asyifa dan semakin memperdalam ciuman itu membuat Asyifa tidak tau harus bagaimana. Ya Asyifa wanita yang tidak pernah melakukan hal itu. Dan Rafa juga tau terbukti dari ciuman yang terlihat Asyifa sangat kaku dan bahkan takut.


Namun Rafa yang sangat ahli dalam hal itu berusaha membuat Asyifa nyaman dan menikmati ciuman yang di berikannya.


Ciuman itu tidak berhenti dengan tubuh Rafa yang sudah berpindah di atas tubuh Asyifa yang menindih Asyifa dengan ciuman yang semakin dalam yang penuh dengan gairah.


Rafa benar-benar bisa gila karena hanya ciuman saja mampu membuat gairahnya meningkat. Tidak tau kenapa dia sangat penasaran dengan Asyifa yang ingin terus mencumbui bibir istrinya itu.


Selang beberapa menit. Rafa melepas ciuman itu dan barulah Asyifa bernapas karena ulah Rafa. Berhenti bermain di bibir Rafa. Namun ternyata pindah pada leher Asyifa. Asyifa layaknya wanita penurut yang hanya memejamkan matanya dengan kegelisahannya yang merasakan rasa aneh di tubuhnya. Saat suaminya menyentuh dirinya.


Apalagi tangan Rafa sudah bermain di punggung Asyifa yang mencari res baju Asyifa yang di pastikan ingin melakukan hal yang lebih. Ingin memiliki Asyifa seutuhnya.


Rafa harus menjilat ludahnya sendiri yang pernah mengatakan. Jika dia tidak akan pernah menyentuh Asyifa. Tidak akan tertarik pada Asyifa. Namun nyatanya semuanya tidak benar. Karena Rafa sangat menginginkan wanita itu dia benar-benar ingin memiliki Asyifa karena gairahnya sudah di ujung.


"Kak Rafa!" lirih Asyifa dengan suara beratnya yang mendorong dada Rafa saat Rafa benar-benar melakukan hal yang lebih jauh lagi pada Asyifa. Rafa seakan tidak peduli dengan protes Asyifa dan semakin gila melakukannya.


"Kak Rafa, perut Asyifa sakit, sepertinya Asyifa datang bulan," sahut Asyifa tiba-tiba yang membuat Rafa langsung berhenti dan mengangkat kepalanya melihat Asyifa.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2