Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah

Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah
Episode 138


__ADS_3

Asyifa dan Rafa yang saling menatap dengan posisi awal mereka yang mana Rafa tetap berada di atas Asyifa.


"Apa kamu merindukanku?" tanya Rafa dengan suara lembutnya sembari membelai rambut Asyifa. Asyifa tidak gengsi sama sekali untuk mengangguk pelan. Jika memang sangat nyata jika dia sangat merindukan suaminya.


"Lalu apa menyesal telah mengerjaiku?" tanya Rafa.


"Iya Asyifa menyesal, seharusnya Asyifa tidak melakukan. Pasti kak Rafa sangat kesal pada Asyifa dan berusaha untuk menuruti Asyifa. Maafkan Asyifa kak Rafa. Asyifa janji tidak akan melakukannya lagi," ucap Asyifa yang benar-benar merasa bersalah.


"Bukannya aku sudah mengatakan akan memaafkan mu," ucap Rafa.


"Terima kasih kak Rafa. Lalu apa kak Rafa akan melanjutkan apa yang, yang kita....."


"Kita apa Asyifa?" tanya Rafa dengan menaikkan alisnya.


Asyifa mengangkat kepalanya, "kita sama-sama menginginkannya bukan," bisik Asyifa membuat Rafa tersenyum miring. Polosnya dan jujurnya Asyifa bisa membuatnya benar-benar gila.


"Jadi kamu ingin aku melanjutkannya?" tanya Rafa dengan menggoda Asyifa. Asyifa jadi salah tingkah kan dengan malu-malu wajahnya sudah sangat memerah seperti kepiting rebus.


"Kenapa diam?" tanya Rafa.


"Memang tidak akan menyakiti bayi kita nanti?" tanya Asyifa yang di khawatirkannya adalah bayinya.


"Aku tau caranya Asyifa, aku tidak akan menyakiti anak kita," ucap Rafa dengan lembut.


Asyifa tidak bicara lagi dan Rafa yang merindukan sang istri tidak akan melewatkan kesempatan itu untuk menghabiskan malam dengan istrinya. Di mulai kembali mencium kening Asyifa dan berlanjut untuk menciumi lembut wajah sang istri dan Asyifa hanya pasrah. Namun seperti kejujuran yang sudah di ungkapkan nya jika dia juga sangat menginginkan hal itu.


Mungkin bayinya sangat ingin dekat-dekat dengan papanya dan ingin juga di kunjungi papanya dan papanya sekaran telah mengunjunginya dengan semangat 45.


*********


Tidak tau pasangan itu selesai jam berapa yang saling memberi kenikmatan satu sama lain. Tetapi ke-2nya terlihat masih berada di atas tempat tidur dengan pakaian yang berserakan di lantai dan Asyifa dan Rafa sama-sama berada di atas tempat tidur di pastikan tanpa busana dan hanya tertutup selimut.


Asyifa yang berada di pelukan Rafa sudah bangun dan terus menatap wajah suaminya itu tanpa ada hentinya. Dia tampak sangat bahagia karena telah di berikan kebahagiaan oleh suaminya tadi malam.


Asyifa mendapat pahala besar dengan melayani suaminya dan bonusnya kebahagiaan yang di rasakannya sehingga membuatnya sekarang hanya tersenyum menatap wajah tampan yang tertidur itu.


"Makasih ya kak Rafa. Kak Rafa sudah memberikan Asyifa kebahagiaan," ucap Asyifa yang memberanikan diri untuk mencium pipi Rafa. Namun belum sampai tiba-tiba Rafa membuka matanya membuat Asyifa terkejut.

__ADS_1


"Kak Rafa!" lirih Asyifa yang jadi salah tingkah dan bahkan kaget saat Rafa bangun.


"Kenapa tidak jadi?" tanya Rafa.


"Jadi apa, memang Asyifa mau ngapain?" tanya Asyifa yang dengan gugup mencari alasan.


"Bukannya tadi kamu itu ingin menciumku!" ucap Rafa membuat Asyifa menelan salivanya dan hanya diam dengan wajah yang memerah.


"Kenapa tidak jadi Asyifa! ayo lanjutkan!" ucap Rafa yang menuntut Asyifa untuk melakukannya


"Hmmm, kak Rafa jangan membahas hal itu. Hmmm sudah mau azand subuh bagaimana kalau kita sholat," ucap Asyifa dengan gugup.


"Kita sholat?" tanya Rafa. Asyifa menganggukkan kepalanya.


"Baiklah kalau begitu," sahut Rafa yang mencium lembut kening Asyifa dan Asyifa memejamkan matanya dengan menghela napas yang mana Rafa tidak lagi menyuruhnya untuk menciumnya.


************


Setelah selesai mandi wajib Asyifa dan Rafa sama-sama sholat subuh seperti biasa melakukan kewajiban mereka dalam beribadah dengan khusyuk.


"Kak Rafa Asyifa tidak percaya. Jika impian pernikahan yang selalu menjadi impian Asyifa terwujud. Hidup Asyifa merasa begitu sempurna, mempunyai keluarga yang selalu suport Asyifa dalam hal apapun. Mempunyai ibu dan ayah mertua yang Masya Allah begitu sayang pada Asyifa. Kakak ipar, adik ipar sangat peduli pada Asyifa dan yang lebih membuat Asyifa sangat sempurna dengan kak Rafa yang kata kak Rafa mencintai Asyifa. Asyifa tidak percaya bisa hidup seperti ini," ucap Asyifa yang mengutarakan kebahagiannya.


Rafa tersenyum dengan memegang pipi Asyifa dan menatapnyanya begitu dalam.


"Asyifa jika kebahagiaan kamu 100 persen maka aku lebih dari situ. Aku juga sangat bahagia Asyifa, bisa bertemu wanita seperti kamu, istri seperti kamu, sampai aku pernah berpikir apa ada hal yang baik aku lakukan. Sampai Allah menjadikan kamu sebagai pendampingku. Entah kebaikan apa yang aku lakukan sehingga bisa bersamamu Asyifa," ucap Rafa yang dengan tulus kembali mengungkap kebahagiannya saat Asyifa menjadi istrinya.


"Jika ada kata lain selain ucapan terima kasih. Maka aku hanya ingin mengucapkan kata itu. Karena kebahagiaan ku benar-benar tidak bisa di gambarkan. Aku sangat bahagia," ucap Rafa.


"Asyifa juga kak Rafa," sahut Asyifa tersenyum dan Rafa kembali mencium lembut kening Asyifa.


Ciuman itu bahkan kembali turun pada bibir Asyifa dan Asyifa seperti biasa tidak akan menolak ciuman dari suaminya itu. Tangan Rafa juga perlahan membuka mukenah Asyifa dan menggendong Asyifa ala bridal style menuju ranjang tanpa melepas ciuman yang sangat romantis dan lembut itu.


Asyifa tadi sudah keramas dan sepertinya akan keramas lagi karena ulah Rafa. Ya jarang melakukan hubungan suami istri karena alasan dan waktu yang tidak tepat. Jadi sekalinya ada kesempatan kalau bisa dalam 24 jam entah sampai berapa kali. Ya begitulah Rafa tidak tau juga Rafa itu seperti apa lagi maunya.


**********


Asyifa dan Rafa berada di dalam mobil yang mana hari libur seperti ini Rafa ingin menemani sang istri untuk jalan-jalan di pagi hari.

__ADS_1


"Kak Rafa punya gunting kuku?" tanya Asyifa.


"Ada kamu lihat di laci," jawab Rafa. Asyifa mengangguk dan langsung mengambilnya di dalam laci yang di katakan Rafa. Namun tiba-tiba Asyifa melihat ada kertas ucapan di sana dan Asyifa malah mengambilnya.


Dahi Asyifa mengkerut saat melihat tulisan di dalam kartu ucapan itu, "koh bukannya ini punya Asyifa," ucap Asyifa yang mengingat tulisan di kartu ucapan saat membeli kue untuk di berikan pada kakaknya membuat Rafa menoleh kearahnya.


"Itu punya kamu?" tanya Rafa.


"Iya kak kok bisa ada sama kak Rafa?" tanya Asyifa heran dengan dahinya yang mengkerut, "jangan-jangan kue itu untuk kak Rafa!" ucap Asyifa menebak yang mana dia teringat pernah memberikan cake pada Pria yang marah-marah.


"Jadi kamu yang memberikannya?" tanya Rafa yang pasti mengingat kejadian itu dan mengerti apa yang di maksud Asyifa.


"Jadi kak Rafa orangnya?" Asyifa bertanya kembali.


"Di kartu ucapannya ada nama kamu dan kamu mengatakan itu tulisan kamu dan mengingat kejadian itu dan aku juga yang artinya kamu dan aku sama-sama orang yang sama saat itu. Jadi kamu wanita yang memberikan kue itu kepadaku dan aku yang menerimanya," jelas Rafa.


"Ya ampun kok bisa kebetulan kayak gitu ya," ucap Asyifa yang tidak percaya dengan rencana Allah yang mempertemukan mereka dengan cara seperti itu.


"Mungkin itu sudah takdir," ucap Rafa membuat Asyifa tersenyum mendengarnya.


"Apa jangan-jangan kita jodoh kali ya kak," ucap Asyifa.


"Bisa jadi kita memang berjodoh dan saat itu kita tidak saling mengenal. Seperti biasa wanita yang baik ini melakukan hal yang sangat baik memberikan pesanannya pada ku," ucap Rafa.


"Dan pesanan itu kembali padaku," sahut Asyifa.


"Kenapa gitu?" tanya Rafa.


"Karena kak Rafa mengirim kerumah kakek sebagai hadiah pernikahan kak Lulu," sahut Asyifa yang juga mengingat hal itu.


"Iya kamu benar," sahut Rafa tersenyum.


"Rencana Alla sangat indah ya kak," ucap Asyifa


"Iya rencananya begitu indah dan tidak ada yang tau dan rencana yang indah itu membuat kamu sekarang menjadi mendamping ku," ucap Rafa begitu manis berbicara pada istrinya yang saling menatap dengan penuh cinta pada wanita yang benar-benar memberinya beribu kebahagiaan.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2