Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah

Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah
Episode 118


__ADS_3

Rafa menceritakan semua yang terjadi apa yang sudah di ketahuinya dan tidak perlu Asyifa menjelas apa-apa.


"Jadi kak Abian yang mengabari kak Rafa, bahwasanya Asyifa ada di villa kak Abian," ucap Asyifa.


"Kamu benar Asyifa. Abian yang sudah mengabari ku dan walau aku memang ingin ke alamat itu untuk melihatmu," ucap Rafa dengan menatap Asyifa dalam-dalam.


"Asyifa katakan kepadaku apa yang terjadi padamu dan kenapa kamu bisa terluka. Karena Abian juga menemukan mu dalam keadaan kamu terluka?" tanya Rafa yang ingin tau apa yang terjadi pada Asyifa dan ingin tau perlakukannya siapa.


Air mata Asyifa menetes yang mungkin tidak sanggup untuk mengingat kejadian yang sepertinya sangat memikirkan baginya.


"Asyifa ada apa?" tanya Rafa dengan memegang pipi Asyifa.


"Saat itu Asyifa pulang dari bandara untuk mengantarkan Zee yang harus pulang terlebih dahulu karena Zee ada kuliah mendadak dan tidak bisa di undur," ucap Asyifa yang bercerita dengan pelan.


Asyifa menaiki Taxi menuju hotel setelah mengantarkan Zee ke Bandara.


"Aku harus menghubungi kak Rafa, mengatakan aku tidak bisa pulang karena masih ada yang harus di urus," batin Asyifa yang mengeluarkan handphonenya dari dalam tasnya yang ingin menghubungi suaminya.


"Ya ampun ponselnya lobet lagi," ucap Asyifa yang menyadari ponsel tersebut lobet yang akhirnya tidak bisa menghubungi suaminya.


"Ya sudahlah nanti saja aku akan hubungi kak Rafa setelah sampai hotel," batin Asyifa yang memutuskan dan Asyifa kembali memasukkan hanphonenya kedalam tasnya. Namun Asyifa bingung dengan melihat jalanan yang sepertinya ada yang aneh dengan jalanan yang di lewatinya.


"Maaf pak apa kita tidak salah jalan?" tanya Asyifa dengan wajahnya yang heran.


"Kita jalan potong saja mbak, soalnya jalan biasa lagi ada perbaikan," jawab supir Taxi.


"Ada perbaikan bagaimana, tadi saya lewat sana kok," sahut Asyifa yang merasa ada yang tidak beres.


"Sudahlah Nona. Nona duduk saja dengan tenang yang menyetir kak saya," sahut supir Taxi yang berbicara tidak semestinya


"Kalau begitu turunkan saya pak, saya mau naik Taxi lain aja," sahut Asyifa yang lebih baik naik Taxi lain dari pada melanjutkan dengan perasaannya yang tidak enak dan merasa pasti salah jalan.


"Nona kenapa banyak sekali protesnya kita juga sebentar lagi akan sampai kok," sahut supir Taxi yang berbicara dengan ngegas yang membuat Asyifa merasa semakin ada yang tidak beres apa lagi supir Taxi tersebut semakin mengendarai dengan kencang yang membuat Asyifa bingung dan jujur dia sangat panik.

__ADS_1


"Ya Allah ada apa ini, kenapa aku merasa ada yang tidak beres," batin Asyifa yang mulai gelisah dan Asyifa melihat handphonnya yang mati jadi Asyifa tidak bisa melakukan apa-apa lagi selain panik namun berusaha untuk tenang.


Asyifa yang merasa semakin ada yang tidak beres tidak bisa membiarkan begitu saja dan apalagi jalanan yang di jalani semakin tidak menentu membuat Asyifa bertindak dengan membuka pintu Taxi dan memilih melompat dari Taxi.


"Nona!" teriak supir Taxi saat melihat tindakan Asyifa yang mana Asyifa yang terjatuh di Aspal dengan tangannya yang terluka.


"Pria itu bukan orang baik. Aku sebaiknya secepatnya pergi," ucap Asyifa yang mencoba untuk berdiri dan melihat ke arah Taxi itu yang berhenti dan supir Taxi itu keluar dari dalam Taxi.


Dengan kaki yang sakit Asyifa berusaha untuk berdiri dan langsung berlari dengan tenaga yang iya punya.


"Hey jangan lari!" teriak supir Taxi itu yang mengejar Asyifa dan Asyifa berlari dengan sekencang-kencangnya.


"Ya Allah, apa yang harus Asyifa lakukan, tolong Asyifa ya Allah, selamatkan Asyifa dari orang jahat itu, Asyifa mohon ya Allah," batin Asyifa yang terus berlari dengan langkahnya yang pasti sangat kesakitan karena kakinya terluka. Namun Asyifa hanya berusaha semampunya berlari di jalanan yang sepi tanpa ada orang yang melihatnya.


Bruk.


Tiba-tiba ada yang memukul belakang leher Asyifa dengan kayu yang akhirnya membuat Asyifa kesakitan dengan memegang lehernya dan langsung pingsan dengan tidak sadarkan diri yang tergeletak di aspal.


Kayu yang tadi memukul Asyifa langsung terjatuh di samping Asyifa.


"Dasar bodoh, bisa-bisanya dia kabur," ucap Miranda kesal yang marah pada Pria yang di pastikan suruhan Miranda.


"Maaf Nona saya lalai," ucap Pria itu dengan menunduk yang mengakui kesalahannya.


"Sekarang bawa dia dan lakukan apa yang aku suruh dan jika gagal, kau akan mendapatkan akibatnya," ucap Miranda dengan ancaman.


"Baik Nona," sahut Pria itu yang langsung menggendong tubuh Asyifa ala bridal style dan membawa Asyifa yang tidak sadarkan diri


kembali ke dalam Taxi.


"Kau akan berakhir Asyifa. Pernikahan mu dan Rafa akan berantakan, kau akan tau siapa diriku sebenarnya," batin Miranda dengan menyunggingkan senyumnya yang tidak sabaran dengan apa yang telah di rencanakan nya.


*********

__ADS_1


Asyifa di bawa di dalam sebuah gedung tua yang sama sekali pasti tidak tau di mana tempat itu dengan Asyifa yang tergelatak dan sama sekali tidak sadarkan diri dengan luka pukulan yang di dapatkannya.


Namun tidak berapa lama Asyifa tiba-tiba terbangun dengan membuka matanya perlahan-lahan dengan melihat di sekitaran yang sama sekali tidak di kenalinnya tempat apa itu.


"Di mana aku!" lirih Asyifa dengan memijat kepalanya yang terasa berat dan Asyifa mencoba untuk duduk dengan memegang belakang lehernya yang di ingatnya ada yang memukulnya dan dia terluka begitu parah dengan apa yang telah terjadi padanya.


"Ya Allah tempat apa ini," batin Asyifa yang begitu panik dengan melihat di sekitarnya dan tiba-tiba suara pintu terbuka dan Asyifa langsung melihat ke arah pintu tersebut yang ternyata melihat seorang Pria yang bukan supir Taxi tadi dan Pria kali ini sangat di kenalinnya.


"Om Bram," lirih Asyifa yang terkejut melihat mantan suami dari Tantenya itu yang tak lain ayah dari sepupunya.


"Kamu tidak apa-apa Asyifa?" tanya Bram dengan menyunggingkan senyumnya dan mendekati Asyifa dengan seriangi nakal di wajahnya yang membuat Asyifa refleks untuk mundur.


"Kenapa Om bisa ada di sini? apa yang Om lakukan?" tanya Asyifa dengan panik


"Tenang Asyifa jangan takut, saya tidak akan menyakiti mu, bukannya kita ini adalah keluarga," ucap Bram yang terus mendekati Asyifa. Namun Asyifa tetap mundur. Dia sangat mengenal Bram yang memang cara menatapnya selalu kurang ajar kepada Asyifa.


"Jangan mendekati saya, pergi dari sini! pergi!" usir Asyifa.


"Shutttt, kamu jangan galak-galak Asyifa. Jika dulu aku tidak bisa meniduri ibumu yang cantik itu maka tidak ada salahnya kamu harus menggantikannya karena kamu tidak kalah cantiknya dengan ibumu," ucap Bram dengan seriangi nakal di wajahnya.


"Apa yang Om katakan, jangan mendekatiku, pergi dari sini!" usir Asyifa dengan panik dan Asyifa ingin lari. Namun Bram langsung menarik kakikinya. Asyifa berusaha melakukan perlawanan dan bahkan menendang Bram yang membuat Bram marah.


Dan menampar Asyifa dengan berkali-kali. Bram sungguh kurang ajar yang ingin memperkosa Asyifa dan tidak tau bagaimana ceritanya Bram bisa kenal dengan Miranda dan justru Bram yang melanjutkan rencana Miranda.


Asyifa sudah begitu lemah dengan pukulan yang di dapatkannya demi mempertahankan dirinya sebagai istri. Bahkan saat Bram ingin membuka jilbab yang menutup auratnya. Namun Asyifa dengan tenaga yang di milikinya berusaha mempertahankan makruhnya dan lagi-lagi mendapatkan kekerasan dari Bram yang sudah di penuhi dengan Iblis yang sangat jahat dan bukan lagi seorang manusia. Melainkan iblis.


"Kak Rafa, tolong Asyifa," lirih Asyifa saat dirinya benar-benar lemah dengan penuh luka dan sudah tidak sanggup lagi.


Dan di saat yang tepat Abian datang dan menghentikan semua perbuatan kejam Bram yang mana Abian langsung menghajar Bram dan Asyifa yang setengah sadar masih bisa melihat Abian yang menghajar Bram.


Namun saat itu Bram yang mendapatkan kesempatan untuk memukul Abian dan membuat Abian jatuh dan saat itu Bram mengambil kesempatan untuk kabur dan Abian Tidka mengajarnya lagi karena melihat kondisi Asyifa yang tidak mungkin di tinggalkan.


"Asyifa!" lirih Abian yang langsung mendekati Asyifa melihat kondisi Asyifa yang begitu memperhatikan membuat Abian mau tidak mau harus menggendong Asyifa. Walau Abian tau itu bukan mukhirmnya. Tetapi dalam keadaan darurat Abian tidak bisa melakukan apa-apa yang penting bisa menyelamatkan Asyifa dan ternyata itu juga menjadi lanjutan rencana Miranda yang ingin menjebak Asyifa dan Abian. Karena Miranda sudah mengetahui jika Rafa sudah berada di Bali.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2