
Asyifa pun membawakan sarapan untuk suaminya ke kolam renang dan memang Azka dan Rafa sedang berenang dan lagi-lagi terlihat ingin unjuk kebolehan yang membuat Asyifa panik. Padahal tidak ada yang bahaya. Tetapi namanya juga Asyifa yang kalau sudah berhubungan dengan sang suami sangat mudah parno.
"Kak Rafa ayo naik. Kak Rafa harus sarapan," ucap Asyifa yang ingin menghentikan Rafa dan Azka yang terlalu serius.
Sampai akhirnya 2 pria itu sama-sama menunjukkan kepala mereka dan Asyifa menghela napasnya saat Rafa berenang ketepian menghampiri dirinya dan Azka juga berenang kepinggir yang tidak jauh dari tempat Asyifa dan Rafa.
"Ayo kak Rafa naik, Asyifa sudah bawa handuk dan sarapan," ucap Asyifa yang berjongkok di depan Rafa. Yang mana separuh Rafa masih berada di dalam kolam renang dengan ke-2 tangannya yang di letakkan di pinggir kolam.
"Kamu juga naik Azka jangan berenang lagi," ucap Kayra.
"Azka masing ingin berenang kak," jawab Azka .
"Azka kamu itu dengarkan kakak sebaiknya. Ayo nak," ucap Asyifa. Azka hanya menghela napas kakaknya itu memang selalu saja tidak pernah mendukungnya.
"Ayo kak Rafa sarapan," ucap Asyifa lagi dengan lembut yang ingin berdiri. Namun Rafa menghentikan tangan Asyifa sehingga Asyifa tidak jadi berdiri dan bingung dengan Rafa dan Rafa membuka mulutnya yang seolah ingin Asyifa menyuapinya.
"Kak Rafa!" lirih Asyifa.
"Tanganku basah. Jadi suapi aku," ucap Rafa dengan menatap Asyifa dengan intens. Asyifa jelas gugup dengan debaran jantungnya yang kembali tidak terkendalikan.
"Asyifa kau tidak akan membiarkan ku mati kelaparan kan?" tanya Rafa menaikkan 1 alisnya.
Asyifa menelan salivanya, "kalau begitu baiklah. Tidak baik makan sambil berdiri," ucap Asyifa. Rafa tersenyum dan dengan senang hati langsung naik yang duduk di pinggir kolam renang dengan Asyifa pun duduk dengan menghela napasnya dan mau tidak mau dia menyodorkan suapan pertama pada Rafa dengan Asyifa yang begitu gugup.
Rafa itu sangat suka melihat Asyifa yang gugup dengan wajah memerah seperti itu.
Namun dari tempat Azka berada dia hanya melihat kemesraan sang kakak dan kakak ipar yang membuat Azka Tidka tau harus menanggapi seperti apa.
"Azka kapan kita berenang lagi?" tanya Rafa yang sepertinya sengaja menunjukan keromantisannya pada adik iparnya itu yang mungkin ingin membuktikan bahwa dia dan Asyifa baik-baik saja.
"Kak Rafa sudahlah," ucap Asyifa pelan. Dia sangat takut kalau Rafa dan Azka masih saja bermusuhan.
__ADS_1
"Aku tunggu kak Rafa di kolam yang lebih besar," sahut Azka yang langsung naik kedaratan, mengambil handuk.
"Kakak fokus saja dulu dengan kak Asyifa. Baru kita rencanakan untuk berenang," ucap Azka dengan santai dan langsung pergi yang tidak mungkin menonton keromantisan Asyifa dan Rafa.
Melihat kepergian Azka Rafa menyunggingkan senyumnya dan Asyifa melihat hal itu.
"Kenapa kak Rafa dan Azka selalu seperti itu?" tanya Asyifa terlihat lesu membuat Rafa menoleh ke arahnya.
"Seperti itu bagaimana Asyifa?" tanya Rafa.
"Hubungan kak Rafa dan Azka bukannya tidak baik-baik saja," ucap Asyifa yang terlihat menunduk dan bahkan tidak menyuapi Rafa lagi.
Rafa mengangkat dagu Asyifa agar wajah Asyifa sejajar dengannya dan Azka memegang pipi Asyifa sembari mengusap-usapnya dengan lembut.
"Asyifa Azka tidak menyukaiku karena dia sangat menyayangi mu. Dia takut jika aku menyakitimu," ucap Rafa dengan lembut.
"Dan kak Rafa selalu saja meladeninya," sahut Asyifa.
"Asyifa hanya khawatir jika hubungan kak Rafa dan Azka semakin memanas dan itu mempengaruhi pernikahan kita," ucap Asyifa dengan ke khawatirannya.
"Tidak Asyifa. Kamu jangan memikirkan sampai sana. Karena orang yang dewasa dan aku tau bagaimana menghadapi Azka yang masih remaja. Jadi jangan memikirkan hal itu," ucap Rafa.
"Baiklah Asyifa percaya dengan kak Rafa," ucap Asyifa dengan lembut. Rafa menganggukan kepalanya dan mencium lembut kening Asyifa.
"Suapi aku lagi. Aku masih mau makan," ucap Rafa.
"Memang tidak bisa suap sendiri?" tanya Asyifa.
"Ayah sama ibu mu saja yang sudah menikah puluhan tahun masih sering suap-suapan dan bahkan 1 piring berdua. Lalu kenapa kita tidak. Bahkan kita baru menikah," ucap Rafa dengan menatap intens Asyifa.
"Dari mana kakak tau Ayah dan ibu seperti itu. Asyifa kan tidak pernah menceritakannya?" tanya Asyifa dengan dahinya yang mengkerut.
__ADS_1
"Aku membaca tulisan impian pernikahan romantis yang kau tulis," ucap Rafa.
Asyifa melototkan matanya dengan menelan salivanya, "kak Rafa melihat di mana?" tanya Asyifa panik.
"Di kamarmu," jawab Rafa.
"Laku sudah baca yang mana aja?" tanya Asyifa.
"Lumayan banyak dan yang paling di ingat. Bagaimana usahanya kamu yang ingin berpenampilan berbeda di malam hari saat di kamar supaya menarik perhatianku," ucap Rafa.
"Kak Rafa!" rengek Asyifa dengan suara manjanya, "kenapa membacanya, Asyifa kan jadi malu," ucap Asyifa menunduk dengan wajahnya yang sudah memerah yang di pastikan sudah sangat malu dan pasti Rafa tersenyum puas melihat kepolosan yang menggemaskan dari istrinya itu.
"Asyifa hanya Sharing dengan kak Lulu dan itu hanya saran dari kak Lulu," ucap Asyifa dengan suara yang pelan.
"Jadi benar, setiap malam itu hanya sebuah trik untuk memikat ku?" tanya Rafa dengan menatap curigai istrinya itu.
"Tidak begitu kak Rafa," sahut Asyifa dengan kesal dengan suara manjanya, Rafa mendengus kasar dengan senyuman melihat puas wajah Asyifa yang memerah.
"Isss, sudahlah kak Rafa jangan mengejek Asyifa," ucap Asyifa yang benar-benar sudah tidak punya muka lagi.
"Iya-iya aku tidak mengejek," sahut Rafa yang mengangkat dagu Asyifa lagi-lagi. Soalnya tidak enak jika melihat wajah Asyifa yang memerah.
"Kamu itu sangat lucu Asyifa," ucap Rafa benar-benar gemes dengan Asyifa. Asyifa tersenyum malu jadinya. Rafa memajukan wajahnya yang pasti ingin meraih bibir yang menjadi candunya itu. Namun Asyifa langsung mundur membuat Rafa menaikkan 1 alisnya.
"Kak Rafa jangan mencium Asyifa di tempat umum. Bagaimana kalau tiba-tiba ayah lewat atau ibu atau ada orang lain kan Asyifa malu," ucap Asyifa yang selalu menjaga untuk tidak melakukan hal keintiman bersama suaminya di tempat umum. Rafa hanya mendengus dengan tersenyum.
Ya ini sudah penolakan yang ke-2 kalinya bagi Rafa. Padahal jika berciuman di tempat alam terbuka. Rasanya mungkin berbeda. Namun Asyifa tidak mau hal itu karena dia masih punya rasa malu walau hanya dengan suaminya yang pasti halal dan Rafa harus menerima itu.
Memang begitulah punya nasib istri yang sangat menjunjung Etika. Yang tidak seperti dirinya.
Bersambung
__ADS_1