Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah

Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah
Bab 50


__ADS_3

Mereka semua pun melakukan aktivitas di tempat itu. Ya walau tadi ada Miranda yang membuat mood hilang. Namun mereka tidak peduli dan mencoba untuk tenang.


Sementara Miranda terlihat yang melakukan pemotretan di atas kuda dengan dress yang seksi yang di pakainya dan tidak jauh dari sana ada beberapa wartawan yang menunggu Miranda yang pasti akan mewawancarai Miranda setelah melakukan pemotretan.


Sementara jauh dari tempat Miranda melakukan pemotretan keluarga Rafa ada di sana yang berbincang-bincang dengan Axel juga terlihat ada kuda di sana yang di usap-usab lembut oleh Axel.


"Aku akan memperlihatkan padamu Asyifa. Jika aku jauh lebih baik darimu. Kau akan tau siapa diriku. Kau lihatlah banyak orang menungguku yang mengidolakan ku dan kau tidak ada apa-apanya sama sekali di bandingkan aku. Aku adalah model terkenal Miranda Calder," batin Miranda dengan sinis yang melihat ke arah Asyifa yang mana terlihat sangat jelas Miranda ingin memperlihatkan kekuasaannya dan keahliannya pada Asyifa dan keluarga Rafa jika dia layak menjadi istri Rafa.


"Untuk calon ibu mertuaku yang selalu menghinaku. Kau juga akan berpindah hati langsung. Lihatlah bagaimana diriku ibu mertuaku. Aku sangat bisa di andalkan. DNA layak menjadi menantumu," batinnya lagi dengan percaya dirinya melihat kearah keluarga itu dan terutama terus melihat Asyifa istri dari kekasihnya yang selalu di dambakan keluarga Rafa.


Padahal Asyifa hanya diam dan tidak peduli dengan apa yang di lakukan Miranda di tempat itu. Mau pemotretan, mau berpenampilan seperti apa. Asyifa tidak mengurusinya, tidak mencibirnya atau melawan Miranda. Karena dia wanita yang berkelas.


Walau Rafa terlihat melihat beberapa kali wanita yang melakukan pemotretan itu. Ya Rafa mencuri-curi pandang untuk melihat Miranda. Asyifa juga tidak peduli dengan hal itu. Karena memang itu kebiasaan suaminya yang tidak pernah bisa menghargai pernikahannya dan mau Asyifa ikut bicara, protes dan sebagainya tidak ada gunanya juga.


"Kak Shania bukannya itu pacarnya kak Rafa?" tanya Zee yang berbisik pekan.


"Shutt, mana ada pacar-pacar lagi. Rafa sudah menikah. Jadi jangan mengatakan itu. Wanita itu tidak ada hubungannya dengan keluarga kita," jawab Shania.


"Habisnya dia terus melihat kemari dan kak Rafa juga terus melihatnya," ucap Zee.


"Biarkan saja dia mau apa. Kamu jangan lihati, tidak ada gunanya," sahut Shania.


"Kalian lagi bisik-bisik apa sih?" tanya Ardi.


"Tidak ada mas," jawab Shania. Zee mengangguk dengan tersenyum.


"Kasian kak Asyifa. Kak Rafa jahat amat jadi orang," batin Zee kesal dengan kakaknya sendiri.


"Apa kuda ini ada namanya Om?" tanya Aqela.


"Ada anak cantik. Namanya si putih pemberani," jawab Axel.


"Wau namanya cantik," sahut Aqela dengan mengacungkan 2 jempolnya.


"Kalau Aqela mau belajar. Nanti ada khusus untuk anak-anak," sahut Axel.


"Baik Om," sahut Aqela.


"Kak Asyifa bukannya kakak bisa berkuda. Apa tidak ingin mencobanya," sahut Zee.


"Benar Tante. Aqela ingin melihat Tante naik menaiki kuda, seperti apa," sahut Zee yang terlihat semangat.


"Cobalah Asyifa mama juga ingin melihat kamu menaiki kuda, karena selama ini mama hanya bisa melihat dari foto saja,"sahut Shofia.


"Tapi mah," sahut Asyifa yang sepertinya Ragu.


"Tidak apa-apa Asyifa coba saja," sahut Xander yang juga mendukung.


"Benar Asyifa. Di antara kami semua hanya kamu yang bisa. Jadi apa salahnya kalau di coba dulu," sahut Shania.


"Iya cobalah, tunjukkan kemampuan kamu. Menunjukkan bukan berati pamer," sahut Ardi.


"Baiklah mah kalau begitu. Tapi maaf kalau misalnya Asyifa tidak terlalu bagus. Karena Asyifa sudah jarang menaikinya dan sudah lama tidak latihan," sahut Asyifa merendah kembali.


"Bisa menaiki kuda sudah suatu prestasi Asyifa. Jadi jangan mengatakan tidak bagus. Dari pada kakak tidak bisa sama sekali," sahut Shania.


"Baiklah, Om Alex boleh saya berkuda dengan si putih pemberani?" tanya Asyifa yang terlebih dahulu meminta izin.


"Sangat boleh, suatu kehormatan dan semoga si putih cocok untuk kamu," sahut Axel dengan tersenyum.


"Insyaallah," sahut Asyifa.


"Ya sudah kalau Asyifa mau naik kuda. Mari ikut salah satu pelayan kami. Agar pelayan kami membawa kamu untuk mengganti pakaian," sahut Alex yang tidak mungkin Asyifa berkuda dengan gamis.


"Tidak usah Om, Asyifa memakai pakaian ini saja, jadi tidak perlu di ganti," sahut Asyifa.


"Asyifa kamu yakin menaiki kuda dengan gamis dan tanpa helm. Kamu nanti bisa celaka loh," sahut Ardi memperingati.


"Insyaallah Asyifa bisa dan tidak akan celaka," sahut Asyifa yang percaya diri dengan tersenyum.

__ADS_1


"Sok hebat," desis Rafa. Yang mendapat tatapan horor dari mamanya.


"Jadi biarkan Asyifa berkuda menggunakan pakaian ini saja," sahut Asyifa dengan yakin.


"Baiklah kalau begitu ayo naik!" sahut Axel.


Asyifa mengangguk dan ingin menaiki kuda yang pasti membutuhkan bantuan tangan seseorang sebagai pegangan dan Alex pasti menawarkan diri dan Asyifa menolak karena bukan muhrimnya.


"Kak Rafa tolong bantu Asyifa," sahut Asyifa yang membutuhkan suaminya. Rafa menghela napas kasar dan memegang tangan Asyifa. Agar Asyifa bisa menaiki kuda putih tersebut sampai akhirnya Asyifa sudah berada di atas kuda.


"Maaf tuan Alex Asyifa tidak bermaksud untuk menyinggung," ucap Xander yang takut penolakan Asyifa akan menyinggung Axel


"Tidak masalah saya justru salut dengannya. Hal sekecil apapun dia menjaga dirinya dari yang bukan mahramnya. Xander kau sangat beruntung mempunyai menantu sepertinya," ucap Axel. Xander tersenyum. Dia memang sangat beruntung.


"Hati-hati Tante Asyifa," sahut Aqela yang memberikan semangat.


" Iya Aqela," sahut Asyifa.


"Asyifa tunggu!" Panggil Abian yang membuat Asyifa tidak jadi menjalankan kudanya.


"Apa lagi maunya, ikut-ikutan saja," batin Rafa terlihat kesal.


"Kak Abian ada apa?" tanya Asyifa.


"Kamu sekalian memanah, sudah lama tidak melihat kemampuanmu, berkuda sembari memanah," ucap Abian mmeberikan panahan untuk Asyifa.


"Tapi kak, Asyifa sudah lama tidak melakukannya," ucap Asyifa.


"Tidak apa-apa Asyifa. Ayo cepat! kamu pasti bisa. Kamu Asyifa yang punya banyak kemampuan," sahut Abian yang percaya pada Asyifa.


"Sedekat apa mereka. Apa dia setau itu tentang Asyifa sampai akar-akarnya," batin Rafa terlihat kesal dengan kedekatan Rafa dan Asyifa.


"Baiklah kalau begitu," sahut Asyifa yang akhirnya setuju. Abian tersenyum.


"Bismilah," sahut Asyifa menghela napasnya dan mengambil panah itu yang sekalian akan memanah.


"Waoooo, semangat kak Asyifa," ucap Zee bertepuk tangan.


Sebelum melakukan kegiatan yang bisa di katakan ekstrim itu Asyifa berdoa dulu dan setelah itu menjalankan kudanya dengan santai ke arah pinggir pantai yang sekalian akan memanah dan yang lainnya juga ingin melihat lebih dekat dengan pertunjukan Asyifa.Hingga selesai pemanasan.


Tampilah Asyifa dengan kemampuannya yang begitu hebat yang menaiki kuda dengan lari yang kencang dengan menggunakan pakaian syar'i nya dan bankah sembari memanah dengan gerakan yang sangat telaten yang membuat orang-orang terpakau dengan kehebatan Asyifa sampai tidak bisa berkata-kata lagi.


"Waoooo, kak Asyifa keren banget, kok bisa kak Asyifa seperti itu," puji Zee yang melihat pertunjukan yang memukau yang mencuci mata yang membuatnya tidak bisa berkata apa-apa lagi.


"Masyallah Asyifa dia benar seperti seorang wanita di jaman Nabi. Sangat cantik dan penuh prestasi yang walau menaiki kuda dengan lari yang cepat. Namun pakainnya tetap sopan dan syar'i, masyallah Asyifa," puji Shofia yang terpana dengan menantunya itu yang sangat anggun yang memanah sembari berkuda.


Bahkan mata Shofia berkaca-kaca melihat keahlian menantunya itu dan Rafa sendiri tidak tau apa yang di pikirkannya atau tanggapannya seperti apa pada Asyifa. Namun pasti Rafa sebenarnya sangat takjub dengan Asyifa. Hanya saja gengsi mengatakannya.


"Tante Asyifa benar-benar keren. Aqela mau seperti itu," sahut Aqela yang melompat-lompat bahagia.


"Iya sayang, kamu harus belajar dari Tante Asyifa," ucap Shania yang juga sangat takjub dengan asik iparnya itu.


Xander sendiri mengabadikan dengan rekaman Vidio yang pasti sangat mengagumi menantunya itu.


"Lihat Rafa istrimu, dia sangat hebat. Apa kau tidak akan jatuh cinta kepadanya," goda Xander berbisik. Namun Rafa tidak menanggapinya. Tetapi matanya juga tidak berkedip melihat Asyifa yang berkuda yang memang begitu cantik.


"Jangan di lihati terus," goda Xander lagi.


"Apa sih pah," sahut Rafa kesal.


Apa yang di perrtunjukan Asyifa yang sangat menarik membuat orang-orang sangat tertarik dan bahkan orang-orang yang memotret Miranda beralih pandangan melihat pertunjukan Asyifa.


Jangankan hanya kru-kru. Para wartawan yang tadinya menunggu Miranda sekarang berlomba-lomba ingin mengambil gambar Asyifa dan tidak menganggap Miranda.


Hal itu jelas sangat memuakkan untuk Miranda yang membuat Miranda mengepal tangannya yang mana dengan secepat mungkin dirinya langsung tidak di pedulikan.


"Apa yang kalian lakukan. Lanjutkan pekerjaan kalian," ucap Miranda.


"Nanti dulu Miranda," sahut salah seorang yang meninggalkan Miranda dan di susul yang lainnya.

__ADS_1


"Sial! kenapa mereka jadi meninggalkanku. Aku bintangnya di sini. Bukan wanita itu," umpat Miranda yang lagi-lagi kalah dengan Asyifa. Jika dia hanya berpose di atas kuda. Maka Asyifa bisa membawa kuda itu berlari dengan kencang dan sambil memanah juga.


"Ternyata Asyifa tidak berubah sama sekali. Dia tetap sangat lincah," ucap Abian bertepuk tangan yang sangat mengagumi Asyifa dan Rafa yang berdiri di sampingnya terlihat kesal mendengar Abian yang lagi-lagi tau segalanya tentang istrinya.


"Kamu sangat mengenal Asyifa?" tanya Xander.


"Benar Om, kebetulan kita pernah mendapatkan beasiswa selama 1 tahun di Itali, jadi saya sangat kenal dekat dengan Asyifa," jawab Abian dengan tersenyum.


"Wau pantesan kakak tau banget tentang kak Asyifa," sahut Zee yang sengaja membuat Rafa kepanasan.


"Ya si paling tau dan sok tau," desis Rafa dengan kesal.


"Apa sih kak Rafa, Kakak bilang apa tadi," sahut Zee.


"Tidak ada," jawab Rafa kesal.


Abian hanya tersenyum saja menanggapi kata-kata Rafa yang sangat tidak suka dengan dirinya.


"Bukannya orangtuanya ingin menikahkannya dengan Asyifa. Jadi sangat wajar saja jika dia terus memperhatikan Asyifa. Dia kan sangat mencintai Asyifa bahkan mungkin ingin memilikinya. Trik kampungan," batin Rafa dengan kesal melihat Asyifa.


Setelah menunjukkan kualitas dirinya seperti apa. Asyifa pun langsung mendekati keluarganya yang masih berada di atas kuda yang mana kuda itu berjalan dengan santai.


"Tante Asyifa keren sekali," ucap Aqela dengan nelompat-lompat kegirangan memuji Asyifa.


Asyifa mengangguk dengan tersenyum, "kamu paling pintar Aqela memuji Tante," sahut Asyifa.


"Tapi kamu memang sangat bagus Asyifa, belum pernah melihat jelas ada wanita yang seperti kamu," sahut Shofia.


"Makasih mah," sahut Asyifa.


"Kemampuan kamu masih sama Asyifa," sahut Abian yang tidak kalah memuji.


"Makasih kak Rafa," sahut Asyifa yang tersenyum lebar.


"Ayo Asyifa turun!" ucap Shania


"Rafa bantu istri kamu dia mau turun," sahut Shofia.


Rafa pun langsung melakukannya. Ya sebelum Abian yang gerak. Tidak tau aja kenapa Rafa sangat takut jika Abian lebih cepat darinya.


Rafa pun menjulurkan tangannya dan Asyifa bukannya meraih uluran tangan itu malah menjulurkan ke-2 tangannya yang artinya Asyifa ingin di gendong membuat Rafa mengekerutkan dahinya melihat Asyifa yang ulahnya ada-ada saja.


Shofia tersenyum melihatnya dan Rafa yang terlihat canggung langsung melakukannya yang mengendong Asyifa langsung turun dari kuda dan itu terlihat sangat sweet untuk pertama kalinya Asyifa di gendong dengan pelukan dan hal itu di perhatikan Miranda membuat darah Miranda naik darah yang sudah rasanya ingin melabrak Asyifa.


Padahalkan Asyifa istri Rafa. Ya suka-suka Asyifa dong. Miranda taunya iri aja sama Asyifa. Heran deh. Mungkin juga Rafa melakukan hal itu karena ada Abian. Yang ingin menunjukkan jika Asyifa itu istrinya.


"Makasih kak Rafa," ucap Asyifa dengan lembut ketika kakinya sudah menginjak tanah.


"Asyifa kamu sangat bagus sekali. Baru pertama kali melihat pertunjukan gratis seperti ini. Kamu benar-benar sangat wao Asyifa saya tidak bisa berkata apa-apa lagi, seorang wanita yang menaiki kuda dengan pakaian seperti ini, sangat indah dan benar-benar sangat sempurna," puji Axel.


"Makasih om, jangan terlalu berlebihan," sahut Asyifa menyatukan ke-2 tangannya dengan sopannya pada Axel


"Kalau begini ceritanya. Om ingin kamu itu menjadi model dalam promosi kuda-kuda Om," sahut Axel yang langsung tertarik bekerja sama dengan Asyifa.


"Ya ampun Asyifa ini rezeki untuk kamu," sahut Shania.


"Nanti Asyifa akan pikirkan tawaran Om,"sahut Asyifa tersenyum .


"Di tunggu kabar baiknya," sahut Axel dan di detik berikutnya tiba-tiba wartawan langsung menyerbu Asyifa yang ingin mewawancarai Asyifa dan itu mmebuat Asyifa bingung.


Karena dia takut di mepet-mepet ujung-ujungnya bersentuhan dengan yang bukan muhrimnya.


Miranda menyaksikan hal itu yang semakij tidak ada harganya di depan yang lainnya.


"Kurang ajar kau Asyifa. Kau akan lihat apa yang akan aku lakukan," batin Miranda dengan mengepal tangannya dan Miranda melihat seorang wanita yang juga sepertinya seorang wartawan.


"Mbak!" panggil Miranda. Dan wanita itu langsung mendekat.


"Ada apa mbak Miranda?" tanya wartawan itu.

__ADS_1


Miranda berbisik dan menunjuk-nunjuk ke arah kerumunan wartawan. Tidak tau apa di bicarakan Miranda dengan wanita itu. Tetapi wanita itu terlihat senyum-senyum yang mengandung arti yang sangat membingungkan.


Bersambung


__ADS_2