
Kata talak yang di ucapkan Abian pasti membuat semua orang kaget namun tidak bisa melakukan apa-apa. Karena Zee yang menginginkan semuanya dan mungkin itu final dengan sakit hati yang sudah di alaminya dan tidak ada kesempatan untuk Abian.
Zee yang berusaha tegar pergi dari tegar menaiki anak tangga dan berpapasan dengan Asyifa dan Rafa yang ada di sana dan Zee melewati begitu saja yang langsung pergi dari hadapan kakak dan kakak iparnya itu.
"Ini sudah yang terbaik dan ini mungkin keputusan Zee. Saya tidak tau apa yang terjadi pada anak saya dan bagaimana kalian memperlakukannya. Saya benar-benar kecewa kepada kamu Abian. Jika tidak mempunyai perasaan kepada Zee. Atau jika kamu mempunyai calon istri. Kamu seharusnya tidak mendekati Zee. Dan dia tidak akan terluka seperti ini," ucap Shofia yang memperlihatkan rasa kecewanya.
"Mungkin putri saya tidak berpakaian tertutup atau tidak memakai jilbab panjang yang syar'i. Tetapi bukan berarti kalian menganggapnya sebelah mata seolah wanita yang tidak baik-baik. Keluarga saya juga tokoh agama dan saya dan suami saya mengajarkan anak-anak kami ilmu agama dan jangan menilai Zee dengan penampilan Zee yang seperti itu. Dia wanita baik-baik yang dan kalian tidak perlu membandingkannya dengan wanita lain dan mungkin memang kamu yang terbaik untuk menjadi suami anak saya," lanjut Shofia.
"Kamu sudah menjatuhkan talak pada Zee dan kami juga akan mengajukan proses perceraian ke pengadilan dan semoga semuanya cepat selesai, kamu dan Zee bisa berpisah dan kamu bisa menikah wanita yang kamu inginkan dan saya yakin anak saya akan mendapatkan suami yang bisa membimbingnya dan bukan merendahkannya," ucap Shofia yang berusaha untuk tenang dengan mencoba kuat.
Shofia menarik napasnya panjang dan membuang perlahan kedepan dan berdiri dari tempat duduknya, lalu Shofia pergi dengan lemas.
"Mbak," sahut Vanya yang tidak bisa berbuat apa-apa.
"Sebagai seorang ayah sungguh saya sangat kecewa dengan semua ini. Tidak tau bagaimana penderitaan anak saya. Karena perbuatan kamu Abian. Kamu sungguh tidak bertanggung jawab dengan perbuatan kamu," ucap Xander dengan penuh dengan rasa kecewanya.
"Maafkan kami pak Xander. Jika kami mengatakan tidak tau menau tentang rumah tangga Zee dan Abian dan tidak tau menau tentang hubungan Syira dengan Abian selama berumah tangga dengan Abian. Mungkin tidak akan ada yang percaya pada kami. Tetapi saya benar-benar meminta maaf untuk semua ini," ucap Lucky dengan tulus meminta maaf. Xander tidak menanggapi apa yang di katakan Lucky karena rasa kecewa yang di alaminya yang pasti tidak mudah.
Abian hanya diam dan merasa sangat pantas jika harus di salahkan. Dia juga tampaknya tidak bisa menahan dirinya dan mau tidak mau mengucapkan talak 1 pada Zee.
__ADS_1
Sementara Syira sendiri juga hanya diam. Tidak tau Syira juga punya perasaan yang seperti apa. Apa ini keinginannya yang menunggu perpisahan Abian dan juga Zee. Mungkin itu yang di inginkan Syira. Apalagi Syira mendengar sendiri dan di hadapannya sendiri di laksanakan.
**********
Asyifa memasuki kamar Zee dan melihat Zee yang berbaring miring di dalam kamar. Asyifa menghela napasnya dan melangkah mendekati tempat tidur yang duduk di samping Zee dengan mengusap bahu Zee.
Zee yang memang tidak tidur menyeka air matanya dan langsung duduk yang memeluk Asyifa langsung. Asyifa hanya berusaha memberi ketenangan pada adiknya iparnya itu dengan Asyifa yang juga mengeluarkan air mata.
"Ternyata berumah tangga tidak semudah yang Zee pikirkan. Zee mengira setelah menikah mungkin semuanya akan jauh lebih baik. Tetapi pada kenyataannya semua terbalik dan ini yang Zee alami. Sakitnya tidak bisa di ungkapkan bagaimana, sangat sakit dan Zee tidak bisa mengatakan apa-apa lagi. Benar-benar sakit kak Asyifa," ucap Zee yang sengugukan yang menceritakan keluhannya kepada Asyifa.
"Asyifa melepas pelukannya dari Zee dan mengusap air mata yang mengalir di pipi itu.
"Aku tidak punya kesabaran seperti kak Asyifa. Hanya sebatas ini kemampuanku untuk bertahan," ucap Asyifa yang begitu terisak-isak.
"Kamu juga sangat sabar Zee. Kamu juga sangat hebat. Jalan takdir orang lain berbeda-beda. Dan mungkin Allah sedang menyiapkan satu keindahan di masa depan dan percayalah ini ujian yang terberat dan setiap ujian pasti ada hikmahnya, karena Allah tidak akan menguji hambanya di luar batas hambanya," ucap Asyifa. Zee mengangguk-anggukkan kepalanya dan kembali memeluk Asyifa.
"Makasih kak Asyifa sudah memberikan Zee banyak pembelajaran. Ini mungkin sudah menjadi takfir Zee dan Zee tidak apa-apa. Insyallah Zee bisa menghadapi semua ini dan kedepannya bisa menjadi orang yang lebih baik lagi," ucap Zee yang mencoba meluaskan hatinya dengan semua cobaan yang di berikan sang pencipta padanya. Asyifa yang pasti ikut sedih hanya bisa
*******
__ADS_1
Setelah bicara pada Zee. Asyifa kembali kekamarnya dan mendapati Rafa yang berdiri di depan jendela dengan ke-2 tangan Rafa yang ada di saku celananya. Asyifa mendekati suaminya dan memeluknya dari belakang.
Rafa melihat Asyifa dengan ekor matanya dan mengelus-elus lembut tangan Asyifa yang memeluknya yang pasti Asyifa sangat ingin memberikan suaminya ketenangan.
Rafa berbalik badan dan memeluk Asyifa dengan erat.
"Apa aku gagal menjadi seorang kakak. Di saat semua yang di alami Zee dengan semua yang di katakannya. Aku hanya bisa diam dan tidak bisa melakukan apa-apa pada orang yang menyakitinya," ucap Rafa.
"Kak Rafa tidak gagal menjadi seorang kakak dan semua itu bukan kesalahan kak Rafa. Kita sebagai keluarga hanya bisa mendoakan dan semua keputusan itu ada pada Zee," ucap Asyifa yang selalu berbicara dengan bijak.
Namun walau istrinya mengatakan seperti itu sangat di jamin Rafa pasti masih terus memikirkan Zee dan merasa bersalah atas apa yang terjadi pada Zee.
********
Sementara Abian yang duduk di samping supir dengan ke-2 orang tuanya yang duduk di belakang yang sejak tadi Vanya diam yang tidak bisa berkata apa-apa.
Sama dengan Abian yang juga hanya diam dan sama sekali tidak mengatakan apa-apa. Namun di ingatannya terlintas kata talk yang baru saja di ucapkannya pada Zee. Dan dari wajahnya sangat terlihat jika Abian sangat menyesal dengan kata talak tersebut.
Selain itu Abian juga mengingat keributan-keributan yang terjadi di antara dia dan istrinya. Entah apa yang memang yang ada di pikiran animasi yang memang Abian tetkihat stres.
__ADS_1
Bersambung