Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah

Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah
Episode 184


__ADS_3

Asyifa memasuki kamar perawatan Zee untuk melihat kondisi Zee yang mana Zee bersandar pada kepala ranjang dan terlihat membaca buku.


"Bagaimana keadaan kamu?" tangan Asyifa yang menghampiri Zee dengan membawakan Zee makanan dan meletakkannya di atas nakas.


"Sudah lumayan kak," jawab Zee wajahnya memang yang terlihat tampak segar.


"Ya sudah kalau begitu kamu makan dulu ya," ucap Asyifa.


"Baiklah, kebetulan Zee juga sangat lapar," jawab Zee yang menutup bukunya dan menunggu Asyifa untuk menyiapkan makanan padanya dan tidak lama Asyifa memberikan 1 kotak makanan itu padanya.


"Kak Rafa di mana kak?" tanya Zee yang mulai makan.


"Lagi kekantor," jawab Asyifa.


"Oh begitu. Oh iya kak Asyifa. Kira-kira Zee kapan bisa pulang ya, soalnya sudah bosan di rumah sakit. Kondisi Zee juga sudah merasa sangat baikan kok," sahut Zee yang memang sudah merasa keadaannya jauh lebih baik.


"Nanti biar aku tanya Dokter ya," ucap Asyifa.


"Baiklah, aku benar-benar sangat tidak sabar untuk pulang dan menyelesaikan semua masalah," ucap Zee membuat Asyifa melihat Zee dengan serius.


"Masalah apa yang ingin kamu selesaikan?" tanya Asyifa pada Zee.


"Perceraian," jawab Zee santai.


"Kamu benar-benar ingin melanjutkan proses perceraian kamu?" tanya Asyifa.


"Tidak ada alasan untuk tidak melanjutkannya," jawab Zee yang begitu bulat pemikirannya untuk keputusan yang di ambilnya.


"Zee apa kamu yakin?" tanya Asyifa yang pasti sangat berharap Zee dan Abian baik-baik saja. Zee pun menjawab dengan menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


Asyifa menghela napasnya dan memegang tangan Zee dengan menatap Zee begitu dalam.


"Perceraian memang di halalkan dalam ajaran kita. Namun Allah sangat membenci perceraian. Aku tidak pantas untuk menggurui kamu. Karena semua yang terjadi kamu yang merasakannya. Hanya saja kamu harus tau Zee kak Abian sudah berusaha untuk memperbaiki segalanya dan mama dan papa juga sudah memberinya kesempatan. Banyak usaha yang di lakukannya. Apa kamu tidak ingin memberikan kak Abian kesempatan?" tanya Asyifa.


Asyifa diam da tidak langsung menjawab. Harinya begitu sakit dengan perlakuan Abian.


"Zee maaf, bukannya aku ingin membela Abian. Tapi bukankah kamu bisa melihat dan mengamati. Jika semua yang terjadi bukan hanya kesalahan Abian saja. Bukannya kamu juga harus menyadari. Jika dalam masalah ini kamu juga bersalah dan jangan melihat salah siapa dan siapa. Kamu kembali gunakan hati kamu. Bukannya setauku kamu sangat menyukai Abian," ucap Asyifa.


"Tapi rasa suka itu akan memudar dengan apa yang di lakukannya kepadaku," sahut Zee.


"Hari dan pikiran kamu masih di campur dengan kemarahan. Zee minta petunjuk lah pada Allah. Agar kamu mendapatkan keputusan yang terbaik dari sang pencipta dan jangan gegabah dalam mengambil tindakan yang hanya akan merugikan diri kamu," ucap Asyifa yang mencoba untuk memberikan Zee masukan.


Zee pun hanya diam yang tidak mengatakan apa-apa lagi. Dia hanya memikirkan apa yang di katakan Asyifa dan tidak tau apakah perkataan Asyifa akan berpengaruh kepadanya atau tidak.


**********


"Abian tunggu!" panggil Syira yang mengejar Abian yang berjalan cepat di koridor rumah sakit. Sampai langkah Abian terhenti ketika Syira menarik tangannya. Namun langsung di lepas Abian.


"Aku belum selesai bicara," sahut Syira.


"Sudah cukup Syira. Aku sudah mengatakan jangan pernah ikut campur dengan masalah ku dan aku rasa kamu juga mengerti. Karena sebelumnya papa sudah mengatakan kepadamu," tegas Abian.


"Abian tapi aku melakukan itu untuk kamu. Untuk membantu proses perceraian kamu dari Zee," ucap Syira.


"Aku tidak jadi bercerai dari Zee," ucap Abian dengan penuh penegasan dan juga penekanan.


"Apa maksud kamu?" tanya Syira dengan wajahnya yang tampak begitu terkejut.


"Kamu sudah mendengar apa aku maksud. Jika aku tidak akan bercerai dengan Zee," tegas Abian.

__ADS_1


"Kamu tidak bisa melakukan ini kepadaku Abian. Kamu jangan lupa hubungan kita selama ini. Aku memaafkan perbuatanmu yang kamu bersama Zee di grebek warga. Keluargaku mempercayaimu dan memberimu maaf yang artinya kita masih ada hubungan. Karena pernikahan mu dan Zee terpaksa di lakukan dan selama ini hubungan kita baik-baik aja dan akan bersama ketika kamu dan Zee berpisah," ucap Syira marah-marah yang pasti protes dengan keputusan Abian.


"Maaf Syira. Aku tidak bisa untuk bersamamu dan berpisah dari Zee," sahut Abian merendahkan suaranya.


"Jadi selama ini apa Abian. Kau ingin mempermainkan aku dan keluargaku," teriak Syira yang semakin marah.


"Aku berusaha untuk menjelaskan pada keluargamu dan meminta maaf. Agar kalian tidak salah paham dan percaya. Bahwa aku tidak melakukan apa yang di tuduhkan warga kepada aku dan Zee. Hanya itu saja dan tidak ada apa-apa," ucap Abian.


"Tapi pernikahan kamu dan dia terpaksa. Bagaimana mungkin kamu bisa ingin bersamanya," sahut Syira.


"Pernikahan itu adalah keputusan ku. Aku menikahinya berdasarkan alasan, mengambil hukumannya berdasarkan alasan. Syira maaf sekali. Sebelum orang tua kita sepakat untuk menikahkan kita. Aku sudah jatuh pada Zee saat di kota Mekkah di mana itu pertemuan ke-2 kami. Aku tidak bisa mengatakan bagaimana ceritanya, bagaimana awalnya. Namun kamu jelas tau. Jika selama ini hanya Asyifa wanita yang aku sukai. Namun rasa suka tidak hilang walau Asyifa sudah menikah. Namu aku sadari rasa suka itu memudar dengan hadirnya Zee," jelas Abian dengan pelan-pelan menyampaikan semua yang ingin di sampaikannya.


Syira pasti kaget mendengarnya dan bahkan air matanya keluar.


"Maafkan aku Syira. Pernikahan dan semua yang terjadi punya alasan. Karena aku tidak ingin terjadi apa-apa kepadanya," ucap Abian.


"Jika begitu, kenapa kamu tidak mengatakan kepada keluargamu. Jika kamu sudah punya wanita lain saat itu?" tanya Syira.


"Aku ingin mengatakannya. Hanya waktunya tidak tepat," jawab Abian.


"Lalu kenapa setelah kamu menikah dengannya. Kamu membuka ruang kepadaku untuk kita banyak bersama?" tanya Syira.


"Itu adalah kebodohanku dan kesalahan yang besar yang aku lakukan. Aku tau aku salah dan semua itu hanya karena aku marah pada Zee. Namu aku menyadarinya. Jika apa yang aku lakukan. Menyakiti banyak orang," jawab Abian yang mengakui kesalahannya.


"Jahat! kamu benar-benar Jahan Abian!" umpat Syira yang penuh dengan kekecewaan.


"Maafkan aku Syira. Kamu wanita baik dan aku yakin kamu akan mendapat pria yang jauh lebih baik lagi di bandingkan aku. Maafkan aku. Kau tidak bisa berpisah dari Zee. Karena aku mencintainya," ucap Abian dengan lembut dan melihat Syira sebentar. Setelah itu Abian langsung pergi meninggalkan Syira yang pasti penuh dengan rasa kecewaan.


"Abian!" panggil Syira menangis. Namun Abian tidak mau berbalik badan atau mendengarkan Syira lagi.

__ADS_1


Ternyata pembicaraan Abian dan Syira dapat di dengarkan Zee. Di mana Zee yang tadinya ingin keluar dari ruang perawatannya. Namun mendengar suara Abian membuatnya tidak jadi keluar dan sekarang dia diam berdiri dengan telapak tangannya memegang dadanya yang bergetar. Tidak bisa di jelaskan bagaimana perasaan Zee saat ini.


Bersambung


__ADS_2