
Asyifa hari ini akan berangkat ke Bali bersama dengan Zee yang melakukan seminar. Asyifa keluar dari kamar dengan membawa koper kecil. Dia memang tidak menginap di Bali. Namun banyak barang-barang bawaannya. Jadi harus menggunakan koper.
Asyifa menuruni anak tangga sambil menyeret koper sambil membuat Voice note.
"Kak Rafa Asyifa berangkat," ucap Asyifa yang ternyata berpamitan pada suaminya melalui pesan suara.
"Asyifa jangan main handphone terus kamu bisa jatuh perhatikan jalan kamu," ucap Shofia melihat menantunya itu punya kesibukan sendiri.
"Iya mah maaf, soalnya Asyifa tadi kasih kabar kak Rafa kalau Asyifa sudah berangkat," ucap Asyifa.
"Iya mama tau, tapi kamu sampai turun dulu baru mengabari Rafa. Jangan seperti ini, kalau jatuh bagaimana," ucap Shofia.
"Iya mah," sahut Asyifa.
"Ya sudah mah, Zee sama kak Asyifa berangkat dulu ya," ucap Zee yang langsung berpamitan pada mamanya.
"Ya sudah kalian berdua hati-hati ya," ucap Shofia, Asyifa dan Zee bergantian mencium punggung Shofia.
"Iya mah, oh iya salam ya sama papa, Asyifa tidak sempat minta izin tadi," ucap Asyifa.
"Iya Asyifa tidak apa-apa. Nanti mama sampaikan," sahut Shofia.
"Ya sudah mah kalau begitu Asyifa pergi dulu, assalamualaikum," ucap Asyifa yang berpamitan.
"Walaikum salam," sahut Shofia. Asyifa dan Zee pun akhirnya pergi untuk acara Asyifa yang ada di Bali.
*********
Bali.
Asyifa dan Zee sudah tiba di Bali. Tidak butuh perjalanan lama dari Jakarta ke Bali dan Asyifa dan Zee sudah menuju hotel yang mana sebelum mereka pergi ke acara seminar pasti beres-beres dulu di hotel.
"Zee kakak minta tolong. Tolong kamu kabari kak Rafa ya kalau kita sudah sampai," teriak Asyifa yang berlari menuju kamar mandi.
__ADS_1
"Kak Asyifa bicara apa sih tadi?" gumam Zee yang duduk di lantai yang sedang beberes perlengkapan Asyifa yang mana memang mereka semua itu sangat mendadak makanya sampai seperti itu. Apa lagi acaranya juga sebentar lagi akan di mulai.
Tidak lama siap-siap dari kamar mandi Asyifa pun langsung keluar dari kamar mandi dengan Asyifa yang sudah berganti pakaian dan terlihat sangat buru-buru.
"Ayo Zee kita langsung pergi aja," ajak Asyifa.
"Baik kak," sahut Zee yang ikut buru-buru karena Asyifa begitu tergesa-gesa karena memang sedang mengejar waktu. Dan Asyifa juga lupa mengabari Rafa. Tidak lupa karena sebelumnya Asyifa menyuruh Zee dan Zee yang tidak mendengar apa yang di katakan Asyifa.
**********
Asyifa dan Zee pun sampai ketempat acaranya seminar yang mana orang-orang hebat di sana sudah berkumpul dan Asyifa termasuk orang yang di tunggu-tunggu. Karena memang Asyifa cukup di kenal banyak orang dan acara seminar itu juga untuk memberi motivasi untuk orang-orang yang yang ingin belajar.
Asyifa dan Zee memasuki gedung tersebut dengan beberapa orang yang menyapa Asyifa yang mana Asyifa juga terlihat sangat ramah dalam melakukan banyak pekerjaannya.
"Asyifa," tegur suara seorang Pria yang membuat Asyifa menoleh kebelakangnya dan melihat Pria orang tersebut.
"Kak Abian," sahut Asyifa yang kaget dengan hadirnya Abian.
"Kak Abian," Zee juga menyapa Abian.
"Benar kak Abian, kebetulan Asyifa sedang ada seminar di tempat ini," jawab Asyifa.
"Kebetulan sekali Asyifa. Aku juga di undang di acara ini," ucap Abian.
"Ya ampun sangat kebetulan," sahut Zee.
" Ya sudah kak Abian, Asyifa masuk dulu ya," ucap Asyifa yang berpamitan untuk masuk kedalam. Karena Asyifa juga tidak mungkin berlama-lama berbicara dengan Abian selain dia juga buru-buru Asyifa juga tidak mau melanggar janjinya pada suaminya yang harus berlama-lama berbicara dengan Abian yang takutnya nanti Rafa akan salah paham lagi.
Asyifa seperti wanita karir yang elegan yang berdiri di podium yang menyampaikan rangkaian kata-kata indah dan mudah di mengerti di depan semua orang-orang hebat yang berbaris duduk di Sofa yang mana mereka pasti memuji Asyifa dengan berkali-kali mereka memberikan tepuk tangan yang meriah untuk Asyifa.
"Kak Asyifa keren sekali," ucap Zee yang duduk di samping Abian yang sejak tadi Zee sedang merekam Asyifa yang berpidato di depan sana.
"Dia memang wanita yang hebat," sahut Abian.
__ADS_1
"Kak Abian memujinya begitu tulus, ingat loh kak Asyifa sudah ada pawangnya jangan aneh-aneh mau jadi aneh-aneh," ucap Zee yang mengingatkan Rafa.
"Apa pawangnya sangat menyeramkan?" tanya Abian.
"Ya bisa lihat sendiri kalau pawangnya marah, sangat, sangat, menyeramkan," sahut Zee dengan wajahnya seriusnya.
"Jangan khawatir saya bukan tipe laki-laki yang harus dekat-dekat dengan istri orang lain," sahut Abian.
"Syukurlah kalau begitu jika tidak zee juga tidak tau harus bagaiman nanti kalau kak Abian dan pawangnya kak Asyifa jadi berperang hebat," ucap Zee. Abian hanya mendengus dengan tersenyum mendengar kata-kata Zee.
"Huhhhh soga aja kak Abian benar-benar tidak menyukai kak Asifa lagi, karena bakalan lucu sekali dengan melihat kan Abian yang menyukai istri orang. Walau aku tak sih kak Abian ini adalah pria yang membuat kak Rafa cemburu. Tetapi tidak mungkinkan kalau berlarut-larut kak Rafa harus cemburu dengan kak Abian. Nanti kalau kak Rafa murka bagaimana," batin Zee.
"Zee!" tegur Abian yang melihat Zee hanya diam
"Hah! iya kak," sahut Zee yang sedikit begitu terkejut.
"Kamu baik-baik aja kan?" tanya Abian.
"Oh iya aku baik-buruk aja kok," sahut Zee dengan tersenyum, "kenapa kak Abian tiba-tiba tanya kabar aku?" tanya Zee.
"Ya karena saya lihat saja bagaimana kamu yang mendadak jadi diam," ucap Abian.
"Diam, tidak siapa yang diam," sahut Asyifa dengan tersenyum yang seolah dia sama sekali tidak ada apa-apa.
"Oh begitu rupanya," sahut Abian dengan tersenyum.
*********
Jerman.
Rafa yang berada di Apartemennya yang baru pulang terlihat sangat gelisah yang duduk di Sofa rumahnya.
"Asyifa mana sih, kenapa coba jam segini bukannya memberi kabar dia sedang apa. Malah sampai detik ini tidak ada memberi kabar," umpat Rafa dengan kesal yang tidak mendapat kabar dari istrinya.
__ADS_1
"Apa Asyifa sudah kembali ke Jakarta ya," batin yang Rafa, "seharusnya memang Asyifa sudah kembali ke Jakarta bukannya dia mengatakan pulangnya cepat. Dia pergi hanya sebentar dan seharusnya sudah pulang. Karena Asyifa juga tidak menginap di Bali dan mungkin saja sekarang Asyifa sudah di pesawat," Rafa bergerutu sendiri dengan gelisah karena tidak mendapat kabar dari istrinya yang sampai detik ini tidak mengabarinya.
Bersambung