Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah

Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah
Episode 136


__ADS_3

Asyifa dan Rafa pun akhirnya sampai kekantor. Di mana Rafa dan Asyifa sudah sama-sama memasuki ruangan Rafa.


"Kamu mau makan sesuatu?" tanya Rafa.


"Tidak kak Rafa," jawab Asyifa, "nanti saja kalau Asyifa mau makan, bilang sama kak Rafa," ucap Asyifa.


"Baiklah kalau begitu. Ya sudah kamu duduk aja. Biar aku bekerja dulu," ucap Rafa.


"Iya kak, Asyifa tidak mengganggu kak Rafa kan?" tanya Asyifa.


"Tidak Asyifa kamu duduk saja," ucap Rafa.


"Hmmm," Asyifa hanya menjawab dengan deheman saja dan dia langsung duduk di sofa dan Rafa pun duduk di meja kerjanya untuk menyelesaikan pekerjaannya yang banyak tertunda dan Asyifa mencari kesibukan dengan membaca buku yang duduk di Sofa.


Sulit juga kalau hamil. Kalau gengsi tinggi dan pengen dekat-dekat suami. Harus berusaha sendiri dengan kode-kode. Karena tidak mungkin mengatakannya.


Rafa yang duduk di meja kerjanya melihat ke arah Asyifa, dengan Rafa yang menyunggingkan senyumnya. Sebenarnya dia tau Asyifa ini hanya berusaha menahan dirinya karena pasti ingin mepet-mepet padanya. Namun Rafa masih pada tahap dalam mengerjai istrinya, karena sang istri sudah mengerjainya. Jadi Rafa mau gantian aja yang melihat seberapa tahan Asyifa.


Rafa menghela napasnya perlahan kedepan dan mengambil laptopnya. Lalu Rafa berdiri dan menghampiri Asyifa yang duduk di Sofa. Asyifa langsung tersenyum begitu melihat kedatangan suaminya. Dia tidak bisa mengatakan apa-apa lagi dan sepertinya itu yang di inginkannya.


"Pekerjaan kak Rafa banyak ya?" tanya Asyifa.


"Lumayan," jawab Rafa yang apa adanya yang kembali fokus pada laptopnya yang di letakkan di atas meja.


"Kamu mau istirahat?" tanya Rafa. Asyifa menganggukkan kepalanya, " kamu istirahatlah di sini," ucap Rafa menepuk pahanya yang pasti menyuruh kepala Asyifa untuk di atas pahanya dan Asyifa kelihatan begitu bahagia mendengarnya.


"Memang boleh?" tanya Asyifa.


"Boleh Asyifa, ayo kamu sebaiknya istrahat dari pada kamu bosan nantinya," ucap Rafa dengan lembut.


Asyifa pun dengan senang hati tanpa keberatan langsung merebahkan dirinya dengan kepalanya yang berada di paha suaminya. Dia tampak senang sepertinya yang tidak percaya bisa seperti itu membuatnya tersenyum.


Rafa juga tersenyum dia juga tau keinginan istrinya. Namun karena gengsi jadi Asyifa menahan diri dan Rafa tidak tega juga dengan istrinya Asyifa yang berbaring santai melihat satu tangan Rafa yang menganggur. Asyifa dengan pemikirannya perlahan menautkan 5 jarinya pada 5 jari Rafa yang membuat Rafa terkejut dengan apa yang di lakukan Asyifa.


"Tidak apa-apakan Asyifa melakukan ini?" tanya Asyifa yang minta izin dulu. Rafa mendengus dengan senyuman dengan Rafa mengangguk dan membiarkan istrinya menggengam tangannya dengan erat.

__ADS_1


"Asyifa aku tau bagaimana perasaan kamu Asyifa. Aku tau apa yang kamu inginkan. Namun siapa yang menyuruh kamu untuk berani-beraninya mengerjaiku Asyifa," batin Rafa yang sekarang menikmati tingkah istrinya yang gelisah sendiri.


Asyifa dan Rafa juga makan siang bersama di dalam ruangan Rafa yang sebelumnya di pesan Rafa dan semua makanan itu memang makanan yang ingin di makan Asyifa.


"Enak?" tanya Rafa yang paling bahagia melihat istrinya lahap makan.


"Iya kak Rafa. Makasih ya kak Rafa," ucap Asyifa. Rafa hanya mengangguk memang istrinya itu aneh apa-apa harus berterima kasih. Padahal itu adalah kewajibannya yang sesungguhnya.


"Apa aku bilang aja ya sama kak Rafa kalau sebenarnya aku bohong sama kak Rafa dan bahkan mengerjai kak Rafa," batin Asyifa yang tiba-tiba kepikiran dengan kerja samanya dengan Zee dan Asyifa kelihatannya sangat menyesal.


"Ada apa Asyifa?" tanya Rafa dengan alisnya yang terangkat.


"Tidak apa-apa kak Rafa," jawab Asyifa dengan tersenyum mengangguk.


"Tapi wajah kamu terlihat sedang berpikir apa ada yang kamu pikirkan?" tanya Rafa.


"Kak Rafa kalau Asyifa buat kesalahan. Kak Rafa bakal marah tidak?" tanya Asyifa.


"Tergantung kesalahannya apa," jawab Rafa apa adanya, Asyifa diam dan tampak kepikiran dengan apa yang di pikirkannya.


"Tapi kak Rafa akan memaafkan tidak?" tanya Asyifa lagi.


"Di maafkan. Kamu juga sering memaafkan kesalahanku," jawab Rafa membuat Asyifa tersenyum yang merasa lega.


"Ayo makan lagi, jangan mengobrol terus," ucap Rafa. Asyifa mengangguk.


"Asyifa boleh minta suapi tidak?" tanya Asyifa yang jiwa manjanya sudah tidak tertolong lagi. Rafa tersenyum mendengarnya


"Ayo mendekat!" ajak Rafa menepuk tempat duduk di sampingnya yang sebelumnya Asyifa dan Rafa duduknya depan-depann.


Rafa pun menyodorkan makanan pada istrinya dengan menggunakan sendok.


"Pakai tangan kak Rafa boleh tidak?" tanya Asyifa yang ingin di suapi dengan tangan Rafa langsung. Rafa yang tidak masalah sama sekali mengiyakan saja permintaan sang istri dan menyuapi Asyifa menggunakan tangannya membuat Asyifa tersenyum.


"Menyerahlah Asyifa," batin Rafa yang begitu menikmati kegelisahan sang istri. Namun Rafa masih berharap Asyifa mau menyerah dan tidak gelisah seperti itu. Karena dia juga kasihan pada Asyifa.

__ADS_1


"Enak?" tanya Rafa. Asyifa menganggukkan kepalanya dan Asyifa meraih tangan Rafa yang satunya dan meletakkan di perutnya. Rafa lagi-lagi hanya mendengus dengan senyuman yang istrinya sungguh benar-benar sangat menggemaskan yang terang-terangan melakukan apa yang diinginkannya.


"Kak Rafa Asyifa ingin mengatakan sesuatu pada kak Rafa," ucap Asyifa.


"Apa itu?" tanya Rafa, "apa jangan-jangan dia ingin membalas perasaan ku lagi," batin Rafa yang sudah sangat percaya diri.


"Asyifa mau bilang kalau kak Rafa sangat wangi," jawab Asyifa. Pasti kode di berikan Asyifa agar Rafa memeluknya. Karena Rafa tidak mau memeluknya karena tau Asyifa tidak suka aroma tubuhnya.


"Benarkah?" tanya Asyifa. Rafa menganggukan kepalanya dengan Asyifa yang tersenyum malu. Dan Rafa pun tersenyum dengan mengusap lembut pipi Asyifa dan Asyifa tampaknya begitu bahagia dengan apa yang di lakukan suaminya yang sudah lama tidak di dapatkannya dan sebenarnya dia tidak mendapatkan semua itu karena ulahnya sendiri yang sok-sokan menguji suaminya.


***********


Rafa dan Asyifa akhirnya pulang kerumah. Mereka pulang sore. Karena Rafa tidak tega dengan Asyifa yang harus menemaninya bekerja.


"Kak Rafa mau mandi?" tanya Asyifa.


"Hmmm," jawab Rafa.


"Asyifa siapkan air hangat ya," ucap Asyifa.


"Ini sore Asyifa tidak perlu mandi air hangat," jawab Rafa.


"Oh iya benar," sahut Asyifa menepuk jidatnya.


"Kamu sebaiknya mandi terlebih dahulu!" titah Rafa.


"Baiklah kak Rafa," sahut Asyifa yang langsung memasuki kamar mandi.


**********


Malam hari tiba, Asyifa terlihat di kamar yang sudah memakai piyama yang sudah ingin tidur. Padahal baru saja jam 9 Asyifa sudah tampak ingin istrahat. Namun beberapa kali Asyifa yang sendirian di kamar terus melihat ke depan pintu yang seperti menunggu seseorang yang masuk kedalam.


"Kak Rafa kenapa sih tidak masuk-masuk. Asyifa sejak tadi sudah menunggunya. Apa dia tidak kasihan apa dengan bayi Asyifa," batin Asyifa yang mengusap-usap lembut perutnya yang sepertinya ada yang di inginkan Asyifa.


"Issss kak Rafa menyebalkan!" umpat Asyifa dengan kesalnya yang langsung berdiri dari tempat duduknya di mana Asyifa langsung turun dari ranjang dan mengunci pintu kamar dari dalam, tidak tau apa yang menyebabkan Asyifa berbuat seperti itu. Napasnya naik turun yang duduk di atas ranjang yang mana terlihat kesal dengan tangannya yang mengepal.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2