
Bisik-bisik itu terlihat sangat serius dengan Miranda yang senyum-senyum penuh dengan kecurigaan yang tidak tau apa yang di rencanakan Miranda.
"Kamu lakukan sesuai dengan apa yang aku katakan, Nanti aku akan transfer yang aku janjikan kepadamu," ucap Miranda pada wanita itu dan bahkan membayar wanita itu.
"Baiklah nona Miranda, aman," sahut wanita itu dengan mengacungkan 2 jempolnya yang setuju menjalankan perintah Miranda.
"Sana cepat laksanakan!" perintah Miranda.
"Oke," sahut wanita itu dan langsung pergi meninggalkan Miranda yang menghampiri kerumunan yang sedang mewawancarai Asyifa.
Asyifa menjawab banyak pertanyaan wartawan dengan sangat tenang dan santai Karena publik speaking nya memang sangat bagus dan bukan hal yang sulit bagi Asyifa saat di wawancarai karena ini bukan pertama kali bagi Asyifa dan Asyifa merasa santai-santai saja dalam menjawab bahkan dengan tersenyum ramahnya.
Wanita yang di panggil Miranda tadi sudah bergabung dengan wartawan lainnya bahkan menerobos paling depan.
"Mbak Asyifa apa hubungan anda dengan tuan Rafa. Bukannya tuan Rafa itu kekasih dari Nona Miranda seorang model internasional yang hari ini juga sedang melakukan pemotretan di tempat yang sama?" tanya salah seorang wartawan yang tadi di panggil Miranda yang langsung melontarkan pertanyaan yang mengejutkan. Bagi Asyifa dan keluarga Rafa sampai Asyifa tidak bisa menjawab pertanyaan itu dan melihat ke arah Rafa dan Rafa juga bingung harus menjawab apa.
"Tuan Rafa anda sendiri kenapa bisa ada bersama mereka? Bukannya anda adalah kekasihnya Nona Miranda yang mana kalian juga akan merencanakan pernikahan dalam waktu dekat ini. Kalian adalah pasangan serasi," sahut wartawan itu lagi mmebuat Asyifa sangat terkejut.
"Oh iya benar, kami lupa menayakan hubungan kalian sebenarnya seperti apa," sahut salah satu wartawan yang membuat suasana semakin ricuh yang muncul pertanyaan-pertanyaan lain.
"Apa jangan-jangan mbak Asyifa ini adalah orang ketiga dalam hubungan tuan Rafa dan Nona Miranda. Karena menurut saya mereka pasangan yang serasi dan sering menghabiskan waktu bersama dan pernah juga tinggal bersama saat di Luar Negri," lanjut wanita itu yang melontarkan pertanyaan yang aneh yang membuat jantung Asyifa berdetak dan wajahnya menjadi panik.
__ADS_1
Dia juga tidak percaya dengan kata-kata wartawan. Asyifa sampai mengatupkan ke-2 tangannya yang terlihat gelisah dengan pertanyaan itu.
"Apa anda mencoba untuk menghancurkan hubungan orang lain dengan menjadi duri dalam asmara hubungan orang yang saling mencintai?" tanya wartawan itu lagi yang membuat opini sesukanya dan pasti itu karena ulah Miranda.
"Apa-apaan sih pertanyaan mereka," ucap Shofia dengan kesal dan mulai emosi.
"Ya Allah bagaimana jika ayah dan ibu melihat semua ini. Apa yang akan Asyifa katakan nanti kepada mereka," batin Asyifa yang sangat takut orang tuanya mengetahui hal itu karena jelas berita ini akan masuk televisi dan Rafa sendiri hanya diam tanpa ada klarifikasi yang membantu Asyifa dan seolah membenarkan pernyataan wartawan-wartawan tersebut.
"Jawablah tuan Rafa, kenapa anda diam? berikan kami kejelasan?" tanya wartawan dan Rafa memang hanya diam yang tidak bisa menjawab apa-apa
Shofia yang sudah di penuhi emosi melihat ke kearah Miranda yang tersenyum menikmati pertunjukan yang menyudutkan Asyifa.
"Hentikan!" bentak Shofia yang langsung berada di tengah-tengah Rafa dan Asyifa.
"Saya ibunya Rafa, dan untuk menjawab pertanyaan kamu. Kamu bisa lihat ini," Shofia dengan tegas mengangkat tangan Asyifa dan Rafa yang menunjukkan jemari Rafa yang sudah mengenakan cincin.
"Tau artinya apa itu. Yang artinya Asyifa dan Rafa sudah menikah dan wanita ini adalah menantu saya Tsamara Asyifa Madison. Dia sudah menjadi keluarga Madison dan apa kamu bilang tadi. Miranda saya tidak mengenalnya dan dia tidak penting di keluarga kami karena menantu kamu hanya orang yang pantas dalam etika dan ahlak," Shofia dengan penuh penekanan yang membuat para wartawan saling melihat.
Miranda mendengarnya mengepal tangannya dan wartawan itu saling melihat dan bahkan ada yang melihat ke arah Miranda yang di pastikan Miranda mengumpat dengan penuh amarah. Lagi-lagi Shofia telah membuat dirinya tidak berarti apa-apa.
"Apa itu artinya Miranda dan tuan Rafa sudah putus?" tanya salah satu wartawan lagi.
__ADS_1
"Putus. Mereka tidak putus. Karena tidak ada hubungan selama ini dan iya bukannya seorang publik figur itu adalah seorang yang suka membuat Gimik. Jadi itu hanya Gimik saja untuk menaikkan namanya. Siapa namanya seorang model bukan. Dia hanya model yang butuh pengusaha untuk membuat karirnya maju. Jadi dia dan anak saya tidak pernah ada hubungan apa-apa. Karena dari keluarga kami sendiri tidak mengenal wanita yang kalian sebutkan dan iya keluarga kamu juga tidak akan menerimanya jika anak kami tidak menikah dengan Asyifa. Karena menjadi menantu di keluarga kami bukan orang sembarangan. Paling tidak harus manusia yang mempunyai akhlak," tegas Shofia yang membuat Miranda naik darah dengan napasnya yang naik turun mendengar kata-kata pedas yang merendahkan dirinya di depan semua orang. Bahkan pasti orang-orang akan tau setelah ini.
"Apa nyonya tidak merestui hubungan mereka dan menjodohkan dengan Nona Asyifa?" tanya wartawan yang di panggil Miranda tadi yang masih berusaha untuk memojokkan Asyifa.
"Sebelum kamu bertanya masalah perjodohan. Tanya pada anak saya dulu. Bagaimana dia menikah dengan menantu kami," sahut Shofia melempar pada Rafa.
Shofia tau Rafa orangnya punya harga diri sangat tinggi dan dia ingin melihat Rafa bagaimana menyelamatkan dirinya.
"Tuan Rafa bagaimana dengan pernikahan Anda. Benarkah anda menikah diam-diam dan sudah tidak berhubungan lagi dengan Nona Miranda?" tanya wartawan yang begitu ingin tau.
"Mama sengaja menjebakku," batin Rafa yang menoleh kearah Shofia yang melihat Shofia tampak santai.
"Jawab tuan Rafa. Kami ingin kejelasannya dari tuan Rafa," sahut wartawan yang mendesak Asyifa begitu dek-dekan. Dia hanya memikirkan keluarganya yang khawatir pada dirinya.
"Iya saya sudah menikah dan tidak ada hubungan apa-apa dengan Miranda. Ini istri saya. Sudah jelas semuanya dan sata tidak melakukan pernikahan diam-diam. Kami melakukannya terbuka dan kenapa tidak mengundang media. Karena saya bukan selebritis dan istri saya juga," tegas Rafa membuat Shofia tersenyum dan Asyifa bernapas lega dan Miranda yang untuk kesekian kalinya tidak dia akui hanya mengumpat dengan penuh kekesalannya.
Rafa yang selesai bicara langsung menarik tangan tangan Asyifa dan membawa Asyifa pergi dari kerumunan wartawan. Hal itu membuat Shofia, Xander, Zee, Shania dan Ardi tersenyum yang memang seharusnya itu yang di lakukan Rafa mindungi istrinya dan tinggal Miranda yang kesetannan dan terjebak sendiri jadinya.
Bahkan Miranda mendapat tatapan sinis dari Shofia membuat Miranda langsung mengalihkan pandangannya yang takut-takut dengan Shofia.
"Awas kau Miranda. Kau benar-benar menantangku," batin Shofia semakin muak melihat wanita yang selalu di bela anaknya itu.
__ADS_1
Bersambung