
"Rafa kau itu kenapa sih menyebalkan sekali," ucap Miranda dengan kesal.
"Aku sudah mengatakan jangan menggangguku. Kau mau mama melihat kita ada di sini hah. Masalah akan bertambah banyak," tegas Rafa.
"Tapi Rafa..."
"Cukup Miranda, sebaiknya kau pergi dari sini," tegas Rafa yang benar-benar frustasi.
"Apa yang kau bicarakan Rafa. Kau mengusirku. Apa kau sudah tidak mencintaiku lagi dan jika kau stress bukannya aku adalah obatnya. Kita bisa menghilangkan stress bersama-sama sayang," ucap Miranda yang kembali memeluk Rafa.
Saking Rafa kesalnya dengan Miranda sampai mendorong Miranda, "aku bilang jangan menggangguku. Apa kau tidak mendengarku. Miranda banyak masalah yang aku alami. Jadi jangan membuatku tambah steres yang aku bisa pecah kepala, jangan menambahi masalah," ucap Rafa dengan membentak Miranda yang pasti membuat Miranda kaget.
"Rafa kau malah marah-marah padaku. Tadi aku sudah di permalukan dan mamamu juga marah padaku. Lalu sekarang kau juga. Aku juga stres Rafa," tegas Miranda.
"Sudahlah Miranda aku tidak mau ribut denganmu," ucap Rafa.
"Aku juga tidak mau ribut denganmu," tegas Miranda.
"Aku hanya ingin...."
"Jika kau tidak mau pergi. Maka aku yang akan pergi," sahut Rafa yang memotong pembicaraan Rafa dan langsung keluar dari kamar mandi meninggalkan Miranda sendirin.
"Arghh sial!" umpat Miranda dengan penuh ekkesalah saat dirinya benar-benar di tolak oleh Rafa.
"Semua ini gara-gara wanita itu. Lihat saja apa yang akan aku lakukan kepada wanita itu. Aku tidak akan membiarkan Rafa semakin menjauh dariku. Tidak akan sama sekali Asyifa dan aku juga tidak akan peduli dengan ancaman wanita itu," batin Miranda dengan mengepal tangannya.
************
Mereka menghabiskan waktu bersama dengan berolahraga dan lain-lain sebagainya, tadi Asyifa sudah menaiki kuda sambil memanah dan mencuri perhatian orang-orang.
Asyifa dan Rafa juga tadi sudah sama-sama dramatis dengan acara tembak menembak dengan ekstrim yang di pastikan Rafa sempat takut.
__ADS_1
Aqela juga sudah belajar kuda yang di bantu Abian. Kebetulan memang Abian yang mengajari anak-anak menaiki kuda.
Hari yang sudah semakin sore. Namun mereka masih tetap menghabis kan waktu di tempat itu. Dan Asyifa terlihat berjalan-jalan di pinggir pantai yang melihat pemandangan yang sangat indah. Ya Asyifa memang sangat menyukai laut dan jelas melihat laut membuat suasana hatinya begitu tenang apalagi Asyifa juga sedang menyaksikan senja membuat Asyifa tersenyum melihat pemandangan yang sangat indah itu.
"Asyifa!" tiba-tiba suara lembut terdengar membuat Asyifa menoleh kebelakang yang ternyata suara lembut yang indah itu adalah Abian.
"Kak Abian," sahut Asyifa dengan tersenyum.
"Kamu sedang apa?" tanya Abian.
"Melihat senja sangat indah soalnya," jawab Asyifa. Abian melangkah mendekati Asyifa dan berdiri di samping Asyifa dengan ke-2 tangannya di masukkan kedalam saku celananya.
"Kamu sama seperti dulu sangat menyukai senja," ucap Abian yang sepertinya tau banyak tentang Asyifa.
"Kan senja begitu indah ciptaan tuhan yang memanjakan mata kita. Jadi jelas Asyifa tidak pernah tidak menyukainya," sahut Asyifa.
"Ya kamu benar," sahut Abian yang juga ikut melihat keindahan yang di lihat Asyifa.
"Iya kak Abian, kemarin pas Asyifa bertemu dengan Tante Vanya dan Om Lucky mereka juga terkejut. Asyifa tidak bermaksud untuk menyembunyikan pernikahan atau buru-buru dalam pernikahan dan tidak memberitahu atau mengundang kak Abian dan keluarga. Hanya saja pernikahan Asyifa memang di adakan sederhana dan insyallah nanti akan ada peresmiannya dan mungkin akan mengundang lebih banyak orang," ucap Asyifa yang menjelaskan sedikit.
"Saya mengerti Asyifa. Tetapi ini seperti garis yang di curi secara tiba-tiba dan jujur saya kecewa dengan kabar ini. Kabar pernikahan kamu yang mengejutkan dan juga membuat kecewa," ucap Abian dengan wajah sedihnya yang kelihatannya menyukai Asyifa.
Namun sangat menghargai Asyifa. Jadi sembarangan untuk menyatakan perasaannya. Namun karena kebanyakan startegi Asyifa sudah di incar.
"Maksud kak Abian apa?" tanya Asyifa dengan penuh tanya. Jelas dia tidak paham dengan apa yang dikatakan Pria yang berdiri di sampingnya itu.
"Kecewa karena harapan yang tidak sampai karena selama ini saya...."
"Kalau begitu jangan berharap lagi!" tiba-tiba suara datar terdengar yang membuat Abian tidak melanjutkan kalimatnya.
Asyifa dan Abian sama-sama melihat ke arah suara itu. Rafa dengan wajah ekspresi yang tak dapat terbaca melihat ke arah Abian.
__ADS_1
Rafa melangkah mendekati istrinya dan Abin dan menarik tangan Asyifa membuat Asyifa berada di sebelahhnga dan Rafa yang merangkul Asyifa membuat Asyifa kaget. Apalagi Rafa begitu erat merangkul bahunya yang membuatnya sangat tercepit dengan kelakuan Rafa.
"Kau tau dia istriku bukan. Jadi harapan dan kekecewaan mu sudah tidak berati, karena dia sudah menikah," ucap Rafa dengan sinis.
Abian tersenyum mendengar perkataan Davin, "sepertinya kamu salah paham," ucap Abian.
"Aku bukan laki-laki yang bodoh yang bisa kau tipu dengan perkataan salah paham dan iya aku tidak peduli siapa dirimu yang terpenting kau harus tau wanita ini istriku. Dan sikapmu untuk mendekatinya, berbicara padanya sangat tidak pantas, apalagi jika aku melihat kau Pria yang mengerti dengan agama," ucap Rafa yang berbicara penuh penegasan dan menekanan.
"Kak Rafa apa yang kakak bicarakan," ucap Asyifa yang melihat keseriusan Rafa.
"Kau juga diam," sahut Rafa menekan suaranya.
"Sungguh ini hanya salah paham saja," sahut Abian yang berusaha menjelaskan.
"Kalau begitu lain kali jangan membuat aku salah paham," sahut Rafa dengan bertatap mata pada Abian.
Rafa memegang tangan Asyifa dengan 5 hari mereka yang saling bertautan.
"Ayo pulang!" ajak Rafa yang langsung membawa Asyifa pergi.
Sampai Asyifa tidak sempat berpamitan dengan Abian. Karena Rafa terkesan sangat memaksa. Tidak tau kenapa. Apa mungkin Rafa sebenarnya cemburu pada Abian yang seharian mendekati Asyifa dan bahkan Abian sangat banyak taunya mengenai Asyifa.
Abian yang seolah mendapat teguran dari Rafa hanya tersenyum saja. Dengan menggelengkan kepalanya.
"Ya dia sudah menikah dan aku tau itu. Mungkin harapan yang memang masih di inginkan sudah tidak ada lagi," batin Abian yang menanggapi dengan santai.
********
Rafa membawa Asyifa pergi menjauh dari Abian dengan menarik tangan Asyifa di pastikan Asyifa kesakitan dengan perlakuan Rafa
"Kak Rafa lepas!" ucap Asyifa yang pergelangan tangannya terasa sakit karena Rafa memegang begitu kuat sampai akhirnya Rafa melepaskannya dan Asyifa mengusap-usap pergelangan tangannya
__ADS_1
Bersambung