Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah

Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah
Episodenya 57


__ADS_3

"Kenapa malah diam? ada apa denganmu dan kenapa kau ada di sini? Aku bertanya padamu. Seharusnya kau jawab bukan malah diam. Bukannya di kamar malah keluyuran apa tidak tau udara di sini sangat dingin. Kau itu sedang flu," oceh Rafa marah-marah pada Asyifa. Asyifa tidak menjawab satupun pertanyaan Rafa dan Asyifa malah langsung memeluk Rafa.


Rafa jelas terkejut saat Asyifa yang di marahi tiba-tiba memeluknya dengan erat dan Rafa bisa merasakan tubuh Asyifa yang bergetar hebat dan seperti ketakutan.


Saat Asyifa berada di pelukannya tiba-tiba Rafa melihat seorang pria yaitu Bram. Namun Bram langsung menghentikan langkahnya dan buru-buru pergi saat melihat Asyifa bersama orang lain dan jelas Rafa sangat mencurigai sesuatu yang pasti berkaitan dengan istrinya.


"Siapa orang itu!" batin Rafa dengan penuh tanya.


"Apa yang terjadi Asyifa?" tanya Rafa yang pasti ada sesuatu. Namun Asyifa tidak menjawab sama sekali pertanyaan Rafa. Rafa tidak bertanya lagi dan membiarkan Asyifa berada di pelukannya mungkin Asyifa butuh ketenangan dan Rafa juga tidak tau kenapa dia juga rasanya ingin memberi ketenangan untuk Asyifa.


Tidak berapa lama akhirnya Rafa dan Asyifa saling melepas pelukan itu dan Asyifa menunduk di depan Rafa.


"Maaf Asyifa tidak bermaksud lancang memeluk kak Rafa," ucap Asyifa yang gugup dengan menunduk karena takut Rafa akan memarahinya.


Rafa belum mendapatkan jawaban apa-apa dari pertanyaannya yang penuh dengan kebingungan mengenai Asyifa dan apa yang terjadi pada istrinya itu sangat aneh.


"Ada apa sebenarnya dengannya?" batin Rafa yang sampai detik ini masih sangat penasaran.


"Ayo kembali ke kamar. Di sini sangat dingin! kau bisa sakit," ucap Rafa dengan lembut. Asyifa mengangguk dan memang harusnya pergi dari tempat itu. Dia juga ingin beristirahat.


"Auhhh," tiba-tiba Asyifa meringgis kesakitan saat melangkah hal itu membuat Rafa melihat ke arahnya.


"Ada apa?" tanya Rafa. Asyifa tidak menjawab membuat Rafa melihat kearah bawah dan melihat Asyifa tidak memakai sendal.


"Kau tidak pakai sendal?" tanya Rafa. Asyifa mengangguk pelan.


"Apa kau gila, bisa-bisanya kau tidak memakai sendal saat keluar," ucap Rafa yang kembali emosi dengan kebodohan Asyifa. Padahal Rafa tidak tau kalau tadi sendal Asyifa putus.


"Benar-benar," desis Rafa yang langsung berjongkok dan mengangkat kaki Asyifa untuk melihat apa yang terjadi pada telapak kaki tersebut.


Rafa meletakkan sebelah telapak kaki Asyifa di atas pahanya dan terlihat luka di telapak itu membuat Rafa kesal dan mengangkat kepalanya melihat Asyifa kembali.


"Lihat dari kecerobohan mu. benar-benar Keterlaluan," umpat Rafa dengan kesal. Asyifa mengakui dia salah hanya diam saja yang tidak berani dengan Rafa yang sangat marah karena Asyifa yang terluka.


********


Asyifa sekarang duduk di salah satu bangku yang ada di dekat pantai yang mana Asyifa sendirian dengan angin yang sepoi-sepoi yang pasti suasana di tempat itu sangat dingin. Tidak lama Rafa pun datang yang tidak tau Rafa dari mana dan membawa kantung plastik dan juga minuman yang berada di dalam cup.


"Minumlah!" ucap Rafa.


Asyifa mengambilnya dan langsung meneguknya. Namun Rafa terlihat berjongkok di depan Asyifa dengan sebelah lutut Rafa menyentuh pasir. Asyifa heran dengan apa yang di lakukan Rafa yang mana Rafa mengangkat sebelah kaki Asyifa meletakkan di pahanya dan membongkar isi plastik yang di tadi di bawanya mengambil tisu untuk membersihkan telapak kaki tersebut.


Rafa juga mengambil karang yang terinjak Asyifa. Pantesan Asyifa kesakitan. Karena banyak pecahan karang yang di injaknya. Namanya juga Asyifa buru-buru berlari dengan ketakutan. Jadi sangat wajar kalau kakinya terluka.


"Auhhhh," rengek Asyifa spontan memegang bahu Rafa dan meremasnya kuat karena kesakitan dengan luka yang di terimanya.


"Salah sendiri. Kenapa seperti anak kecil yang keluar tanpa memakai sendal, lihat akibatnya," cicit Rafa yang sejak tadi mengoceh terus.


"Tadi sendal Asyifa putus saat berlari," ucap Asyifa sembari menahan perih.


"Kenapa berlari-lari. Apa ada yang mengejarmu?" tanya Rafa. Dia memang merasa Asyifa terjadi sesuatu. Karena juga tadi melihat laki-laki yang tidak di kenalnya yang seperti mengikuti Asyifa.


"Di tanya malah diam," kesal Rafa yang sejak tadi tidak mendapatkan jawaban dari Asyifa. Rafa pun kembali mengobati telapak kaki Asyifa yang terluka parah. Baginya memang terluka parah karena Asyifa lari-larian menginjak apa saja sampai ke-2 telapak kaki itu terluka.

__ADS_1


"Jangan manja, ini salahmu jadi bertahanlah," ucap Rafa dengan ketus. Asyifa mengangguk menurut saja.


Walau Rafa mengobati sambil mengoceh. Namun Asyifa terlihat tersenyum ya perhatian kecil itu tiba-tiba membuat hatinya bergetar. Dia tidak tau kenapa.


Tetapi dia sangat bahagia yang seolah di perhatikan Rafa. Bahkan sejak tadi Asyifa hanya terus melihat Rafa yang sangat serius mengobatinya yang sekarang mengusap lembut dengan obat pada telapak kaki itu membuat rasa sakit itu hilang begitu saja.


Rafa juga memberi perban pada ke-2 telapak kaki itu. Perlakuan Rafa membuat Asyifa menemukan sosok lain dari Rafa.


"Lain kali jangan seperti ini. Kaki mu bisa di amputasi jika kau masih tetap saja ceroboh," ucap Rafa dengan menekankan yang melihat ke arah Asyifa dan Asyifa hanya mengangguk saja yang memang akan menuruti Rafa.


Rafa berdiri dari tempat duduknya dan duduk di samping Asyifa dengan menghela napasnya perlahan ke depan dan melihat ke arah Asyifa yang mendadak gugup.


"Kenapa keluar kamar? bukannya kau sedang flu?" tanya Rafa.


"Asyifa sudah merasa enakan dan tidak mau tidur. Makanya keluar kamar. Tetapi Asyifa tidak menemukan kak Rafa dan mencari kak Rafa," jawab Asyifa apa adanya, "Lalu kak Rafa kemana saja dari tadi Asyifa tidak menemukan kak Rafa?" tanya Asyifa.


Dia tau Rafa orang yang sebenarnya jujur dan apa lagi mengenai Miranda akan menjadi kebanggaan sendiri bagi Rafa jika mengatakan dia bertemu Miranda. Namun Asyifa sangat berharap jawaban Rafa kali ini tidak itu. Ataupun jika benar Rafa bertemu Miranda paling tidak Asyifa berharap Rafa berbohong.


"Kak Rafa bertemu Miranda?" tanya Asyifa dengan menebak yang berusaha untuk tenang padahal tangannya saling menatap yang begitu dek-dekan.


Rafa terlihat berpikir.


Flashback


Setelah memberi obat pada Asyifa Rafa langsung keluar dari kamar untuk mencari udara segar. Rafa sebenarnya hanya menguji Asyifa saja. Dia menurut atau tidak dengan apa yang di katakan Rafa. Tentang masalah hak dan kewajiban.


Sebenarnya kalau di lihat dari apa yang terjadi Asyifa justru tidak menolak sama sekali dan memang nyata Asyifa pilek dan Rafa juga tidak mengerti dengan dirinya. Dia sebenarnya niat sungguh-sungguh untuk menyentuh istrinya atau hanya karena kesal dengan kehadiran Abian yang tiba-tiba.


Ya Rafa hanya mencoba untuk menetralkan pikirannya yang bisa di katakan sedang kacau dan tidak tau seperti apa. Rafa baru saja duduk di lobi penginapan dan baru saja menghela napas. Namun tiba-tiba dia melihat Miranda yang membuat Rafa mengkerutkan dahinya.


"Bukannya itu produser Miranda," batin Rafa melihat Miranda dan pria itu cipika-cipiki. Sebenarnya hal itu biasa saja. Apa lagi Miranda wanita yang moderan dan juga seorang selebritis dan kedekatan dengan produsernya hal yang biasa.


Namun saat melihat Miranda dan pria itu Rafa merasa ada hal yang ganjil dan apalagi Miranda merangkul Pria itu dengan mesra membuat Rafa tanda tanya.


Hal biasa seperti itu membuat Rafa yang tiba-tiba merasa tidak biasa dan langsung berdiri dari duduknya yang mana Rafa langsung mengikuti Miranda dan Pria itu. Miranda bahkan tidak menyadari jika Rafa mengikuti dia dan Pria yang di kenal Rafa dan mungkin namanya Rafa tidak ingat.


Sampai akhirnya Rafa menghentikan langkahnya ketika berada di koridor tempat itu dan melihat Miranda dan Pria itu masuk salah satu kamar membuat Rafa mendengus kasar. Rafa langsung mengeluarkan hanphonnya dari dalam sakunya dan menekan kontak Miranda.


"Di mana kamu?" tanya Rafa langsung to the point pada Miranda.


"Sayang aku sedang di rumah. Kamu sendiri bagaimana apa sudah pulang. Aku tidak percaya jika kamu menghubungiku. Tetapi nanti kita bicara lagi ya sekarang aku ada urusan," jawab Miranda membuat Rafa kembali mendengus dan langsung mematikan panggilan telpon itu.


Ya jawaban Miranda sudah kelas bohong. Dia membohongi Rafa. Mengatakan dia ada di rumah dan ternyata berada di dalam kamar dengan Pria lain. Rafa geleng-geleng dan melangkah membalikkan tubuhnya yang seolah tidak mau mengganggu Miranda.


Namun baru ingin melangkah. Rafa mengundurkan niatnya dan malah melangkah maju ke arah kamar Miranda dan sudah berdiri di depan kamar itu dan Rafa langsung mengetuk pintu.


Sepertinya Rafa sudah siap jika apa yang akan di lihatnya nanti. 3 kali mengetuk pintu sampai akhirnya pintu terbuka.


Deg.


Miranda yang membuka pintu langsung terkejut ketika melihat Rafa dan Rafa mendengus kasar dengan tersenyum miring melihat penampilan Miranda di depannya itu. Dengan memakai piyama seksi dengan lengan 1 jari dengan panjang piyama yang hanya sepahanya saja.


"Sayang!" ucap Miranda begitu terkejutnya dan sangat panik dengan Rafa yang tiba-tiba berdiri di depannya. Dengan santai Rafa langsung memasuki ruangan itu.

__ADS_1


"Rafa tunggu!" Panggil Miranda berusaha mencegah Rafa dan Rafa sudah sampai pada ranjang dan memperlihatkan Pria yang di lihatnya tadi tanpa sehelai pakaian dan juga kaget melihat Rafa dan langsung menarik selimut untuk menutup tubuh polosnya yang pasti sebelumnya sudah di servis Miranda.


"Rafa aku bisa jelaskan," ucap Miranda.


"Ternyata kau sangat cepat. Aku tidak percaya jika kau bisa melakukan semua ini. Kau sudah menunjukkan siapa dirimu sebenarnya," ucap Rafa dengan santai dan langsung pergi dari hadapan Rafa.


"Rafa tunggu!" panggil Miranda dengan buru-buru mengambil kardigan piyamanya untuk mengejar Rafa.


"Sial, kenapa pacarnya malah datang," umpat Pria itu yang tau jika itu adalah pacar dari Miranda. Ya semua orang yang bekerja di dunia hiburan memang pasti tau Rafa dan Miranda pacaran.


Dengan berusaha keras Miranda mengejar Rafa yang berusaha agar Rafa mendengarkannya.


"Rafa tunggu dengarkan aku!" ucap Miranda yang menahan lengan Rafa. Namun Rafa langsung melepas kasar dari wanita yang mungkin sudah di nilainya sangat menjijikkan.


"Rafa!" Lirih Miranda yang berlubang air mata.


"Simpan air mata mu itu. Karena itu sudah tidak ada gunanya lagi. Kau benar-benar keterlaluan Miranda. Aku sudah berusaha untuk hubungan kita. Bahkan aku sampai menikah dengan Asyifa. Karena sudah tidak bisa menemukan jalan tepat. Pikiranku buntu dan itu semua gara-gara kau yang tidak menginginkan kita menikah. Tapi apa setelah aku menikah. Kau baru muncul dan mengatakan akan meninggalkan semuanya dan menikah denganku. Aku berusaha Miranda untuk memperbaiki segalanya. Aku berusaha untuk membuatmu di terima keluargaku. Tetapi apa yang kau lakukan. Kau membohongiku dan kau malah berasa dengan pria lain," ucap Rafa dengan marah-marah.


"Aku bisa jelaskan Rafa. Apa yang kamu lihat tidak seperti apa yang kamu pikirkan, aku bisa jelaskan Rafa," ucap Miranda yang menangis dengan air mata buaya.


"Cukup! Jangan bicara lagi!" aku bukan laki-laki yang bodoh yang bisa kau tipu. Apa yang terjadi hari ini sudah menjelaskan bagaimana dirimu yang sebenarnya. Jika duniamu sama dengan dunia gelap yang di katakan mama selama ini," ucap Rafa langsung menjudge buruk Rafa.


"Apa maksud kamu?" tanya Miranda.


"Beginilah dirimu Miranda. Kau wanita seperti ini yang memang cocok dengan Profesi mu," kecam Rafa yang meninggalkan Miranda. Namun Miranda kembali menahannya.


"Aku mencintaimu Rafa dan aku punya alasan untuk melakukan semua ini," ucap Miranda yang berusaha membujuk Rafa.


"Alasan mu hanya demi karir. Jangan pernah menemuiku lagi, menghubungiku. Ternya mama benar. Kau memang tidak pantas menjadi bagian dari keluarga Madison," tegas Miranda menepis kasar tangan Miranda dan langsung pergi.


"Rafa tunggu!" Rafa!" teriak Miranda dan Rafa pergi dengan kemarahannya tanpa memperdulikan Miranda yang berteriak memanggilnya.


"Argggg!" teriak Miranda yang berlutut yang stres sendiri dengan Rafa yang akhirnya mengetahui seperti apa dirinya dan dia dan Rafa benar-benar sudah berakhir.


Miranda pasti sudah tidak bersemangat lagi dan terus berusaha untuk Rafa bisa memaafkannya. Sampai Miranda juga bertemu dengan Asyifa. Ya Miranda sengaja mengarang cerita supaya Asyifa marah. Karena dia tidak ingin Asyifa menjadi menang. Apalagi hubungannya dan Rafa sudah kandas. Apa yang di katakan Miranda pada Asyifa adalah kebohongan besar.


Flasshon


"Kak Rafa!" tegur Asyifa yang melihat Rafa bengong dan bahkan tidak menjawab pertanyaan yang membuat Asyifa benar-benar sangat ingin jawaban itu.


"Ayo kita kembali kekamar!" ajak Rafa yang malas menjawab pertanyaan Asyifa. Ya hati Rafa juga sedang tidak baik. Merasa di khianati setelah berkorban banyak. Bahkan sampai melawan orang tua membuat wanita yang di sampingnya menderita.


"Nanti dulu!" sahut Asyifa yang belum mau pulang.


"Apa lagi," sahut Rafa kesal.


"Minumannya belum habis," sahut Asyifa memberi alasan.


"Kalau begitu cepat habiskan," sahut Rafa yang sudah berdiri.


"Tunggu sebentar, duduklah sebentar melihat gelombang. 15 menit saja," ucap Asyifa. Rafa melihat Asyifa dengan serius


"Please," sahut Asyifa memohon dengan menyipitkan matanya. Rafa berdecak kesal dan akhirnya duduk dengan terpaksa di samping Asyifa membuat Asyifa tersenyum tipis dengan Rafa yang mau menurutinya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2