
Asyifa yang mengerjai Rafa harus tanggung sendiri akibatnya dengan Rafa yang terus berusaha mencium Asyifa sampai akhirnya Rafa memegang ke-2 pipi Asyifa dengan jarak mereka yang sangat dekat dengan napas ke-2nya yang sama-sama saling naik turun saling menerpa dengan perasaan mereka yang saling berdebat dengan tatapan yang dalam itu.
"Kamu tau tidak kalau kamu itu sangat menyebalkan hari hari ini. Apa kamu sengaja Asyifa membuatku kesal. Aku bahkan sudah mengatakan perasaanku kepadamu. Bukannya kamu berpikir untuk membalas perasaanku. Kami malah membuatku kesal," ucap Rafa yang bicara begitu lembut yang terus melihat Asyifa dengan matanya yang menatap begitu dalam.
Asyifa hanya diam dengan napasnya yang belum stabil dan di tengah bengong nya Rafa langsung menempelkan bibirnya pada bibir Asyifa yang akhirnya bibir mereka saling bertautan dan Asyifa tidak menolak atau protes atau tingkahnya seperti biasa yang tidak mau dekat dengan Rafa. Apalagi di cium Rafa. Ya Asyifa memang kumat-kumatan jadi harap maklum saja.
Ciuman itu semakin dalam yang mungkin Rafa harus menuntaskan hasratnya yang sudah sangat merindukan Asyifa. Apa lagi Asyifa membuatnya kesal dan seperti di permainkan. Jadi Rafa tidak akan menghilangkan kesempatan ini untuk mencium sang istri dengan dalam, sedalamnya dengan ke-2 tangan Rafa memegang tengkuk Asyifa yang semakin memajukan wajah Asyifa.
Asyifa yang bersandar di pinggir meja benar-benar hanya pasrah dengan ciuman yang di berikan sang suami kepadanya. Sesungguhnya dia juga menginginkannya dan bisa di katakan juga merindukan momen-moment itu. Namun tubuhnya belakangan ini kumat-kumatan yang terkadang suka dan terkadang tidak suka ada di sisi Rafa. Asyifa sendiri pun tidak mengerti sebenarnya bagaimana perasaannya itu.
Rafa yang masih melanjutkan aksinya dengan tegap mencium sang istri yang mana sekarang Rafa sudah mengangkat tubuh Asyifa ala bridal style. Tanpa melepas ciuman itu. Rafa berjalan menaiki anak tangga dan sampai pada kamar mereka.
Dengan perlahan Asyifa membaringkan lembut tubuh sang istri dan Rafa yang semakin bergairah lebih panas dalam melakukan tautan bibir itu.
Ehegggg.
Tiba-tiba Asyifa muntah dan sial wajah Rafa harus mengenai muntah Asyifa. Asyifa melotot dengan kelakukannya sendiri sampai menutup mulutnya dengan ke-2 tangannya dan Rafa yang bangun dari tubuh Asyifa. Harus menahan kekesalannya dengan ulah istrinya yang seperti anak-anaknya.
"Kak Rafa maaf!" ucap Asyifa pasti hanya bisa meminta maaf atas perbuatannya itu.
"Kak Rafa maaf, ya Asyifa tidak sengaja, mungkin Asyifa kekenyangan makanya sampai muntah, maaf kak Rafa," Asyifa memohon maaf pada Rafa dan Asyifa sungguh benar-benar takut karena Rafa marah dan wajah Rafa menunjukkan betapa kesalnya dirinya.
"Kak Rafa marah ya!" ucap Asyifa yang masih bertanya. Namun Rafa dengan tersenyum menjawabnya
"Tidak Asyifa, aku tidak marah sama sekali kenapa juga harus marah, kamu kan tidak sengaja," jawab Rafa dengan tersenyum yang sangat terlihat terpaksa.
"Aku kekamar mandi dulu!" ucap Rafa dengan tetap masih tersenyum. Namun saat kekamar mandi Rafa menghela napasnya yang terlihat emosi tingkat dewa dengan kelakukan Asyifa. Tetapi sengaja mengatakan tidak apa-apa pada Asyifa yang pasti Rafa ada maunya yang mungkin masih ingin lanjut permainannya dengan Asyifa.
Tidak lama Rafa keluar dari kamar mandi dengan wajahnya yang basah yang sudah di cuci dan Asyifa langsung menghampiri Rafa dengan mengambil tisu dan langsung melap wajah Rafa dengan tisu.
"Maafkan Asyifa ya kak Rafa," ucap Asyifa minta maaf lagi.
" Tidak apa-apa. Kamu sendiri bagaimana apa kamu baik-baik saja?" tanya Rafa
"Hmmm, baik-baik saja. Asyifa juga bingung kenapa tiba-tiba Asyifa itu jadi mual dan perut Asyifa benat- tidak enak," ucap Asyifa dengan wajahnya yang terlihat lemas dan pucat.
Rafa memegang pipi Asyifa, "apa kamu sakit?" tanya Rafa.
__ADS_1
"Tidak juga hanya tiba-tiba merasa tidak enak badan," jawab Asyifa.
"Kalau begitu kita ke Dokter, kamu sepertinya tidak sehat," ucap Rafa yang melihat Asyifa memang pucat dan Rafa takut terjadi sesuatu apalagi Asyifa baru saja terluka ya siapa tau Asyifa kenapa-kenapa.
"Tidak usah kak Rafa.. Asyifa mau istirahat aja," jawab Asyifa menolak tawaran Rafa.
"Kamu yakin?" tanya Rafa. Asyifa menganggukkan kepalanya.
"Ya sudah kalau begitu kita istirahat saja," ucap Rafa yang harus pasrah dengan tidak melanjutkan aksinya karena sang istri yang tidak enak badan dan mana mungkin dia egois dan lebih baik sang istri di suruh untuk istirahat.
Asyifa dan Rafa menaiki ranjang dan saat Rafa ingin memeluk Asyifa. Asyifa kumat lagi yang tidak ingin di peluk dan memilih untuk memeluk guling dengan membelakangi Rafa. Rafa lagi-lagi hanya menghela napas dengan kelakukan istrinya yang benar-benar sudah tidak bisa di selamatkan.
Rafa padahal hanya berbicara yang membuat Asyifa kesal malam itu di mana Rafa menyuruh Asyifa mencari kebahagiaan sendiri. Tetapi sekarang Rafa malah mendapatkan hukuman menurutnya berlebihan. Sudah tau dia itu tidak bisa menahan diri dan Asyifa malah bertingkah dengan terus menghindar darinya dan Asyifa lebih menganggap guling lebih berharga dari pada dirinya. Ya seperti itulah Asyifa byabg membuat sang suami kesal dan harus pasrah dan tidak tau sampai kapan istrinya itu akan menghukum dirinya.
**********
Pagi-pagi sekali kembali tiba Rafa dan Asyifa masih betah di Bali. Mungkin mereka ingin liburan lagi di Bali. Asyifa dan Rafa sangat menikmati hari-hari mereka di Bali dan tidak apa-apa hitung-hitung untuk menambah kedekatan di antara ke-2nya.
Asyifa yang sudah cantik dengan stelan gamis syar'i nya yang terlihat sangat cantik keluar dari kamar menuruni anak tangga.
"Kak Rafa dengarkan Zee dulu kak Rafa. Semauanya tidak seperti apa yang kak Rafa pikirkan. Zee pulang terlebih dahulu karena Zee ada kuliah mendadak dan kak Asyifa saat itu belum bisa pulang," ucap Zee yang terlihat menjelaskan semuanya pada Rafa.
Tetapi sebenarnya Zee sudah telat. Karena memang tidak ada salah paham yang terjadi dan tadi Zee yang begitu sampai di Villa langsung merocos menjelaskan pada Rafa dan Rafa mendengarkan saja dengan cuek. Dia sengaja membuat adiknya itu lelah sendiri dengan semua penjelasannya yang padahal tidak ada apa-apa sama sekali.
Ya mungkin Rafa sangat butuh hiburan kali ya. Jadi Zee harus sudah payah dengan penjelasannya yang tidak masalah sama sekali.
"Zee kamu kapan datang?" tanya Asyifa yang menuruni anak tangga dan langsung di hampiri Zee.
"Kak Asyifa apa yang terjadi pada kakak. Paa kak Rafa marah besar pada kak Rafa. Apa kak Rafa memaki kak Rafa?" tanya Zee dengan beribu pertanyaan yang membuat Asyifa heran dengan dahinya yang mengkerut.
"Apa maksud kamu Zee?" tanya Asyifa melihat ke arah Rafa dan Rafa dengan santai mengangkat ke-2 bahunya yang dari wajahnya Asyifa sudah tau kalau Rafa mengerjai adiknya.
"Kak Asyifa Zee udah mencoba untuk menjelaskan semuanya. Kenapa Zee pulang duluan dan kak Asyifa tidak. Zee sudah berusaha kak. Tetapi nyatanya kak Rafa tidak mau mendengarkan Zee dan Zee yakin dia pasti salah paham kan pada kak Asyifa," ucap Zee dengan wajah paniknya.
"Memang harus menjelaskan apa sih Zee?" tanya Asyifa dengan heran.
"Ya semuanya kak," sahut Zee, "kak Asyifa kenapa malah terlihat santai begini coba. Memang kak Asyifa tidak peduli apa dengan kak pernikahan kak Asyifa dan kak Rafa," ucap Zee yang sejak tadi mengoceh terus.
__ADS_1
"Sudah-sudah lah Zee tidak ada yang perlu di khawatirkan dan kamu ini hanya sedang berlebihan saja. Karena pada dasarnya kakak dan kak Rafa tidak ada apa-apa sama sekali," ucap Asyifa yang apa adanya.
"Maksudnya kak Asyifa. Kak Rafa tidak marah-marah pada kak Asyifa." tanya Zee mastikan.
"Untuk apa juga aku marah-marah padanya, kamu itu berlebihan sekali, sangat tidak perlu juga orang marah-marah kamu suruh marah-marah. Dasar aneh," ucap Rafa dengan geleng-geleng kepala.
"Lalu kalau begitu kenapa kak Rafa tidak bilang dari tadi dan malah membiarkan Zee menjelaskan hal yang tidak perlu di jelaskan sama sekali," ucap Zee dengan kesal.
"Tidak apa-apa supaya kamu ada kerjaan," sahut Rafa dengan santainya.
"Isss kak Rafa benar-benar ya keterlaluan.
"Sudah-sudah jangan bertengkar lagi, sekarang ayo Zee kamu sana istrirahat kamu pasti capek hari ini. Jadi sebaiknya kamu istirahat dulu," ucap Asyifa dengan lembut.
Namun Zee masih kesal dengan kakaknya yang mengerjainya.
"Apa lihat-lihat sana masuk, ganggu aja datang-datang ke Bali segala," sahut Rafa.
"Issss menyebalkan," desis Zee dengan kesal.
"Sudah Zee sana masuk. Kakak buatkan kamu sarapan, nanti kakak antar kekamar kamu," ucap Zee.
"Iya kak," sahut Zee yang masih kesal dan langsung pergi dengan menatap horor kakaknya yang sangat menyebalkan itu.
"Kak Rafa kenapa harus mengerjai Zee seperti itu. Lihat dia sangat khawatir tentang hubungan kita sampai bela-belain buat menyusul ke Bali," ucap Asyifa.
"Tidak apa-apa Asyifa. Lumayan untuk hiburan," sahut Rafa dengan santainya.
"Kak Rafa ini benar-benar ya, adik sendiri di katakan untuk hiburan," ucap Asyifa geleng-geleng kepala.
"Sudahlah Asyifa mau buat sarapan dulu untuk kak Rafa dan juga Zee," ucap Asyifa.
"Kamu tidak mau kita pesan makanan aja?" tanya Rafa.
"Tidak usah Asyifa memasak saja oh iya kak Rafa mau di masakin apa?" tanya Asyifa dengan lembut.
"Apa aja yang penting kamu yang memasaknya," sahut Rafa dengan manisnya.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu Asyifa akan masak sebentar," ucap Asyifa. Rafa menganggukkan kepalanya.
Bersambung