
Abian kembali mengejar Zee dan akhirnya berhasil menghampiri Zee.
"Zee tunggu sebentar," ucap Abian yang tampak memohon untuk Zee.
"Apa sih!" sahut Zee yang lama-kelamaan kesal dengan Abian.
"Ayo kita bicara sebentar," ucap Abian.
"Apa yang mau di bicarakan. Kalau mau bicara. Bicara sana sama pengacaramu dari calon istrimu itu," sahut Zee dengan ketus.
"Kamu salah paham. Aku tidak menggunakan pengacara untuk proses perceraian kita. Karena aku juga tidak ingin bercerai denganmu," ucap Abian.
Mendengarnya Asyifa terlihat menghela napas yang sepertinya sangat mengharapkan pasangan itu kembali rujuk.
"Jangan omong kosong. Kau mengatakan tidak ingin bercerai. Tapi kau menjatuhkan talak kepadaku," sahut Zee.
"Aku benar-benar menyesal Zee. Aku menyesali perbuatanku dan talak yang aku jatuhkan baru talak satu. Kita bisa kembali rujuk Zee," ucap Abian dengan wajahnya yang tampak sungguh-sungguh dengan perkataannya dan Asyifa bisa melihat hal itu melihat keseriusan Abian untuk memperbaiki rumah tangganya.
"Aku mohon Zee. Jangan mengakhiri pernikahan kita. Mari rujuk," ucap Abian dengan sungguh-sungguh dan bahkan mengatakannya di depan Asyifa.
"Aku tidak mengubah keputusanku. Kau jangan sok manis. Saat ada orang lain. Aku tidak peduli kau menyesal apa tidak yang pada intinya. Aku tidak ingin rujuk dengamu," tegas Zee yang ternyata tidak mudah luluh dari Abian.
"Zee kenapa tidak memberiku kesempatan. Aku tau semua kesalahanku, aku yang memulai semuanya. Tapi aku tidak ingin perpisahan dalam rumah tangga kita. Jadi aku mohon jangan seperti ini. Kita, aku dan kamu sama-sama punya kesalahan dan kita masih bisa memperbaiki semuanya. Jadi jangan seperti ini. Kasih aku kesempatan untuk menjadi suami yang bertanggung jawab untukmu," ucap Abian.
__ADS_1
"Kak.Abian memang terlihat sangat menyesal dengan perlakuannya kepada Zee. Namun Zee juga sangat terluka sampai terlihat menutup hati pada kak Abian," batin Asyifa yang berada di tengah-tengah ke-2 orang yang berdebat itu yang hanya diam dan memulai keduanya dari karakter ke-2nya.
"Tidak perlu kita rujuk. Aku sudah tidak menginginkan pernikahan ini," tegas Zee yang tetap pada pendiriannya dan meninggalkan Abian.
"Zee!" panggil Abian. Namun Zee tetap masuk dan tidak peduli pada Abian.
Abian membuang napasnya perlahan kedepan dengan mengusap wajahnya dengan ke-2 tangannya.
"Kak Abian apa yang kakak katakan tadi kepada Zee itu sungguh-sungguh?" tanya Asyifa dengan lembut.
"Iya Asyifa itu memang sungguhan. Jika aku benar-benar menyesal melakukan semua ini kepada Zee dan aku ingin menebus kesalahanku dan memperbaiki rumah tangga kami. Hanya itu yang aku inginkan," ucap Abian dengan suara beratnya.
"Alhamdulillah jika niat kak Abian sudah ada untuk hal itu. Tinggal sekarang kak Abian yang harus berjuang pada Zee. Kak Abian jika memang sungguh-sungguh ingin memperbaiki rumah tangga kak Abian. Maka kejarlah Zee dan luluhkan harinya. Insyaallah Zee akan lunak dan bisa memikirkan keutuhan pernikahannya," ucap Asyifa yang memberi saran.
"Terima kasih Asyifa kamu malah mendukungku. Aku akan berusaha untuk semua ini," ucap Abian yang bersemangat. Karena ada yang mendukung niatnya untuk rujuk dengan Zee.
********
Zee dan Abian melakukan mediasi dan tidak tau apa yang di lakukan di dalam ruangan mediasi dan bagaimana pembahasannya. Dan Asyifa sekarang sedang menunggu di luar. Karena memang orang yang tidak berkepentingan tidak bisa ikut.
Asyifa hanya duduk sembari mengetik pesan pada suaminya yang mengabari suaminya. Karena memang dia belum mengabari Rafa. Walau sudah minta izin pada Rafa saat tadi ingin pergi. Namun tetap harus mengabari sang suami.
Baru saja mengirim pesan. Tiba-tiba Syira lewat dan Syira tersenyum pada Asyifa.
__ADS_1
"Syira," ucap Asyifa berdiri dari tempat duduknya dan menghampiri Syira yang tadinya ingin pergi.
"Ada apa ya Asyifa?" tanya Syira.
"Kenapa memanggil Pak Danu untuk menjadi pengacara kak Abian. Bukannya kak Abian tidak membutuhkan pengacara untuk proses perceraiannya dengan Zee?" tanya Asyifa.
"Oh itu. Justru itu. Kak Abian pasti tidak sempat memanggil pengacara. Makanya aku berinisiatif untuk papa mendampingi kak Abian. Agar prosesnya mudah dan cepat," jawab Syira.
"Dari apa yang kamu katakan. Kamu seperti sangat bahagia sekali dengan perceraian Zee dan juga kak Abian. Apa sungguh ini yang kamu inginkan," ucap Asyifa membuat Syira terdiam dengan menelan salivanya.
"Syira tidak ada yang tau kapan dan di mulai dari mana kamu berhubungan dengan kak Abian. Bahkan aku saja tidak tau. Jika kalian sedang merencanakan pernikahan dan kak Abian juga tidak mengatakan apa-apa. Jangan merasa Syira kamu menjadi korban. Karena kamu tidak jadi menikah dengan kak Abian. Zee justru di sini yang menjadi korbannya. Dia lah korban sesungguhnya," ucap Asyifa.
"Asyifa kamu bicara seperti ini dan memojokkanku jelas karena Zee adalah adik iparmu dan kamu pasti berpihak padanya," sahut Syira.
"Aku tidak berpihak pada siapa-siapa. Bagiku yang salah di mataku akan menjadi salah dan kamu, atau kita sama-sama sangat paham dengan ilmu ke agamaan. Syira seharusnya kamu juga bisa membuka mata kamu dengan semua yang terjadi di desa,"
"Abian dan Zee tidak melakukan apa-apa di rumah itu," sahut Syira memotong pembicaraan Asyifa.
"Asyifa stop menyalahkan ku dan terserah kamu mau menganggapku seperti apa. Aku percaya jika Abian tidak melakukan apa-apa di rumah itu. Warga hanya memfitnah kak Abian saja," ucap Syira dengan yakin.
"Kamu sangat yakin dengan hal itu. Lalu bagaimana dengan kak Abian yang menikahi Zee dengan menggantikan hukuman Zee. Apa kamu juga tidak bisa membuka mata kamu dan melihat dari sisi itu. Jika kak Abian pasti ada sesuatu dengan Zee sampai rela melakukan semua itu," ucap Asyifa membuat Syira terdiam.
"Kamu tau Syira. Allah akan memberi hukuman yang sangat besar kepada hambanya yang telah menjadi orang ke-3 di dalam rumah tangga pasangan suami-istri. Jika kamu mengatakan Zee yang melakukan itu. Itu salah besar. Karena kamu dan Abian belum menikah sama sekali. Tetapi apa yang kamu lakukan, dengan berusaha semampu kamu untuk memisahkan suami istri. Maka Allah tidak akan tinggal diam," ucap Asyifa dengan bicara tanpa di rem dan Syira hanya diam mendengarnya.
__ADS_1
"Aku permisi!" ucap Asyifa yang sudah merasa cukup dengan perkataannya dan langsung pergi dan Syira masih diam di tempatnya.
Bersambung