Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah

Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah
Bab 205


__ADS_3

Mobil yang di kendarai Rafa berhenti di depan sebuah Vila yang begitu indah yang berada di kesakitan pepohonan pinus dengan pemandangan yang menuju laut dengan nuansa Vila yang di lapisi dengan kaca dan sehingga membuat keindahan tersendiri.


Rafa keluar dari mobil dan membuka pintu mobil di bagian sebelahnya dan istrinya keluar dari dalam mobil dengan Asyifa yang melihat ke sekitarnya dan melihat keindahan ciptaan tuhan yang membuat hatinya bergetar dengan bola mata yang berbinar menatap kagum dengan penuh syukur atas keindahan dan udara yang segar yang di hidupnya.


"Kita menginap di sini?" tanya Asyifa.


"Iya sayang, aku ingin tinggal beberapa hari bersamamu di sini hanya kita bertiga, kamu aku dan anak kita," ucap Rafa yang ternyata ingin menghabiskan banyak waktunya untuk istrinya tercinta.


"Beberapa hari. Lalu bagaimana dengan pekerjaan kak Rafa?" tanya Asyifa yang pasti heran. Apa lagi suaminya itu sangat gila kerja.


"Bagiku kamu proritas utamaku saat ini dan pekerjaan justru no sekian sesuai janjiku. Aku ingin kita berdua liburan," ucap Rafa.


"Apa ini akan menjadi bulan madu lagi?" tanya Asyifa.


"Lebih dari bukan madu," kawan Rafa, "kamu suka?" tanya Rafa.


"Alhamdulillah kak Rafa. Asyifa sangat suka, sangat bahagia, makasih ya kak Rafa selalu punya cara untuk membuat Asyifa bahagianya," ucap Asyifa yang terharu dengan effort dari sang suami.


"Aku yang bahagia yang masih di beri banyak waktu untuk bahagia bersamamu," sahut Rafa dengan kata-kata yang sepertinya menjurus ke hal lain. Namun Asyifa hanya mengangguk tersenyum yang merasa itu hanya perkataan saja dan tidak ada makna dari perkataan itu yang sebenarnya ada makna takut kehilangan.


"Ya sudah sekarang kita masuk, kita lihat tempat tinggal kita!" ajak Rafa.


Asyifa kembali mengangguk dan Rafa membuka bagasi mobil dengan Rafa mengeluarkan koper mereka dan harus dengan bergandengan tangan mereka sama-sama memasuki Vila yang sangat unik tersebut yang pasti akan sangat nyaman untuk di tempati berdua.


**********


Asyifa dan Rafa sudah memasuki Vila dengan Asyifa yang terus melihat ke sekitar Vila yang di lapisi dengan kaca dan bisa melihat pemandangan langsung keluar yang membuat Asyifa lagi dan lagi sangat bahagia.


"Di sana kamar kita!" tunjuk Rafa yang menuntun istrinya dan mereka langsung memasuki kamar mereka dan ketika masuk kamar. Kamar itu tidak jauh lebih indah dengan pemandangan Viu yang langsung melihat ke lautan yang indah.


"Kamu suka?" tanya Rafa.


"Sangat suka kak Rafa, semu yang kak Rafa lakukan Asyifa sangat suka," jawab Asyifa yang pasti sangat jujur.

__ADS_1


"Alhamdulillah kalau kamu suka," sahut Rafa. Asyifa mengangguk dan berjalan mendekati koper.


"Mau ngapain?" tanya Rafa.


"Mau menyusun pakaian kita," jawab Asyifa.


Rafa tiba-tiba menggendong Asyifa ala bridal style dan mendudukkan Asyifa di pinggir ranjang yang membuat Asyifa kaget dengan apa yang di lakukan suaminya.


"Tuan putri harus istrahat. Biarkan aku yang melakukannya," ucap Rafa dengan tiba-tiba.


"Tapi tidak apa-apa kak Rafa lagian Asyifa juga tidak capek," sahut Asyifa yang tidak mau menyusahkan suaminya.


"Tapi kamu adalah tamu di Villa ini dan harus di layani dengan baik dan sekarang adalah tugasku untuk melakukan semua pekerjaan kamu dari yang kecil sampai yang besar," ucap Rafa dengan mendekatkan wajahnya pada istrinya yang berbicara serius.


"Tapi itu sangat aneh. Itu kan tugas istri dan kak Rafa tidak perlu melakukannya selagi Asyifa masih bisa," sahut Asyifa.


"Tapi sekarang kamu bukan hanya istri saja. Tetapi juga tuan putri. Jadi pekerjaan ini akan menjadi pekerjaan ku dan istri ku yang cantik ini tidak boleh repot sama sekali," ucap Rafa begitu lembutnya membuat Asyifa tersenyum mendengarnya.


"Kak Rafa terlalu berlebihan," sahut Asyifa dengan geleng-geleng.


"Oke," sahut Asyifa dengan menganggukkan kepalanya. Rafa mencubit gemas pipi istrinya dan langsung melanjutkan pekerjaannya dengan mengeluarkan pakaian mereka dari dalam koper ke lemari yang ada di dalam kamar dan Asyifa pasti akan menjadi penonton yang baik dengan Asyifa yang terus tersenyum melihat suaminya yang merayakan dirinya dan bagaimana dia tidak bahagia sebagai istri.


************


Asyifa keluar dari kamar mandi yang selesai bersih-bersih dengan menggunakan gamis simple dan tanpa memakai jilbab. Tidak melihat suaminya berada di kamar membuat Asyifa langsung keluar dari kamar untuk mencari suaminya yang ternyata Rafa sedang beraktivitas di dapur dan lagi-lagi melihat hal itu membuat Asyifa tersenyum.


Rafa tetap konsisten dalam kata-katanya yang ingin memanjakan Asyifa dan Asyifa tidak boleh melakukan apa-apa. Asyifa menghela napas dan melangkah mendekati Rafa.


"Dorr," ucap Asyifa yang membuat Rafa Rafa terkejut.


"Asyifa," sahut Rafa dengan mengusap dadanya dan Asyifa tertawa terbahak-bahak melihat suaminya yang wajahnya sangat lucu saat terkejut.


"Kamu malah tertawa lagi, kamu itu jahil sekali," ucap Rafa geleng-geleng.

__ADS_1


"Maaf kak Rafa. Habisnya kak Rafa sangat serius sampai tidak sadar Asyifa ada di sini," ucap Asyifa yang sudah mengurangi tawanya.


"Ya tapi nggak usah pake acara bikin kaget juga. Jantungku hampir copot," ucap Rafa dengan wajahnya nya yang masih datar karena memang benar-benar terkejut.


Asyifa yang merasa bersalah langsung mencium pipi suaminya dengan lembut.


"Jangan marah pada Asyifa. Asyifa tidak sengaja kak Rafa," ucap Asyifa dengan lembut.


"Aku mana mungkin marah, tapi kaget saja tadi," sahut Rafa membuat Asyifa tersenyum.


"Kak Rafa memang sedang masak apa?" tanya Asyifa.


"Masak makanan yang paling kamu sukai," jawab Rafa.


"Oh iya, memang kak Rafa bisa masaknya?" tanya Asyifa ragu.


"Bisa dong sayang, karena aku sudah mempelajari resepnya," jawab Rafa.


"Dapat resep dari mana?" tanya Asyifa heran.


"Dari ibu. Ini dia," jawab Rafa yang menunjukkan buku resep kecil dengan tulisan tangannya yang di berikan sang ibu mertua kepada-nya.


"Kak Rafa sampai bertanya pada ibu?" tanya Asyifa yang sangat terkejut dengan usaha sang suami.


"Iya sayang. Makanya aku dapat resepnya dan sekarang ingin membuat makanan untuk istriku tercinta," jawab Rafa.


"Wau kak Rafa benar-benar God," sahut Asyifa geleng-geleng yang tidak menyangka sang suami akan sebegitu nya kepadanya.


Rafa mendekati Asyifa dan langsung menggendong Asyifa duduk di atas meja.


"Kamu sekarang hanya menjadi penonton dan lihatlah suami tampanmu ini bagaimana memasak," ucap Rafa.


"Baik-baik kak Rafa. Silahkan di lanjutkan," sahut Asyifa. Rafa tersenyum dengan mengusap-usap pucuk kepala Asyifa sehingga membuat rambutnya sedikit berantakan dan Rafa pun kembali memasakkan yang di saksikan istrinya sendiri.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2