Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah

Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah
Episode 233


__ADS_3

"Seharusnya papa tidak pernah membantumu, kau itu lupa kacang pada kulitnya, apa belum cukup dengan kalian yang sudah menghancurkan hubunganku dengan Abian. Hanya karena adik iparmu yang terlalu obsesi kepadanya. Lalu sekarang sepupumu yang juga menghancurkan masa depanku dan kalian datang seolah membelanya dan menyalahkanku atas semua kejadian itu," ucap Syira dengan matanya yang bergenang.


"Syira aku tidak bermaksud Syira. Mohon kamu jangan tersinggung dan jangan salah paham. Kami sama sekali tidak ada niat seperti itu Syira," ucap Asyifa.


"Sudahlah sebaiknya kalian pergi dari sini. Kalian itu datang kemari hanya untuk menghinaku dan menertawakanku. Jadi sebaiknya pergi dari sini dan jangan pernah kembali lagi," tegas Syira yang berdiri dari tempat duduknya dan hendak mengusir Asyifa dan juga Lulu sampai Asyifa dan Syira juga ikut berdiri.


"Kamu tenang dulu Syira dengarkan kita dulu. Kita tidak ada maksud untuk menghina atau menertawakan kamu. Kita datang kemari hanya butuh kebenarannya," sahut Lulu menegaskan.


"Apa kamu bilang kebenaran. Jadi maksud kamu aku itu bohong. Apa perlu aku menjelaskan kepada kalian bagaimana hal itu terjadi. Apa aku harus menceritakan dengan detail bagaimana aku dan Dedi melakukan hal itu," ucap Syira yang marah-marah yang emosinya terpancing.


"Ada apa ini, kenapa ini jadi ribut!" tiba-tiba Sahila datang dan heran melihat keributan yang terjadi.


"Apa lagi mah kalau bukan mereka yang datang kemari hanya menyuruhku untuk mencabut pernyataan ku. Mereka ingin aku menutupi semua ini, mereka datang kemari atas suruhan Dedi. Karena Dedi tidak ingin bertanggung jawab," tegas Syira menuduh Lulu dan Asyifa.


"Astagfirullah Al Adzim Tante itu tidak benar, bukan itu maksud kedatangan kami," sahut Asyifa yang mencoba untuk menenangkan keadaan.


"Alah sudahlah, Asyifa kamu itu benar-benar wanita tidak tau terima kasih," ucap Syira yang menarik tangan Asyifa yang hendak mengusirnya.


"Asyifa!" panggil Lulu yang panik melihat Asyifa di tarik Syira ke luar dari rumah tersebut.


"Syira!" Sahila pun ikut keluar. Karena Tidka mau juga akan terjadi sesuatu nantinya.


Sesampainya di luar. Zee melihat Syira yang di seret keluar dan membuat Zee kaget dan langsung buru-buru keluar dari mobil.


"Pergi dari sini!" bentak Syira dengan mendorong Asyifa dan hampir saja jatuh untuk Zee datang tepat waktu yang berhasil memegang tubuh kecil Asyifa.


"Ya ampun kak Asyifa," ucap Zee yang panik.


"Asyifa!" sahut Lulu yang juga membantu Asyifa.


Asyifa, Lulu dan Zee saling berhadapan dengan Syira dan Sahila.


"Apa yang kau lakukan," sahut Zee yang menantang yang tidak bisa tinggal diam.


"Kau berani sekali datang kerumahku. Kau belum puas merebut Abian dariku," sahut Syira yang melihat keberadaan Zee semakin murka.


"Kau masih mencintai suamiku. Oh lalu bagaimana dengan kehamilanmu dengan Abian. Jangan-jangan bohong lagi," sindir Zee yang tidak bisa menye-menye.

__ADS_1


"Apa katamu," sahut Syira maju mendekati Zee yang tidak terima dengan perkataan Zee.


"Apa," sahut Zee yang menantang balik dengan menegakkan kepalanya yang tidak takut dengan Syira.


"Zee sudah," Asyifa langsung melerai ke-2 orang yang saling menantang itu.


"Bagaimana mungkin semua orang bisa percaya dengan kau dan Dedi. Kau itu pasti menjebaknya, dengan laki-laki mana hah! kau itu berbuat seperti itu hah!" ucap Zee dengan pedas.


"Tutup mulutmu. Kau itu jangan berbicara soal menjebak. Kau sendiri sudah menjebak Abian," sahut Syira semakin emosi.


"Kau itu selalu saja menyebut nama suamiku. Menyebut nama suamiku seolah-olah mencintainya, tetapi berzinah dengan orang lain dan meminta pertanggung jawaban dengan orang yang tidak bersalah, hidupmu sangat menyedihkan," kecam Zee yang tidak peduli kata-kata itu kasar atau tidak.


Hal itu jelas membuat Syira panas dengan mengepal tangannya dan langsung melayangkan ke pipi Zee.


Plakkk.


Suara tamparan itu begitu kuat membuat semua orang terkejut dengan mata terbuka bulat dan mulut yang menganga.


"Astagfirullah Zee," lirih Asyifa yang terkejut


Zee yang masih memegang pipinya yang pasti sangat panas terlihat geram dengan giginya di rapatkan nya.


Plakkk.


Zee langsung membalas tamparan itu dan lagi-lagi membuat semua orang kaget dan Sahila mama dari Syira lebih terkejut dengan menutup mulutnya dengan ke-2 tangannya.


"Kau menamparku," sahut Syira yang tidak terima.


"Kenapa? kau yang berani menamparku," sahut Zee.


"Aku menamparku karena mulutmu yang tidak bisa kau jaga," sahut Syira.


"Apa yang aku katakan adalah kebenarannya. Jika kau memang wanita seperti itu. Bukannya belajar dari kesalahan, mengakui kesalahan atas perbuatanmu yang merusak rumah tangga orang lain, malah menuduh orang lain menghamili dirimu. Jelas-jelas anak yang kau kandung bukan anak Dedi. Tapi anak dari Pria yang tidak tau siapa dan semua itu karena perbuatanmu yang suka berzina," kecam Zee lagi yang kalau bicara terkadang suka benar.


"Kau!!!!" Syira yang terpancing lagi mengangkat tangannya untuk memukul Zee lagi. Namun kali ini tangan itu tidak mendarat di pipi Zee. Karena pergelangan tangan Syira yang tiba-tiba tertahan dengan cengkraman tangan.


Syiria melihat kearah pemilik tangan itu dan ternyata itu adalah Abian. Zee merasa lega dengan kedatangan suaminya yang tidak datang sendiri dan bersama Rafa dan juga Dedi.

__ADS_1


Abian langsung menjatuhkan kasar tangan Syira sampai tubuh Syira bergerak, mundur dan mengenai mamanya dan untung ada mamanya jika tidak Syira bisa jatuh


"jangan berani-beraninya kau menyentuh istriku," tegas Abian dengan penuh penekanan.


"Kak Abian," lirih Zee.


"Kamu tidak apa-apa?" tanya Abian memegang pipi Zee yang memerah. Zee hanya menggelengkan kepalanya.


"Kamu tidak apa-apa Asyifa?" tanya Rafa yang juga panik pada Asyifa.


"Nggak apa-apa kak," jawab Asyifa.


"Apa-apaan ini. Apa yang kau lakukan Syira?" tanya Rafa.


"Jangan tanya aku. Tapi tanya pada istrimu, adikmu yang datang kerumah ini menghinaku," ucap Syira.


"Ini hanya salah paham," sahut Asyifa.


"Kau masih mengatakan salah paham. Jelas-jelas kau itu datang menghinaku. Mama lihat sendiri kan bagaimana mereka ini. Ini yang membuatku untuk tidak jujur dengan apa yang terjadi antara aku dan Dedi. Karena mereka semua akan memperlakukan ku seperti ini," teriak Syira yang mencari pembelaan.


"Kalian semua benar-benar jahat dan termasuk kamu Dedi. Kamu itu seharusnya bertanggung jawab dan bukan menyuruh mereka semua untuk mencabut pernyataan Syira," sahut Sahila dengan marah-marah.


"Kami datang tidak ada hubungannya dan tidak di suruh kak Dedi," sahut Lulu.


"Alah kalian semua itu sama saja," sahut Syira.


"Kau jangan menuduh ya Syifa," sahut Zee.


"Kau itu jangan ikut campur," sahut Syira.


"Cukup!" bentak Dedi membuat semua orang diam, "aku bilang hentikan. Syira yang punya masalah kita berdua. Kau tidak perlu main tangan kepada Zee atau berani mendorong-dorong Asyifa. Mereka semua keluargaku dan kau ingin kita menikahkan. Maka aku akan menikahimu," tegas Dedi yang kelihatannya lelah dengan semua yang di hadapinya. Karena yang adanya masalahnya akan semakin banyak.


"Dan aku ingin bicara padamu," sahut Dedi yang memegang pergelangan tangan Syira.


"Aku tidak mau," sahut Syira menolak dan melepaskan tangannya dari Dedi. Ya pasti Syira takut bicara dengan Dedi.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2