Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah

Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah
Episode 172


__ADS_3

Asyifa dan Rafa sekarang sama-sama duduk di atas tempat tidur yang saling berhadapan dengan rambut Asyifa yang sudah basah saja dan hanya memakai bathrobe. Sementara Rafa memakai pakaian santai dengan kaos putih yang juga dengan rambut yang basah dengan Rafa yang menyuapi Asyifa seblak.


"Makasih ya kak Rafa sudah membelikan Asyifa seblak, tiba-tiba saja perut Asyifa keroncongan dan ingin seblak dan kak Rafa langsung gercep untuk membelikannya. Makasih kak Rafa," ucap Asyifa yang begitu bahagia dengan wajahnya yang berseri-seri.


"Sama-sama sayang, kamu tidak perlu berterima kasih," sahut Rafa dengan lembutnya sembari menyuapi Asyifa.


"Kak Rafa beli di mana ini. Pasti sangat sulit mendapatkannya?" tanya Asyifa.


"Tidak juga jualannya ada di ujung komplek dan tidak ada yang sulit kalau hanya untuk kamu," jawab Rafa.


"Makasih sekali lagi," ucap Asyifa yang langsung mencium pipi Rafa dan membuat Rafa tersenyum dengan ke-2nya saling melihat yang benar-benar penuh dengan cinta dan ketulusan.


"Kamu sangat bahagia tampaknya hari ini?" tanya Rafa.


"Bagaimana tidak bahagia, kak Rafa menemani Asyifa dan Asyifa sudah merasa jauh lebih baik, lebih segar sekarang," jawab Asyifa.


"Karena apa. Apa karena transferan energi dari ku?" tanya Rafa. Asyifa menganggukkan kepalanya.


"Energi, sentuhan dan cinta yang kak Rafa berikan di hari ini," sahut Asyifa.


"Lalu apa mau lagi?" tanya Rafa dengan menaikkan 1 alisnya membuat senyum Asyifa jadi memudar dengan terlihat bingung.


"Tapi sudah mandi," sahut Asyifa. Rafa mendengus tersenyum dengan wajah Asyifa yang begitu menggemaskan.


"Aku hanya bercanda, masih banyak hari untuk kita lakukan lagi," sahut Rafa yang bicara tidak pernah mengedipkan matanya dari memandang Asyifa. Asyifa mengangguk dengan salah tingkah.


"Hmmm, katakan dengan jujur kepadaku," ucap Rafa.


"Apa?" tanya Rafa.


"Semua ini kamu yang meminta atau anak kita?" tanya Rafa yang harus tau kejelasanmya.

__ADS_1


Dengan menghilangkan gengsinya yang begitu tinggi. Asyifa menunjuk dirinya sendiri. Jika dia yang memang ingin Rafa dan dia bermesraan bersama-sama. Rafa jadi salah tingkah saja. Jika Astaga sudah mengatakan dirinya membuat Rafa harus melompat-lompat dengan sang istri yang sekarang benar-benar semakin lama semakin menjadi-jadi.


"Jangan mengejek Asyifa ya," ucap Asyifa. Rafa mengangguk-anggukkan dan mengelus-elus pucuk kepala Asyifa.


"I Love you," ucap Rafa.


"I Love you to," sahut Asyifa.


"Kamu makan lagi," ucap Rafa yang kembali menyuapi Asyifa. Asyifa mengangguk dengan membuka mulutnya.


"Oh iya kak Rafa kak Abian masih ada di sini?" tanya Asyifa tiba-tiba.


"Iya dan tadi lagi Zee mengatakan kepada semua orang jika dia benar-benar akan bercerai," ucap Rafa yang membuat Asyifa terkejut.


"Astagfirullah. Jadi Zee tidak akan mengubah keputusannya," sahut Asyifa yang pasti sangat menyayangkan hal itu.


"Aku juga tidak bisa berbuat apa-apa Asyifa. Zee yang menjalaninya dan dia juga akan menderita jika melanjutkan hubungannya dengan Abian dan aku juga tidak bisa menyalahkan Abian sepenuhnya. Mungkin aku hanya menyayangkan dengan keputusan Abian yang menikahi Zee saat itu. Tetapi setelah semua ini terjadi, sikap Abian kepada Zee dan segalanya. Tidak bisa kusalahkan. Karena aku tidak jauh lebih buruk darinya," ucap Rafa dengan posisinya yang memang serba salah.


"Iya kamu benar. Kita doakan saja yang terbaik untuk keduanya," sahut Rafa yang memang hanya pasrah dengan kehidupan adiknya. Karena posisinya yang serba salah.


***********


Di ruang tamu di kediaman Rafa. Ternyata ada keluarga Abian yang datang di hari itu juga di mana tadi pagi Zee yang mengabarkan perceraiannya. Lucky dan Vanya duduk di ruang tamu berhadapan dengan Xander, Shofia, Shania, Zee dan Abian. Kalau Ardi sudah berangkat bekerja. Asyifa dan Rafa masih berada di kamar yang pasti masih bermesraan.


"Kami baru pulang dari Luar Negri dan kami juga tidak tau kenapa tiba-tiba di suruh datang kemari," sahut Vanya dengan kebingungan.


"Benar ada apa ini sebenarnya?" tanya Lucky.


"Siapa yang menyuruh mama dan papa kemari?" tanya Abian yang sepertinya tidak tau menau tentang kedatangan orang tuanya.


"Aku yang menyuruhnya," sahut Zee yang membuat semua orang melihat Zee.

__ADS_1


"Jelas, tujuan aku menyuruhnya, untuk mengabarkan masalah perceraian kami berdua," tegas Zee yang berbicara to the point yang membuat Abian benar-benar tidak bisa mengendalikan Zee dan hanya menghela napasnya. Sementara Lucky dan Vanya yang mendengarnya terkejut.


"Apa maksud kamu Zee. Kamu sama Abian mau bercerai?" tanya Vanya yang benar-benar shock.


"Iya benar sekali. Aku dan dia ingin bercerai," jawan Zee menegaskan.


"Ada apa ini Abian, kenapa tiba-tiba seperti ini. Kalian berdua ini ada masalah apa?" tanya Lucky.


"Kita juga bingung dengan pernyataan Zee dan kami juga baru tau tadi pagi," sahut Shofia.


"Zee kenapa kamu tiba-tiba meminta cerai dari Abian?" tanya Vanya.


"Karena aku bukan istri yang di inginkannya dan menantu yang Tante inginkan," jawab Zee dengan santai.


"Apa maksud kamu?" tanya Vanya.


"Tante bukannya punya menantu pilihan Tante sendiri dan Tante seharusnya tidak kaget dengan perpisahan kami yang seharusnya membawa kebahagiaan untuk keluar Tante," jawab Zee.


"Zee cukup!" tegur Abian yang merasa Zee kelewatan bicara pada namanya.


"Kenapa? apa masih ingin berpura-pura di depan keluargaku. Tidak ada gunanya. Jangan jadi orang munafik. Kau tidak perlu mencari muka di depan keluargaku. Karena itu tidak ada gunanya," sahut Zee.


"Zee kamu ini apa-apaan sih, bicara kamu jangan seperti itu!" tegur Xander yang membuat Zee diam.


"Tunggu dulu, saya benar-benar tidak mengerti apa maksud kamu Zee. Dan semua ini tidak bisa di pahami. Kamu dan Abian bercerai tiba-tiba dengan alasan apa," sahut Vanya dengan kebingungan.


"Zee kamu bicara baik-baik. Bagaimana pun orang tua Abian masih mertuanya kamu," sahut Shania yang memberikan adiknya itu arahan.


"Aku bercerai pasti ada alasannya selain 2 alasan yang aku katakan tadi dan jangan tanya aku lagi. Tanyakan saja padanya," sahut Zee yang melempar pada Abian yang membuat semua orang melihat Abian.


"Jangan jadi pengecut. Bicara jujurlah kepada keluargaku dengan semua yang kau lakukan," ucap Zee. Abian benar-benar tidak bisa berkutik yang langsung di ulti oleh Zee di depan keluarganya dan juga keluarga Zee.

__ADS_1


bersambung.


__ADS_2