
Zee keluar dari dalam kamar mandi yang yang hanya menggunakan bathrobe saja dengan rambutnya yang basah terurai. Zee masih saja lesu dan hanya menghela napas terus dengan wajahnya yang masih senduh. Melihat kamar yang berantakan membuat Zee melihat langsung membersihkannya dengan mengambil pakaian yang berserakan di lantai.
Zee juga mengambil ponselnya dan melihat panggilan dari Dedi yang sudah beberapa kali Dedi memanggilnya.
"Astaga," batin Zee yang menyadari dan mengingat kalau ada Dedi yang bersamanya sebelumnya dan Zee langsung berlari menuju jendela kamar dan melihat dari jendela mobil Dedi masih ada di sana.
"Ya ampun kenapa aku tidak sadar," batin Zee yang merasa bersalah pada Dedi karena sudah membiarkan Dedi menunggu dan Zee pun yang tidak ingin membuang waktu langsung keluar dari kamar yang pasti ingin langsung bertemu dengan Dedi.
Namun saat membuka pintu kamar sangat kebetulan Abian yang juga membukanya dan mereka berdiri di depan pintu kamar dengan saling berhadapan.
"Kamu mau kemana?" tanya Abian yang terlihat Zee begitu buru-buru sekali.
"Aku, aku, aku lupa kalau kak Dedi masih menungguku. Jadi aku ingin menemuinya sebentar," ucap Zee yang gugup dan terbata-bata untuk mengatakannya.
"Dengan seperti ini?" tanya Abian yang melihat penampilan Zee, "apa kamu tidak bisa menelponnya?" tanya Abian yang membuat Zee lagi-lagi terdiam dan memang seharusnya dia itu menelpon Dedi.
"Biar aku yang menemuinya," ucap Abian dengan tegas yang berlalu dari hadapan Zee. Namun Zee langsung menghentikan tangan Abian.
"Kamu ingin mengatakan apa kepadanya?" tanya Zee yang takut-takut untuk bicara, "jangan membuat keributan, kak Dedi benar-benar tidak ada urusannya dengan hubungan kita dan dia juga bisa datang bersamaku. Karena tidak sengaja kami bertemu di jalan dan dia hanya membantuku. Dan aku tergesa-gesa menemuinya hanya ingin minta maaf sudah membuatnya menunggu dan tidak enak kalau bicara melalui telpon," ucap Zee yang berusaha untuk menjelaskan pada Abian.
Tidak tau saja. Kenapa Zee harus menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi yang sepertinya dia tidak ingin Abian salah paham.
__ADS_1
Abian melepas tangan Zee dari lengannya dan memegang tangan yang memegangnya sebelumnya, "aku tau apa yang harus aku katakan dan aku juga tidak ingin ada keributan dan dengan kamu sudah menjelaskan. Jadi tidak ada alasan ku untuk ribut dengannya. Aku akan menyampaikan permintaan maaf mu," ucap Abian dengan lembut dan langsung pergi dari hadapan Zee.
Kalau ke-2nya yang berbicara lembut seperti itu sangat enak dan adem di lihatnya. Tidak ada marah-marah dan yang satu tidak emosian yang satunya juga tidak dan terlihat adem dan begitu manis. Zee menghela napasnya melihat kepergian Abian yang menemui Dedi.
**********
toko-tok-tok-tok.
Abian mengetuk kaca mobil Dedi dan Dedi yang berada di dalamnya langsung terkejut dan terbangun dan langsung menurunkan kaca mobilnya dengan wajahnya yang masih mengantuk dan bahkan menguap dengan melihat Abian yang mendatanginya dan Abian juga hanya menggunakan bathrobe saja sama seperti Zee.
"Maaf kamu jadi ketiduran di tempat ini. Seharusnya Zee mengangkat telponmu tadi malam dan menyuruhmu untuk pulang. Karena dia tidak bisa pulang bersamamu. Jadi maaf sekali sudah merepotkan mu," ucap Abian dengan pelan-pelan bicara dan tanpa ada marah-marah sama sekali.
"Oh begitu ternyata, oke, aku juga ketiduran tadi. Ok no problem," sahut Dedi dengan santai yang mengangkat ke-2 bahunya.
"Aku permisi! kamu pulanglah!" ucap Abian pamit dan langsung pergi.
Dedi mengangkat ke-2 bahunya dengan menghela napas perlahan kedepan, "ada apa dengannya. Seperti baru mendapat transferan energi saja," gumam Dedi heran dengan kelakuan Abian yang tiba-tiba bicara begitu lembut.
"Oke itu artinya Zee tidak ikut bersamaku dan artinya aku akan pulang dan melanjutkan tidur di rumah," gumam Dedi tampak santai-santai saja dan langsung menarik gas mobilnya dan langsung pulang meninggalkan kediaman Zee. Karena jika Abian sudah mengatakan hal seperti itu tanpa marah-marah. Itu pertanda hubungan Abian dan Zee membaik.
************
__ADS_1
Setelah bicara dengan Dedi dan Dedi sudah pulang kembali. Abian kembali memasuki kamar dan sekarang dia membawa sarapan untuk Zee. Saat membuka pintu kamar Zee sudah terlihat rapi-rapi dan dengan berganti pakaian.
"Kamu mau pulang?" tanya Abian memasuki kamar dengan meletakkan sarapan yang di bawanya dengan nampan itu di atas meja.
"Aku ingin kekantor pengadilan," jawab Zee membuat Abian diam sebentar dan melihat Zee dengan serius. Pasti usaha Abian gagal lagi dengan Zee yang tetap ingin melanjutkan gugatan cerainya dan apa yang di lakukan Abian hanya sia-sia dan wajah Abian terlihat lelah dengan rasa kecewanya.
"Zee!" lirih Abian.
"Bisa mengantarkanku untuk mencabut gugatan cerainya," ucap Zee tiba-tiba membuat Abian terkejut. Wajahnya yang tadi begitu kecewa berubah menjadi terkejut.
"Kamu ingin mencabut gugatan cerainya?" tanya Abian yang ingin memastikan. Zee menganggukkan kepalanya. Membuat Abian tersenyum dengan kebahagiaannya dan bahkan sampai memeluk Zee dengan erat yang tidak percaya jika Zee benar-benar akan mencabut gugatan cerainya.
"Makasih Zee, makasih sudah melakukannya," ucap Abian yang terharu dengan penuh kebahagiaan atas keputusan Zee yang akhirnya berubah.
Mungkin ini yang terbaik dan tidak ada salahnya memberikan Abian kesempatan. Karena semua orang berhak mendapatkan kesempatan dari siapapun itu dan itu juga demi kebaikan rumah tangga mereka.
"Tapi aku masih butuh waktu untuk percaya padamu seratus persen," sahut Zee membuat Abian melepas pelukannya dengan memegang ke-2 bahu Zee dan menatap Zee begitu dalam.
"Aku tau tidak akan mudah bagi kamu untuk percaya begitu saja kepadaku, aku tau itu Zee. Dan aku pasti akan membuktikan kepadamu keseriusan ku kepadamu, membuktikan perasaanku kepadamu," ucap Abian yang meyakinkan Zee kembali.
"Aku hanya tidak mau perkataan saja. Tetapi tindakan. Aku ingin memberi kesempatan bukan hanya kepadamu. Tetapi kepada diriku dan aku ingin mempertahankan pernikahan kita. Hanya karena ingin memperbaiki diri dan aku sadar. Jika aku butuh untuk di bimbing. Tetapi jika aku tidak mendapatkan itu. Aku akan mundur kembali dan tidak akan memberi kesempatan apa-apa lagi," ucap Zee.
__ADS_1
"Aku tau itu dan aku akan membuktikan semua kepadamu," ucap Abian yang kembali memeluk Zee. Jelas Abian begitu lega yang bisa menyelamatkan pernikahannya.
Bersambung.