Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah

Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah
Episode


__ADS_3

Zee dan Abian sama-sama tersentak dengan bingkai yang terlepas dari tangan Zee.


"Zee kamu tidak apa-apa?" tanya Abian. Zee geleng-geleng kepala dan mendadak mundur dengan napasnya yang tidak teratur pada dingding dan tangannya yang meraba dingding tiba-tiba memencet saklar lampu dan membuat lampu mati di ruangan itu.


Ternyata di luar rumah tersebut ada seorang bapak-bapak yang tidak tau sejak kapan berdiri di halaman dengan menggunakan payung dan melihat ke atas, melihat rumah itu dan melihat lampu yang di matikan. Bapak-bapak tersebut geleng-geleng kepala dan langsung pergi dari tempat itu.


Melihat lampu yang mati. Abian langsung berjalan mendekati Zee dan menghidupkan saklar lampu dan rumah itu kembali terang.


"Zee kamu kenapa?" tanya Abian heran dengan Zee.


"Tidak apa-apa kak, maaf kalau Zee sudah memecahkan fotonya Zee akan bereskan," ucap Zee dengan ucapannya yang terbata-bata dan langsung berjongkok untuk membereskan foto-foto itu.


"Tidak usah Zee. Biar aku saja," sahut Abian yang menghentikan Zee.


"Tidak perlu kak Abian, biar Zee saja ini salah Zee," ucap Zee dengan tubuhnya yang bergetar dan buru-buru membersihkan pecahan kaca itu. Dengan hatinya yang pasti tidak tenang. Bagaimana mau tenang tiba-tiba Abian mengatakan dia dan Syira sedang menyusun pernikahan.


Lalu apa artinya kedekatannya dengan Abian belakangan ini. Apa Abian sedang mempermainkan perasaannya. Semua umpatan dan rasa protes itu ingin di keluarkannya. Namun dia tidak berani dan hanya memendam dengan amarah yang tidak bisa di ledakkan.


"Auhhhh!" jari Zee tiba-tiba terkena beling


"Astaga Zee," sahut Abian yang spontan memegang jari Zee dan lagi-lagi Zee tidak mengerti dengan sifat laki-laki di depannya ini.


Seolah sangat khawatir dan begitu peduli kepadanya. Tidak tau apa yang di pikirkan laki-laki seperti Abian yang membuat Zee bingung.


"Jari kamu terluka. Harus segera di obati," ucap Abian berdiri dan lihatlah Abian betapa peduli dan paniknya dirinya dalam menangani dirinya.


********


Di kediaman Syira. Danu, Sarah, Syira, Xander, Shofia, Shania, Ardian, Rendy, Rania, Willo, Lulu, Roni dan Dedi sedang berada teras yang mana mereka seperti menunggu seseorang.


"Itu Asyifa dan Rafa!" tunjuk Shania melihat Rafa dan Asyifa yang kembali.


"Alhamdulilah mereka akhirnya pulang juga," sahut Rania yang merasa lega.


"Assalamualaikum," sapa Asyifa.


"Walaikum salam," sahut semuanya serentak.


"Asyifa, Rafa kalian dari mana sih?" tanya Rania.


"Kami habis dari atas bukit melihat matahari terbenam. Tapi tiba-tiba hujan turun. Jadi menunggu reda baru bisa kembali," jawab Rafa.


"Begitu rupanya ibu sampai khawatir," ucap Rania.


"Maaf ibu," sahut Asyifa.

__ADS_1


"Ya sudah tidak apa-apa," sahut Rania.


"Oh iya apa Zee dan Abian tidak bersama kalian?" tanya Shofia.


"Iya benar, Abian juga tidak kelihatan?" tanya Xander.


"Tidak, kami tidak bersama mereka," jawab Asyifa apa adanya.


"Jadi mereka pergi kemana?" tanya Syira heran.


"Tidak ada yang tau juga mereka di mana," sahut Roni.


"Hmmm, mungkin saja mereka juga kejebak hujan dan sebentar lagi pasti sampai," sahut Danu.


"Iya benar apa kata pak Danu!" sahut Rendy.


Syira terlihat khawatir dengan perasaannya yang tidak tenang.


"Ayo cepat kita lihat mereka!" tiba-tiba suara beberapa warga terlihat berjalan ramai-ramai dengan suara kebisingan dan membuat yang lainnya.


"Ada apa itu pak?" tanya Rendy.


"Saya juga tidak tau mari kita lihat," sahut Danu yang turun terlebih dahulu untuk menghampiri para warga dan yang lain pun ikut melihat.


"Ada apa ini pak?" tanya Danu.


"Ada sepasang muda-mudi yang sedang berbuat zina di rumah pak Luky," jawab salah satu warga yang ternyata warga yang tadi yang berada di depan rumah Abian


"Astagfirullah," lirih Asyifa.


"Apa, jangan menimbulkan fitnah pak," sahut Sarah.


"Saya tidak fitnah Bu, saya melihat mata kepala saya sendiri. Wanita dan Pria yang sepertinya sangat asing masuk kerumah itu dan kita tidak tau apa yang terjadi," jawab pria itu.


"Biar jelas kita pastikan saja," sahut salah satu warga.


"Iya benar ayok," sahut warga yang lainnya dan mereka langsung pergi.


"Astagfirullah semoga saja tidak terjadi apa-apa," ucap Rania.


"Pah, bukannya rumah Om Luky yang mereka maksud," sahut Syira dengan perasaan semakin kacau.


"Om Lucky. Apa itu kak Abian?" sahut Asyifa yang menebak.


"Iya benar," sahut Syira.

__ADS_1


Semua orang kaget dengan pernyataan itu.


"Sebaiknya kita juga melihat ke sana dan memastikan apa yang sebenarnya terjadi," sahut Danu.


"Iya benar," sahut Xander dan mereka mulai bergerak pergi.


"Mas aku jaga Aqela saja. Kamu saja yang pergi," ucap Shania yang tidak mungkin pergi.


"Ya sudah kalau begitu," sahut Ardi yang menyusul yang lainnya yang pergi untuk memastikan apa yang terjadi.


**********


Sementara di kediaman Abian. Yang mana Zee dan Abian yang duduk di sofa dengan Abian yang mengobati luka di jari Zee.


"Lain kali hati-hati Zee. Kamu sudah terluka dia kali," ucap Abian


"Lukanya tidak sakit kok kak Abian. Di bandingkan luka yang sakit di sini," ucap Zee dengan tiba-tiba memegang dadanya.


"Maksud kamu apa?" tanya Abian.


"Kak Abian kenapa perhatian pada Zee?" tanya Zee yang membutuhkan jawaban itu. Paling tidak dia bisa menghentikan perasaannya yang semakin dalam pada Abian .


"Kenapa bertanya seperti itu?" tanya Abian.


"Aku hanya ingin tau saja jawabannya?" ucap Zee dengan wajah seriusnya.


"Zee apa perlu ada alasan untuk semuanya," ucap Abian.


"Sudahlah lupakan pertanyaanku, aku mau pulang," ucap Zee yang langsung berdiri dari tempat duduknya.


"Zee tunggu!" panggil Abian yang menghentikan Zee.


"Kenapa tiba-tiba ingin pulang?" tanya Abian heran dengan sikap Zee. Zee tidak menjawab dan melanjutkan langkahnya menuju kamar yang ingin menukar kembali pakaiannya dan Abian lagi-lagi menghentikannya dan malah Zee yang terdorong menabrak pintu yang akhirnya terbuka membuat Zee jatuh kelantai dan Abian berusaha menolongnya dan malah Abian ikut terjatuh dan menindih tubuh Zee.


Mereka berdua sama-sama kaget dengan posisi mereka yang alami.


Bruk!!!.


Tiba-tiba suara dobrakan pintu terdengar kuat dan ternyata para warga yang sudah sampai dan dari depan pintu melihat ke arah kamar yang pintunya terbuka dan melihat posisi Abian dan Zee.


"Itu mereka!" tunjuk salah warga dan warga di kagetkan dengan Abian dan Zee. Begitu juga dengan keluarga Rafa, Asyifa dan keluarga Syira yang juga masuk kedalam.


Wajah mereka penuh dengan kaget saat di suguhkan pemandangan yang di tunjukkan dengan mata terbelalak kaget.


"Astagfirullah," lirih Asyifa, Rania secara serentak melihat Zee dan Abian yang pasti akan menimbulkan scandal.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2