
Di tengah ayah dan anak itu berpelukan. Tiba-tiba Rania, Azka dan ada Rachel juga yang datang melihat hal itu. Rania langsung menghampiri suami dan dan anaknya dan membawa Asyifa kedalam pelukannya yang juga memberikan kekuatan untuk Asyifa yang memeluk erat Asyifa memberikan ketengan pada Asyifa.
"Kamu putri ibu yang sangat kuat. Semuanya pasti akan baik-baik saja. Kamu harus bersabar sayang. Kamu pasti kuat percaya pada ibu. Rafa akan baik-baik saja," ucap Rania yang memberikan semangat pada putrinya.
"Tetapi Asyifa tetap saja takut ibu," ucap Asyifa yang menangis sengugukan. Randy pun kembali memeluk Asyifa dan bersamaan dengan istrinya begitu juga Azka yang ikut bergabung untuk memberi suport pada kakaknya yang pasti dia sangat tau apa yang di rasakan kakaknya.
"Kak Asyifa harus bersabar, kuat dan percaya pada Allah," ucap Azka dengan mengeluarkan kata-kata bijaknya.
Rachel melihat keluarga kecil yang berpelukan itu terasa sangat hangat di mana mereka saling menguatkan dan mampu membuat Rachel meneteskan air mata.
Dia sangat tersentuh melihat kemanisan keluarga itu dan sangat beruntung Azka mau berteman dengannya dan dengan cara seperti itu dia bisa merasakan kehangatan juga dari keluarga Azka yang sangat welcome kepadanya.
"Asyifa!" tiba-tiba seorang Pria memanggil Asyifa membuat pelukan itu lepas yang ternyata Rudi kakek Asyifa yang di bawa Willo.
"kakek ," sahut Asyifa yang berdiri dan memeluk kakeknya dengan erat.
"Jangan menangis cucu kesayanganku," ucap kakek Rudi yang memberikan kekuatan pada Rudi.
"Kak kenapa bawa papa kemari?" tanya Rania pelan pada Willo.
"Benar kak. Bukannya kondisi papa juga tidak baik," sahut Rendy yang ternyata Rudi juga sedang sakit.
"Rania Rendy aku juga tidak mau membawa papa. Tetapi papa memaksa ingin bertemu dengan Asyifa dan maknanya aku membawanya kemari," jelas Willo.
"Asyifa takut kek, jika kak Rafa kenapa-kenapa," ucap Asyifa mengadu pada kakeknya itu.
"Jangan takut Asyifa. Kakek sangat tau cucu kakek yang satu ini sangat kuat. Jadi Asyifa tidak boleh takut dan harus berserah pada Allah. Rafa pasti baik-baik saja," ucap Rudi yang memberikan semangat pada Asyifa.
Yang lainnya hanya melihat dengan keharuan mereka dan Azka mendekati Rachel kembali yang past Rachel sedang bingung.
"Siapa itu?" tanya Rachel.
"Dia kakekku papa dari mama dan sekarang dia juga sedang sakit," jawan Azka.
"Sakit apa?" tanya Rachel.
__ADS_1
"Gila darah dan memaksa datang kerumah sakit untuk melihat ke adaan kak Asyifa," jelas Azka.
"Memang tidak di rawat di rumah sakit?" tanya Rachel.
"Kakek tidak mau. Jadi mau di rawat di rumah saja," jawab Azka.
"Begitu rupanya," sahut Rachel yang tidak bicara banyak lagi.
***********"
Sementara di dalam mobil terlihat Zee dan Abian. Di mana Zee yang duduk dengan murung di sebelah Abian yang menyetir dengan kecepatan santai.
"Zee!" tegur Abian yang melihat Zee hanya terus menoleh kesamping tanpa melihat suaminya dan ketika di tegur suaminya barulah dia melihat kesebelahnya.
"Iya," sahut Zee dengan suara seraknya.
"Mikir apa?" tanya Abian. Zee menggelangkan kepalanya.
"Kamu memikirkan Rafa?" tanya Abian yang menduga-duga.
"Aku mengerti perasaan kamu. Bukan hanya kamu yang punya ketakutan seperti itu. Tetapi semua orang juga dan rasa takut itu sangat wajar ada. Tetapi kita juga pencipta yang semua tergantung padanya. Tugas Dokter adalah berusaha dan kita sebagai keluarga harus berdoa semoga operasi Rafa lancar dan Rafa di berikan kesembuhan," ucap Abian pada istrinya.
"Tapi bagaimana kak Abian. Jika kak Rafa tidak sembuh?" tanya Zee dengan ketakutan yang merasuki tubuhnya.
"Jangan berpikiran seburuk itu Zee. Kamu tidak boleh berprasangka buruk pada Allah. Dia sangat mencintai hambanya dan akan memberikan kemudahan untuk orang-orang yang ingin berusaha termasuk pada Rafa dan kamu harus bisa lebih ikhlas," ucap Abian dengan bijak berbicara.
"Kasihan kak Asyifa di dalam hidupnya dalam pernikahannya penuh dengan cobaan," ucap Zee yang sekarang memikirkan kakak iparnya.
"Semoga Asyifa di berikan kekuatan. Kamu harus percaya itu," ucap Abian. Zee menganggukkan kepalanya yang bagaimana pun dia memang harus lebih ikhlas lagi dengan apa yang telah terjadi pada keluarganya, pada kakak nya yang di tumpah musibah.
***********
Asyifa sedang berada di pelukan suaminya yang mereka sama-sama berada di atas tempat tidur.
Asyifa hanya diam dengan berada di dada bidang suaminya dan Rafa mengelus-elus kepalanya yang tertutup jilbab.
__ADS_1
"Kenapa tidak mengeluarkan suara sejak tadi? apa ada sesuatu?" tanya Rafa yang hanya mendengar istrinya hanya diam saja.
"Sayang ada apa? kenapa diam saja?" tanya Rafa.
"Apa kak Rafa akan meninggalkan Asyifa?" tanya Asyifa.
"Kenapa bertanya seperti itu Asyifa?" tanya Rafa kembali.
"Asyifa hanya ingin tau jawabannya. Kak Rafa tolong jawab apa akan meninggalkan Asyifa?" tanya Asyifa lagi yang sangat butuh jawabannya.
"Kalau begitu kamu harus mengatakan kamu akan baik-baik saja tanpa aku," sahut Rafa.
"Jadi kak Rafa benar-benar akan meninggalkan Asyifa dan anak kita?" tanya Asyifa yang dadanya terasa sesak.
"Asyifa kamu sangat sering menceritakan masalah ibu kamu kepadaku sampai aku benar-benar hafal dan kamu sering mengatakan manusia akan di uji dengan ke Ikhlasannya dan kesabaran. Kamu juga bercerita masalah ayah yang selalu memberi suport dan tetap ada di sisi ibu saat itu, dan ayah yang akhirnya ikhlas dengan semua yang di alaminya dan kamu juga ingin belajar menjadi wanita yang lebih ikhlas lagi," ucap Rafa yang memberikan Asyifa arahan.
"Tapi kenapa riasanya sangat sulit kak Rafa. Asyifa sudah mencoba. Tetapi sangat takut," sahut Asyifa yang di pastikan air matanya sudah membanjiri dada suaminya.
"Sayang bukannya tujuan pertama kamu untuk menikah hanya untuk mendapatkan surga Allah dan tentang siapa yang akan berada di sana terlebih dahulu itu sebuah ketentuan. Mungkin Allah ingin aku yang berada di sana dan pasti akan tetap menunggu istriku. Jika takdir membuat kita terpisah di dunia ini maka Allah akan mempertemukan kita di surga nanti dan semua itu hanya masalah waktu saja," jelas Rafa.
Asyifa semakin mewek dan memeluk erat suaminya.
"Alla sedang memeberikan amanah untuk kamu untuk menjaga anak kita, memeberikan nya kehidupan dan juga memberinya ilmu yang benar. Jadi Allah punya rencana sendiri. Jadi kamu sebagai calon ibu harus lebih kuat ya sayang," ucap Rafa yang membuat Asyifa mengangkat kepalanya dan melihat suaminya itu.
"Berjanji pada Asyifa operasi ini akan membuat kak Rafa sembuh. Asyifa tidak mau jika Asyifa harus membesarkan anak kita sendirian. Kak Rafa harus berjanji pada Asyifa," ucap Asyifa yang dengan memegang pipi suaminya.
"Kenapa diam kak Rafa. Janjilah pada Asyifa," ucap Asyifa dengan tegas.
Rafa hanya menganggukkan kepalanya dan mencium kening Asyifa. Lalu memeluk Asyifa dengan erat.
"Aku tidak bisa berjanji apa-apa kepada kamu. Aku hanya bisa mengatakan aku sangat mencintaimu dan kamu istri yang sempurna dalam hidupku. Terima kasih sayang sudah menjadi istriku dan aku sangat bahagia dengan pernikahan kita dan aku minta maaf dengan segala kesalahan yang aku lakukan kepada kamu," ucap Rafa dengan lembut dan air mata Asyifa yang adanya semakin jatuh dengan Rafa yang malah berpamitan kepada-nya.
Besok adalah operasi Rafa dan pasti Rafa akan berpamitan kepada Asyifa.
Bersambung
__ADS_1