Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah

Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah
Bab 223


__ADS_3

Beberapa Minggu kemudian.


"Sayang!" panggil Rafa yang memasuki kamar.


"Sayang kamu kenapa belum pakai jilbab?" tanya Rafa yang terlihat sudah rapi dengan stelan jas nya.


"Aku kira-kira pakai yang mana?" tanya Asyifa yang menunjukkan 2 hijab pada suaminya yang cocok di gunakannya untuk pakaiannya yang sekarang ini.


"Pakai yang mana aja tetap cantik, sudah buruan yang lain sudah menunggu loh," sahut Rafa.


"Kak Rafa bantu pilih jangan pakai terserah atau yang mana aja, Asyifa kan jadi bingung," ucap Asyifa mode manja.


Padahal dia memakai gamis biru muda yang sangat cantik dan pilihan jilbab ada pasmina biru muda dan dan ada warna putih. Ya kalau tidak mau repot bisa pakai yang senada. Namun Asyifa merepotkan diri sendiri yang menyulitkan dirinya harus pilih sana sini dan melibatkan suaminya.


"Kak Rafa kenapa diam, bantu pilih," sahut Asyifa.


Rafa menghela napasnya dan menghampiri Asyifa berdiri di depan Asyifa, " yang ini cocok untuk kamu," ucap Rafa memilih pasmina warna putih.


"Baiklah," sahut Asyifa tanpa protes yang langsung menuruti pilihan suaminya.


"Sayang kamu sudah setengah jam aku tinggal ke bawah dan belum selesai juga. Biasanya istriku ini kalau siap-siap itu sangat cepat dan lelet dengan banyak make-up sana sini," ucap Rafa dengan ke-2 tangannya yang di masukkan kedalam saku celananya dan mengeluh yang berdiri di belakang Asyifa yang memakai pasminah di depan cermin.


"Namanya juga wanita kak Rafa pasti persiapannya tidak bisa sebentar," sahut Asyifa yang punya jawaban saja.


"Tapikan tidak biasanya seperti ini," sahut Rafa.


"Kan Asyifa juga pengen dandan sekali-kali. Lagian istri-istri yang lain terlihat cantik. Masa iya kak Rafa tidak mau istrinya cantik," sahut Asyifa.


"Sayang kamu itu sudah cantik tanpa pakai makeup dengan pakaian kamu yang seperti biasa simple dan tidak ribet. Memang aku jatuh cinta sama kamu saat kamu seperti apa. Aku jatuh cinta pada kamu saat kesederhanaan kamu sayang dan cantik kamu yang apa adanya, sangat natural," ucap Rafa membuat Asyifa tersenyum dan membalikkan tubuhnya yang sudah selesai memakai jilbab.


"Iya kak Rafa bawel. Nih Asyifa sudah selesai," ucap Asyifa.


"Ya sudah sekarang kita berangkat ya," ucap Rafa memegang pipi istrinya.


"Oke," sahut Asyifa mengangguk dengan tersenyum yang langsung mengandeng lengan suaminya itu.


**********


Hari ini mereka semua ada makan malam keluarga di salah satu Restaurant. Bukan hanya Rafa dan Asyifa saja. Shofia, Xander, Shania, Ardi, Aqela Zee dan Abian juga ikut. Bahkan dari keluarganya Asyifa juga ikut. Rendy, Rania, Lulu Rony dan Willo yang juga sudah bergabung di meja makan yang memanjang itu dengan makanan yang sudah mereka pesan.


Hanya makan malam saja untuk menjalin silaturahmi. Orang tua Abian tidak bisa ikut. Karena memang lagi di luar Negri. Namun tetap mereka bahagia dengan makan malam tersebut.


"Maaf ya Dokter Rendy kami terlambat datang biasa anak-anak pada lama siap-siapnya," ucap Shofia merasa tidak enak yang sepertinya Rendy dan yang lainnya memang sudah lama menunggu.

__ADS_1


"Tidak apa-apa mbak. Orang kita juga baru sampai kok," sahut Rania.


"Iya tetap saja kami telat dan ini Rafa yang bikin telat," sahut Shofia menyalahkan putranya.


"Kok aku sih mah, orang aku tadi kekamar negecek Asyifa dan Asyifa yang lama," sahut Rafa.


"Malah menyalahkan istrinya lagi," sahut Shofia yang tidak terima menantu kesayangannya itu di salahkan. Asyifa hanya tersenyum saja tidak membela diri sudah di bela.


"Iya ma, emang Asyifa yang agak lama. Asyifa tadi dandan dulu dan kak Rafa juga tadi sempat kesal. Marah gitu kayaknya sama Asyifa karena Asyifa lelet," ucap Asyifa.


"Rafa berhias itu adalah hal yang normal. Kamu nggak usah marah-marah pada istri kamu," ucap Shofi dengan kesal.


"Mama kok jadi marahi aku sih. Aku juga tidak marah pada Asyifa dan Asyifa biasanya tidak seperti itu. Wajar aku kesal," sahut Rafa.


Rania dan Rendy hanya tersenyum melihat pertengkarana kecil yang menghibur itu.


"Kak Rafa, kan kak Asyifa lagi hamil dan ibu hamil itu pasti ada-ada aja bawaannya dan siapa tau aja kak Asyifa dandan siapa tau anaknya nanti cewek," ucap lagi," sahut Zee membela Asyifa.


"Tau nih Rafa kamu ini ya," sambung Shania tidak kalah ikut-ikutan memojokkan Rafa.


"Sudah-sudah jangan menyalahkan Rafa, Asyifa kamu juga lain kali tidak boleh begitu ya," sahut Rania yang berpihak pada menantunya.


"Iya ibu," sahut Asyifa dengan lembut, "kak Rafa maafkan Asyifa ya, sudah buat kak Rafa kesal," ucap Asyifa dengan lembut yang tidak masalah harus meminta maaf di depan orang lain dengan tatapan yang sangat dalam.


Rafa tersenyum dengan memegang tangan istrinya, "iya sayang," sahut Rafa tersenyum. Bagaimana bisa marah kalau sudah istrinya begitu lembut dan sangat manis bicara kepadanya. Mau Rafa semarah apapun sepertinya akan luluh.


"Oh iya Asyifa kandungan kamu bagaimana. Apa sudah cek USG kelamin?" tanya Willo.


"Tidak Tante Asyifa dan kak Rafa sepakat tidak ingin tau jenis kelaminnya, nanti biar menunggu lahiran saja," kawan Asyifa.


"Itu memang bagus Asyifa, kakak juga dulu dan mas Ardi seperti itu," sahut Shania menambahi.


"Mau jenis kelaminnya seperti apapun tidak apa-apa yang penting anaknya lahir dengan selamat dan ibunya baik-baik saja," sahut Xander.


"Setuju untuk hal itu, itu yang paling penting," sahut Rendy.


"Insyallah semua di lancarkan, Asyifa minta dia semua keluarga," ucap Asyifa.


"Amin," sahut semuanya.


"Oh iya Azka tidak ikut makan malam Rania bersama kita?" tanya Willo yang tidak melihat keponakannya yang satu itu.


"Iya ibu di mana Azka?" tanya Asyifa.

__ADS_1


"Assalamualaikum," sapa Azka yang baru namanya di ucapkan sudah datang. Azka ternyata panjang umur yang datang bersama dengan Rachel.


"Walaikum salam," sahut semuanya dengan serentak.


"Ohhhh pantes datang telat jemput pacarnya ternyata," sahut Rafa tidak akan puas jika tidak menggoda adik iparnya itu.


"Kak Rafa, jangan mulai ya," sahut Azka mengingat kan terlebih dahulu.


"Ya sudah ayo kalian bergabung. Kita makan malam bersama," sahut Rania.


"Baik Tante," sahut Rachel mengangguk malu-malu dan Azka sampai menarik kursi untuk Rahel dan setelah itu duduk di samping Rachel.


"Ya ampun romantis sekali anak muda ini," goda Rafa lagi membuat Azka hanya menghela napas saja dan Rachel pasti semakin malu.


"Memang Azka pacaran dengan Rachel," sahut Lulu yang malah bertanya membuat Rachel jadi batuk-batuk.


"Sayang kenapa bertanya seperti itu," tegur Rony.


"Maaf bukan itu maksudnya," sahut Lulu tersenyum cengengesan.


"Kak Lulu apa-apaan sih, nggak usah ikut-ikutan kak Rafa," sahut Azka kesal.


"Ya ampun Azka kamu itu mengingatkan aku pada Zee yang dulu masih SMA berani membawa pacarnya kerumah dan mengajaknya makan malam. Ya asmara anak SMA," sahut Rafa menggoda kembali Azka.


"Kak Rafa apa-apaan sih buka kartu Zee aja," sahut Zee.


"Ohhh jadi kamu sejak sekolah sudah mulai pacaran," sahut Abian.


"Dari SMP malahan," sahut Rafa.


"Kak Rafa," sahut Zee yang kesal sendiri dengan Rafa.


"Kak Rafa ini yah, benar-benar kasihan Zee tau. Lagian kalau Zee seperti itu pasti ada gurunya dan pasti kak Rafa yang memulai," sahut Asyifa membalas adik iparnya itu.


"Itu mama setuju Asyifa. Memang Rafa ini sangat suka pacaran waktu remaja. Play boy kakap," sahut Shofia.


"Mah jangan buka kartu dong," sahut Rafa panik.


"Ohhhh gitu ternyata," sahut Asyifa mengangguk-angguk.


"Syukuri emang enak," ucap Azka paling bahagia yang sekarang kakak iparnya yang di pojokkan.


"Sudah-sudah jangan membahas pacar-pacaran sekarang kita semuanya kembali makan lagi," sahut Willo.

__ADS_1


"Iya ayo makan, jangan cerita mulu," sahut Rendy yang juga geleng-geleng dengan pembahasan anak muda itu.


Bersambung


__ADS_2