Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah

Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah
Episode 110


__ADS_3

Rafa berada di dalam ruangannya yang sibuk dengan pekerjaannya yang begitu banyak


Ting.


Rafa mengambil handphonenya ketika masuk notif pesan dan Rafa langsung melihat siapa yang telah mengirim pesan untuknya.


"Kak Rafa makan siang jangan telat ya," tulis Asyifa.


Ternyata mengingatkan makan siang padanya membuat Rafa tersenyum miring yang mendapat perhatian kecil dari Asyifa.


"Menyuruh makan siang. Lalu kenapa tidak membawakan ku makan siang," jawab Rafa.


"Astagfirullah maafkan Asyifa kak, maaf kalau Asyifa tidak membawakan makan siang. Jadi kakak belum makan siang apa Asyifa kirim sekarang aja," ucap Asyifa


"Ini anak kenapa sangat cepat panik. Apa-apa langsung panik," desis Rafa yang gelang-gelang dengan istrinya yang panikan.


"Tidak perlu Asyifa, aku makan di kantor saja. Kamu tidak perlu membawakanku," jawab Rafa.


"Sungguh tidak apa-apa kak Rafa?" tanya Asyifa.


"Iya Asyifa," sahut Rafa.


"Baiklah kalau begitu. Kak Rafa makan ya, jangan di tunda-tunda makannya," tulis Asyifa.


"Hmmmm, kamu juga lupa makan, salam buat ayah ibu," sahut Rafa. Apa Rafa sadar memanggil orang tua Asyifa dengan ayah dan ibu. Padahal sebelumnya dia memanggil ayah Asyifa dengan Dokter dan ibu Asyifa dengan Tante.


Pesan Rafa tidak di balas lagi dan Rafa sepertinya masih menunggu balasan yang bolak balik-balik melihat layar handphonenya.


"Hanya itu saja, apa tidak ada kata-kata lain. Atau emote apa gitu kek. Bilang kek, sayang, atau stiker love," gerutu Rafa yang sepertinya menginginkan yang lebih dari Asyifa.


"Argghhh, sudahlah jangan berharap mendapatkan hal itu. Mana mungkin Asyifa melakukannya," ucap Rafa yang harus pasrah.


Semakin dia mengejar Asyifa semakin sulit untuk di raih. Ternyata seorang suaminya saja tidak mudah mendapatkan istrinya.


*********


Lain dengan Rafa yang lagi bucin- bucinnya dan ternyata Shania dan Shofia lagi serius-seriusnya mendengarkan cerita Zee yang akhirnya menceritakan masalah Asyifa dan Rafa.


"Mama sudah curiga sih. Rafa tiba-tiba yang menyusul ke Mekkah dengan alasan ada pekerjaan di sana. Ternyata pekerjaan bukan pekerjaan yang ternyata tidak tahan tidak bertemu dengan Asyifa," ucap Shofia.


"Huhhh mama jangan salah. Mama dan kakak harus tau kalau kak Rafa itu sangat menyebalkan. Mama tau tidak saat itu kak Rafa selalu bilang aku harus pulang dan pas mereka ibadah umroh kak Rafa tidak mengijinkan ku iku. Kamu pergi saja berdua dengan Zee. Aku tidak itu," ucap Zee yang menirukan suara datar Rafa.


"Rafa mengatakan hal seperti itu?" tanya Shania.

__ADS_1


"Huhhh, seperti anak kecil kelakukannya," sahut Zee dengan geram.


"Lalu bagaimana saat Rafa sampai di Apartemen apa langsung memeluk Asyifa?" tanya Shofia dengan wajahnya yang penuh rasa kepo.


"Saat itu Zee masih tidur jadi tidak melihatnya," sahut Zee.


"Yahhhhh," Shofia dan Shania serentak dengan suara lemas yang kecewa.


"Tapi mah, Zee melihat lebih dari itu," sahut Zee tiba-tiba.


"Apa yang kamu lihat?" tanya Shofia dan Shania serentak yang kembali bersemangat.


"Zee melihat mereka berdua," ucap Zee yang memperagakan Asyifa dan Rafa berciuman dengan memperagakan dengan tangannya.


"Serius?" tanya Shania dan Shofia dengan serentak. Zee menganggukkan kepalanya membuat Shania dan Shofia melotot dengan menutup mulut mereka.


"Dan mama dan kakak harus tau. Kalau mereka berdua itu juga sering di kamar berduaan dan bahkan Zee melihat kak Rafa memasak dan membawa makanan itu kedalam kamar," jelas Zee dengan seriusnya.


"Mereka itu juga sering ketangkep Zee berduaan dan sangat mesra mah, bahkan berpegangan tangan dan argghhh Zee tidak bisa menceritakan apa-apa lagi saking banyaknya yang mereka lakukan berduaan mah," jelas Zee.


"Oh my God," sahut Shania.


"Fix, mereka berdua sudah baik-baik saja. Dari apa yang kamu ceritakan sudah fix. Kalau Rafa sudah jatuh cinta pada Asyifa," ucap Shofia yang sangat yakin dengan apa yang di simpulkannya.


"Mama benar dan aku yakin pasti iya. Huhhhh sungguh benar-benar tidak terduga jika hal itu adalah kenyataan," sahut Shania.


"Ya ampun mah, tidak di sangka-sangka ternyata," sahut Shania.


"Ini semua berkat kesabaran Asyifa. Istri yang baik yang Sholeha dan sekarang sang suami pun sudah kelepek-klepek padanya," sahut Shofia yang paling bahagia.


"Assalamualaikum!" sapa Ardi yang memasuki rumah.


Namun tidak ada yang menjawab, karena sang istri, mertuanya dan adik iparnya itu asyik berbicara dan tidak menyadari kepulangannya.


"Assalamualaikum!" Ardi kembali mengucapkan salam dan tetap tidak ada yang menyahut, "Shania!" tegur Ardi membuat Shania kaget.


"Eh mas Ardi," sahut Shania, "kapan pulang mas?" tanya Shania.


"Sejak tadi," jawab Ardi.


"Oh iya benarkah! Shania kok nggak tau ya," gumam Shania dengan heran.


"Kamu terlalu asyik berbicara. Jadi bagaimana mau tau," sahut Ardi dengan geleng-geleng dan langsung mencium punggung tangan mertuanya.

__ADS_1


"Ya ampun mas maaf ya, Shania tadi lagi asyik-asyiknya mendengarkan cerita Zee," sahut Shania merasa bersalah sampai tidak menyadari sang suami yang sudah pulang. Ardi hanya menghela napas dengan kelakukan istrinya itu.


"Iya Ardi mama juga tidak menyadari kalau kamu datang soalnya keasyikan mendengar cerita Zee," sahut Shofia.


"Mas tidak marahkan?" tanya Shania..


"Sudahlah ayo siapkan aku makan," sahut Ardi. Shania menganggukkan kepalannya.


************


Setelah pulang dari kantor Rafa mampir kerumah Asyifa. Yang pasti untuk menjemput istrinya yang mana sekarang keluarga itu sedang makan malam bersama dengan keluarga Asyifa. Rania, Rendy dan juga Azka.


"Rafa kamu makan yang ini!" ucap Rania yang menyodorkan masakan yang special untuk Rafa.


"Iya Bu makasih," sahut Rafa.


Asyifa tersenyum di kala suaminya memanggil ibunya dengan ibu sangat manis dan teduh.


"Tumben panggilannya seperti itu," batin Azka yang menyadari ada perbedaan juga dengan Azka mengangkat ke-2 bahunya.


"Rafa bagaimana pekerjaan kamu?" tanya Rendy.


"Kalau masalah pekerjaan pasti tidak akan ada habisnya ayah sangat banyak. Apa lagi sekarang ini pekerjaan banyak yang menumpuk," jawab Rafa.


"Seorang Dokter dan seorang pengusaha itu memang tidak ada bedanya. Sama-sama sangat sibuk," sahut Rania.


"Ibu benar. Ibu juga dulu wanita karir. Dan Asyifa bilang ibu juga dulu menghabiskan hari-hari dengan pekerjaan," sahut Rafa yang mulai hafal dengan cerita istrinya. Bagaimana tidak hafal itu terus yang di ulang-ulang.


"Memang ibu sangat menceritai pekerjaan sama dengan seperti yang kamu alami sekarang ini. Tetapi setelah bertemu dengan ayah Asyifa semuanya berubah. Ternyata pekerjaan itu tidak lah penting dan bukan berarti ibu meninggalkanmu pekerjaan karena menikah. Namun pelan-pelan menyadari bahwa ada yang lebih penting dari pada pekerjaan itu," jelas Rania.


"Apa saya juga akan nanti seperti itu karena bertemu dengan Asyifa, karena merasa Asyifa jauh lebih penting dari pekerjaan," sahut Rafa yang melihat ke arah Asyifa.


Asyifa jelas malu dengan suaminya yang terang-terangan berbicara romantis dan menunjukkan ke bucinannya di depan orang tua Asyifa. Rania dan Rendy tersenyum dengan saling melihat.


Kisa hubungan Asyifa dan Rafa sama persis sebenarnya dengan kisah cinta Rania dan Rania dan Rendy saat dulu. Namun Asyifa persi Rendy dan Rafa persi Rania.


"Tapi jangan sampai meninggalkan pekerjaan. Karena wanita dan Pria itu sangat berbeda. Wanita ada kewajiban selain pekerjaan. Tetapi Pria justru bekerja menjadi kewajiban utama. Karena nafkah yang harus di berikan pada istri," jelas Rendy.


"Ayah benar," sahut Rafa.


"Rafa selagi Asyifa tidak merasa keberatan dengan pekerjaan kamu. Maka tidak apa. Iya kan Asyifa?" tanya Rania.


"Iya ibu. Lagian pekerjaan kak Rafa juga tidak terlalu menguras waktu. Pulang kerumah masih wajar dan masih banyak hal lain yang bisa di lakukan. Jadi tidak ada yang memberatkan," ucap Asyifa dengan lembut.

__ADS_1


"Makasih ya Asyifa. Tidak pernah komplain dengan kesibukanku," sahut Rafa yang lagi-lagi mau romantis aja membuat Asyifa bertambah malu dan Azka tersenyum miring melihat ademnya kakak dan kakak iparnya. Jadi Azka tidak perlu ovt lagi pada Rafa.


Bersambung


__ADS_2