Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah

Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah
Episode 234


__ADS_3

Suasana ketegangan, keributan dan sebagainya akhirnya teratasi dengan baik dan Dedi yang langsung bicara untuk bertanggung jawab agar semua masalah selesai. Walau tidak semudah itu untuk selesai dan semua orang pulang dari rumah Syira dan tanpa adanya pembicaraan antara Syira dan Dedi. Mana berani Syira bicara dengan Dedi.


Lulu pulang bersama dengan Dedi, Asyifa dan Rafa, Zee dan Abian yang mereka pisah mobi. Lulu yang menyetir dan Dedi di sampingnya dengan memegang kepalanya yang sembari memijatnya yang terasa berat.


"Kak jika tidak melakukannya. Maka coba untuk buktikan. Bukan pasrah seperti ini," ucap Lulu memberi saran sang kakaknya.


"Apa lagi yang mau di buktikan Lulu. Semakin kita berbicara, lihatlah semakin banyak masalah dan kamu tau mama juga marah dengan kamu, Asyifa Zee yang datang ke rumah Syira dan ini hanya menambah masalah saja Lulu," ucap Dedi yang sudah pasrah.


"Kenapa mama bisa tau?" tanya Lulu.


"Tante Sahila menelpon dan makanya, aku Rafa dan Abian kemari," jawab Dedi.


"Aku itu tidak mengerti kak dengan apa yang terjadi. Ibu sama anak sama aja," ucap Lulu geleng-geleng.


"Sudahlah Lulu. Mungkin ini yang terbaik dan ini sudah jalannya dan aku juga tidak bisa melakukan apa-apa lagi. Setiap yang aku lakukan hanya akan membuat mama semakin kecewa. Jadi biarlah kebenaran itu akan terungkap sendiri," ucap Dedi.


"Dengan kakak menikahinya apa itu jalan yang terbaik," sahut Lulu.


"Kita lihat saja bagaimana kedepannya," ucap Dedi yang tidak mau banyak berpendapat lagi dan lebih pasrah pada sang pencipta dalam fitnah yang di jalaninya.


*********


Sementara di mobil Rafa dan Asyifa. Terlihat Rafa yang menyetir. Namun diam saja tanpa bicara pada istrinya dan Asyifa yang duduk disampingnya merasa ada sesuatu pada suaminya membuatnya jadi bingung sendiri.


"Kak Rafa," tegur Asyifa dengan lembut.


"Sejak kapan kamu pergi tanpa minta izin," sahut Rafa dengan dingin yang sudah di tebak Asyifa Rafa pasti marah yang dia pergi kerumah Syira dan tanpa adanya komunikasi padanyanya.


"Asyifa minta maaf kak Rafa," sahut Asyifa yang langsung meminta maaf.


"Tidak semua Asyifa harus sesuai dengan apa yang kamu pikirkan. Bisa-bisanya kamu punya ide untuk mendatangi Syira tanpa bicara padaku dan lihat apa yang terjadi tadi. Bagaimana jika kamu kenapa-napa dan kamu merasa semuanya mudah sampai-sampai tidak minta izin pada suamimu dan dengan mudahnya meminta maaf," ucap Rafa dengan dinginnya tanpa melihat ke arah Asyifa.

__ADS_1


"Kak Asyifa tau Asyifa salah, tetapi Asyifa hanya tidak ingin kak Rafa ikut dalam hal ini," ucap Asyifa.


"Apa katamu, kamu tidak ingin aku campur, Asyifa aku itu suamimu dan Dedi memang keluargamu. Lalu menurutmu masalah yang terjadi pada keluargamu bukan urusanku begitu," sahut Rafa dengan suara volume yang naik sedikit.


"Bukan begitu kak Rafa," ucap Asyifa dengan lembut.


"Apa yang kamu lakukan seolah tidak menghargaiku dan permintaan maafmu, seolah meremehkan semua masalah yang cepat di lakukan dan minta maaf," ucap Rafa yang sangat kecewa dengan Asyifa.


"Kak..."


"Sudah!" sahut Rafa yang tidak ingin mendengar Asyifa bicara lagi. Asyifa membuang napasnya dengan perlahan kedepan dan memilih diam. Suaminya masih marah semakin bicara yang adanya kemarahan suaminya akan memuncak dan lebih baik meredakan dulu emosi suaminya itu.


**********


Lain dengan Zee yang sekarang sudah sampai rumah dan berada di kamar bersama Abian dengan Abian mengkompres pipi Zee agar memarnya hilang.


"Pasti sakit ya?" tanya Abian. Zee mengangguk manja. Padahal rasanya juga pasti sudah hilang dasar saja Zee ingin di perhatikan suaminya.


"Maaf ya aku datang terlambat," ucap Abian merasa bersalah.


Abian tersenyum mendengarnya dan mencium pipi Zee yang terluka.


"Apa ini bisa menyembuhkannya?" tanya Abian. Zee menggelengkan kepalanya dan Abian mencium sekali lagi.


"Bagaimana dengan ini?" tanya Abian. Zee tersenyum malu-malu membuat Abian juga tersenyum.


"Makanya lain kali kalau mau pergi itu minta izin pada suami. Jadi tidak kualat seperti ini," ucap Abian.


"Isssss kak Abian malah menyalahkan Zee," sahut Zee.


"Ohhh, jadi tidak merasa bersalah. Padahal sudah pergi tanpa minta izin," sahut Abian.

__ADS_1


"Iyaaa, Zee minta maaf sudah pergi tanpa izin. Janji nanti Zee tidak akan mengulanginya lagi," ucap Zee dengan mengangkat ke-2 jarinya.


"Kalau mengulanginya akan dapat hukuman ya," sahut Abian.


"Siapa takut," sahut Zee dengan tersenyum yang membuat Abian juga tersenyum dan mencium lembut kening istrinya itu. Dan Zee langsung memeluk Abian.


*********


Asyifa keluar dari kamar mandi yang sehabis mengganti pakaiannya untuk beristirahat malam. Asyifa melihat Rafa yang sudah tertidur. Tampaknya hubungan mereka masih renggang dengan permasalahan yang terjadi tadi. Rafa juga tidak banyak bicara dan menunjukkan rasa kecewanya. Hal itu jelas membuat Asyifa tidak bisa tenang. Namun tidak bisa juga banyak bicara.


Asyifa menghela napasnya dan menaiki ranjang yang berbaring di samping Rafa yang mana Rafa tertidur membelakangi Asyifa. Asyifa pun memeluk suaminya dari belakang.


"Maafkan Asyifa kak Rafa," ucap Asyifa dengan pelan. Namun Rafa yang ternyata belum tidur hanya diam saja dengan matanya yang terbuka, "kak Rafa jangan marah lagi, Asyifa tidak bermaksud apa-apa," ucap Asyifa dengan lembut. Namun tidak ada respon dari Rafa membuat Asyifa perlahan melepas pelukan itu dan menjauh dari suaminya yang juga berbaring miring saling punggung- punggungan dengan Rafa.


Rafa yang menyadari hal itu menghela napasnya dan menoleh kebelakangnya dan melihat Asyifa yang sepertinya sedih dan mungkin saja menangis. Karena terlihat dari postur tubuhnya. Hati Rafa pasti tidak tega dengan hal itu dan langsung memeluk istrinya dari belakang bergantian dengan menempelkannya pipinya pada Asyifa.


"Kenapa menangis?" tanya Rafa. Dugaannya benar Asyifa menangis tanpa suara yang terlihat dari pipi Rafa yang ikutan basah.


"Kak Rafa cueki Asyifa terus. Jadi bagaimana Asyifa tidak menagis," ucap Asyifa dengan suaranya yang terisak.


Rafa mengubah posisi istrinya dan sekarang menghadapnya dengan wajah Asyifa mendarat di dada bidang Rafa dengan memeluk Asyifa erat.


"Jangan menangis lagi," ucap Rafa.


"Kak Rafa belum memaafkan Asyifa," ucap Asyifa.


"Iya aku sudah memaafkan kamu. Jadi jangan menangis lagi dan jangan di ulangi lagi. Ingat Asyifa aku suamimu dan semua masalah keluargamu aku juga harus ikut campur," ucap Rafa.


"Iya kak Rafa, Asyifa tidak mau mengulangi hal itu lagi," jawab Asyifa.


"Ya sudah jangan menangis lagi," ucap Rafa.

__ADS_1


Rafa juga mana betah harus lama-lama marah pada istrinya.


Bersambung


__ADS_2