Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah

Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah
Episode 178


__ADS_3

Rafa dan Asyifa makan malam di luar. Karena tadi siang Rafa tidak memakan masakan istrinya. Jadi sekarang ingin makan bersama istrinya.


"Enak sayang?" tanya Rafa.


"Iya sangat enak, makasih sudah mengajak Asyifa untuk makan malam di tempat yang bagus ini," ucap Asyifa dengan tersenyum yang merasa sangat bahagia dengan hal kecil yang di lakukan suaminya itu.


Tiba-tiba seorang pelayan datang dengan membawakan boucket bunga mawar merah yang sangat besar dengan memberikannya pada Asyifa.


"Untuk saya?" tanya Asyifa yang cukup kaget.


"Benar nona. Tuan ini yang memberikannya," ucap pelayan tersebut yang membuat Asyifa melihat Rafa dan Rafa menganggukkan pelan yang memang dia memberikan istrinya bunga.


Asyifa semakin tersenyum mendapatkan hal romantis dari Rafa yang jarang memberinya bunga dan sekarang mendapatkan bunga dari suaminya.


"Kamu tidak ingin menerimanya?" tanya Rafa. Asyifa yang begitu bahagia langsung mengambilnya.


"Terima kasih mbak," sahut Asyifa dengan bahagia.


"Sama-sama," pelayan itu langsung pergi ketika sudah memberikan bunga untuk Asyifa. Asyifa kelihatan sangat bahagia yang langsung menghirup aroma bunga tersebut.


"Makasih kak Rafa," ucap Asyifa dengan wajahnya yang berseri-seri.


"Sama-sama Asyifa! kamu suka bunganya?" tanya Rafa. Asyifa menganggukkan kepalanya yang memang sangat menyukai bunganya. Melihat istrinya yang bahagia juga membuat Rafa bahagia.


Asyifa melihat ada kartu ucapan yang terselip di bunga tersebut dan Asyifa langsung membukanya.


..."Selamat ulang tahun istriku, semoga kamu terus menjadi istri yang Sholeha dan bahagia di dunia dan di akhirat. I Love you sayang," tukis Rafa pada kartu ucapan itu....


Asyifa tampak terkejut mendengar hal itu yang tidak percaya jika Rafa tau ilang tahunnya dan jika bukan karena Rafa yang mengingatkannya. Asyifa pasti tidak ingat. Jika dia sedang berulang tahun.


"Kak Rafa," lirih Asyifa. Rafa langsung meraih tangan Asyifa dengan memegang tangan Asyifa sembari mengusap-usap lembut punggung tangan Asyifa dengan hatinya.

__ADS_1


"Selamat ulang tahun sayang," ucap Rafa begitu lembut membuat mata Asyifa berkaca-kaca.


"Kak Rafa tau hari ini ulang tahun Asyifa?" tanya Asyifa yang tidak percaya.


"Iya ini hari ulang tahun kamu dan hari ini juga 10 bulan kita menikah," ucap Rafa yang menurut Asyifa itu hal yang sangat kecil. Namun di ingat oleh Rafa dan bagaimana dia tidak terharu. Sampai meneteskan air matanya dan buru-buru di hapusnya.


"Maaf Asyifa cengeng. Soalnya Asyifa terharu," ucap Asyifa yang begitu terharu.


"Tidak apa-apa. Bagaimana kamu sangat bahagia?" tanya Rafa.


"Iya kak Rafa. Asyifa benar-benar sangat bahagia dengan semua yang kak Rafa berikan. Asyifa sangat bahagia dengan kak Rafa mengajak Asyifa makan yang pasti kak Rafa sebenarnya sangat capek. Baru pulang kerja. Namun kak Rafa malam membawa Asyifa makan. Memakan semua makanan yang Asyifa suka dan juga memberi Asyifa bunga yang sangat indah dan ternyata itu karena Asyifa yang ulang tahun. Makasih kak Rafa untuk semua ini. Asyifa sangat bahagia," ucap Asyifa.


"Sama-sama Asyifa. Kamu makan lagi. Jangan menangis," ucap Rafa. Asyifa menganggukkan kepalanya. Mana mungkin tidak menangis dengan hal kecil yang sangat romantis itu dari sang suami.


************


Setelah makan malam Asyifa dan Rafa berada di dalam mobil dengan Rafa yang menyetir dan Asyifa duduk di sebelahnya yang mana Asyifa terus memeluk bunga pemberian suaminya yang membuatnya sangat bahagia. Rafa yang sekali-kali menoleh kesebelahnya terus tersenyum melihat istrinya yang begitu bahagia.


"Kak Rafa kita mau kemana?" tanya Asyifa dengan wajahnya yang penuh kebingungan.


"Tidak kemana-mana sayang," jawab Rafa yang membuat Asyifa bingung. Tidak kemana-mana. Tetapi jalannya sangat asing dan di tengah kebingunganya mobil yang di kendarai suaminya sudah berhenti di pinggir pantai.


"Ayo kita turun!" ajak Rafa yang membuat Asyifa bertambah bingung. Namun Rafa sudah membuka sabuk pengamannya dan turun dari mobil. Sementara Asyifa masih plongo-plongo dengan penuh dengan kebingungan. Dan sampai tidak sadar jika Rafa sudah membuka pintu mobil di bagian Asyifa.


"Mari turun sayang," ucap Rafa dengan lembut dengan mengulurkan tangannya dan Asyifa menyambut uluran tangan itu yang langsung turun dari mobil dengan Asyifa yang tetap penuh dengan kebingungan. Namun Asyifa tetap mengikut saja kemana langkah suaminya membawanya.


Suaminya membawanya berjalan ke pinggir pantai dan ada speed boat di sana dan ternyata mereka menaiki speed boat tersebut dan itu semakin membuat Asyifa kebingungan. Namun tidak bertanya lagi. Karena dia tau suaminya tidak akan memberitahunya.


Tidak berapa lama mereka sampai ke lautan yang ada kapal di sana dan Asyifa semakin bingung lagi dan apalagi Rafa menyuruhnya naik ke atas kapal itu dan Asyifa mengikut saja.


"Terima kasih pak," ucap Rafa pada Pria yang mengendarai speed boat yang mengantarkan dia dan istrinya itu. Pria itu mengangguk dan langsung pergi setelah mengantarkan Asyifa dan Rafa.

__ADS_1


"Kak Rafa kenapa kita bisa ada di sini, mau ngapain?" tanya Asyifa.


"Kamu nanti juga akan tau. Ayo!" jawab Rafa yang membuat penasaran aja dan mau tidak mau Asyifa harus mengikuti Rafa yang melangkah dan tidak tau kemana Rafa akan membawanya.


Sampai akhirnya tiba di tempat yang begitu lantainya di injak Asyifa langsung hidup lampu yang kelap-kelip yang sangat indah yang membuat Asyifa terkejut dengan tempat itu yang begitu indah dengan lilin-lilin yang terpasang berbentuk love.


Ada satu meja dengan 2 kursi yang terdapat makanan dan juga lilin di tengah meja tersebut. Tempat itu memang sangat indah membuat Asyifa kagum dengan menutup mulutnya dengan matanya yang berkaca-kaca.


"Kak Rafa ini semua...." ucap Asyifa saat menoleh kesebelahnya untuk bicara pada Rafa. Namun Asyifa tidak menemukan Rafa di sana membuat Asyifa bingung kemana suaminya yang perasaan tadi ada di sampingnya. Namun tiba-tiba tidak ada membuat Asyifa melihat di sekelilingnya.


"Kak Rafa! kak Rafa!" panggil Asyifa yang terus memanggil Rafa dan Rafa sama sekali tidak tau di mana suaminya. Namun akhirnya Asyifa berhenti memanggil nama Rafa. Ketika melihat Rafa yang melangkah menghampirinya dengan membawa kue ulang tahun dengan kecil-kecil yang penuh di atas kue tersebut yang membuat Asyifa semakin terkejut dengan takjub lagi saat melihat hal itu.


"Selamat ulang tahun sayang. Kuenya baru ada di sini," ucap Rafa dengan lembut yang sudah berdiri di depan Asyifa.


"Kak Rafa semua ini kakak melakukannya untuk Asyifa?" tanya Asyifa yang pasti tidak menduganya.


"Iya sayang," jawab Rafa. Mata Asyifa berkaca-kaca yang mendapatkan Supraise dari suaminya dan bagaimana dia tidak begitu bahagia dengan Supraise romantis tersebut.


"Hey jangan menangis lagi. Ayo tiup lilinnya," ucap Rafa. Asyifa mengangguk-angguk dan pasti berdoa dulu dan langsung mengipas lilin tersebut sampai mati yang membuat Rafa tersenyum dengan apa yang merasa lega dengan istrinya yang bahagia dengan Supraise yang di berikannya.


"Makasih kak Rafa," ucap Asyifa tersenyum. Rafa mengangguk dengan mencium lembut kening istrinya.


"Ayo kemeja!" ajak Rafa. Asyifa mengangguk dan mengikuti suaminya yang lagi-lagi memperlakukannya dengan sangat romantis. Dari menarik kursi untuknya.


"Sekarang kamu potong kuenya!" titah Rafa yang berdiri di samping sang istri dengan membungkus sedikit. Asyifa mengangguk dan menuruti suaminya dan memotong kue ulang tahun pertamanya saat sudah menikah dan Asyifa langsung memberikan potongan pertama pada suaminya. Ya jika kalau bukan pada suaminya. Pada siapa lagi. Karena tidak ada siapa-siapa di tempat itu.


Mendapatkan potongan pertama dari sang istri. Rafa mencium kembali kening sang istri.


"Makasih kak Rafa untuk semua ini," ucap Asyifa. Rafa kembali mengangguk dan Asyifa mencium bibir suaminya, mengecupnya sekilas yang pasti sebagai ucapan terima kasihnya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2