
Asyifa dan Rafa yang berada di dalam kamar perawatan Asyifa. Hanya tinggal mereka berdua yang ada di kamar itu yang mana Asyifa sedang menyusui bayinya dengan Rafa yang menemaninya yang duduk di sampingnya dengan melihat-lihat bayi mereka yang kecil dan mungil itu.
"Masyaallah anak kita cantik ya," ucap Rafa yang memegang tangan putrinya itu.
"Masyaallah," sahut Asyifa yang tersenyum.
"Oh sayang aku sudah punya nama untuk anak kita," ucap Rafa.
"Oh iya apa itu?" tanya Asyifa.
"Nama ini diskusi aku antara ayah," ucap Rafa.
"Iya kak Rafa apa namanya?" tanya Asyifa.
"Ainun Afiza Gahania," Jawab Rafa
"Masyaallah namanya indah sekali. Apa itu artinya?" tanya Asyifa.
"Artinya perempuan yang cantik bermata indah dan ahli Alquran," jawab Rafa.
"Masyaallah indah sekali nama dan artinya kak Rafa," sahut Asyifa.
"Kamu suka namanya?" tanya Rafa.
"Masyaallah aku sangat menyukainya. Insyallah nama itu akan menjadi amanah," ucap Asyifa.
"Insyallah sayang. Semoga kelak sama seperti ibunya yang hafiz Al-Qur'an dan insyallah kamu doakan aku ya. Biar aku menyusul," ucap Rafa.
"Iya kak Rafa. Jika niat itu sudah di awali dengan baik maka pasti insyallah akan terwujud. Lagian hafalan kak Rafa juga Alhamdulillah sudah semakin banyak," ucap Asyifa yang selalu memberi suport untuk suaminya.
"Itu karena aku punya istri yang selalu mendukungku," ucap Rafa.
"Kak Rafa juga selalu mendukung Asyifa dan bahkan kak Rafa menyuruh Asyifa melanjutkan study S-3 hanya saja Asyifa belum kepikiran karena ingin fokus menjalani hari-hari Asyifa sebagai istri dan sekarang sudah menjadi ibu," ucap Asyifa.
Rafa mencium pucuk kepala Asyifa
__ADS_1
"Ternyata bocah kecil ini sudah menjadi ibu," canda Rafa.
"Kak Rafa jangan panggil Asyifa bocah kecil. Asyifa sudah dewasa tau," ucap Asyifa.
"Iya-iya istriku yang cantik ini sudah sangat dewasa, buktinya dia sudah memberiku keturunan, selain itu memberiku begitu banyak kebahagian. Terima kasih istriku yang cantik," ucap Rafa yang mungkin jika ingin memuji istrinya harus setebal kamus.
"Sama-sama kak Rafa yang juga selalu menjadi imam Asyifa dan sekarang ayah untuk putri kita. Kak Rafa bimbing Asyifa terus ya bersama anak kita," ucap Asyifa.
"Iya sayang," sahut Rafa yang kembali mencium kening Asyifa.
"Bagaimana putri kita apa sudah tidur?" tanya Rafa.
"Dia sudah selesai menyusu dan sepertinya juga mau tidur," ucap Asyifa.
"Ya sudah sayang, kamu istirahat saja biar putri kita aku yang jaga," ucap Rafa yang langsung mengambil alih menggendong bayi mereka.
"Kamu istirahat ya," ucap Rafa. Asyifa menganggukkan kepalanya dan membaringkan tubuhnya sementara Rafa menidurkan putri mereka dulu.
Dia pasti sangat kasihan kepada Asyifa yang sudah berapa malam ini tidurnya terjaga dengan rewelnya bayi mereka. Jadi Rafa akan membantu istrinya untuk sama-sama merawat anak mereka.
Rafa mengahampiri Asyifa dengan menyelimuti Asyifa dan mencium kening istrinya.
"Selamat malam sayang," ucap Rafa.
Lalu Rafa kembali menghampiri anak mereka dan mengawasi anak mereka jangan sampai terbangun dan bisa mengganggu Asyifa.
*******
Dedi, Willo, Lulu dan Rony sedang berada di ruang tamu tidak tau ada apa entah mengapa Dedi mengumpulkan keluarganya siang-siang seperti ini.
"Apa ada yang ingin kamu sampaikan Dedi?" tanya Willo.
"Sebelumnya aku minta maaf. Jika apa yang aku sampaikan nanti membuat mama atau yang lainnya kecewa. Tetapi ini sudah aku pikirkan matang-matang," ucap Dedi.
"Memang ada hal serius apa kak Dedi?" tanya Lulu.
__ADS_1
"Ma aku memutuskan untuk melanjutkan pernikahan ku dengan Syira," ucap Dedi dengan keputusannya.
Sontak membuat Willo, Lulu dan Rony kaget dengan keputusan kakaknya yang jelas-jelas sudah tau siapa Syira.
"Aku tidak berhak menghakimi Syira dengan menceraikannya karena masalah dirinya. Apa yang terjadi padanya adalah musibah dan aku tidak berhak mendzolimi nya. Seakan aku merasa paling suci. Aku juga manusia yang penuh salah dan jodoh adalah cerminan diri dan hanya kedepannya untuk saling memperbaiki,"
"Syira berbohong dan menjatuhkan fitnah kepadaku. Itu karena aku yang menjanjikan pernikahan kepadanya, aku memberi harapan dalam pernikahan kepadanya janji kepadanya dan membuatnya mendapat harapan yang banyak untuk hidup dan semangat. Tapi aku tidak bertanggung jawab dengan apa yang terjadi,"
"Aku juga banyak salah dan tidak pantas menghakimi Syira. Dan satu nilai yang aku ambil dari kejadian Syira. Meski kehormatannya di renggut paksa dengan bajingan itu dan orang yang tidak jelas. Tetapi Syira tidak menggugurkan kandungannya. Dia mempertahankan kandungannya walau anak itu pasti dari laki-laki yang di bencinya. Jika Syira bisa menerima kepahitan dalam hidupnya. Lalu kenapa aku tidak,"
Ucap Abian yang menceritakan semua alasannya untuk mempertahankan pernikahannya.
"Maafkan aku mah untuk keputusan ini yang pasti membuat mama dan yang lainnya kecewa," ucap Dedi.
Willo memegang tangan Dedi.
"Kenapa harus minta maaf. Yang menjalani pernikahan adalah kamu dan kamu berhak untuk menentukan jalan kamu. Mama justru bangga sama kamu. Kamu punya hati yang luas menerima Syira apa adanya," ucap Willo yang ternyata menanggapi dengan positif apa yang di katakan anaknya.
"Apa itu artinya mama tidak masalah. Jika aku membawa Syira kembali kerumah ini?" tanya Dedi.
"Dia masih sah sebagai istrimu dan jika ingin menjemputnya. Maka jemputnya. Insyallah kita sekeluarga akan sama-sama belajar untuk menjadi yang lebih baik," sahut Willo.
"Iya kak Dedi. Semua orang punya masa kelam dan kembali lagi tidak bisa menghakimi Syira seperti yang kakak katakan. Syira pada dasarnya sangat baik dan insyallah kita akan sama-sama saling belajar lagi," sahut Lulu yang juga setuju dengan keputusan sang kakak.
"Tapi ingat Dedi. Ini keputusan kamu. Kamu tau masa lalu istrimu seperti apa. Jangan pernah mengungkit hal itu semarah apapun kamu kepada-nya. Jangan menyakiti hatinya dengan membuka aibnya. Kamu yang memutuskan untuk menjalankan bersama Syira. Jadi bertanggung jawablah untuk membawa Syira ke surga," pesan Willo.
"Insyallah mah," sahut Dedi dengan matanya yang berkaca-kaca.
"Aku selalu mendukung apapun keputusan kak Dedi dan semoga kak Dedi dan Syira bisa bersama kembali," sahut Rony.
"Terima kasih untuk nasehat mama, Lulu dan juga kamu Rony. Terima kasih untuk restu mama," ucap Abian dengan matanya yang berkaca-kaca yang benar-benar begitu bahagia dengan respon keluarganya di luar dugaannya. Keluarganya yang sangat mendukungnya.
Karena memang tidak pantas merasa hina pada Syira. Karena Syira adalah korban dan Syira juga sudah menjadi orang yang lebih baik lagi kedepannya.
Bersambung
__ADS_1