
Rafa tersenyum dengan menyandarkan punggungnya di bangku kerjanya.
"Semoga saja Novi tidak salah-salah dalam bertindak dan semoga saja Asyifa menyukai apa yang aku berikan. Aku rasa dia pasti menyukainya. Karena mana da wanita yang tidak suka bunga dan minuman itu Wau dia pasti kegirangan," gerutu Rafa yang berbicara sendiri sembari senyum-senyum.
Rafa lebih seperti orang yang sedang jatuh cinta. Dari senyumnya yang tidak bisa bohong yang menunjukkan ekspresi wajahnya yang menggambarkan kebahagian. Tidak tau Rafa apa sudah mulai bucin pada isterinya.
Sementara Sekretarisnya yang baru keluar ruangan Rafa.
"Aku baru pertama kali melihat pak Rafa seperti itu. Aneh sekali," gumam Novi geleng-geleng kepala. Ya sejak tadi ekspresinya memang menunjukkan rasa tanya dan geli dengan tingkah Rafa yang sepertinya lagi bucin pada istrinya.
***********
Lain dengan Rafa yang ada saja di persiapkannya. Ternyata Asyifa sedang makan siang bersama dengan sepupunya Lulu di salah satu Restaurant. Asyifa tiba-tiba ingin bertemu mungkin ingin mengobrol dan makan bersama. Karena sudah lama juga tidak bertemu dan tidak mengobrol.
Mereka duduk saling berhadapan dengan makanan yang sudah ada di meja yang sesuai dengan pesanan yang mereka inginkan.
"Kamu sedang apa Asyifa?" tanya Lulu sembari mengunyah makanannya. Saat melihat Asyifa yang sedang mengetik pesan saat makan.
"Oh ini kak Asyifa sedang balas chat kak Rafa. Kak Rafa tanya Asyifa makan dengan siapa," jawan Asyifa.
"Posesif amat suaminya. Kayaknya enak ya kalau di posesifi sama suami," ucap Lulu.
"Apa sih kak Lulu. Bukannya hal biasa kalau suami bertanya seperti itu?" tanya Asyifa.
"Nggak juga sih. Buktinya aku tidak seperti itu. Kalau sedang keluar cukup minta izin sekali dengan mas Roni, bicara pergi dengan siapa dan di mana sudah cukup. Sisanya dia tidak akan tanya-tanya lagi. Tapi kamu bukannya sebelumnya kamu juga sudah minta izin dan dengan penjelasan yang teliti. Masa iya di tanyai lagi. Laki-laki seperti ini ciri-cirinya takut kehilangan wanitanya," ucap Lulu yang ada saja teorinya.
"Kakak berlebihan," sahut Asyifa tersenyum malu-malu.
"Suami kamu yang berlebihan, sepertinya itu takut sekali. Kalau istrinya dekat-dekat dengan orang lain. Makanya Rafa terus saja memantau kamu. Dia itu kecintaan sama kamu, bucin amat suami kamu," ucap Lulu lagi.
__ADS_1
Asyifa mendengar hal itu pasti sangat bahagia. Apa lagi jika yang di katakan Lulu benar. Asyifa tadi memang sudah meminta izin pada Rafa dan Rafa mengijinkannya karena hanya makan dengan Lulu. Tetapi di sela-sela itu Rafa terus saja menanyai Asyifa, apa masih dengan orang yang sama atau tidak. Ya hal itu sudah menunjukkan Rafa sekarang begitu posesif.
"Malah senyum-senyum lagi," goda Lulu.
"Kak Lulu itu berlebihan, kak Rafa mungkin hanya khawatir saja pada Asyifa," sahut Asyifa.
"Iya deh. Tapi aku senang banget Asyifa. Dengan pernikahan kamu dan Rafa yang membaik, mengingat kamu pernah mengatakan di awal-awal menikah sikap dingin Rafa pada kamu dan kakak berharap Rafa bisa sehangat mungkin pada kamu," ucap Lulu dengan harapannya pada Rafa.
"Doakan saja yang terbaik kak Lulu," sahut Asyifa.
"Oh iya Asyifa. Kamu tadi mau menayakan hal yang penting, mau menayakan masalah apa?" tanya Lulu.
Asyifa jadi ragu untuk mengatakan apa yang ingin di tanyakannya sejak tadi.
"Asyifa!" tegur Lulu.
"Hmmmm, begini kak Lulu, aduh Asyifa sebenarnya malu mengatakannya," ucap Asyifa dengan gugup.
"Kak Lulu apa yang seorang istri harus lakukan. Jika suaminya ingin meminta kewajibannya?" tanya Lulu yang berbicara sangat pelan dan hati-hati.
Uhuk-uhuk-uhuk-uhuk.
Mendengarnya Lulu jadi batuk-batuk.
"Ya ampun kak Lulu tidak apa-apa," ucap Asyifa panik.
"Tidak, tidak apa-apa. Asyifa pertanyaan kamu seakan-akan. Kamu dan Rafa belum..." isi kepala Lulu sangat sulit untuk di katakannya yang mungkin apa yang di tebaknya adalah kebenarannya. Apa lagi Asyifa menunduk dengan malu dan terlihat gugup.
"Jadi benar belum?" tanya Lulu memastikan.
__ADS_1
Sangat ragu kepala Asyifa mengangguk. Kuku benar-benar terpekik kaget dengan hal itu.
"Kenapa lama sekali. Kamu sama Rafa sudah menikah begitu lama dan Rafa apa dia tidak normal?" tanya Lulu benar-benar heran.
"Bukan begitu kak Lulu. Kak Rafa pasti normal kok," sahut Asyifa yang tidak ingin ada yang mengatai suaminya.
"Jika Normal. Lalu kenapa bisa seperti itu?" tanya Lulu dengan memelankan suaranya.
"Kak Lulu. Asyifa dan kak Rafa kan menikah dengan jalur ta'aruf yang bisa di katakan tidak juga dan saat itu kan seperti yang Asyifa katakan kak Rafa masih sangat dingin dan bahkan marah-marah saat itu. Ya makanya tidak terjadi apa-apa dan belakangan ini hubungan kami baik-baik aja dan kak Rafa meminta hal itu. Makanya Asyifa tanya pada kak Lulu apa yang harus Asyifa lakukan," ucap Asyifa dengan gugup berbicara.
Lulu sampai tarik napas mendengarnya. Apa itu artinya dia harus mengajari Asyifa. Ya Lulu juga jadi bingung sendiri harus mengatakan apa kepada Asyifa jika sudah ceritanya seperti ini.
*********
Di lain sisi Miranda harus menerima semua akibat dari perbuatannya di mana sekarang Miranda berhadapan dengan managernya.
"Apa maksud Tante. Tante bilang apa. Semua pekerjaan ku di cancel?" tanya Miranda dengan tidak percaya ketika mendapat berita itu.
"Iya Miranda, banyak pekerjaan yang di cancel dan semua itu karena kecerobohan kamu yang bertindak dengan gegabah dan kamu lihat apa akibatnya. Semua pekerja kamu di batalkan dan kamu tau akibat semua ini karir kamu akan hancur," ucap wanita yang berprofesi sebagai manager Miranda tersebut yang sepertinya frustasi menghadapi Miranda.
"Tidak bisa. Ini tidak bisa terjadi. Aku tidak mau hancur. Tante harus melakukan sesuatu. Aku tidak mau karir yang aku bangun selama ini hancur begitu saja," ucap Miranda dengan panik.
"Apa yang bisa kita lakukan Miranda. Seharusnya kamu tidak main-main dengan keluarga pengusaha itu dan seharusnya kamu tidak mengganggu pernikahannya yang kamu tau sendiri istrinya juga bukan orang sembarangan. Bahkan ibunya seorang penulis terkenal dan pasti banyak bos-bos, produser yang mengenal mereka dan tindakan kamu ini sangat memalukan dan ini akibat dari perbuatan kamu," ucap wanita itu yang juga menyalakan Miranda.
"Tapi aku tidak mau hancur. Lakukan sesuatu," tegas Miranda yang frustasi dan tidak akan mungkin menerima kehancurannya.
"Kamu yang harus bertanggung jawab dengan masalah ini dan juga harus mengganti banyak kerugian, aku sudah tidak tau harus bertindak seperti apa," ucap wanita itu angkat tangan dengan Miranda dan memilih pergi dari hadapan Miranda membiarkan Miranda meratapi kesalahannya.
"Argggg!" teriak Miranda seperti orang gila.
__ADS_1
Bersambung