Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah

Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah
Episode 247


__ADS_3

Syira yang penuh dengan kebingungan yang tidak tau harus mendapatkan uang dari mana untuk membayar pria yang terus memerasnya dan belakangan ini mendapatkan teror. Karena tak Syira tidak kunjung juga membayar orang tersebut.


Sampai kebingungan Syira terbawa-bawa di meja makan yang sedang sarapan bersama keluarga Dedi. Syira tidak fokus sarapan karena pikirannya yang kemana-mana.


Sementara Lulu yang juga sarapan melihat bagaimana Syira yang penuh dengan pemikiran.


"Kenapa sih nih anak. Nanti kenapa-kenapa lagi. Lalu keluarga ini lagi yang di salahkan," batin Lulu yang melihat gerak-gerik Syira yang penuh dengan kebingungan. Jika bertanya itu sama saja dia perhatian dan dia tidak mau bertanya.


"Ya Allah bagaimana ini. Dari kemarin dia terus saja menelponku. Apa yang harus aku lakukan ya Allah. Aku benar-benar tidak tau harus berbuat apa," batin Syira dengan penuh kecemasan.


"Sebenarnya apa yang di sembunyikan Syira, aku melihat seperti ada sesuatu. Belakangan ini dia juga terus menelpon dengan sembunyi-sembunyi dan seperti sangat takut jika aku mengetahui sesuatu," batin Dedi yang juga mencurigai Syira. Hanya saja malas bertanya pada Syira.


"Permisi Bu!" tiba-tiba pembantu rumah tangga menyapa di tengah sarapan itu.


"Ada apa Bi?" tanya Willo.


"Ini ada paket untuk Bu Syira," ucap Bibi yang memberikan amplop coklat yang di lapisi dengan plastik. Mendengar namanya di sebut membuat Syira terkejut.


Willo, juga melihat kearah Syira sama dengan yang lainnya yang melihat ke arah Syira, "berikan padanyanya!" titah Willo.


Bibi mengangguk dan memberikan pada Syira.


"Makasih Bi!" ucap Syira dengan pelan dan tangannya bergetar memegang amplop itu yang dia juga tidak tau apa isinya dengan ketakutan yang di rasakannya yang membuatnya penuh dengan kebingungan dan penuh dengan rasa takut.


"Apa ini, siapa yang mengirimnya," batin Syira dengan ketakutan dan Dedi begitu memperhatikan gerak-gerik Syira yang ingin bertanya. Tetapi malas untuk ikut campur.


"Hmmm, ini pasti dari teman aku," ucap Syira yang tersenyum tipis yang padahal tidak ada yang bertanya juga.


"Hmmm, aku sudah selesai sarapan. Aku mau ke atas dulu!" ucap Syira yang berdiri dari tempat duduknya dan langsung pergi dengan begitu buru-buru.


"Kenapa sih dia?" tanya Lulu heran.


"Memang dia kenapa Lulu?" tanya Willo.


"Ya mama perhatikan saja. Dia itu sangat aneh dan sangat banyak tingkahnya," sahut Lulu.

__ADS_1


"Itu hanya perasaan kamu saja Lulu," sahut Rony.


"Tidak mas, aku melihat gerak-gerik dia itu mencurigakan," ucap Syira.


"Sudahlah kamu jangan mencampuri urusannya. Itu tidak ada gunanya," ucap Rony.


"Iya mas," sahut Lulu.


***********


Syira yang berada memasuki kamar langsung mengkunci pintu kamar dan buru-buru mendekati tempat tidur dengan membuka amplop tersebut dengan tangannya yang bergetar.


Begitu terkejutnya Syira saat melihat apa yang di keluarkannya dari amplop tersebut yang ternyata apa yang di lihatnya adalah beberapa lembar foto-foto yang sangat mengejutkannya yang ternyata adalah foto-foto dirinya yang tanpa busana dengan di tutupi selimut sampai dadanya yang tidur di samping seorang pria yang juga tanpa busana.


Jantung Syira rasanya ingin copot melihat foto-foto dirinya yang di kirimkan yang pasti berupa ancaman.


Syira juga membaca surat yang tertera di dalam amplop tersebut.


"Temui aku jam 7 malam di alamat yang tertera. Jika kau tidak datang. Aku sudah membuat Group keluargamu dan aku akan mengirim vidio tentang mu," tulis pesan itu yang membuat air mata Syira jatuh.


Ceklek, Ceklek,.


Suara kenopi pintu yang di tekan berkali-kali mengejutkan Syira yang ternyata pintu kamar di kunci Syira.


"Syira kenapa pintunya di kunci!" suara Dedi membuat Syira semakin terkejut yang tidak menyangka ternyata Dedi yang ingin masuk kamar.


"Syira buka pintunya!" teriak Dedi. Syira semakin bingung dan tidak tau harus apa. Namun dia mencoba untuk tenang dan menyembunyikan cepat-cepat amplop itu. Lalu langsung menghampiri pintu dan membuka pintu.


Saat pintu terbuka Dedi melihat Syira dengan penuh kecurigaan, "kenapa kau menutup pintunya?" tanya Dedi dengan penuh selidik.


"Ti_ti_tidak apa-apa. Hanya, hanya...." Syira yang penuh dengan kegugupan yang tidak bisa menjawab pertanyaan Dedi dengan berbicara yang terbata-bata dengan bibir yang bergetar.


"Hanya apa?" tanya Dedi yang masih menunggu jawaban itu.


"Aku mau ganti bajunya makanya pintunya di kunci," jawab Syira yang menemukan jawabannya yang masuk akal.

__ADS_1


"Apa kau tidak bisa kekamar mandi," desis Dedi yang langsung memasuki kamar melewati Syira begitu saja dan Syira menghela napasnya yang lega dengan Dedi yang tidak mengetahui apa yang di sembunyikannya.


Dedi memasuki kamar dengan membuka lemari yang mengambil jaket motornya yang di saksikan Syira.


"Kamu mau kemana?" tanya Syira.


"Aku ada balapan hari ini," jawab Dedi dan tumben-tumben nya dia mau menjawab.


"Balapannya pagi apa malam?" tanya Syira.


"Malam hari," jawan Dedi.


"Kamu pulang jam brapa?" tanya Syira.


Dedi melihat sinis ke arah Syira, "sejak kapan kau jadi sibuk mengurusiku dan banyak tanya. Aku mau pulang jam brapa itu bukan urusanmu," ucap Dedi dengan kesal yang selesai memakai jaket balapnya dan langsung pergi.


Namun tangannya di tahan Syira yang membuat Dedi melihat tangannya yang di pegang Syira.


"Apa aku minta bantuan!" ucap Syira dengan takut-takut bicara pada Dedi.


Tidak ada jawaban dari Dedi dan malah melepaskan tangan Syira dari tangannya dan Dedi pergi keluar dari kamar yang tidak peduli dengan Syira. Bahkan tidak mau tau apa yang di inginkan Syira. Syira hanya menatap nanar kepergian suaminya itu.


"Aku hanya ingin meminjam uang Dedi," batin Syira yang mungkin kepalanya sudah pecah dengan semua pikirannya dan hanya butuh uang secepatnya.


***********


Malam hari Syira yang kelihatannya sangat nekat untuk pergi menemui pria yang mengancamnya itu. Syira yang sudah siap-siap dan menuruni anak tangga dengan buru-buru dan bahkan sangat hati-hati yang takut ada melihatnya.


Di depan rumah Syira juga sudah di tunggu Taxi yang sebelumnya sudah di pesannya. Syira melihat ke sekitarnya dan setelah memastikan aman. Syira langsung memasuki Taxi tersebut.


Tanpa Syira sadari kepergiannya yang mencurigakan itu di lihat oleh Lulu yang berdiri di teras kamarnya.


"Mau keman dia malam-malam begini dan kenapa seperti pencuri yang mengendap-endap," batin Lulu dengan penuh selidik.


"Sangat aneh. Apa yang terjadi sebenarnya kepadanya. Tiba-tiba aja nanti sudah terjadi sesuatu dan ini itu," batin Lulu yang sangat penasaran dengan kepergian Syira yang tiba-tiba saja dengan cara yang mengendap-endap.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2