
Setelah kejadian yang tidak terduga itu. Keputusan juga terlihat mendadak di ambil dan masa liburan 1 hari yang juga berakhir. Tidak tau bagaimana keluarga Zee, keluarga Asyifa berbicara pada keluarga Danu yang pasti mereka merasa tidak enak dengan Danu dan apa lagi Syira dan Abian ternyata ada hubungan.
Namun pada nyatanya sekarang mereka sudah berada di dalam mobil yang akan kembali ke Jakarta dan pasti tanpa keluarga Danu yang tidak tau kapan Danu akan pulang bersama istri dan anaknya.
Asyifa seperti biasa duduk bersama Rafa. Dengan Rafa yang sudah tertidur mungkin sangat lelah. Asyifa memperbaiki selimut suaminya dengan mengelus rambut suaminya dengan Asifa yang yang tersenyum. Asyifa melihat ke sekitarnya di dalam mini bus itu.
Karena memang sudah malam. Jadi memang semua pada tidur. Namun ada yang mencuri perhatiannya yaitu saat melihat ke bangku belakang di mana Zee dan Abian yang tidak tertidur. Namun ke-2nya tampak asing. Meski duduk bersebelahan. Namun Zee yang duduk di bagian jendela hanya melihat ke jendela dengan wajahnya yang terlihat murung.
Sama dengan Abian yang juga melihat ke sampingnya dan terlihat diam. Ke-2nya padahal sudah menikah dan malah tampak terlihat sangat asing membuat Asyifa menghela napas seperti tau apa yang ada di pikirannya.
Rafa membuka matanya dan langsung melihat ke arah istrinya, "Asyifa kenapa belum tidur?" tanya Rafa membuat Asyifa mengalihkan pandangannya langsung dan melihat ke arah suaminya.
"Belum mengantuk," jawab Asyifa.
Rafa yang terlihat mengantuk mengusap-usap punggung tangan istrinya dengan jarinya, "lagi lihat apa?" tanya Rafa yang tau jika tadi Asyifa memerhatikan sesuatu. Namun saking malasnya badannya bergerak Rafa memilih untuk tidak melihatnya.
"Tidak lihat apa-apa," jawab Asyifa yang langsung memeluk lengan Rafa dan bersandar pada dada Rafa yang ingin bermanja dan Rafa pun merangkul bahu sang istri.
"Kamu harus istirahat. Pasti kamu sangat lelah," ucap Rafa.
"Iya kak Rafa," sahut Asyifa yang memejamkan matanya perlahan mencoba untuk tidur.
"Pernikahan kak Abian dan Zee sangat mendadak dan tidak ada rencana. Masalah perasaan mereka berdua tidak ada yang tau. Namun ternyata kak Abian punya hubungan dengan Syira dan sampai tahap rencana pernikahan dan dengan tiba-tiba adanya pernikahan antara Zee dan kak Abian. Bagaimana ke-2 nya akan melakukan perjalanan rumah tangga mereka nantinya," batin Asyifa yang harus kepikiran dengan matanya yang kembali terbuka.
"Sayang tidurlah, jangan berpikir terus," ucap Rafa dengan suaranya yang di ayun yang tau istrinya bangun walau dia tidak melihatnya. Asyifa mengangkat kepalanya dan melihat suaminya dengan mata suaminya yang satu yang tampak mengantuk.
Asyifa melihat di sekitarnya, di pastikan aman lalu langsung mencium pipi suaminya. Membuat Rafa mendengus dengan tersenyum.
__ADS_1
"Sudah mau tidur," sahut Asyifa memeluk Rafa dengan erat dan Rafa pun memeluk istrinya lebih erat lagi dengan leher Rafa yang berada di kepala Asyifa Asyifa. Asyifa mau tidak mau harus tertidur. Karena kasihan Rafa yang hanya menunggunya tertidur.
************
Setelah perjalanan akhirnya mini bus itu sampai dengan selamat yang mana sebelumnya tadi sudah mampir di rumah Rendy untuk mengantarkan Rendy, Rania, Willo Dedi, Lulu dan Roni dan keluarga Rafa tidak mampir lagi dan langsung pulang.
Satu persatu turun dari bus dan termasuk Abian yang juga turun dari bus.
"Abian kita bukannya harus membicarakan masalah kamu dan Zee," ucap Shofia yang langsung membuka topik yang padahal masih berada di depan rumah.
"Mah kita sebaiknya masuk dulu. Kita bicara di dalam," sahut Shania.
"Iya kak Shania benar. Kita bicara di dalam saja," sahut Rafa.
"Apapun yang ingin di bicarakan. Aku sama Zee sudah menikah dan kami sah menjadi suami istri dan untuk semua ini sudah tidak ada gunanya. Orang tua ku kebetulan ada di Jakarta. Aku akan mengatakan kepada mereka mengenai pernikahan ini dan mungkin mereka pasti sudah tau dari keluar Om Danu. Jadi tolong beri aku waktu untuk menyesuaikan diri dengan pernikahan ini," ucap Abian dengan raut wajahnya yang kelihatan dan tidak ada semangatnya sama sekali dan Zee sendiri hanya diam saja.
"Kalau begitu saya permisi dulu. Saya juga harus pulang," ucap Abian yang langsung ingin pergi.
"Setelah kamu dengan gentelment yang mengambil alih hukuman untuk Zee bahkan menikahinya dan sekarang kamu bilang apa ingin menyesuaikan apa. Apa itu artinya setelah menikahi dan kamu tidak bertanggung jawab dengan pernikahan ini. Apa menurut kamu pernikahan ini main-main," ucap Rafa yang berbicara sangat serius.
"Kamu menunjukkan dirimu seperti orang yang sangat gentelment di depan semua warga dan sampai sini seolah kamu membuat perbedaan dalam kejadian di desa dan di sini yang artinya terjadi di desa ya terjadi dan tidak di sangkut pautkan di sini," lanjut Rafa.
Sebagai kakak dengan apa yang di katakan Abian membuatnya tersinggung yang artinya Abian menyalahkan Zee atas kejadian itu dan menikahi adalah pertanggungjawaban dan setelah itu adiknya di abaikan.
"Kak Rafa, tenang dulu!" Asyifa mencoba untuk menenagkan suaminya yang mulai emosi.
"Situasi ku sulit Rafa aku mohon pengertiannya. Banyak masalah yang harus aku selesaikan. Aku harus menjelaskan pada orang tuaku dan aku juga harus bicara dengan kepala dingin pada kelurga..."
__ADS_1
"Syira maksudmu," sahut Rafa memotong pembicaraan Abian, "kau sekarang masih berusaha dalam meyakinkan apa. Apa setelah keluarga Syira yakin dan memaafkan mu. Kau melanjutkan hubunganmu dengannya. Jika kau ada niat seperti itu kenapa kau menikahi adikku," ucap Rafa menekan suaranya yang emosinya naik satu tingkat.
"Kau yang membuat semuanya menjadi seperti ini. Kau sudah tau memiliki calon istri. Tetapi kau membawa adikku kerumahmu dan setelah kau di tuduh dan mendapat fitnah, kau dengan sok-sokan ingin menikahinya dan sekarang kau berpikir hanya untuk menyelamatkan hubunganmu dengan Syira," ucap Rafa menekan suaranya.
Sementara Asyifa terus menggengam tangan Rafa agar Rafa bisa mengontrol dirinya.
"Bukan itu maksudku Rafa, aku..."
"Bawa orang tua mu kemari dan selesaikan dengan keluarga. Aku akan menghabisimu sekarang jika kau berani mempermainkan adikku dengan pernikahan yang kau ciptakan sendiri," tegas Rafa dengan emosi.
Zee memilih masuk rumah dari pada hatinya semakin di cabik-cabik dengan sikap Abian dan kata-kata Abian yang benar apa kata Rafa. Abian seolah menyalahkan dirinya.
"Zee!" panggil Shania yang juga menyusul ikut masuk bersama dengan Aqela.
"Abian kamu menikahi putri dari rumah kami dan kami memberi izin untuk pernikahan itu. Mohon jangan kecewakan keluarga kami. Zee masih terlalu mudah untuk menikah. Jadi jangan membuat putri di rumah ini mengalami masa-masa sulit karena pernikahan ini," ucap Xander yang harus tegas.
Karena memang sudah berhubungan dengan pernikahan dan tidak bisa di anggap main-main lagi.
"Baiklah. Aku akan bicara masalah ini pada mama dan papa. Dan akan membahas kehidupan ku dengan Zee. Aku menikahinya dan aku tau ilmu pernikahan. Aku juga mengerti dengan pernikahan yang tidak main-main dan aku menikahinya yang artinya bertanggung jawab padanya. Karena dia sudah istriku. Jadi mohon untuk tidak salah paham," ucap Abian dengan berbicara pelan-pelan. Agar tidak ada yang emosi.
"Aku hanya ingin tidak ada perselisihan dia antara semuanya. Jadi mohon untuk setiap pengertiannya. Aku permisi!" ucap Abian yang menundukkan kepalanya dan langsung pergi.
Rafa terlihat masih tidak bisa mereda emosinya dengan mengepal tangannya.
"Rafa kendalikan diri kamu. Untuk masa seperti ini kamu tidak boleh terlalu emosi. Kamu harus ingat dia sudah menjadi adik iparmu," ucap Shofia yang memberikan anaknya masukan.
"Benar kata mama kak. Sekarang Kak Rafa ayo kita masuk," ucap Asyifa yang mengajak suaminya.
__ADS_1
"Ayo kita masuk saja sebaiknya," sahut Xander dan semuanya mulai masuk kedalam rumah untuk meredakan diri masing-masing.
Bersambung