
Akhirnya Rafa dan Asyifa selesai menonton bersama dan mereka keluar dari dalam bioskop dengan Rafa yang pasti merangkul bahu istrinya.
"Kamu hari ini happy?" tanya Rafa. Asyifa menganggukkan kepalanya dengan senyumannya yang menyejukkan hati.
"Makasih kak Rafa udah baik banget sama Asyifa dan sudah ngajak Asyifa nonton untuk yang pertama kalinya bersama kak Rafa," ucap Asyifa.
"Sama-sama sayang, aku justru berterima kasih pada kamu. Karena sudah mau memaafkan ku," ucap Rafa.
"Tapi kak Rafa jangan bohong lagi ya sama Asyifa," ucap Asyifa.
"Iya sayang," sahut Rafa.
"Kak Rafa, kak Asyifa!" tegur Zee yang melihat Rafa dan Asyifa dan langsung menghampiri Rafa dan Asyifa.
"Loh, Zee Abian," sahut Rafa yang cukup kaget
"Kalian habis dari mana?" tanya Asyifa.
"Habis nonton tadi, baru filmnya selesai?" jawab Zee.
"Ya ampun berarti kita sama. Aku sama kak Rafa juga baru aja selesai nonton," sahut Asyifa.
"Ya. Kita kenapa tidak saling melihat ya tadi," ucap Zee.
"Mungkin belum jodoh. Tetapi sekarang kita bertemu di sini," sahut Asyifa.
"Iya benar juga kata kak Asyifa. Oh iya tumben sekali kak Rafa ngajak kak Asyifa untuk nonton biasanya...."
"Biasanya apa," sahut Rafa yang sudah memotong padahal belum bicara apa-apa sama sekali.
"Issss langsung marah deh, kesal deh," sahut Zee.
"Sudah-sudah jangan malah ribut. Zee tidak apa-apa dong sekali-kali nonton bareng kak Rafa dan kamu juga tumben juga nonton sama Abian," sahut Asyifa.
"Ya kak Abian yang ngajakin," sahut Zee.
"Seperti yang kamu bilang Asyifa. Tidak ada salahnya sekali-kali jalan keluar dan menonton," sahut Abian.
"Iya benar," sahut Asyifa.
"Hmmm ya sudah aku sama Asyifa pulang duluan. Kalian mau langsung pulang atau mau jalan lagi?" tanya Rafa.
"Kayaknya kita juga mau..."
__ADS_1
"Aku sama Zee mau jalan-jalan malam lagi, cari udara segara," sahut Abian yang memotong pembicaraan Zee yang pasti sebelumnya Zee mengatakan ingin pulang. Namun mendengar Abian yang mengajaknya jalan-jalan lagi pasti membuat Zee senang.
"Begitu rupanya. Ya kalau kami harus pulang," sahut Asyifa.
"Memang kamu tidak mau jalan-jalan lagi sayang?" tanya Rafa yang sepertinya tidak mau kalah dari Abian.
"Bukannya kak Rafa tadi bilang kita mau pulang langsung?" tanya Asyifa yang begitu polos tidak tau aja kalau suaminya itu ingin terlihat jauh lebih romantis di bandingkan Abian. Tapi kelihatannya Asyifa tidak mengerti.
"Ya siapa tau aja kamu masih mau jalan, ya kemana pun," sahut Rafa dengan tersenyum yang tidak mau kalah. Abian mendengarnya hanya mendengus tersenyum saja.
"Hmmm, tetapi Asyifa mau pulang aja deh. Kan tadi kata kak Rafa kita hanya khusus menonton saja. Jadi Asyifa sesuai dengan apa yang kak Rafa katakan saja," sahut Asyifa.
"Ya ampun kak Rafa, kelewatan deh. Masa iya kak Rafa harus batasi kak Asyifa. Masa iya hanya menonton saja. Kak Rafa padahal setiap hari sibuk dengan pekerjaan kak Rafa, nyenangi istri aja masa ngga bisa harus ada waktunya," sahut Zee yang sengaja mencari masalah dengan Rafa agar Rafa kesal.
"Kamu ini ya," geram Rafa dengan kesal. Asyifa hanya tersenyum dengan kakak adik yang kembali bertengkar itu.
"Apa sih kak Rafa kan emang benar apa yang Zee katakan," sahut Zee dengan mengejek kakaknya itu agar Rafa semakin kesal.
"Hey Zee ini semua kemasan Asyifa. Kamu itu jangan sembarangan aku tidak membawa istriku jalan-jalan jangankan hanya di Jakarta. Malam ini ke Luar Negri pun kalau Asyifa meminta akan langsung aku turuti," ucap Rafa yang menyombongkan dirinya. Zee hanya mengangguk-angguk saja mendengarnya.
"Abian bisa tidak melakukannya kepada kamu?" sahut Rafa yang malah menantang Abian.
"Kenapa jadi bawa-bawa suami Zee," sahut Zee.
"Ya dia bisa tidak melakukan hal itu. Pasti tidak bisalah," sahut Rafa yang begitu angkuh.
"Ya ampun kak Abian so sweet banget, bahkan sampai ke bulan," batin Zee yang ingin langsung terbang kebulan.
"Kau itu terlalu lebay Abian pake mau ke bukan naik apa mau kesana naik onta. Jadi jangan halu," sahut Rafa.
"Ya namanya juga cinta Rafa. Bukannya kita akan menjadi bodoh dan melakukan segalanya demi orang yang kita cintai," sahut Abian.
Zee dan Asyifa hanya menjadi penonton saja dari perseteruan 2 orang yang kelewat bucinnya dan bisa-bisanya tidak ada yang mau mengalah. Namun pasti Asyifa dan Zee sangat bahagia karena menjadi topik perseteruan tersebut.
"Alah udalah jangan terlalu berlebihan. Lakukan saja yang mau kau lakukan kepada adikku. Awas saja kalau hanya perkataan mu saja yang banyak. Awas kalau kau tidak bisa membahagiakannya. Kau akan selesai di tanganku," ucap Rafa yang malah mengancam dengan serius yang di tanggapi Abian dengan senyuman.
"Ya sudah sayang sekarang kita pergi yuk. Soalnya mereka masih mau kebulan. Kita juga harus ke luar angkasa," sahut Rafa dengan sindiran ejekan pada Abian dan langsung menggenggam tangan Asyifa.
"Ya sudah Zee, Abian kami duluan ya. Happy ya jalan-jalannya," ucap Asyifa.
"Iya kak Asyifa hati-hati," sahut Zee dengan tersenyum dan Asyifa dan Rafa langsung pergi.
"Kak Rafa memang tidak pernah mau kalah," cicit Zee.
__ADS_1
"Makanya aku terus memancingnya," sahut Rafa.
"Ohhhh, jadi itu hanya pancingan saja. Kak Abian tidak ada niat memang mengajakku untuk kebulan?" tanya Zee yang menanggapi serius.
"Memang bisa pergi ke bulan?" tanya Abian wajahnya langsung panik.
"Kan kak Abian yang punya ide. Berarti sudah tau caranya," sahut Zee.
"Ya tapikan Zee itu hanya, hanya kata-kata saja kan nggak mungkin juga," sahut Abian benar-benar panik.
"Ohhh, Zee pikir benar lagi," sahut Zee yang wajahnya terlihat kecewa.
"Zee maaf aku tidak bermaksud membuat harapan padamu," sahut Abian yang merasa bersalah pada Zee yang membuat Zee seperti kecewa.
Namun Zee tiba-tiba tersenyum dengan tertawa kecil, " Zee juga hanya bercanda kak Abian jangan serius seperti itu. Lagian mana mungkin ke bukan," sahut Zee membuat Abian juga tersenyum yang kelihatan becandaan mereka berdua sangat nyambung.
"Ya sudah kita kembali?" tanya Abian. Zee menganggukkan kepalanya dan mereka bergandengan tangan yang akhirnya kembali pulang.
***********
Zee dan Abian masih berada di dalam mobil yang menunggu macet.
"Ada apa di depan ya kak Abian?" tanya Zee.
"Tadi sih katanya ada pohon tumbang dan jatuh ke tengah jalan. Makannya macet seperti ini. Mungkin petugas sudah mengevakuasi. Jadi pasti sebentar lagi macetnya akan selesai," jawab Abian.
"Hmmm begitu rupanya. Anginnya memang sangat kencang. Jadi wajar pohonnya tumbang," sahut Zee.
"Iya kamu benar. Kalau kamu mengantuk kamu tidur saja. Begitu sampai nanti aku bangunkan," ucap Abian.
Zee langsung merangkul lengan Abian dan bermanja pada Abian dengan kepalanya di bawah ceruk leher Abian, "kalau aku tidur siapa yang akan menemani kak Abian bicara. Jadi Zee tidak akan tidur," ucap Zee.
"Aku tidak apa-apa Zee. Kamu tidur saja," sahut Abian.
Zee mengangkat kepalanya dan melihat kearah suaminya yang juga melihat dirinya.
"Tidak mau tidur," sahut Zee.
"Baiklah kalau begitu," sahut Abian.
"Makasih kak Abian untuk malam ini sangat singkat. Namun Zee sangat bahagia," ucap Zee.
"Sama-sama Zee," sahut Abian yang tidak melepas tatapannya pada Zee sampai Abian merasakan benda kenyal yang ternyata Zee mengecup bibirnya.
__ADS_1
"Tidak apa-apa kan Zee cium kak Abian?" tanya Zee yang sebenarnya sangat malu. Abian tidak menjawab dengan perkataan. Namun menjawabnya dengan balas ciuman yang pasti tidak sebentar yang mereka berdua berciuman romantis di dalam mobil.
Bersambung