Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah

Istri Sholehah Milik Tuan Pemarah
episode 198


__ADS_3

Rendy, Rania Azka sedang makan malam bersama seperti biasanya.


"Azka Rachel kenapa tidak menunggu sekalian makan malam sekalian?" tanya Rania.


"Dia tidak mau ibu. Mau pulang aja katanya. Katanya tidak enak lama-lama di rumah kita. Apa lagi sampai malam," jawab Azka sembari makan.


"Oh iya memang sekarang Rachel memang tinggal sendirian saja?" tanya Rania.


"Iya ibu. Dia sendirian di rumah," jawab Azka.


"Kasihan sekali harus di rumah sendirian," sahut Rania. Azka menganggukkan kepalanya dan kembali melanjutkan makannya. Rania melihat ke arah suaminya yang duduk di sebelahnya yang sepertinya suaminya memikirkan sesuatu.


"Sayang!" tegur Rania yang membuat Rendy melihat istrinya, "ada apa sayang?" tanya Rania.


"Iya ayah kenapa kok diam aja?" tanya Azka yang juga memperhatikan wajah sang ayah yang tidak baik-baik saja.


"Tidak apa-apa," jawab Rendy yang sepertinya bohong. Karena dari wajahnya sangat tidak mungkin Rendy tidak apa-apa.


Rania tidak bertanya lagi walau dia yakin seperti ada sesuatu pada suaminya itu. Makanya suaminya hanya diam saja dan wajahnya terlihat sangat di tekuk.


"Ayo kita makan lagi!" sahut Rendy. Rania dan Azka mengangguk dan mereka kembali makan bersama.


**********


Malam hari terlihat Asyifa yang tertidur lelap dan sementara suaminya sedang melaksanakan sholat malam dengan khusyuk.


Asyifa tiba-tiba saja terbangun. Karena selalu jika suaminya tidak ada di sampingnya. Pasti merasa ada yang hilang dan membuat Asyifa harus bangun dengan mengucek matanya dan langsung duduk dengan melihat suaminya yang sedang sholat yang sekarang sedang berdoa dari hati ke hati kepada sang penciptanya.

__ADS_1


Rafa yang sudah selesai mengadukan perasaannya pada sang penciptanya mengucapkan amin dan langsung berdiri dengan Rafa yang kaget melihat istrinya yang duduk dengan terbangun.


"Sayang!" ucap Rafa.


"Kenapa sholat sendirian? kenapa tidak membangunkan Asyifa?" tanya Asyifa yang wajahnya terlihat cemberut. Karena biasanya sholat tahajud suaminya dan dia pasti selalu sholat berjamaah.


"Kamu itu sangat kecapean. Bukannya tadi kamu kamu juga tidak enak badan. Jadi aku tidak mau mengganggu tidur kamu," ucap Rafa dengan lembut yang menghampiri Asyifa ke atas tempat tidur.


Asyifa langsung memeluk suaminya dengan erat. "tapi kan Asyifa ingin sholat berjamaah dengan kak Rafa," ucap Asyifa dengan manja. Rafa tersenyum mendengarnya dengan mencium pucuk kepala sang istri dengan lembut.


"Kak Rafa, kak Rafa akan tetap menjadi imam Asyifa kan?" tanya Asyifa.


"Kenapa bertanya tiba-tiba seperti itu?" tanya Rafa heran.


Asyifa mengangkat kepalanya dan melihat ke arah suaminya yang penuh kebingungan.


"Mimpi itu hanya bunga tidur. Lagian aku mau kemana harus pergi jau. Aku pasti akan selalu ada di sisi kamu kamu," ucap Rafa menanggapi perkataan istrinya.


"Kak Rafa jaga kesehatan ya," ucap Asyifa tiba-tiba lagi, "kak Rafa kemarin Asyifa telponan dengan teman Asyifa sewaktu kita sama-sama belajar di Mekkah. Dia juga sudah menikah. Namu pernikahannya hanya 3 bulan saja," ucap Asyifa yang bercerita pada suaminya.


"Mereka berpisah?" tanya Rafa.


"Maut yang memisahkan mereka. Allah memanggil suaminya terlebih dahulu. Karena suaminya mengalami kanker usus dan dan kak Rafa tau ternyata dengan adanya tumor di usus itu sangat parah. Bahkan bisa menggangu pencernaan dan makan pun sulit dan semua itu di akibatkan kita tidak menjaga pola hidup kita yang sehat. Makan tidak teratur dan selalu spele dengan hal-hal yang kecil," jelas Asyifa yang terus bercerita dan pasti cerita Asyifa adalah kesamaan dengan yang di alami Rafa.


"Kak Rafa jangan marah. Jika Asyifa terkadang sangat galak dengan kak Rafa yang sangat susah di beri tahu. Asyifa hanya tidak ingin kak Rafa kenapa-napa," ucap Asyifa dengan wajahnya yang serius.


"Dan apa lagi tadi Asyifa mimpi buruk. Perasaan Asyifa semakin tidak menentu. Asyifa sangat takut. Jika Asyifa harus kehilangan orang-orang yang Asyifa sayang. Mendengar cerita teman Asyifa saja. Asyifa sangat takut. Jadi jangan sampai itu terjadi pada keluarga Asyifa. Jadi sekarang kak Rafa taukan alasan kenapa Asyifa marah kalau kak Rafa, tidur lama, ini itu. Ini alasannya. Jadi selagi masih bisa di cegah. Kak Rafa harus patuh ya," ucap Asyifa.

__ADS_1


Rafa hanya terdiam mendengar cerita sang istri yang sangat sama dengan apa yang di alaminya.


"Maafkan aku Asyifa. Aku tidak pernah mendengarkan mu sampai akhirnya semua aku alami dan aku mendengar cerita mu saja sudah membuatmu sangat sedih. Lalu bagaimana jika kamu tau semua itu sedang ku alami," batin Rafa yang menahan dirinya. Menahan air matanya agar tidak menetes.


"Kak Rafa berjanjilah pada Asyifa. Tidak akan pergi jauh seperti mimpi Asyifa. Kak Rafa akan terus menemani Asyifa, membimbing Asyifa dan terus menjadi imam Asyifa," ucap Asyifa dengan wajahnya yang begitu sendu.


"Kak Rafa tidak mau berjanji?" tanya Asyifa. Rafa mengangguk-anggukkan kepalanya dan memeluk istrinya dengan erat dan air mata Rafa akhirnya jatuh juga di punggung sang istri.


"Pernikahan kita membuat Asyifa menemukan sosok laki-laki yang sangat hebat yang insyallah kita terus bersama sampai di surga nanti. Entah itu siapa yang Allah sayangi terlebih dahulu yang di panggilnya terlebih dahulu. Tetapi Asyifa hanya meminta biar Asyifa saja yang menunggu kak Rafa di atas sana. Karena Asyifa kayaknya tidak akan bisa menjalankan hidup lebih lama tanpa kak Rafa," ucap Asyifa yang begitu dalam membuat Rafa sudah tidak bisa menahan dirinya yang air matanya terus mengalir.


Asyifa sudah mengatakan dengan jelas. Jika dia tidak akan siap di tinggalkan oleh suaminya. Bagaimana hari Rafa semakin tidak kacau dengan perkataan istrinya.


"Agak egois kedengarannya. Tapi Asyifa hanya meminta itu pada Allah. Tetapi kalau boleh meminta lagi Asyifa ingin pergi bersama-sama dengan kak Rafa," ucap Asyifa melepas pelukannya dari Rafa.


Saat itu juga Asyifa melihat wajah suaminya di penuh air mata, " kak Rafa menangis?" pekik Asyifa terkejut yang menyeka air mata suaminya.


"Ada apa kak Rafa?" tanya Asyifa panik.


"Bagaimana tidak menangis mendengar semua perkataan kamu," ucap Rafa.


"Ya ampun kak Rafa. Maaf. Asyifa pasti terlalu puitis ya," ucap Asyifa yang merasa bersalah pada suaminya.


"Iya kamu terlalu menghayati. Seperti berpuisi yang sangat tulus dan membuat hati ku bergetar. Makanya perasaan ku jadi lemah dan sampai menangis," ucap Rafa. Asyifa jadi ikutan sedih dan memeluk suaminya.


"Maafkan Asyifa kak Rafa," ucap Asyifa memeluk erat suaminya dan Rafa juga memeluk istrinya begitu erat. Istrinya yang sekarang sudah mengatakan tidak ingin di tinggalkan.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2